
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
Kali ini, tidak akan kubiarkan kau berhasil lagi.
Bajingan.
...****************...
...Sekolah Khusus Pelatihan Perang -...
...Tahun Kedua....
...「Selamat Host sudah menyelesaikan satu tahun pelatihan. Apa yang sudah Host dapatkan selama pelatihan?」...
Tidak ada, Chae Rin. Maksudku, jika itu berarti aku di jauhi seperti biasanya dan kemudian mendapatkan perlakuan semacam diajak main bersama dengan membuatku terjatuh sedangkan orang lain menertawakan ku, mungkin itu yang bisa dibilang kudapatkan.
Bahkan kami belum belajar menggunakan senapan! Kami hanya terus melatih stamina, melakukan pemanasan dengan mengayunkan pedang dan memainkan tombak. Terus saja seperti itu, mereka bilang pada tahun kedua dan ketiga akan dimulai menggunakan senapan dan duel latihan antar murid. Itu setidaknya patut untuk ditunggu.
Akan tetapi, melihat dari jenis-jenis orang yang berada di kelas pelatihanku. Rasa semangat untuk menjalankan pelatihan ini langsung menghilang begitu saja. Ryder semakin menambah kawanannya sehingga hampir 19 orang, itu berarti semuanya, sudah seperti membenciku dan menganggapku tidak pantas untuk berada dimana-mana.
Terkadang, mereka mencoreti pintu kamarku, tidak membiarkanku ke kamar mandi karena semua bilik shower digunakan, mencuri pakaian seragam, menghilangkan sepatuku, bahkan aku sudah tidak memiliki jari untuk menghitung semua perbuatan buruk yang mereka lakukan padaku.
Apa yang sebenarnya aku sudah lakukan sampai mereka seperti itu ?
...「Tidak ada?」...
Nah itulah, itu penyebabnya. Karena aku tidak melakukan apapun. Jika aku membunuh mereka semua, baru mereka tidak dapat melakukan apa-apa lagi padaku.
...「Tenanglah, Host」...
"Semua hadir, Pak!" suara Ryder pada Ryvern membuyarkan lamunanku. Pelatih tua Ryvern mendengus keras sebelum menganggukkan kepalanya. Matanya memperhatikan satu persatu anak-anak alias Prajurit kecil yang sudah siap memegang senapan kecil.
"Baiklah, akhirnya pelajaran yang kalian tunggu sudah tiba! Hari ini, kita akan mempelajari bagaimana menggunakan senapan ini dengan sihir angin dasar yang sudah kalian miliki. Ini, peluru yang terbuat dari besi dan dapat menembus kulit hingga daging monster serta kita. Sebagai percobaan pertama, peluru yang akan kita gunakan adalah yang terbuat dari kertas."
Ryvern mulai membagikan satu persatu orang sebungkus peluru dan ketika dia memberikannya padaku, dia berbisik, "Awas kalau ada masalah lagi."
Lihat? Aku tidak melakukan apapun dan hanya bernapas sudah mendapatkan ancaman. Apa yang terjadi jika aku bersekutu dengan Ratu Iblis? Setidaknya aku akan senang melihat mereka semua diserang oleh pasukan monster...
"Siap pak, tidak akan ada masalah pak."
Aku mendengar suara tawa yang ditahan dibelakang ku sehabis aku mengatakan itu.
Hm, kali ini apa lagi yang akan mereka lakukan? Apa mereka akan menembakku menggunakan senapan itu?
Setelah aku kembali masuk dalam barisan, Ryvern menyiapkan lima target yang tersusun secara horizontal namun jarak antara target pertama dengan yang terakhir berbeda jauhnya. Target kelima adalah target yang memiliki jarak terjauh sejauh mata memandang sebuah target.
Orang pertama yang mencoba targetnya, tentu saja Ryder. Dia berdiri di batas yang disediakan oleh Ryvern, dengan tenang Ryvern mencoba memberitahu Ryder tata cara menembak sekaligus berkonsentrasi untuk memusatkan sihir angin ke dalam senapan agar saat menarik pelatuknya, peluru akan terbang menuju target. Belum lagi kedua tangan harus menentukan ke arah mana peluru yang akan ditembakkan serta harus membaca pergerakan angin agar peluru terkena tepat pada sasarannya.
