
Di Sanor Gabriel sibuk mencari keberadaan Rose, informasi terakhir yang dia dapatkan adalah bahwa Rose pergi keluar negri.
Zact telah mengatur semuanya agar Gabriel mengira Rose benar-benar pergi ke luar negri.
"Apa kalian tidak bisa bekerja ?! aku menggaji kalian mahal kenapa sampai sulit sekali menemukan seorang gadis" Teriak Gabriel kepada para informannya.
Di luar ruangan Joanna berdiri mematung mendengar teriakan Gabriel.
Joanna bertanya-tanya siapa gadis yang sedang di cari oleh Gabriel.
Joanna kemudian menunggu di sofa di depan ruangan Gabriel.
Kurang lebih 15 menit menunggu, beberapa lelaki keluar dari ruangan Gabriel.
Joanna berdiri dan mengikuti kemana gerombolan itu keluar gedung lalu menghadangnya di tempat yang cukup sepi.
"Hei Nona apa yang kamu lakukan? menyingkirlah dari jalan kami" kata lelaki itu kesal.
Joanna kemudian membuka kaca mata hitamnya.
"Aku bisa membayar kalian 10x lipat dari yang Gabriel bisa bayar" Ucap Joanna dengan senyum licik.
"Jangan bicara omong kosong di siang bolong begini" kata salah satu lelaki sambil mengibaskan tangannya di hadapan Joanna.
Kesal Joana melempar tangan lelaki itu menjauh dari wajahnya.
"Rupanya kalian tidak mengenal siapa diriku? kalian seharusnya tahu siapa tunangan Gabriel" Kata Joanna dengan angkuh.
Salah satu dari mereka mencari informasi tentang pertunangan Gabriel dan Joanna , mereka tampak terkejut ,ternyata dia benar-benar tunangan Gabriel.
"Maafkan kami Nona, apa yang bisa kami bantu?"
"Jangan bicarakan di sini, ayo kita cari tempat yang aman untuk bicara dan aku akan mentraktir kalian kopi" tawar Joanna.
Mereka kemudian mengikuti mobil Joanna dari belakang, mereka kemudian berhenti di sebuah Cafetaria.
Pengawal Joanna memesankan mereka kopi dan beberapa kue.
"Aku ingin tahu nama kalian masing-masing" Kata Joanna membuka obrolan.
"Tentu , saya Gerry ketua mereka, ini Diego asistenku dan dia Brian yang membantuku menjalankan tugas di lapangan"
"Baiklah Garry, aku tidak suka basa-basi, langsung saja , siapa yang sedang di cari oleh Gabriel?" Tanya Joanna mengintrogasi.
__ADS_1
"Itu ... Tuan Rowen sedang mencari seorang gadis bernama Rose"
"Rose??? Aku ingin melihat tampangnya sekarang!!! Joanna mulai terpancing emosinya.
Garry kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Rose.
Joanna memperhatikan foto Rose secara seksama dan dia merasa tidak asing, Joanna berpikir keras mencoba mengingat sosok Rose.
"Kirimkan fotonya padaku" Pinta Joanna pada Garry.
Dia kemudian menyuruh Garry menyimpan nomornya dan segera mengirimnya.
"Garry berikan apapun informasi yang telah kamu dapat padaku dan juga sampaikan apapun berita terbaru mengenai gadis j*lang itu!!!"
"Tapi ..."
Joanna langsung melempar sebuah amplop warna coklat besar yang berisikan uang padanya.
"Baiklah Nona , aku terima ini anggap saja ini sebagai uang muka sebelum bekerja" Ucap Garry.
Mereka kemudian pergi meninggalkan Joanna sendiri.
ponselnya berbunyi, joanna melihat pesan masuk dari Garry, sebuah Dokumen foto.
Joanna mengeklik foto itu dan memperbesarnya.
"Jadi dia, aku pikir Gabriel hanya main-main dengannya, padahal dia benar-benar jatuh hti pada gadis sial ini!!" Joanna yang di diliputi emosi mencengkram ponselnya dengan kesal.
Di Rushamb Zact membantu Rose melayani pengunjung yang datang, hari ini semakin ramai karena pengunjung kebanyakan adalah fans dari Zact.
