
Setelah menidurkan Luca, tubuhnya yang lelah membuatnya segera tertidur.
Tak lama kemudian dia bermimpi, Rose berada di sebuah hutan, dia berjalan dengan kebingungan,dia yang sendirian merasa ketakutan , dia tidak bisa menghentikan langkahnya, kakinya terus berjalan meski tak tahu arah dan tujuan.
Peluh bercucuran, rasa haus kian melanda, tenggorokannya kering, langkahnya kian melemah, Rose bersandar pada pohon besar untuk beristirahat.
Samar-samar dari kejauhan dia melihat sebuah gubuk.
Setelah cukup beristirahat Rose kembali melanjutkan perjalanan menuju gubuk tua berharap mendapat bantuan dari seseorang.
Karena kelelahan Rose beberapa kali terjatuh, dia mencari ranting kayu yang cukup kuat untuk di jadikan sebuah tongkat.
Rose mendapatkannya dan segera berjalan dengan bantuan tongkat kayu, lelah sangat lelah perjalanan menuju gubuk itu, hari mulai gelap dan Rose akhirnya sampai di gubuk itu.
Dia memanggil-manggil sang pemilik gubuk namun tidak ada jawaban.
Rose dengan hati-hati membuka pintu yang usang di hadapannya hingga berbunyi.
Rose berjalan pelan dengan penuh kewaspadaan.
"Permisi ... Apa ada orang?" panggil Rose mencari seseorang.
__ADS_1
Setelah beberapa lama menunggu , Rose akhirnya memberanikan diri mencari sesuatu untuk menerangi gubuk yang gelap itu, Rose menemukan sebuah pelita tua dan korek disampingnya,dia berharap itu masih menyala.
Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pelita itu menyala dan menerangi ruangan yang gelap.
Rose berjalan dengan pincang mencari air ,dia mendengar suara gemericik air dari belakang rumah, dia membawa pelita itu dan mendapatkan sumber air yang mengalir, mata Rose berbinar, dia dengan semangat mengambil air dengan tangannya dan seger meminumnya.
Rasa haus pun hilang ,Rose kemudian kembali ke dalam untuk beristirahat, dia duduk sebentar dan mulai merasakan panas di tenggorokan dan sekujur tubuhnya, Rose kelimpungan karena rasa sakit di tenggorokannya, rasanya panas dan seperti tercekik.
Rose pun terguling dan terjatuh ke tanah, kedua tangannya memegang lehernya yang kesakitan, semakin lama membuatnya susah bernafas, mata Rose melebar, keringat dingin membanjiri tubuhnya,Rose berteriak meminta tolong dengan rasa sakit yang membunuh, Jantungnya berhenti dan seketika Rose terbangun dari mimpi buruknya dengan nafas tersengal-sengal.
Dia duduk dan mengamati sekitarnya, saat matanya melihat Luca yang terlelap di sampingnya, dia langsung memeluknya dengan ketakutan.
Mimpi itu benar-benar buruk , Rose bahkan tidak berani meminum air yang terletak di meja kecil di samping tempat tidur.
Keesokan paginya Zact mendatanginya ke kamar dan melihat Rose sedang memijit pelipisnya, kepalanya terasa pusing.
"Apa kamu sakit?" Tanya Zact duduk di samping Rose.
"Iya ... Aku terjaga sepanjang malam sehingga membuat kepalaku sakit"
"Apa Luca rewel?"
__ADS_1
Rose menggelengkan kepalanya.
"Lalu?"
"Aku bermimpi buruk, jadi setelah aku terbangun aku tidak bisa tidur lagi, aku sangat ketakutan"
Zact kemudian memeluknya dan menenangkannya.
"Kenapa kamu tidak menelepon ku? dengan begitu aku bisa menemanimu"
"Aku tidak mau mengganggumu"
"Seharusnya kamu tidak perlu sungkan untuk melakukan itu, sungguh aku sangat senang jika kamu sedikit manja padaku"
Zact kemudian memijat Rose untuk meringankan sakit kepalanya.
"Istirahatlah... Aku yang akan menjaga luca dan menemanimu"
"Tidak , kamu harus berangkat kerja"
"Aku akan libur, aku baru selesai perjalanan bisnis dan aku seharusnya berlibur untuk sehari" kata Zact meyakinkan.
__ADS_1
Rose kemudian setuju dan berbaring di ranjang, Zact terus memijat kepala Rose hingga tertidur.
Setelah Luca bangun Zact menggendong dan bermain dengannya.