CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 98


__ADS_3

Sudah satu bulan berada di Sanor, Letta memutuskan untuk memulai berbisnis, dia memilih dunia fashion karena dia memiliki cukup bakat di sana.


Gabriel menginvestasikan sejumlah uang di bisnis barunya.


Awalnya dia menolak, namun Gabriel meyakinkannya karena dia mempercayainya.


Di sela-sela ke sibukannya terkadang dia menyempatkan membawa Sora mengunjungi Luca.


Setiap dia ke rumah Zact mereka tidak pernah bertemu,entah saat dia datang Zact pergi atau dia pulang Zact baru datang.


Namun hari ini karena Zact sedang sakit dia berada di rumah dan beristirahat.


Letta di lantai bawah menemani Luca dan Sora bermain.


Ketika Zact turun ke lantai satu, dia melihat Letta dari belakang namun tidak mengetahui jika itu adalah Letta.


"Apa dia adik Gabriel?" pikir Zact.


Sedikit penasaran Zact berjalan mendekat dan menyapanya.


"Hai ..." sapa Zact berdiri di belakangnya beberapa langkah.


Mendengar suara Zact di belakangnya membuat Letta terkejut sekaligus panik.

__ADS_1


Letta membeku dalam diam dan membuat Zact terheran-heran karena dia tidak segera berbalik.


Karena merasa di cueki Zact kembali ke lantai atas dan sedikit kesal.


"Apa semua keluarga Rowen memiliki sikap angkuh seperti itu?" pikir Zact


Ketika Zact pergi itu membuat Letta merasa lega.


Dia benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi jika Zact mengetahui bahwa dia adik Gabriel, dia tidak ingin hubungannya yang membaik menjadi buruk kembali, dia berpikir nanti akan ada kesalah pahaman karena tidak ingin di sebut memanfaatkan Gabriel dan menjebaknya.


Letta buru-buru membawa Sora pergi dari sana, dia pamit kepada Anna dengan beralasan ada urusan mendesak.


"Bibi aku harus pulang,ada sesuatu yang harus di urus".


"Baiklah ... berhati-hatilah"


Zact memperhatikannya dari jendela kamarnya, dari belakang Zact seperti tidak asing dengannya.


"Tubuh wanita itu sangat tidak asing" pikir Zact sambil mengingat-ingat.


Letta masuk ke mobil dengan Sora dan Zact hanya bisa memperhatikan mobil itu keluar dari halamannya.


Letta yang merasa ada yang memperhatikan , spontan menoleh ke kaca belakang dan melihat Zact yang melihat ke arahnya ,beruntung kaca mobil terlihat gelap jika di lihat dari luar.

__ADS_1


Ke esokan harinya Letta dengan bisnis barunya yang baru saja akan di mulainya sibuk ke sana ke sini mencari bahan dan keperluan lainnya.


Dia di temani karyawan baru bernama susan berkeliling mencari suplier kain.


Lelah berkeliling dan belum mendapatkan suplier dengan harga yang cocok, Letta memutuskan untuk mengajak susan minum kopi.


Di sana Susan banyak bercerita jika dirinya berasal dari kampung dan sedang berjuang sendirian di Sanor.


"Kamu memiliki semangat yang bagus, mari kita sama-sama belajar dalam bisnis ini" kata Letta sambil tersenyum.


"Iya aku pasti akan berusaha dengan keras, di ms depan kita pasti berhasil" jawab Susan optimis.


Setelah menghabiskan kopi mereka kembali mencari suplier dan mereka bertemu dengan suplier yang sudah tua.


Kakek itu menemui mereka dengan senyum yang tampak sangat tulus.


"Ada yang bisa saya bantu" tanya sang kakek


"Pak ... saya sedang mulai dengan bisnis fashion, jadi kami butuh suplier untuk menyetok kain dalam jumlah yang banyak, cuma kami masih dalam tahap awal sehingga kami mencari harga yang cukup ramah dikantong namun memiliki kualitas yang baik" jelas Letta.


"Kami memproduksi kain sendiri sehingga kami bisa memberikan harga yang cukup murah,anda bisa melihat-lihat terlebih dahulu, banyak jenis kain yang bagus" kata Kakek Heri.


"Terima kasih"

__ADS_1


"Silahkan anda akan di temani asistenku, kalian bisa membicarakan harga dengannya"


Setelah itu mereka berkeliling pabrik dengan di temani oleh asisten Heri.


__ADS_2