CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 94


__ADS_3

Zact tak mengetahui jika adik Gabriel adalah Letta.


"Bukankah Gabriel anak tunggal?"


"Ya awalnya ibu juga berpikir begitu... Tapi Gabriel mengatakan jika itu adalah adik tirinya"


"Hmm ... Jadi mereka bertemu di nervalon?"


"Ya benar, tadi nama adiknya siapa ya? Hmm ibu lupa" kata Anna sambil mencoba mengingat-ingat.


"Apa luca sudah dekat dengan Gabriel?"


"Belum ... Tapi Luca mulai tidak takut dengannya dan dia sangat menyukai Sora dan bibinya"


"Baguslah ... Tapi aku belum siap jika Gabriel mengambil Luca untuk saat ini"


Wajah Zact berubah murung memikirkan kemungkinan Gabriel akan membawa Luca di kemudian hari.


Anna menggenggam tangan putranya untuk memberinya dukungan dan kekuatan.


"Zact aku tahu, ibu juga merasa seperti itu, tapi kita harus siap dengan semua kemungkinan yang ada karena Luca memang miliknya"


"Ya ibu benar ... Tapi sampai kapanpun Luca tetaplah kakak Moran, aku tidak tega memisahkan mereka berdua"

__ADS_1


"Kita pikirkan itu nanti, dengan berjalannya waktu semua akan baik-baik saja, fokuslah dengan apa yang ada sekarang, kamu memiliki mereka" Ucap Anna dengan senyum yang meneduhkan.


"Terima kasih ibu , istirahatlah kamu pasti sangat lelah"


"Baiklah ... Ingat jangan bergadang" pesan Anna sebelum meninggalkan ruang makan.


Di sisi lain, Letta duduk memandang langit malam dari jendela kamarnya.


Dia masih tak menyangka, dia ternyata tidur dengan mantan rival kakaknya dalam percintaan.


Mengingat kejadian malam itu, membuat Letta merinding, Zact yang begitu hebat dalam memuaskannya, otot-ototnya tubuhnya yang terlatih membuatnya merasa gila setiap memikirkannya.


"Hmm kenapa pikiranku jadi kotor seperti ini" pikir Letta.


Tidak mau berpikir kotor terlalu jauh Letta memutuskan untuk tidur.


Letta yang merasa kelelahan akhirnya tidur dengan nyaman.


Pukul satu dini hari,Letta bermimpi, dia berada di sebuah kamar yang bercahaya kan lilin,suasananya romantis,didalam mimpinya dia memakai lingerie seksi dan transparan.


Kelopak-kelopak bunga bertebaran menambah kesan romantis, matanya yang tertutup kain merah dan duduk di sebuah sofa empuk.


Tiba-tiba kakinya terasa geli dengan sebuah ciuman yang mendarat dan terus menciuminya di setiap centi tubuhnya, Letta menggeliat merasakan sensasi yang luar biasa,lelaki yang tak dapat di lihatnya karena matanya yang tertutup, menggendongnya dan melemparnya pelan ke ranjang empuk penuh bunga.

__ADS_1


Dia menurunkan semua pakaian yang menutupi tubuhnya.


Letta yang terus terbuai dengan sentuhan itu tak dapat menolak lebih jauh.


Dia terus mendambakan sentuhan yang lebih, Tangannya yang besar meremas buah indah miliknya dengan sangat lembut.


Tak puas sampai di situ, tangan itu turun menyusuri lembah kenikmatan milik Letta dan memainkannya hingga membuat Letta menggeliat penuh rasa yang membuncah.


Jemarinya memasuki lembah hangat yang sudah basah dan mendorongnya maju dan mundur, erangan halus keluar dari mulut Letta.


"Ahh ... Siapa kamu"


Lelaki itu tak peduli dengan pertanyaannya dan terus fokus memuaskan Letta hingga mencapai kenikmatannya.


Setelah memuaskan Letta kini gilirannya memasukan miliknya dan membuat dirinya sendiri terpuaskan.


"Aucchhh ..." pekik Letta saat merasakan sesuatu yang besar memasukinya.


Dia memainkan miliknya dengan maju mundur begitu lama, kadang pelan dan terkadang cepat,Letta yang merasakan sesuatu yang luar biasa tak bisa menolak dan hanya bisa menerima kenikmatan yang di berikan oleh lelaki itu, Semakin cepat dorongan yang diberikan, tak lama lelaki itu mencapai puncaknya dan terkulai di sampingnya.


Letta kemudian membuka penutup matanya dan saat matanya terbuka pandangannya sedikit buram, dia mengucek matanya beberapa kali hingga pandangannya menjadi jelas, dia menoleh dan sangat terkejut, ternyata laki-laki itu adalah Zact.


Letta terbangun dari mimpinya dengan nafas yang tak beraturan.

__ADS_1


"Hah apa aku sudah gila? Aku tidur agar tak berpikir kotor tentangnya dan aku malah bermimpi tidur dengannya"


Letta merasa malu meski itu hanya sebuah mimpi.


__ADS_2