
Luca yang awalnya malu-malu perlahan mulai berani dan bermain dengan Sora.
Letta menemani keduanya bermain, sedangkan Gabriel ngobrol dengan Anna dan sesekali memperhatikan anak-anaknya.
"Aku tidak pernah mendengar kamu memiliki seorang adik?" tanya Anna penasaran.
"Ya ... Aku memang baru bertemu dengannya di nervalon, ternyata ayahku memiliki anak dengan ibu tiriku dan ternyata ayahku juga ibunya Letta sudah meninggal beberapa tahun yang lalu"
"Ah begitu ... Aku turut bersedih untuk itu, lalu apa kamu sengaja ingin bertemu dengan ayahmu saat itu?"
"Tidak ...Aku bahkan tidak tahu jika dia selama itu ada di negara itu"
"Jadi bagaimana kamu tahu jika kamu memiliki adik?"
" Ah itu ... Aku tidak sengaja bertemu dengan teman akrab ayahku, dia yang memberitahu segalanya,jadi setelah berpikir cukup lama aku memutuskan untuk menemui Letta, karena aku dan dia sama-sama sendiri jadi aku memutuskan mengajaknya tinggal bersamaku di Sanor".
"Dia sangat beruntung memiliki kakak sepertimu" puji Anna
"Terima kasih ..."
"Sering-seringlah berkunjung, agar Luca terbiasa denganmu"
"Iya akan aku usahakan ... Aku sangat ingin akrab dengannya"
Anna tersenyum dan sangat memahami perasaan Gabriel.
"tinggalah untuk makan siang"
"Terima kasih bibi ... Lain kali saja , hari ini Sora ada jadwal bertemu dokter"
"Apa dia sakit?"
"Tidak ... Itu hanya pemeriksaan kesehatan biasa bibi ..."
"Ah syukurlah ..."
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit pulang, lain kali aku akan berkunjung lagi"
"Baiklah hati-hati di jalan" kata Anna sambil menepuk bahu Gabriel.
Letta yang melihat kakaknya berdiri langsung paham jika mereka akan pulang.
"Luca ... Bibi dan Sora akan pulang,apa kamu ingin ikut dengan kami?"
Luca langsung menggelengkan kepalanya untuk menolak ajakan Letta.
Gabriel berjalan mendekat dan berjongkok didepan Luca.
"Sayang ... Ayah pulang dulu, aku akan lebih sering mengunjungimu dan membawakan mu banyak hadiah" kata Gabriel sambil mengusap pipi Luca..
Luca yang hanya diam, hanya memperhatikan Gabriel yang menggendong Sora.
Sora melambaikan tangan mungilnya kepada Luca, ragu-ragu Luca akhirnya membalas lambaian tangannya, Sora langsung tersenyum puas.
Setelah Gabriel pulang, di malam hari saat Zact pulang, Luca menunjukkan mainan yang di bawakan Gabriel untuknya.
"Sepertinya kamu mulai menyukainya?"
"Ya ... Dia baik" kata Luca polos.
Zact merasa senang sekaligus sedih karena dia belum siap jika pada akhirnya dia harus berpisah dari Luca.
"Apa Moran tidur?"
"Heem ..."
"Apa Luca juga sudah mengantuk?"
"Ya ..."
"Baiklah ayah akan mengantarmu ke kamar"
__ADS_1
"Tidak mau ..."
"Kenapa? Apa kamu ingin tidur denganku?"
"Iya ..."
"Baiklah ... Malam ini Luca bisa tidur dengan ayah" kata Zact sambil membaringkan Luca.
"Bibi cantik" kata Luca spontan
"Luca bicara apa?" tanya Zact yang tak mendengar ucapan Luca.
"Bibi cantik!" Seru Luca.
"Bibi cantik? Siapa?"
Luca menggelengkan kepalanya dan mulai menguap,Zact yang melihat Luca sudah sangat mengantuk mulai mengelus-elus kepala Luca hingga tertidur.
Setelah menidurkan Luca, Zact turun ke lantai bawah untuk mengisi perutnya yang kelaparan.
Pelayan telah memanasi semua makanan sehingga Zact bisa langsung makan.
Anna yang keluar dari kamar melihat Zact makan sendirian lalu berjalan mendekat dan duduk di sampingnya.
"Apa pekerjaanmu berjalan baik?"
"Iya ibu semua berjalan dengan baik,"
"Luca ada di kamarmu?"
"Ya , dia akan tidur denganku malam ini" jawab Zact sambil makan.
"Hmm ... Zact ternyata Gabriel memiliki seorang adik yang begitu cantik"
Mendengar itu Zact langsung mengerutkan keningnya.
__ADS_1