
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
Hampir saja, pesta pertunanganku akan ditutup begitu cepat oleh wajah tercengang milik Pak Walikota dan Paman Yuu diikuti senyuman dingin milik Valeria. Dengan cepat, aku langsung memberikannya Susu Coklat dengan topping Boba sehingga dia tidak jadi menunda pertunangan kami.
Valeria, kamu ini memang sesuatu ya ?
...****************...
"Saya ucapkan, selamat atas pertunangannya ya, Tuan Putri Valeria juga Tuan Kyle," seru salah satu warga yang menyalamiku dan membungkuk hormat pada Valeria. Pesta pertunangan kami tentu saja tetap diselenggarakan sesuai dengan rencana. Aku tidak ingin usaha para warga yang ikut membantuku menjadi sia-sia, hanya karena ulah si Pak Tua Jenkins.
Tidak ada yang tahu nasib mereka berdua bagaimana dan kemana perginya mereka. Mungkin saja, mereka berdua menjadi santapan Ratu Iblis karena mereka telah membuat perjanjian pada Iblis dan berakhir tidak menepatinya. Atau, mungkin mereka menjadi salah satu pasukan baru Ratu Iblis.
Kenapa aku tidak berusaha menyelamatkan mereka berdua? Entahlah, aku bukanlah Hero.
Jadi, aku tidak perlu menyelamatkan semua orang yang ada di sekitarku.
Selesai bersalaman dengan semua tamu, aku melirik ke arah Valeria yang langsung meminum susu coklat boba yang kuberikan sebelumnya. Aku memberikannya sebanyak 10 cup besar dan dia sudah menghabiskan 4 cup. Saat aku bertanya apakah dia tidak merasa sakit perut, dia bilang tidak.
Itu cup besar loh! Pabrik Boba juga akan kerepotan jika semua orang sepertimu...
Maksudku, apakah resep Boba yang kuciptakan seenak itu? Padahal aku hanya menghafalkan resep Boba, dari buku resep rahasia milik keluarga mantan istriku yang merupakan orang China dan pengembang perusahaan minuman Boba yang cukup terkenal. Mereka bilang akan memberikan perusahaannya padaku, biarlah.
Lagipula, aku sudah memiliki Chae Rin, Valeria dan yang lainnya disini sekarang.
...「Siapa ya yang bilang aku bersamamu, Host?」...
Aku.
...「Egois sekali」...
Lebih baik menjadi egois dan tahu apa yang kuinginkan, daripada menggantungkan perasaan orang lain seperti jemuran. Masih mending cuacanya cerah, kalau kehujanan gimana? Jadi luntur plus bau tuh baju. Rusak, kan jadinya !? (Sahut iklan yang aku tonton sebelum masuk ke dunia ini).
...「Host sepertinya sangat berpengalaman sekali ya, mengenai hal itu」...
Tentu sajaㅡah, sudahlah.
Aku mengambil salah satu Boba yang ada di samping Valeria, dia menatapku dengan tajam namun kembali tenang saat aku mengembalikannya. Setidaknya, biarkan aku juga minum satu...
Mataku langsung memperhatikan sekeliling ruangan dansa ini, terdengar irama musik dari sudut ruangan yang dimainkan oleh satu grup yang terdiri dari lima orang. Ada yang bermain alat musik seperti violin, cello, dan alat musik lainnya yang dimainkan secara digesek.
Melihat ada hanya ada beberapa pasangan yang berdansa di tengah ruangan, aku melirik lagi ke arah Valeria yang ternyata juga sudah melihat ke arahku.
Oh, apakah ini sebuah pertanda ?!
Aku sontak mengalihkan pandanganku dari Valeria dan tertuju pada Yuu yang berdiri jauh di sudut ruangan, dekat dengan para pemain musik, dia memberiku gestur 'oke'.
Aku menelan ludahku dan menghela napas perlahan. Baiklah !
Merasa sedikit ragu, aku menunduk dan berbisik pada Valeria seraya mengulurkan tanganku padanya, "Tuan Putri Valeria, bagaimana jika berdansa dengan saya?"
Valeria menaruh cup Boba yang sedang ia minum sebelum membungkuk sedikit dan melebarkan gaunnya.
"Dengan senang hati, Tuan Kyle."
Dia kemudian meraih tanganku dan kami berdua berjalan ke tengah ruangan dansa. Suasana yang ramai seketika menjadi hening saat ada orang yang berbisik-bisik sambil menunjuk ke arah kami.
Ketika kami sudah berada di tengah ruangan dengan seratus pasang mata mengarah pada kami. Aku mulai ragu dan merasakan keringat dingin mengalir dari tengkuk ke punggungku.
Melihatku yang gugup sambil melirik kesana-kemari, Valeria tersenyum tipis padaku dan menaruh kedua tangannya di samping wajahku. Menggunakan kedua tangannya itu, dia mengalihkan kepalaku hanya menghadap padanya.
"Tatap aku saja, hanya aku."