Ohh, ini semua sangat menantang sekali untuk orang dengan otak udang sepertiku !
DORR
Satu tembakan melayang dari Ryder dan terlihat tepat mengenai sasaran tetapi tidak pas di tengah namun berada di sudut target. Semua orang langsung bertepuk tangan (tentu saja aku termasuk ) dan Ryder mengangguk-anggukkan kepalanya sebelum berjalan ke depan target kedua yang jaraknya mulai cukup jauh dari target pertama.
DORR
Tembakan kedua mengenai tengah bawah target yang hampir sekali ke arah tengah.
DORR
Tembakan ketiga mengenai target ketiga di area tengah kanan target utama dengan jarak yang semakin menipis.
DORR
Tembakan keempat, mengenai target keempat di area tengah atas.
DORR
Tembakan kelima yang semakin jauh jaraknya dari target keempat, peluru yang Ryder tembakan tidak mengenai target sama sekali namun terlihat ada kepulan pasir di samping target yang berarti pelurunya mengenal tanah di bawah target. Ryder pun menaruh kembali senapannya dan semua orang kembali bertepuk tangan, aku ikut bertepuk tangan.
Setelah Ryder duduk sebelum melirik ke arahku, Ryvern langsung menunjuk satu persatu orang mencoba senapan itu sesuai dengan barisan. Beberapa peluru ditembakkan dan tidak ada yang berhasil sebaik Ryder. Bagaimana ini Chae Rin? Apa aku mencoba sebisa mungkin atau berpura-pura lagi seperti biasanya?
...「Terserah」...
Aduh, aku sangat ini mencobanya sehingga tanganku ini terasa gatal sekali. Apa aku dapat mencobanya nanti saja di tempat sunyi bukan disini? Tapiㅡ
"Baiklah, Kyle. Giliranmu," sahut Ryvern memecah lamunanku. Aku menganggukkan kepala dan berdiri di depan target pertama. Mengangkat senapan sejajar dengan pundak dan berpikir cukup keras dan cepat.
Baiklah, ayo kita lakukanㅡ
DORRR
Memusatkan perhatianku pada peluru yang sudah di dorong menggunakan sihir angin dari balik senapan dan mengarahkannya ternyata cukup sulit juga, namun pada akhirnya peluru yang kutembakkan mengenai target tepat di tengah. Suasana hening, jadi aku langsung berjalan ke target kedua.
DORRR
Tembakan kedua kini tetap mengenai tepat di tengah target namun kini lubang dari efek peluru mulai lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
Ah, aku terlalu banyak menggunakan mana pada sihir anginku. Memikirkan itu aku berjalan menuju ke depan target ketiga yang lumayan jauh. Hm, cukup sulit juga untuk berpura-pura memakai mana yang sedikit.
DOORRRR
Target ketiga memiliki lubang berdiameter 5 cm tepat di tengah target. Oh, kini aku bisa memusatkan dan mengontrol mana pada sihir anginku dengan lebih baik dan tidak terlalu banyak sehingga dampaknya tidak terlalu besar bagi orang lain.
Kecuali untuk pelatih Ryvern yang mulai mengernyit saat merasa jika aku ini mempermainkan mana yang aku punya. Seperti, contoh pada awalnya terlihat mana dari orangnya tiba-tiba sedikit lalu kemudian menjadi tiba-tiba terkumpul banyak tanpa menggunakan item ataupun potion. Tetapi dia tidak akan menduga hal itu karena dia menganggap aku ini biasa saja.
DOORRR
Target keempat, lubang dari peluru yang tepat berada di tengah sasaran semakin mengecil hingga hanya sebesar 2,5 cm. Merasa sudah mengetahui sebanyak apa mana yang dapat kugunakan untuk menembak dengan baik tanpa ketahuan memiliki banyak mana di luar kata normal, aku mulai berjalan ke target kelima. Disaat bersamaan aku akan menarik pelatuk, aku melihat Ryder tiba-tiba berdiri dan akan menembakku dari belakang.
