
Di sebuah halte bus Rose duduk termenung sembari menahan air matanya agar tidak terjatuh.
Sebuah mobil sport berhenti di depannya dan seseorang menyapanya.
"Hai Rose apa yang kamu lakukan di sini" Tanya orang itu.
"Zact .... " pekik Rose terkejut saat melihatnya.
Zact kemudian turun dari mobil dan menghampiri Rose.
"Mau pergi kemana? aku akan memberimu tumpangan" Tawar Zact tulus.
"Tidak , aku tidak ingin merepotkan mu" Tolak Rose kemudian.
"Tidak repot sama sekali, kita kan teman"
Mendengar kata teman Rose spontan menoleh ke arah Zact yang juga tengah memandangnya.
"jangan Zact, aku tidak ingin nanti ada scandal yang muncul di artikel, sekarang bahkan kamu tak memakai masker, apa kamu tidak takut seseorang memotret mu"
Rose baru saja menyelesaikan kalimatnya, ada seorang gadis yang hendak memotret Zact dengannya.
Zact kemudian menghampiri gadis itu dan merayunya dengan jitu.
"Hai gadis cantik, apa kamu sedang memotret ku? kata Zact mendekati gadis itu.
panik gadis itu segera menyimpan ponselnya di dalam mantelnya.
"Keluarkan ponselmu dan mari kita lakukan yang lebih baik" kata Zact sarkas.
__ADS_1
Malu gadis itu segera meminta maaf dan berjanji akan menghapusnya.
"Aku adalah fansmu Zact ,apa aku boleh berfoto denganmu? pinta gadis itu kemudian.
"Baiklah , tapi syaratnya kamu harus menghapus fotoku dengannya sekarang ok"
Gadis itu mengangguk dan segera menghapus fotonya lalu Zact menepati janjinya untuk berfoto dengannya.
"Terima kasih Zact, Kalian sangat serasi, jika dia pacarmu aku sebagai fansmu akan sangat mendukung kalian" kata Gadis itu sebelum pergi.
Mendengar perkataan gadis itu wajah Zact memerah dan perasaan tiba-tiba menghangat, setelah berhasil mengendalikan diri Zact kembali kepada Rose.
"Ayolah , apa kamu ingin kejadian tadi terulang lagi Rose?"
Pasrah Rose menyetujui ajakan Zact, mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil.
" Kemana tujuanmu" Tanya Zact saat mobil mulai berjalan.
Zact menoleh ke arah Rose yang sedang memandang ke arah depan dengan tatapan acuh.
"Apa sedang ada masalah?"
Dengan cepat Rose menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya tidak tahu mau kemana karena aku baru di sini"
"Apa kamu di usir dari tempat tinggal mu sekarang??"
"Tidak,ini ke keinginanku sendiri, aku hanya ingin mandiri dan tidak ingin menyusahkan orang lain"
__ADS_1
"Jadi sekarang aku harus mengantarmu ke mana?" Tanya Zact bingung.
"Turunkan ku dimanapun aku tidak keberatan"
" Hei Rose aku ada tawaran bagus untukmu"
"Apa itu" Tanya Rose menoleh ke arah Zact.
"Aku sedang butuh Asisten pribadi, managerku kewalahan dengan jadwal dan keperluan yang harus di siapkan setiap hari, kamu hanya perlu menyiapkan kebutuhan dan perlengkapan pribadiku untuk kerja, apa kamu mau mencobanya?"
" Benarkah?? tentu aku mau , apapun itu , aku memang sedang membutuhkannya" Kata Rose berbinar.
Zact yang melihat Rose yang berubah ceria ikut senang melihatnya.
Sesampainya di rumah, Zact mengajak Rose untuk makan siang.
"Terima kasih dan maaf telah merepotkan" Ucap Rose canggung.
"sama-sama , aku sangat senang bisa membantumu"
Di sisi lain Gabriel memarahi semua pekerja di rumahnya yang tidak tahu jika Rose meninggalkan rumah.
"Tuan maafkan atas kelalaian kami, Nona Rose pamit padaku ingin keluar membeli beberapa keperluan jadi aku tidak mengira jika dia pergi dan juga dia tidak membawa apapun" jelas Daisha kepala pelayan.
Gabriel menghela nafas berat, perasaannya berkecamuk penuh kebingungan.
"PERGI SEMUA!!!" Teriak Gabriel penuh emosi.
Para pelayan dan pengawal segera berhamburan meninggalkan ruangan, Gabriel yang tidak bisa menghubunginya semakin resah karena Rose tidak membawa ponselnya.
__ADS_1
Malam Pun terasa sangat panjang dan belum juga ada kabar keberadaan Rose.
Gabriel bergadang semalaman dan tak berhenti minum-minuman.