CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Interlude IV. Ellen's Heart


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Aku menatap undangan yang dikirim melalui surat yang ditunjukkan oleh ayahku.


"Undangan acara ulangtahun Pangeran Myles Heart di Kerajaan Heart?"


Ayahku mengangguk khidmat dan menyilangkan tangannya, "Jadi, bagaimana menurutmu? Apa kita perlu menghadirinya atau tidak? Kalau iya kenapa dan kalau tidak, kenapa?" Ayahku memulai pelajaran mengenai cara memerintah seperti dirinya.


Aku tidak terlalu tertarik dengan acara ini.


Saat aku akan membuka mulutku, ayahku langsung memotong, "Sebelum kamu membuka mulutmu untuk berkata tidak. Masih ingat? walaupun mereka adalah musuh kita, camilan mereka adalah favoritmu."


"Baik, Ayah. Ayo kita segera pergi."


Ayahku langsung tertawa keras dan menepuk-nepuk gagang kursi tahtanya. Dia mengangguk-anggukkan kepalanya, "Semudah itu?" lanjutnya.


Aku mengangguk singkat, "Semudah itu."


"Bagaimana jika aku mencoba untuk menjodohkanmu dengan Pangeran Myles?"


Aku terdiam sesaat dan melirik ke sembarang arah sebelum menatap ayahku lagi, "Selama itu untuk kebaikan Kerajaan kita, aku akan menyanggupinya."


"Hmm, mau sebesar apapun keinginanku untuk menyelesaikan perang dan permusuhan ini, aku ingin kamu bahagia. Jadi tolong tolak itu jika ayah kembali membawa topik semacam itu," serunya sambil menatapku dengan khawatir.


"Baik, ayah. Bagaimana dengan ibu? Apakah ibu masih...?"


Ayah mengangguk singkat dan menghela napas, "Semuanya sudah dicoba, bahkan para pastor sudah kebingungan. Light Magic seharusnya mampu melawan Dark Magic...tapi...semua itu hanya omongan belaka..." geramnya.


Semenjak perang terakhir dengan Kerajaan Heart yang menggunakan Dark Witch sebagai salah satu anggota tentara mereka. Sebuah penyakit yang tidak diketahui menyerang ibuku. Semenjak saat itu, meskipun kami melakukan gencatan senjata. Keadaannya semakin memburuk. Namun, ibuku memintaku dan ayah untuk menghentikan semua ini, perang, permusuhan, segalanya sebagai permintaan terakhirnya...


Aku tidak tahu aku bisa menerimanya atau tidak...aku hanya ingin ibuku kembali sehat.


Sambil mendengarkan celotehan ayahku yang terus bersikeras ingin meminta para keluarga bangsawan lainnya menghentikan rencana untuk menyerang Kerajaan Heart, aku berpikir sebaiknya untuk pergi menemui Dark Witch untuk bertanya langsung.


Setidaknya, itu belum Ayah lakukan untuk ibu.


...****************...


Acara yang membosankan.


Begitu pikirku, sambil mengunyah camilan di dekat meja yang ada di tengah ruangan Aula Kerajaan Heart. Suara bising berupa pekikan anak perempuan dan tawa keras anak laki-laki berasal dari kumpulan anak-anak bangsawan yang sedang berbicara dengan Pangeran Myles terus terdengar berulang-ulang. Amy dan yang lainnya juga ikut di sana. Itulah mereka, yang akan terbang ke sana kemari untuk mencari orang terkuat dan menarik darah mereka seperti parasit.


Setidaknya, coklat-coklat ini cukup membuatku merasa tenang dan damai.


Kalau saja Kerajaan Heart ingin menjual camilannya ke Kerajaan Spade. Mungkin aku akan langsung memaksa semua orang untuk saling berbaikan dan melupakan semuanya.


Dunia yang damai? Keinginan yang naif.


Pada akhirnya, orang-orang seperti bedebah itu akan membuat sebuah gerakan revolusi baru untuk menentang perdamaian hanya demi 'bumbu kehidupan'.

__ADS_1


Apakah tidak cukup hanya dengan merasakan murkanya penguasa alam dari bencana alam atau serangan tentara iblis?


NYAM NYAM NYAM NYAM


Sambil memikirkan hal filosofis dan berat seperti itu, mulutku sibuk mengunyah semua coklat-coklat yang ada di meja.


...****************...


Aku melihat ayahku dan semua Raja, Ratu lainnya pergi keluar Aula. Sepertinya mereka akan mengadakan pertemuan.


Apa yang sebaiknya kulakukan sekarang ?


Semua coklat dan camilan manis yang ada di acara ini sudah kumakan semua. Salah satu pelayan bahkan memelototiku saat aku akan mengambil lagi.


Apa aku harus menculik salah satu pelayan disini agar aku dapat merasakan coklat yang sama di Kerajaan Spade ?


Aku berjalan mendekati pintu keluar kastil karena sepertinya Amy dan yang lainnya sudah selesai mengekori Pangeran Myles.


THUMP


Seseorang menabrak ku dari belakang.


"Ah, maafkan akuㅡ"


Orang yang menabrakku berhenti berbicara saat melihatku dari atas kebawah. Sepertinya dia terkesima, aku memanfaatkan itu untuk memperhatikannya juga. Dia memiliki rambut berwarna hitam, mata berwarna hitam...


Hm, kenapa dia mengingatkanku dengan penampilan Dark Witch ?


