CEO & DOLL

CEO & DOLL
BAB 84


__ADS_3

Di pagi hari Zact di bangunkan oleh Luca yang tiba-tiba memeluknya.


"A yah ..." panggil Luca dengan tatapan polosnya.


Zact kemudian bangun dan mengangkat putranya itu.


"Ibu ..." kata Luca yang menanyakan keberadaan ibunya.


Zact yang mendengarnya langsung bersedih dan segera memeluk Luca.


"Luca ... Apa kamu mau ketemu adik perempuanmu?"


Luca kemudian mengangguk dengan semangat.


Zact kemudian turun dari ranjang dan menggendong Luca ke kamar adiknya.


Di kamar Moran (anak perempuan Zact) ,sang bayi tengah minum susu bersama neneknya.


"Ibu ..." panggil Zact.


"Hai ... Lucaku sudah bangun?"


Lucapun tersenyum dengan sangat manis.


"Dia membangunkanku"


"Oh ya ... Baguslah ... mungkin dia merindukanmu karena beberapa hari ini kamu mengabaikannya"


Zact langsung merasa bersalah pada Luca dan kembali memeluknya.


"Maafkan ayahmu ini ... Ayah akan menebus segalanya, hari ini ayah akan mengajakmu jalan-jalan dan bermain denganmu"

__ADS_1


Luca memegang kedua pipi Zact dan mengusapnya dengan lembut lalu menciumnya.


Anna yang melihatnya tak kuasa menahan haru.


Dia bangga kepada Zact yang benar-benar menerima Luca, dia bahkan tidak membeda-bedakan dengan anak kandungnya.


"Luca lihat ... Itu adikmu ... Dia cantik bukan"


Luca mengangguk dengan senyum menggemaskan.


"Ibu" Ucap Luca sambil menunjuk Moran


Zact langsung memahami maksud dari Luca.


"Kamu benar, Moran mirip dengan ibu"


Zact kemudian menurunkan Luca dan membiarkannya berjalan mendekati moran.


"Hmm ... Sepertinya Luca sangat menyayangi Moran" Kata Anna senang


"Ya ... Dia akan menjadi kakak yang luar biasa untuk adiknya" Jawab Zact dengan pandangan penuh harap kepada Luca.


"Cucu ..."


"Iya adik sedang minum susu, apa Luca mau minum susu?" tanya Anna dengan mengusap rambut pirang Luca.


Luca mengangguk-angguk dengan semangat.


"Baiklah jagoan ayah ... Kemarilah aku akan menggendongmu ke bawah dan membuatkanmu susu"


Mendengar kata-kata Zact, Luca langsung menghampiri Zact dan langsung meminta gendong.

__ADS_1


Di dapur Zact meletakkan Luca di tempat duduknya dan segera membuatkan susu untuknya.


Luca dengan sabar menunggu susu untuknya , begitu jadi dan di berikan padanya, Luca langsung meminum susu itu dengan cepat.


"Pelan-pelan jagoan ..." kata Zact sambil mengusap kepalanya.


Di siang hari Zact membawa Luca ke sebuah pusat permainan anak, di sana mereka bersenang-senang dan mencoba segala macam mainan.


Luca terlihat sangat senang setiap mencoba permainan yang baru di coba olehnya.


Setelah asyik bermain,Zact membawa Luca mencari tempat untuk makan.


Dia menggendong Luca dengan tenaga yang tersisa.


Saat melewati sebuah toko ice cream, Zact teringat saat Rose mengidam sebuah ice strawberry di sini.


Dia kemudian membawa Luca memasuki kedai ice cream dan memesan ice cream rasa strawberry.


Setelah memesan, Zact duduk bersama Luca di dekat jendela.


Tak lama kemudian pesanan mereka di antar, Zact memberikan gelas yang lebih kecil kepada Luca.


Mata Luca langsung berbinar melihat Ice Cream di hadapannya, tangannya yang kecil menyendok dengan semangat dan memasukan ice cream ke dalam mulutnya.


Melihat Luca yang belepotan Zact tertawa dan langsung teringat hal yang sama dengan Rose.


Mata Zact berkaca-kaca,dia kemudian meraih tissue di meja dan membersihkan muka luca dari sisa-sisa es krim di sekitar mulutnya.


"Rose bahkan ice cream saja bisa mengingatkanku padamu" Ucap Zact dalam hati.


Zact kemudian memakan ice cream miliknya dengan air mata yang tidak bisa dia tahan lagi, kenangan bersama Rose saat itu berputar di ingatannya , mereka saling menyuapi ice Crema satu sama lain dan sengaja membuat belepotan masing-masing, saat itu mereka tertawa lepas.

__ADS_1


__ADS_2