
Pagi telah tiba, Rose membuka mata dan menyadari jika Gabriel telah berangkat bekerja.
"Uh ..." Rose merasakan sakit di sekujur tubuhnya,perlahan dia bangun dari tempat tidur dan mendapati bercak merah di seprainya, tiba-tiba siluet seperti gambaran film muncul diingatannya.
Dia seperti melihat tumpahan darah dimana-mana, semakin dia mencoba memahaminya membuat sakit dikepala terasa menghantam dengan keras.
Rose memegangi kepalanya dengan kedua tangannya,adegan demi adegan muncul memenuhi ingatannya.
Disebuah Pabrik besar pembuatan boneka **** dia bekerja sebagai asisten pribadi pemilik pabrik itu, dia bernama Darshon , Rose bekerja disana baru sekitar 2 bulan.
Darshon seorang lelaki paru baya namun penampilannya masih terlihat cukup muda untuk seusianya.
Dia awalnya bersikap sopan dan baik kepada Rose dan akhirnya menyatakan perasaannya kepada gadis muda itu.
Rose dengan tegas menolak karena Darshon sudah memiliki seorang istri.
Tidak terima dengan penolakan Darshon terus berusaha agar Rose jatuh hati padanya, namun Rose masih dengan pendiriannya.
Merasa risih dengan perhatian berlebihan atasannya, Rose akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan besar itu.
Merasa kecewa Darshon akhirnya hilang kesabarannya.hari dimana Rose mengundurkan diri ,Darshon dengan tega menganiayanya.
Rose terus berteriak memohon ampun dan meminta tolong. Diruang kerja Darshon memang didesign kedap suara karena dia sering membawa wanita-wanitanya di ruangannya.
"Tolong ...." teriak Rose tak berdaya.
__ADS_1
Darshon tertawa keras melihat ketidak berdayaan gadis itu.
"Ampuni aku tuan ... kumohon jangan lakukan itu" Pinta Rose dengan air mata bercucuran.
"Aku akan mengampuni mu jika kamu menjadi wanitaku, aku benar-benar mencintaimu Deera".
"tidak tuan ...kasihanilah aku juga istrimu, dia wanita yang luar biasa jangan terus menyakitinya" Ucap Rose terus memohon.
"Omong kosong!!!"
Rose semakin ketakutan melihat sorot mata Darshon yang berapi-api penuh dengan kebencian.
Rose yang berada dibawah kungkungannya merasa sulit bergerak, lelaki itu semakin tertarik melihat kecantikan Rose dari jarak dekat dan tak tahan ingin menciumnya.
"Sialan" Ucap Darshon memegangi bibirnya yang berdarah lalu menampari dan menghajar Rose hingga tak sadarkan diri.
Setelah itu Darshon dengan leluasa menikmati tubuh suci gadis itu dengan puas.
Setelah tersadar Rose mendapati tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun dengan bekas-bekas merah di bagian-bagian tubuhnya.
Rose memeluk tubuhnya sendiri dengan tangis yang mengguncang,dia bahkan mencakari tubuhnya sendiri yang kotor.
satu jam menangis tanpa henti membuat air mata Rose mengering, dendam didalam hatinya berkobar.
Rose kembali mengenakan pakaiannya dengan kesakitan di seluruh tubuhnya, dia mencari sesuatu untuk membunuh Darshon ,dengan berjalan tertatih dia mencari sesuatu di ruangan itu dan mendapatkan sebuah pistol di laci kerja milik darshon.
__ADS_1
Rose mengambilnya dan mencari keberadaan lelaki tua itu,setelah lama mencari akhirnya Rose menemukannya di ruang kopi miliknya.
Darshon terlihat santai dan duduk menikmati kopinya.
Melihat itu Rose semakin marah, dia berjalan tergesa-gesa meski sakit di sekitar pahanya menjalari tubuhnya .
Rose menendang pintu Ruangan yang sebelumnya memang terbuka sedikit.
pintu terbuka lebar dan Rose segera mengacungkan pistolnya kearah Darshon.
"Oh ... Deera kamu sudah bangun, apa kamu sangat menikmati permainanku" ucap Darshon dengan senyum monsternya.
Rose menggertakan giginya penuh kebencian.
"Jangan main-main dengan pistolku, dia bisa melukaimu"
"Cih ... tutup mulut busuk mu darshon, aku sudah tidak tahan untuk mengirimmu ke neraka.
Rose dengan amarahnya yang mendominasi segera akan menarik pelatuknya dan menembak ,namum saat bersamaan pengawal Darshon datang tanpa diketahui oleh Rose dan menendang Rose hingga tersungkur, tembakan pun meleset dan tembus mengenai kaca ruangan itu.
Pengawal itu dengan Kejam menyiksa Rose tanpa ampun dan di akhir hidupnya dia melihat Darshon mengacungkan pistol tepat di kepalanya dan itu membuatnya berakhir di dunia ini.
Setelah itu Darshon menyuruh pengawal mengambil rambut indah milik Deera lalu menyuruhnya membakar tubuhnya ditempat pembakaran pabrik yang tidak akan menyisakan apapun kecuali abu.
Rose yang mengingat semua kejadian masa lalunya berkeringat dingin dan membuatnya menggigil dan ketakutan.
__ADS_1