__ADS_1
Terpesona dengan senyumannya yang menawan, aku menganggukkan kepalaku perlahan seperti tersihir olehnya. Mataku terus memperhatikannya ketika dia menaruh tangannya ke atas bahuku dan satu lagi di atas telapak tanganku.
Aku mengikutinya dengan menaruh salah satu tanganku di samping pinggangnya dan balik menggenggam tangannya yang satu lagi. Iringan musik yang awalnya sedikit bersemangat, kini berubah menjadi alunan yang begitu romantis dan mendayu-dayu.
Dibawah lampu yang bersinar terang, kami berdua berdansa mengelilingi ruangan dengan mengikuti iringan musik. Aku lebih sering membuatnya berputar-putar di tengah gerakan dansa ini. Valeria terlihat luwes dan begitu mahir mengikuti gerakan dansa ku yang agak canggung ini.
Bahkan, beberapa orang terlihat tidak dapat mengalihkan pandangan mereka dari kami berdua. Sedikit demi sedikit, timbul rasa senang dan semangat di dalam hatiku.
Namun, seperti kata pepatah orang tua jaman dahulu, begitu menyadari kebahagiaan di sekitar kita, maka ada kejadian buruk yang akan terjadi tiba-tiba, itu merupakan sebuah pertanda bahwa kita ini hanyalah makhluk yang sedang diuji kesabarannyaㅡ
"Bleeegggghhhhㅡ"
"ㅡEh, Valeria?!!"
Tiba-tiba saja, Valeria muntah di atas setelanku setelah dia berputar dua kali dan memelukku di tengah gerakan dansa ini.
Aku memeluknya sambil menepuk-nepuk dan mengusap-usap punggungnya secara perlahan, membiarkannya terus memuntahi isi perutnya di atas setelanku pada bagian punggung lengan sebelah kanan.
Nah kan, sudah kubilangㅡkamu terlalu banyak meminum Boba itu.
Pesta pertunanganku dengan Valeria adalah pesta yang akan sangat berkesan bagiku, Valeria dan semua warga Kerajaan Joker yang hadir pada hari itu.
Akan tetapi, rumor aneh mulai menyebar setelah kejadian itu, rumor yang berlangsung tidak terlalu lama...rumor itu adalah...
Valeria hamil.
Tidak-tidak, jika rumornya ditambahi dengan pernyataan 'Valeria hamil oleh Boba' baru aku akan mempercayai itu.
...****************...
...《 96421:27:45 》...
...《 96421:27:44 》...
4 tahun telah berlalu, aku masih tinggal di dalam Kerajaan Joker...
TRRRAAAANGGGG
BDDUUUKK
"Aduuh!"
"Dasar laki-laki yang lemah! Coba lagi!"
WUUUNGGG
TRAAANGGG
BRRUUUKK
SHIIIINGGG
"Hhㅡhhh...hghh." Aku terduduk di atas lantai dengan bilah sebuah belati yang berhenti tepat di atas leherku. Valeria memandangiku dari atas sebelum menarik belatinya dari atas leherku. Menggumam sesuatu pada dirinya sendiri, dia kemudian mengangkat tubuhku kembali berdiri dengan sangat mudah.
"Sebenarnya, kamu ini kuat atau tidak, Kyle?!" tanya Valeria tak habis fikriㅡeh, pikir. Aku juga sudah kehabisan akal. Semenjak bertemu dengan Iblis Succubus 'huru-hara' itu, yang dengan mudahnya dapat membuat tubuhku membeku sesaat, aku mencoba untuk terus berlatih dengan Valeria si karakter rahasia. Alhasil, jika aku menonaktifkan semua kekuatan CHEAT, tentu saja aku itu nobody at all dimata Valeria.
Untuk berjaga-jaga saja, aku ingin mencoba menguatkan diriku yang sebenarnya juga.
"Kyle? Berhentilah melamun dan lepaskan tanganku sekarang," seru Valeria dengan wajah memerah, aku melihat ke arah tangannya yang masih kugenggam. Heran, karena biasanya dia akan kegirangan jika bergandengan tangan denganku dan sekarang tidak, aku melepaskan genggaman tanganku. Dia langsung menarik tangannya dan mengelapnya ke atas kain.
Oh, apakah karena dia jijik? Tanganku cukup berkeringat karena sudah berlatih secara defensif dengannya selama beberapa jam.
__ADS_1
Ketika aku memperhatikannya sambil berpikir seperti itu, dia kembali mengambil tanganku dan menggenggamnya.
"Tuan Kyle!"
Yuu tiba-tiba datang memasuki ruang latihan di dalam istana ini, sontak Valeria langsung melepaskan genggaman tangannya dan beranjak mengelap bilah belatinya.
"Ada apa, Paman Yuu?"