DORR
DOORR
BRAKKK
Dua peluru terdengar di tembakkan dan beberapa anak meringkuk ketika Ryder menarik pelatuknya ke arahku. Peluru yang ditembakkannya ke arahku tidak mengenai ku tentunya, malah dengan 'sengaja' aku pantulkan ke arah samping telinga Ryvern yang terkejut. Tembakan ku tepat mengenai titik tengah target kelima yang bahkan langsung rubuh karena lubang dari peluruku sebesar lebih dari 50 cm.
Suasana hening seperti biasa kecuali napas berat Ryvern dan wajah pucat Ryder. Aku tersenyum pada Ryvern, "Bagaimana pak? Apakah saya sudah boleh kembali ke barisan?" Ryvern tidak dapat mengucapkan apapun dan Ryder langsung berlari keluar dari barisannya dan menabrakku hingga aku jatuh terguling ke tanah.
BRUUK
"Kau! Aku lihat kau yang sengaja melempar peluru itu ke pamanku kan?!" Ryder menarik kerah bajuku ketika ia berdiri di atas tubuhku yang terjatuh di atas tanah. Semua anak-anak memperhatikan kami namun tidak ada yang berani melerai kami. Ryvern hanya diam memperhatikan kami berdua dan aku bisa merasakan beberapa senior yang sedang berkeliling lapangan ikut menonton.
Aku melihat Ryder yang meskipun dia menggenggam kerah bajuku, tangannya bergetar dan keringat dingin mengalir dari dahinya. Sepertinya dia takut bahwa dialah yang benar-benar salah tembak ke arah pamannya namun dia mencoba membuatku menjadi pelaku atas perbuatannya.
"Apa maksudmu? Sudah jelas-jelas saya menembak target itu. Berbeda dari seseorang yang mencoba menembak orang lain dari belakang. Katakan padaku, apa kau melihatku mengarahkan senapan itu ke arah Pelatih Ryvern? Katakan padaku!" aku membalas dengan menatapnya tajam dan mendekati wajahnya sebelum berbisik dengan senyuman di wajahku.
"Ini akibatnya jika kau terus menggangguku. Lain kali, bukan hanya kepala pamanmu yang hancur. Kepalamu juga akan habis kupotong dan kujual ke pasar gelap."
Aku tidak tahu apakah ada pasar gelap disini, tapi aku sebutkan saja agar dia ketakutan.
Ketakutan dan pucat pasi, Ryder berusaha menahan ekspresinya itu muncul dari wajahnya sehingga dia langsung mendorong ku kembali jatuh ke tanah sambil melepaskan genggaman tangannya dari kerah bajuku yang sudah menyedihkan. Dia berjalan mendekati Pelatih Ryvern dan berkata, "Pak, maafkan kesalahan saya, barusan senapan saya hilang kendali dan saya tidak tahu harus melakukan apa selain menarik pelatuknya."
Ryvern tersenyum sebelum mendengus sambil menepuk-nepuk pindah Ryder, "Tidak masalah, Prajurit Ryder. Semua orang memiliki kesalahannya masing-masing."
Kemudian kelas pun kembali dilanjutkan.
Tidak ada yang mempedulikanku yang masih terbaring di tanah, beberapa senior membantu Ryvern mengganti papan target yang baru. Ketika mereka mendekati papan target kelima yang hancur dan sudah rubuh, wajah mereka mengernyit dan sesekali melirik padaku yang mulai berdiri sambil menepuk-nepuk baju dan celanaku yang terkena pasir dan tanah kering.
Padahal aku sudah di dorong hingga terjatuh ke tanah, namun tidak ada yang cukup peduli untuk mengatakan sesuatu ataupun tindakan pelatih Ryvern sendiri yang tidak menegur sama sekali keponakannya itu. Menggerutu dalam hati, aku berjalan kembali masuk ke barisan, saat aku melirik anak-anak lainnya, semua orang berusaha untuk menghindari pandangannya dariku.
Yah, ada baiknya sekarang aku sudah dapat mengontrol mana dan menggunakannya lebih baik dari sebelumnya. Kapan ya gerakan Dark Soul Slasher V2 akan terbuka?