Kenapa aku mencium bau coklat darinya, apa dia baru saja memakan coklat juga ?


Amy dan yang lainnya berjalan menghampiriku dan bertanya, "Ada apa Tuan Putri? Eh, anak ini kan?" pandangannya terarah pada anak lelaki itu.


Luna dan Ally mulai berbisik dengan riuh, dan Amy terkesiap, "Kamu kan 'bajingan' itu?! Beraninya kamu mengganggu Tuan Putri?!" suaranya yang cukup memekik membuat seluruh tamu menoleh ke arah kami.


Seperti biasa, bangsawan ini mulai bertindak seenaknya...


Ah, aku ingin kembali makan coklat...


Aku hanya memusatkan perhatianku ke anak laki-laki itu sambil memikirkan jika sebaiknya aku bertanya padanya apakah dia memiliki coklat lainnya.


"Cepat minta maaf pada Tuan Putri! Itu adalah hal yang perlu kau, 'bajingan' lakukan! Ayo cepat minta maaf!" pekik Amy. Gadis lainnya yang ada di belakangku sepertinya menutupi senyum mereka sambil memperhatikan anak laki-laki itu.


Dia melihatku, tapi aku hanya membalas dengan melihatnya kembali.


Bantu aku untuk membungkam mereka, aku minta tolong padamu. Jika aku mengatakan sesuatu, maka mereka akan berpikir aku yang membuat mereka malu.


Aku akan membantumu, jika mereka akan bertindak di luar tempat ini.


Tapi sepertinya dia tidak mengerti, yah, jarang ada orang yang bisa telepati. Dia pun menunduk 90° ke arahku sambil berkata, "Maafkan aku."

__ADS_1


Tentu saja, Amy si penjilat tidak akan puas.


"Kenapa membungkuk?! Orang sepertimu harus berlutut pada Tuan Putri atas kesalahan mu!" sahut Amy. Sesuai dugaanku.


Bisikan dan suara tawa yang tertahan semakin menggema di sekitar kami. Dia mengedikkan bahu dan mulai berlutut, kemudian terdengar suara gadis yang berdiri di belakangnya , "Umm, umm...Pangeran tidak perlu melakukannya...umm."


Oh, dia kan Putri Sharence?


Amy dengan berani melotot ke arah Sharence, "Diam kamu, Kerajaan Diamond tidak perlu ikut campur disini!" Suaranya yang menggelegar membuat Sharence menjadi semakin meringkuk dan meringis. Tubuhnya terlihat bergetar ketakutan.


... beraninya dia meneriaki Tuan Putri Kerajaan lain...


Aku akan membuka mulutku sebelum melihat anak lelaki itu yang awalnya akan berlutut kembali berdiri. Aku mengatupkan lagi mulutku. Ayo, segera lakukan sesuatu..akan kuberikan sesuatu nanti.


Dia menatapku beserta Amy dan yang lainnya dengan tajam. Ohhh...


Setelah itu, dia menyeringai sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, "Kalau aku tidak ingin berlutut minta maaf, lalu apa? Apa yang akan, kau, bukan siapa-siapa, lakukan? Merengek ke ibumu?" suaranya terdengar ke seluruh Aula.



Maafkan aku, Amy, tapi sepertinya aku ingin tertawa sekarang...


"Beㅡberaninya kau 'bajingan' berkata seperti itu padaku yang merupakan Putri Adipati Blackspade!" pekik Amy.


Seringainya menjadi semakin lebar, "Mau bagaimana lagi, 'bajingan' ini juga ternyata adalah Pangeran Kerajaan Heart. Saat ini, kita sedang berada di acara yang diselenggarakan oleh kami, Kerajaan Heart. Sebagai tamu dan bangsawan, bukankah sikap anda cukup memalukan? Nona Blackspade?"


Saat Amy akan membuka mulutnya lagi, aku mengangkat tanganku untuk menahannya berbicara lagi. Aku melirik ke anak lelaki itu sebelum berkata, "Sudah cukup, Amy. Dia sudah meminta maaf dan kamu akan mempermalukan dirimu sendiri."


Amy seakan ingin membentak ku tapi tidak akan kubiarkan seperti itu. Aku memberinya tatapan dingin secepat dan sesingkat mungkin padanya.


Sesampainya di Spade, ayo kita bicara.


Dia mengangguk pelan dan aku beralih ke anak lelaki itu, "Maafkan atas sikap kami, perkenalkan nama saya adalah Ellen Spade, Putri Pertama dari Kerajaan Spade," aku mengulurkan tanganku padanya.


Sepertinya aku akan sering menemuinya nanti di masa depan.


Dia mengangguk singkat dan menerima tawaran tanganku dan berjabat tangan denganku. Jabatannya tidak terlalu kuat atau terlalu lemah dan terasa hangat, "Saya juga ingin meminta maaf, salam kenal Tuan Putri Ellen, saya adalah Kyle Heart, Pangeran Kedua Kerajaan Heart."


Pangeran Kyle ?!


Aku langsung menarik tanganku secepat kilat dan mengangguk singkat.


Aku segera berbalik untuk pergi, sambil berbisik sangat pelan agar hanya dia yang dapat mendengarkannya...


"..lain kali, perhatikan langkahmu..."


Aku masih bisa merasakan tatapannya setelah aku pergi meninggalkan ruangan itu.


Ah, aku lupa bertanya soal coklat itu..

__ADS_1


......................


...「 Interlude IV. Ellen's Heart 〈 selesai 〉」...


__ADS_2