Yuu melirik ke arah Valeria yang menatapnya balik dengan tajam, lalu kembali menoleh ke arahku, "Tuan kini sudah berusia 15 tahun! Bukannya ini saatnya Tuan bergegaslah untuk mendaftarkan diri menjadi murid baru di Unity Academy?! Saya yakin jika Tuan akan jauh lebih kuat lagi jika berlatih disanaㅡ"
WUUUNGGG
Yuu sontak berhenti berbicara dan dia hanya tersenyum lebar, dengan wajah kaku ketika belati terbang melewati wajahnya. Aku melirik ke arah Valeria yang menatap kami dengan tajam. Sebelum dia membuka mulutnya untuk mengomeli Yuu, aku langsung mengibaskan tanganku ke arahnya.
"Valeria, Paman Yuu tidak bermaksud mengataimu itu tidak mampu mengajarkanku, loh. Mungkin, Paman Yuu melihatmu terlalu sering memaksakan dirimu lagi. Semenjak kita sering berlatih, tubuhmu itu sering terkena penyakit, kan?"
Dengan air mata yang hampir terjatuh dari pelupuk matanya, Yuu menganggukkan kepalanya, setuju dengan ucapanku. Tatapan dingin Valeria sedikit menurun dan dia menghela napas, "Benar juga. Sudah banyak waktu yang berlalu, dan datang juga saatnya."
Aku memberikannya senyuman tipis dan dia mengangguk singkat. Terlihat keraguan terpancar dari matanya, namun dia menggelengkan kepalanya sebelum kembali tersenyum, "Tentu saja...sudah saatnya kamu kembali kan, sayang?"
"Tidak, aku hanya pergi beberapa saat saja dan akan menyempatkan diri untuk kembali. Ini kan rumahku."
"Benar juga..."
Yuu menepuk tangannya, "Berarti! Apakah Tuan akan mendaftarkan diri ke Unity Academy?! Kebetulan sebenar lagi adalah waktu pendaftarannya!"
"Dan dari mana kamu mengetahui hal tersebut, Paman Yuu?" tanya Valeria sambil berjalan menghampiri kami.
Yuu menjawab dengan ragu, "Tuan Putri kan tahu saya berasal dari luar pulau ini. Setiap tahunnya, waktu penerimaan murid baru di Unity Academy selalu di tanggal yang sama, dahulu saya berusaha untuk menabung agar dapat mendaftarkan putri saya ke akademi yang bergengsi ituㅡsayang putriku tidak hidup selama itu..."
Mendengar itu, aku dan Valeria terdiam penuh simpati menatapnya. Menyadari suasana menjadi gelap karena keluh kesahnya, Yuu langsung tersenyum dengan bersemangat, "Tapi! Tuan Kyle dapat mendaftarkan diri bukan?! Putri Valeria pernah bilang jika orang tersebut bukanlah penduduk asli di pulau ini, dia dapat melewati penjagaan naga air di sekitar pulau ini lebih mudah, kan?"
Valeria menganggukkan kepalanya, "Benar sekali. Sayang sekali ya...aku tidak dapat ikut mendaftar...pasti akan seru jika aku juga dapat mendaftar."
"Loh, memangnya kenapa Putri tidak ikut mendaftar?" tanya Yuu dengan memiringkan kepalanya pada Valeria.
"Paman lupa? Aku ini Tuan Putri di Kerajaan ini, pekerjaanku untuk mengurus permasalahan sehari-hari saja sudah menumpuk begitu banyak. Aku tidak dapat ikut bersenang-senang di akademi dan membiarkan semua wargaku hidup menderita," jawab Valeria sambil mendengus.
"Ah, benar juga...kalian berdua kan belum menikah ya?" sahut Yuu sambil terkekeh.
Setelah Yuu pergi dan kami sepakat untuk membawanya juga ikut bersamaku sebagai pendamping saat mendaftar, aku bersandar di pagar pembatas balkon bersama dengan Valeria. Angin laut berhembus begitu tenang, mengayun-ayunkan rambutnya yang berwarna pink muda itu secara perlahan.
"Waktu sudah berlalu begitu cepat ya, Kyle?"
"Hm."
"Kuharap kamu tidak mencari banyak masalah di akademi...aku sedikit khawatir mengenai itu. Meskipun aku tahu bahwa masalah orang lain terhadapmu yang sebenarnya muncul di hadapan mu..."
Aku terkekeh dan menggenggam tangannya yang berada di atas pagar pembatas. Dia menggenggamnya balik dengan begitu erat.
"Berapa lagi waktu kita yang miliki?"
Aku menghela napas pelan dan memandang ke arah bangunan yang ada di Kota Joker.
"Kurang lebih 10 tahun lagi..."
Valeria mengangguk dan menatapku dengan dahi berkerut serta tatapan yang begitu serius, "Aku akan terus melatih kekuatan yang kamu ajarkan padaku, kita harus cepat-cepat lebih kuat lagi dari saat ini...untuk menghadapi hari 'itu'..."
Aku menggigit bibirku dan mengangguk, "Benar. Kita dapat menghadapi hari 'itu'...bersama?"
"Bersama."
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG..