
Sarah mempersilahkan duduk Gabriel dan mengkode Joli untuk menyiapkan minuman dan makanan.
"Tidak perlu repot-repot" kata Gabriel saat melihat Joli buru-buru menyiapkan sesuatu untuknya.
"Tidak ... Sama sekali tidak merepotkan, tuan Rowen sudah banyak membantu"
"Panggil saja Gabriel"
"Aku merasa tidak enak jika memanggilmu dengan menyebut nama"
"Hmm ... Terserah kamu saja"
"Apa ada masalah dengan kue atau minuman yang bermasalah?"
"Tidak ... Aku hanya mampir dan ingin menyampaikan permintaan maaf"
"Maaf? Tentang apa?" tanya Sarah bingung.
"Soal Luca kemarin"
Sontak wajah Sarah langsung memerah mengingat kata-kata Luca kemarin.
"Soal itu ya ... aku hanya menganggapnya perkataan polos seorang anak, jadi anda tidak perlu meminta maaf"
"Terima kasih atas pengertianmu"
"Oh ya kemarin Luca dan putri anda datang ke sini"
Gabriel langsung bertanya-tanya kenapa tiba-tiba Luca membawa adiknya ke sini.
"Jika lain kali mereka datang anda bisa mengabariku"
__ADS_1
"Baiklah, silahkan di nikmati makanannya" kata Sarah mempeesilahkan Gabriel.
"Ya ... Lanjutkan saja pekerjaanmu"
"Apa tidak apa-apa?"
"Tidak ... Silahkan saja"
Sarah kemudian melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Gabriel menikmati makanan yang telah di sajikan.
Kedai semakin penuh dan Gabriel mengambil dompet di celananya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dan di simpan di bawah gelas dan pergi meninggalkan kedai.
Joli yang membereskan meja melihat beberapa lembar uang dan memberikannya kepada Sarah.
"Uang siapa ini?" tanya Sarah sebelum menerima uang itu.
"Sepertinya tuan Rowen meninggalkannya di meja"
"Apa kakak tidak sadar jika Tuan Rowen itu benar-benar tampan"
"Ya semua orang tahu" jawab Sarah mengakui ketampanan seorang Gabriel Rowen.
"Mendiang istrinya saja seorang putri, hmm .. Aku bahkan tidak bisa membayangkan kehidapan macam apa yang dia jalani"
"Hahaha sudahlah ... Ayo kembali bekerja" kata Sarah yang mulai membereskan meja yang mulai kosong.
Saat istirahat tiba-tiba seseorang dengan suara yang sangat dia kenali masuk ke dalam kedai membuat keributan.
"SARAH!!!" teriak lelaki itu dengan membanting beberapa kursi.
Joli dan Sarah langsung berlarin dan melihat siapa yang membuat onar, ternyata Suami Sarah yang sudah beberapa tahun menghilang.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan" Ucap Sarah menghampiri Demon.
"Sarah ... Hmmm ... Sayang berikan aku beberapa uang untuk berjudi"
"Apa kamu sudah Gila? Kamu menghilang begitu saja dan datang tiba-tiba dan langsug meminta uang?"
"Cih ... Kamu benar-benar cerewet!!!" Ucap Demon dengan mendorong Sarah dengan keras, saat hendak terjatuh seseorang menangkapnya.
Parfum yang Familiar itu seketiaka membuat jantung Sarah berdebar,Gabriel membantu Sarah kembali berdiri tegak"
"Bisakah anda tidak bersikap kasar kepada perempuan?"
"Hah Sok-sok jadi pahlawan, enyahlah" kata Demon dengan senggoyoran karena mabuk.
"Pak saya baik-baik saja, apa ada yang tertinggal?" tanya Sarah yang merasa tidak enak hati.
"Tidak ... Aku hanya ingin memesan beberapa kue untuk Luca dan Sora, kamu bisa mengirimkannya lewat apalikasi online" jawab Gabriel santai.
" Hei berengsek!! Apa kamu sedang mencoba menggoda istriku?"
"Diamlah Demon!!! Teriak Sarah yang kehilangan kesabaran.
"JANGAN BERTERIAK!" ucap Demon kesal.
"Lebih baik anda pergi sekarang juga atau aku akan memanggilkanmu polisi" Ancam Gabriel yang sudah sangat kesal dengan perlakuan Demon yang semena-mena.
"Siapa kamu bisa menyuruhku"
"Aku bukan siapa-siap, aku hanya pelanggan tetap di toko ini" Jawab Gabriel santai.
Karena ucapan Demon yang bikin kesel akhirnya Gabriel memberikan sebuah pukulan telak di wajah Demon.
__ADS_1