
Setelah pertemuannya dengan Gabriel waktu itu mereka jadi sering bertemu di lokasi syuting.
Wajar bagi Gabriel sering di sana karena dia adalah pemilik stasiun tv tersebut.
Hari ini Gabriel datang bersama putri Joanna, Rose melihat kedatangan mereka dari jauh.
Banyak orang yang memuji keserasian mereka berdua.
Rose mematung menyaksikan keduanya lewat di depannya.
Tatapan mata Gabriel fokus ke depan seakan tidak melihatnya.
Mata Rose mulai berkaca-kaca lalu sebuah tangan mendekap pundaknya menenangkan.
Rose menengok Zact yang tengah berdiri di sampingnya dan membawanya ke ruangannya.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Zact saat mendudukkan Rose di kursi.
Rose mengangguk pelan.
"Mereka sangat serasi" Puji Rose dengan senyum di paksakan.
Zact tiba-tiba memeluk Rose yang menyembunyikan perasaan hancurnya.
Tangis Rose pecah di dalam pelukan Zact yang terasa hangat.
"Apa cinta harus sesakit ini?" Kata Rose di sela-sela tangisnya.
Zact hanya diam mendengarkan, tangannya mendekap erat gadis itu dengan tulus.
"Kamu boleh berhenti jika kamu mau?" kata Zact
Rose kemudian melepaskan pelukan Zact dan menghapus air matanya.
"Aku tidak bisa berhenti hanya karena ini, aku menggantungkan harapanku di sini" Jawab Rose dengan keputusan bulat.
"Jika memang terlalu menyakitkan jangan paksakan , aku bisa mencarikanmu pekerjaan lain"
"Semua akan baik dengan berjalannya waktu, aku harap kamu bisa memakluminya"
__ADS_1
"Baiklah jika itu maumu, kamu bisa mengatakannya jika ingin berhenti"
Rose mengangguk dan kembali bekerja.
Di ruangan Gabriel dan putri Joanna tengah duduk di sofa dan minum secangkir teh.
"Gabriel kamu nampak tidak senang" tanya Joanna menyadari jika Gabriel nampak tidak baik-baik saja.
"Tidak, aku hanya sedikit lelah" jawab Gabriel sembari teringat kejadian tadi saat dia melewati Rose, dan Gabriel melihat Zact yang merangkul Rose dari pantulan kaca di depannya.
Joanna langsung berinisiatif memijat pundak Gabriel.
tok tok tok seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk"
Rose muncul dari balik pintu dan membuat Gabriel sedikit terkejut.
Rose menahan perasaannya saat melihat Joanna memijat mesra Gabriel.
Dengan menunduk Rose menyerahkan dokumen milik Zact yang telah di tanda tangani dan langsung pergi dengan buru-buru.
"Jangan pedulikan, dia bukan karyawan di sini " Jawab Gabriel sembari membuka dokumen di tangannya.
Rose yang keluar terburu-buru tak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang mengantar kopi.
Kopi menumpahi bajunya dan mengenai kulit dadanya.
Wanita itu buru-buru membereskan kekacauan itu.
"Maafkan saya" kata Rose dengan beberapa kali membungkuk sebagai permintaan maaf.
"Tidak apa-apa, aku bisa membuatnya lagi, tapi sepertinya kamu tidak baik-baik saja"
"Iya ini sedikit sakit tapi tidak apa-apa" kata Rose sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang basah dan terasa panas.
"Ikuti aku , aku memiliki salep agar tidak membekaskan luka"
Rose mengikutinya ke ruangannya , di sana Rose duduk di kursi kopi dan menunggu wanita itu datang.
__ADS_1
"Ini salep dan gantilah bajumu" kata wanita itu memberikan sebuah baju ganti.
Setelah mengobati lukanya dan berganti baju Rose menghampiri wanita itu.
"Minumlah " kata wanita itu yang telah menyiapkan secangkir lemon tea untuknya.
"Terima kasih, kamu sangat baik, dan maaf telah mengacaukan pekerjaanmu" ucap Rose menyesal.
"Tidak apa-apa sungguh, Namaku Rachel" Ucapnya memperkenalkan diri.
"Aku Rose"
"Nama yang cocok dengan orangnya" puji Rachel.
"Kamu sudah lama bekerja disini??" Tanya Rose
"Aku sudah bekerja 3 tahun, aku sangat betah bekerja di sini karena Tuan Rowen benar-benar memperhatikan karyawan-karyawannya dengan baik"
Mendengar nama Gabriel di sebut membuat Rose tersedak saat meminum tehnya.
"Apa kamu baik-baik saja??"
Rose mengangguk dan segera berdiri.
"Terima kasih untuk tehnya , aku harus kembali bekerja"
Rose kemudian pergi dengan terburu-buru dan segera mendatangi Zact yang tengah menunggu di ruangan.
"Kapan kamu berganti pakaian?" Tanya Zact saat menyadari kedatangan Rose dengan baju yang berbeda dan sedikit kebesaran.
"Ah ini tadi aku tidak sengaja menabrak seorang pegawai yang membawa kopi dan menumpahi bajuku "
" Apa ada yang terluka" Tanya Zact khawatir
" Sedikit tapi sudah ku obati, oh ya dokumennya sudah aku serahkan"
" Baiklah, ayo kita pulang , syuting hari ini sudah selesai"
Rose kemudian membereskan barang-barang Zact dan segera menyusul Zact yang telah berjalan terlebih dahulu.
__ADS_1