Hari-hari seperti neraka di Sekolah Khusus Pelatihan Perang pun berlanjut. Aku sudah jarang menemui Myles. Aku sengaja mencoba untuk menghindari bertemu dengannya secara tiba-tiba. Meskipun terkadang, saat bertemu dengan Myles yang menjadi seniorku untuk memerintah atau sekadar memperagakan duel, dia khawatir ketika tak sengaja melihat Ryder tiba-tiba mendorong ku ataupun melempar pasir ke arahku secara 'Tidak Sengaja.'
Ketika Myles akan bertindak ataupun berjalan ke arah kami, aku menggelengkan kepalaku dan tersenyum. Dia terlihat semakin serba salah dan akan menyalahkan dirinya sendiri namun dia akhirnya balik tersenyum padaku.
Hasil dari duel akan dipilih melalui tingkat individu tersebut berada. Semakin kuat maka dia akan masuk kelas A dan kelas terlemah atau paling bawah adalah kelas E.
Saat semua individu memiliki kelasnya masing-masing, selanjutnya adalah pembentukan kelompok. Satu kelompok terdiri dari lima orang yang terbagi dari masing-masing kelas terdapat satu orang. Ketua dari kelompok itu tentunya dari murid kelas A. Ada 20 orang murid di bawah pelatih Ryvern. Apabila tidak beruntung maka sepertinya satu kelompok itu akan berisi banyak orang lemah dan sedikit yang kuat.
Setelah menjelaskan itu kepada kami, undian duel pun dimulai. Secara berpasangan, anak-anak lain mulai melawan satu sama lainnya, hingga beberapa anak sudah masuk ke kategori kelas A, B dan C. Tidak ada yang berada di kelas E sejauh mataku memandang duel-duel itu.
Bagianku yang tidak ku tunggu-tunggu pun datang juga. Aku mengambil kertas undian yang sengaja hanya diisi oleh nama Ryder. Tentu saja aku tahu itu dan aku diam saja. Tidak akan ada yang peduli jika aku berbicara. Bagaimana jika kali ini aku biarkan dia melakukan apapun yang dia mau di duel ini? Masuk di kelas E juga tidak masalah. Ide yang bagus, mungkin jika mereka tahu aku lemah, mereka tidak akan mengganggu ku lagi?
Menunjukkan nama Ryder di kertas yang kuambil pada Ryvern, aku berjalan ke arah lapangan sambil menimbang-nimbang untuk memilih terlihat lemah. Meskipun kemungkinan besar mereka akan bertindak lebih seenaknya lagi, ini patut dicoba...
Baiklah, Chae Rin? Bantu aku nanti saat menggunakan sihir penyembuhan, oke?
...「Terserah Host saja」...
Tidak masalah, aku akan menjadi anak baik hari ini dan menerima semua kemarahannya. Aku harap setelah ini Ryder tidak akan menggangguku lagi dan memilih untuk meningkatkan kemampuannya atau semacamnya. Lagipula, aku sangat malas melihat statusnya jadi aku tidak melihatnya.
Aku hanya ingin melihat apa yang ingin kulihat. Begitu kata novel Hachiman. Kata-kata itu benar sekali. Aku hanya ingin melihat status yang pantas untuk kulihat.
Ryder menyeringai di hadapanku dan aku balik menatapnya. Ryvern mengacungkan tangannya ke atas tinggi-tinggi dan berteriak, "Duel dimulaii!!!!"
WUUNGG
BUAKKKKK
Ryder langsung berlari melesat ke arahku dan mengayunkan kepalan tangannya tepat ke pipi kananku, tinjunya membuatku terlempar sejauh beberapa meter kebelakang.
Semua orang terdengar menahan napas mereka dan Ryder melihat kepalan tangannya sendiri yang memerah. Dia merasa tidak percaya bahwa dia memiliki kekuatan sedahsyat itu. Namun tak lama dia langsung tersenyum dan menghampiriku yang masih berada di atas tanah.
Ah, pemandangan dari bawah ke atas langit ini cukup indah ya? Lain kali, akan kuajak Nina dan Raven untuk melihat langit-langit. Jika ada Bianca juga akan sangat menarik mendengarkan bahasanya yang kekinian. Tentu saja bagimu Chae Rin, kamu sudah melihatnya duluan denganku sekarang, haha.
Aku melihat Ryder yang sudah di atas tubuhku dan mengayunkan kepalan tangannya ke wajahku lagi.
BUKKKK
BUKKKKKK
BUUUUKKKKK
Terus menerus, tidak henti-hentinya tinjunya terus melayang hingga aku dapat melihat banyak bintang-bintang putih di pandangan mataku. Ryder menggumam sambil terus menunjuk dengan seringai di wajahnya, dia tidak peduli banyak orang yang melihatnya seperti itu, "Ahahaha, lihat dirimu yang menyedihkan bajingan! Ini semua salahmu jadi Sharence membenciku sekarang! Akan kuhancurkan wajahmu yang jelek ini! Rasakan ini! Ini!! Akan kubunuh kau, bajingan!"
__ADS_1
BUAAKKK
Semakin lama, dia meninjuku lebih keras hingga tiba-tiba muncul notifikasi,
...《 Kesadaran tubuh Host menipis! Waktu yang tersisa hingga dapat melakukan pemulihan secara menyeluruh 00:05 》...
...《 Waktu yang tersisa hingga dapat melakukan pemulihan secara menyeluruh 00:04 》...
Chae Rin, aku memang meminta bantuanmu tapi itu hanya pernyataan kosong saja, kamu tidak perlu repot-repot seperti ini, aku kan bisa memulihkan tubuhku sendiri dengan sihirku sendiri. Ehehe.
BUAKKKK
Sepertinya tidak ada yang akan menghentikan Ryder, pikirku.
...《 Waktu yang tersisa hingga dapat melakukan pemulihan secara menyeluruh 00:02 》...
Ryder mengangkat kepalan tangannya lagi sambil menarik napasnya. "Ini, untukmu yang sudah mencoba menakuti ku!" serunya dan langsung menabrakkan tinjunya tepat ke tengah hidungkuㅡ
...《 Waktu yang tersisa hingga dapat melakukan pemulihan secara menyeluruh 00:00 》...
ㅡseluruh pandanganku menjadi gelap.
...****************...
Dingin.
Aku terbangun dengan langit-langit yang berbeda dari ruangan kamarku. Kasurnya juga terasa lebih empuk dan hangat. Apakah ini ruang kesehatan atau semacamnya? Siapakah aku? Dimanakah aku ?
Apa aku harus bertanya seperti itu pada Myles yang sepertinya tertidur dengan pulas di samping kasur ini?
...「Pemulihan tubuh Host sudah selesai sepenuhnya. Sudah setengah jam Host pingsan dan Myles berlarian kemari sebelum menangis saat melihat Host」...
Untuk pertama kalinya, Chae Rin menjelaskan keadaan yang terjadi disekitar ku dan aku langsung berterimakasih padanya sebelum mengalihkan perhatianku ke sekitar ruangan yang ternyata sepi. Melihat Myles yang masih tertidur cukup nyenyak, aku berbaring kembali dan menggunakan clairvoyance untuk melihat keadaan sekarang.
Ah, aku menemukan Ryder sedang berbicara dengan Ryvern. Kenapa wajah mereka berdua sama-sama muram? Harusnya mereka kan senang sudah menumbangkanku dan akhirnya meninggalkanku sendirian?
Malas membuka dan mendengarkan percakapan mereka dengan Telepati, aku kembali memejamkan mataku dan akhirnya malah jatuh tertidur.
Keesokan harinya, melihatku sudah pulih kembali kelas pun dilanjutkan. Pemilihan kelompok sudah dilakukan saat aku pingsan kemarin dan aku juga masuk kelas E.
Kelompokku terdiri dari empat orang lainnya adalah pengikut setia Ryder yang juga salah satunya bertindak sebagai ketua kelompok ini. Mereka semua berusaha untuk tidak mempedulikanku karena tahu Ryder sudah terlibat masalah setelah membuatku pingsan dan babak belur seperti itu.
Kemarin, ketika aku terbangun lagi dan menerima tangisan serta pelukan Myles, dia bercerita bahwa ada pihak yang mengadukan ke Kerajaan Heart tentang apa yang terjadi padaku sehingga pelatih Ryvern dan Ryder terkena sangsi.
Siapa kira-kira yang mengadukan mereka ke Ayah? Tidak ada yang kukenal dengan baik atau bahkan tidak ada yang kuajak bicara disini selain Chae Rin.