Beberapa gadis muda meminta berfoto dengannya.
Rose yang melihat Zact kewalahan menghadapi para gadis itu nampak terhibur dengan tertawa kecil bersama Nuna.
"Kak lihatlah kakak Zact dia sampai tak bisa berkutik seperti itu" kata Nuna tertawa.
"Para fans itu seharusnya berterima kasih padaku, berkat keahlianku meriasnya jadi memar-memar di wajahnya tidak terlihat" Rose dan nuna seketika tertawa bersama.
Di siang hari toko sudah tutup, hanya sedikit kue yang tersisa,Rose sengaja menyisakan untuk di bawah ke kedai Camila bersama Zact dan Nuna.
"Kak Zact apa kamu senang di kerumuni gadis-gadis seperti itu?" Tanya Nuna polos.
"Ya bagaimana lagi, pesonaku ini memang sangat luar biasa" kata Zact percaya diri.
__ADS_1
"Ya aku bisa melihatnya" Kata Nuna setuju.
"Nuna kamu memang gadis termanis yang pernah aku kenal" kata Zact sembari mengacak-acak rambut Nuna.
"Apa aku semanis kak Rose?" pertanyaan Nuna spontan membuat Zact tersipu, pandangan matanya tertuju ke arah Rose yang sedang memasukan kue kedalam kotak kardus.
" Bagaimana apa kak Zact menyukainya?"
Zact kemudian kembali mengacak-acak rambut Nuna.
"Dasar anak kecil" kata Zact sambil mengejek Nuna dengan menjulurkan lidah kepadanya lalu meninggalkannya dan menyusul Rose.
"Apa sudah siap?" tanya Zact pada Rose.
" Ah ... ini sudah siap ayo berangkat" jawab Rose hendak mengangkat kotak kue namun tangannya bersamaan dengan Zact sehingga membuat keduanya saling tersipu.
Melihat itu Nuna tertawa kencang dan membuat keduanya semakin salah tingkah.
"Biarkan aku yang membawanya" kata Zact memperbaiki suasana, Rose mengangguk lalu mereka bertiga bergegas ke rumah Camila.
Sesampainya di sana Camila sudah menyiapkan makan siang untuk mereka semua.
"Wah bibi ini terlihat sangat enak, kamu pasti mendengar suara cacing di perutku yang langsung berdemo saat aku melihat makanan yang kamu buat" Kata Zact yang langsung di sambut dengan pukulan kecil dari Camila.
Semua orang tampak tertawa melihat keduanya yang saling menyayangi dengan cara mereka sendiri.
"Bibi Camila kamu selalu menyiapkan makanan lezat untuk kita tapi tidak pernah mau di bayar" kata Rose canggung.
"Hei Rose kenapa kamu pusingkan hal yang seperti itu,kamu lihat lelaki di sampingmu itulah yang selama ini telah membiayai hidupku" jelas Camila.
"Wah Zact kamu benar-benar lelaki yang sangat baik" puji Rose kagum.
"Bagaimana tidak , ibunya Zact telah menikah dengan seorang lelaki yang kaya raya dan sangat menyayanginya, jadi dia tidak membutuhkan uang dari Zact, sedangkan Zact dari dulu memang sudah menganggapku ibu keduanya, sayang ibu keduanya ini tidak memiliki apa-apa"
"Sudah bibi jangan membongkar semuanya disini, itu membuatku malu dan yang paling terpenting aku sangat lapar, ayo suapi putramu ini"
"Baiklah mari kita semua makan, Bob tolong ambilkan jus yang ku buat tadi di dapur"
"Bibi biar aku saja" kata Nuna segera pergi ke dapur untuk mengambil jus itu.
Selama makan, Rose memperhatikan kedekatan antara Camila dengan Zact, Rose
sangat terharu melihat Camila menyuapi Zact dengan sabar.
__ADS_1
Zact seakan berubah menjadi anak kecil yang sedang bermanja pada ibunya.
Rose jadi mengingat saat-saat besama ke dua orang tuanya,tak terasa air mata menggenang di pelupuk matanya, Rose segera menghapus air matanya sebelum yang lain melihatnya menangis.