Apakah Pak Dylan yang melakukannya?
Hmm, apa yang dilakukan Pak Dylan sangatlah baik, tapi sepertinya beliau ini melemparkan minyak panas ke atas api yang sudah terbakar di permukaan kulitku.
Tidak masalah, meskipun firasatku berkata buruk mengenai ekspedisi ini. Ada baiknya juga aku mencari tahu tentang kutukan yang ada pada tubuh Raven dan Ratu Elena karena Dark Forest waktu itu merupakan tempat spawn para monster. Mungkin kutukan itu berasal dari monster langka? karena aku tidak menemukan apapun terkait kutukan itu semenjak aku berkeliling di sekitar Kerajaan Heart dan kota Heart.
Penuh dengan pikiran yang terus membuah di dalam kepalaku, akhirnya ekspedisi ini dimulai. Setiap kelompok satu persatu masuk ke dalam sebuah portal yang sudah disiapkan, tugas ekspedisi ini sangatlah mudah. Menembaki satu persatu anggota kelompok lain hingga hanya ada satu kelompok yang tersisa sebagai pemenang, seluruh prajurit dan juga senior akan diberikan semacam sihir pelindung sehingga jika mereka tertembak, otomatis tubuh mereka akan langsung pindah kembali ke dalam sekolah.
Sungguh terdengar sangat mudah.
Senior mengatakan kita para prajurit dapat menghindari monster tanpa membunuhnya karena sebenarnya Dark Forest adalah tempat mati. Tidak ada makhluk hidup satupun hidup disana kecuali pepohonan rindang yang muncul dengan sendirinya.
Pernyataan yang cukup mencurigakan dan menyeramkan tapi pada akhirnya kelompokku masuk ke dalam portal dan kami tiba di tengah hutan lebat.
Aku mengeluarkan senapanku dan melihat sekeliling, benar-benar Dark Forest karena suasananya disini cukup suram dan muram.
Keempat anak itu mulai berjalan dan aku mengikuti mereka dari paling belakang. Aku ragu mereka akan meninggalkanku jika aku berjalan di yang paling depan sehingga posisiku ini sangat menguntungkan sampaiㅡ
"Bagaimana jika kamu berjalan di depan? Kamu kan yang terlemah, jadi jika seseorang menembakimu, kamu akan gugur tetapi memberikan kami waktu untuk bersembunyi dan menyerang musuh," si ketua, akhirnya menyampaikan alasan yang sangat masuk akal. Semuanya memberikan tatapan mereka padaku dengan dingin. Tentu, tentu.
Untuk keselamatan kalian semua, kenapa tidak? Secara umur, kan sebenarnya aku yang paling tua disini...
Aku menganggukkan kepalaku dan berjalan ke yang paling depan. Kami menelusuri hutan dan aku akhirnya melihat mereka tiba-tiba menghilang begitu saja. Sepertinya mereka memakai semacam item yang dimana jika mereka menandai suatu tempat, mereka dapat kembali ke tempat itu dengan menggunakan item itu.
Seperti kristal untuk teleportasi. Aku juga ingin berlari namun aku tidak benar-benar ingat dimana tempat yang mereka tandai. Aku membuka peta dan hanya ada tanda X besar di tengah layar jendela transparan itu.
Chae Rin? Chae Rin? Sistem?
Tunggu, Chae Rin tidak menyahutku? Aku masih dapat melihat statusku dan semuanya masih tinggi dan sama, tapi kenapa bagian cheatnya malah Null yang tidak dapat ditekan sama sekali. Aku teringat akan sesuatu dan langsung merogoh saku dan bajuku.
Ah, aku lupa meminta item yang sudah diberi sihir pelindung agar aku dapat kembali ke Sekolahㅡtunggu, aku ada teleportasi kanㅡ
...〈Teleportation tidak dapat diaktifkan〉...
...〈Teleportation tidak dapat diaktifkan〉...
...〈Teleportation tidak dapat diaktifkan〉...
Aku terus mencobanya dan akhirnya notifikasi terakhir muncul.
...《 Teleportation tidak dapat digunakan karena jangkauan Dark Forest tidak diketahui 》...
Um, apakah akhirnya aku benar-benar mendapatkan masalah yang sebenarnya ?
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG..