CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 30. No Vacay, Only Preparation! 《 III - LAST 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Hm ?


Tunggu, aku baru memperhatikan bagian fitur hubungan dengan seksama dan juga dalam keadaan tenang sekarang...


Aku baru menyadari bahwa ibu kandungnya Myles...Milan Heart...


Masih hidup ?


...****************...


"Baiklah, cukup sekian pertemuan ini. Besok kita akan mulai bersiap untuk merapikan wilayah sekitar istana Kerajaan dan membangun beberapa tempat dimana lomba akan diselenggarakan." Pak Walikota menepuk pelan tangannya sambil tersenyum puas. Semua orang yang ada di ruangan langsung bertepuk tangan sebelum keluar satu persatu seraya membicarakan apa saja yang dikatakan oleh Pak Walikota.


"Um, Tuan Kyle?"


"Hah? Iya...ada apa?"


Aku tersentak dari lamunanku ketika Pak Walikota memanggil namaku dengan ragu. Dia menggaruk belakang kepalanya sebelum bertanya, "Begini...atas tindakan saya barusan di taman, menyebabkan semua keluarga bangsawan yang akan berdonasi jadi mengurungkan niat mereka...um, sepertinya seluruh dana yang akan dikeluarkan hanya akan berasal dari Tuan sendiri."


Aku menganggukkan kepalaku dan bertanya berapa yang mereka butuhkan. Kini Valeria berjalan ke arah tempatku duduk dan memperhatikanku. Pak Walikota dengan ragu menjawabku, "Uhh...kami membutuhkan 5 kantung kepingan emas dan 21 kepingan perak dan perunggu..."


Kemana perginya uangku? Ah, aku baru saja mengosongkan itu semua dan meninggalkan item-item saja di tas ajaibkuㅡChae Rin?


...「...haah, baiklah」...


...《 Selamat anda telah mendapatkan x99999 kantung koin emas 》...


...《 Selamat anda telah mendapatkan x99999 kantung koin perak 》...


...《 Selamat anda telah mendapatkan x99999 kantung koin perunggu 》...


Nice, trims Chae Rin !


...「Aku membencimu, Host」...


Uhm, aku tidak peduli?


Meninggalkan Chae Rin, aku mencoba menahan ekspresiku tetap datar karena sangat ingin terlihat sombong seperti menyeringai lebar, aku menaruh 25 kantung kepingan emas, perak dan perunggu dalam sekali mengayunkan tanganku ke atas meja.


Melihat semua uang-uang ini membuatku ingin bertemu Xarx yang akan tertawa bahagia sambil menggosok-gosokan kedua telapak tangannya sampai timbul api.


Semua mata yang melihatku mengeluarkan uang ini mencuat keluar, kecuali Valeria yang menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.


Sebelum membiarkan mereka semua bertanya dari mana uangku berasal, aku langsung mengajak Yuu dan Valeria untuk makan siang bersama selama Pak Walikota keluar untuk menemui para warga lainnya.


Yuu sepertinya pertama kali menginjakkan kakinya di dalam Istana sehingga kepalanya terlihat kaku, apakah dia ingin menoleh kesana-kemari namun takut merasa tidak sopan dengan kami? Aku berjalan di sampingnya dan menunjuk ke tengah lorong dimana lorong itu menuju ke ruang tahta.


"Tahu tidak, Paman Yuu? Begitu aku sampai disini, ditempat itu aku langsung ditunjuk mayat Ratu Joker. Kukira Tuan Putri Valeria bercanda namun ternyata dia serius."


Setelah aku mengatakan itu, Valeria menginjak sepatuku dari belakang sambil menggerutu, "Jika kamu terus membicarakan hal itu, akan langsung kujadikan kamu korban baru untuk ritualku."


Yuu bergidik dan dia semakin terlihat kaku.


Aku mengerutkan dahiku ke arah Valeria seakan menunjukkan bahwa aku sebenarnya ingin membuat Yuu nyaman di dalam Istana ini bersama kita. Valeria sepertinya paham dengan tatapanku, dia lalu dengan segera mengajak Yuu berbicara disertai senyuman manis di wajahnya.


Akhirnya, kenapa tidak sejak tadi dia bertingkah seperti tuan rumah yang baik?


...****************...


Selesai makan siang, Valeria pamit padaku dan Yuu untuk pergi beristirahat. Kami membiarkannya pergi dari dapur sedangkan aku dan Yuu berbicara.


"Sekali lagi Tuan, saya ucapkan selamat atas pertunangannya... benar-benar tidak disangka ya pertunangan ini." sahut Yuu sambil melihat undangan pesta yang sedang kuciptakan menggunakan Custom Made All Item.


Aku menganggukkan kepalaku dan memperhatikannya, "Aku juga sama-sama tidak menyangka mengenai persoalan ini."


...「Tidak mungkin, jelas-jelas kamu sangat menantikannya Host」...


Tenang saja, nanti aku juga akan melamarmu Chae Rin. Bersabarlah.


...「Kenapa jadi aku terus Host?」...

__ADS_1


Entahlah?


"ㅡTapi saya benar-benar tidak menyangka juga jika Adipati Jokyo menuduh Tuan sedemikian tegasnya. Saya hanya warga biasa tapi saya rasa Tuan tidak akan melakukan hal seburuk itu meskipun Tuan mampu melakukannya..."


Aku tertawa kecil dan menopang daguku ke atas telapak tanganku, "Ohh, aku baru mendengar seseorang yang belum terlalu mengenalku mencoba berada di pihakku. Paman Yuu, apakah paman tidak menyukai rumor serta tidak mempercayainya?"


Yuu menggelengkan kepalanya, "Meskipun saya sering mengumpulkan rumor, saya sama sekali tidak memercayainya. Itu seperti hanya kumpulan kebohongan yang digunakan untuk menjelek-jelekkan seseorang..."


Aku tertawa kecil sekali lagi dan menganggukkan kepalaku, "Baguslah, tapi benarkah Paman Yuu akan tidur di dalam Istana? Apakah tidak masalah meninggalkan apotek paman tutup?"


"Tidak masalah, lagipula masih banyak apotek lain selain yang ada di pinggir kota sepertikuㅡah, keluarga Jokyo juga memiliki apotek besar turun temurun..." seru Yuu seperti baru teringat sesuatu.


Pak Tua Jokyo itu berasal dari keluarga yang dapat meracik obat?


Hmm...



"ㅡTuan, apakah Tuan sudah mempersiapkan kebutuhan untuk pertunangan Tuan?"


Pertanyaan dari Yuu membuyarkan lamunanku. Aku melihatnya yang sedang menatapku, aku terdiam sesaat sebelum menggelengkan kepalaku yang dibalas dengan kerutan serta mata yang membelalak dari Yuu. Loh, memangnya kenapa?


"Maaf Tuan, tapi jika kedua pihak tidak memiliki wali... sepertinya pertunangan ini dapat dengan mudah dianggap tidak sah."


"Baiklah, aku akan memintamu, Paman Yuu dan Pak Walikota untuk mewakili kami."


"Benarkah, Tuan?! Hiks...huuu...uuuu."


Melihat Yuu yang tiba-tiba menangis, aku langsung mengerutkan alisku, "Paman Yuu? Apakah Paman merasa terpaksa untuk mewakiliku? Tidak masalah jika Pamanㅡ"


"Uhuhu, bukan itu Tuan...saya hanya terharu karenaㅡsemenjak kehilangan anak dan istri saya... uhuhuhu... kehadiran Tuan sama seperti pengganti merekaㅡuhuhu."


Oh, seperti itukah ?


Aku jugaㅡmeskipun itu orang tua Kyle Heartㅡaku juga kehilangan mereka semua.


Dalam diam, aku menepuk-nepuk punggung Yuu yang masih terus menangis terisak-isak. Beberapa menit berlalu, Yuu akhirnya berhenti menangis dan berterimakasih padaku.


"Bagaimana dengan persiapan lainnya? Seperti pakaian dan pernak-pernik? Apakah Tuan sudah menyiapkan cincin?"


Aku lupa.


...「Bagaimana kamu bisa lupa soal itu Host. Bukannya sebelum ini Host telah menikah?」...


Benar juga?


Yuu mengerutkan dahinya lagi, "Belum? Apakah Tuan ini benar-benar lupa atau memang tidak ingin menyiapkannya?"


"Um, aku benar-benar lupa...tapi bagaimana dengan Valeria? Apa semuanya aku yang menyiapkannya?" tanyaku dengan ragu.


"Tentu saja Tuan Putri Valeria hanya menyiapkan pakaian yang akan dia kenakan saat pesta, bukannya Tuan yang melamarnya duluan? Tentu saja Tuan yang menyiapkan semuanya..." terang Yuu.


"Baiklahㅡjadi...aku harus memulai dari mana?" tanyaku sambil menggigiti bibirku.


"Bagaimana jika dimulai dari cincin? Kemudian pakaian yang akan Tuan kenakan...akan saya pastikan pakaian itu serasi dengan milik Tuan Putri Valeria!" jawabnya dengan bersemangat.


"Memangnya aku dengan Valeria tidak akan mencoba pakaiannya disaat bersamaan?"


Yuu menyeringai dengan mata bersinar, "Jika seperti itu maka tidak ada serunya! Biarkan kalian berdua saling penasaran dengan pakaian yang akan kalian kenakan di hari pesta berlangsung! Saya jamin, saat menikah nanti kalian akan langsung diberkati anak!"


Baiklah, bukankah itu masih terlalu dini ?


...****************...


"Menurut saya, batu topaz akan terlihat kurang cocok untuk tangan Tuan Putri."


"Bagaimana kalau dengan yang ini?"


"Oh! Sangat bagus sekali! Apa itu?"


"Um, ini berlian?"


"ㅡAku belum pernah melihatnya...itu benar-benar sesuatu yang langka ya, Tuan?"

__ADS_1


Umm, di duniaku ini juga memiliki harga yang mahal ? Tapi, apakah di dunia ini tidak ada berlian, Chae Rin ?


...「Tentu saja ada, namun belum mereka temukan karena berlian hanya ada di daerah Death Ground, Dungeon dan Dark Forest」...


Kenapa hanya ada di tempat yang jelas-jelas terdengar berbahaya seperti itu ?


...「Mungkin untuk menunjukkan jika seseorang ingin membuat pasangannya bahagia dengan benda langka, mereka akan menantang bahaya hanya untuk orang terkasih?」...


Meskipun itu terdengar sangat romantis, bukannya mereka mencari kematian instan ?


Menggunakan sihir (Tentu saja, kalau tidak digunakan, untuk apa aku memiliki Cheat ?), aku mulai membentuk emas putih di tanganku hingga berbentuk lingkaran sambil membayangkan ukuran jari manis Valeria ketika aku menggenggam tangannya.


Hm, jarinya tentu saja lebih ramping dan kecil dariku...ah, aku juga harus membubuhi sihir pelindung tingkat tertinggi, juga membuat cincin ini akan terus dapat ia kenakan hingga ia dewasa nanti...jadi cincin ini dapat mengubah ukurannya dan tidak akan melukai jari Valeria sehingga membuat bekas di kulitnya yang penuh perawatan skincareㅡ


Memusatkan seluruh perhatianku ke atas cincin ini, akhirnya dua pasang cincin dengan emas putih dan berlian yang menjadi bahan utama berhasil diciptakan.


"Whoaaa!!" terdengar suara kagum Yuu yang semenjak tadi diam memperhatikanku dengan sangat fokus.


"Bagaimana? Apakah Valeria akan menyukainya?" tanyaku sambil menunjukkan kedua pasang cincin itu ke depan Yuu.


"Itu sangat indah dan cantik sekali, Tuan! Akan tetapiㅡsayang sekali Tuan Putri Valeria tidak dapat melihatnya dengan jelas bukan?"


Ah, selain aku... sepertinya semua orang masih menganggap Valeria itu buta.


"Tuan? Tuan Kyle?" panggil Yuu.


Aku akhir-akhir ini terus melamun, menyebalkan sekali. Begitu aku menanyakan apa pada Yuu, dia mengatakan aku harus segera membantu para warga Kota Joker untuk menyiapkan peralatan serta dekorasi Festival Musim Gugur yang akan mereka selenggarakan sebelum pesta pertunanganku dan Valeria. "Benar juga, aku harus membuat mereka semua ingin menerimaku..." gumamku yang dibalas dengan anggukan singkat dari Yuu.


Tidak butuh waktu lama untuk membuat para warga biasa menyukaiku.


Aku dengan mudah membantu semua dekorasi yang mereka butuhkan dan bahkan menyiapkan makanan ketika mereka kelelahan. Meskipun hanya para warga biasa saja yang memiliki perhatian baik padaku, keluarga bangsawan sepertinya tidak menyukaiku sama sekali.


Aku akan bertanya pada Valeria soal ini. Apa aku harus membuat mereka semua juga menerimaku atau hal itu tidak diperlukan ?


...****************...


"Tidak perlu, kamu hanya cukup menjadi sosok yang baik di hadapanku dan warga biasa saja. Tidak perlu memikirkan kalangan itu, mereka hanya penjilat ulung yang mementingkan kebutuhan mereka sendiri."


Valeria menjawab pertanyaanku dengan tegas ketika aku, dia, Yuu dan juga Pak Walikota makan malam bersama di ruang dapur Istanaㅡini yang membuatku herman.


Bukannya istana ini memiliki ruang makan? Mengapa mereka semua lebih nyaman memilih ruang dapur?


Valeria menjawab pertanyaan ku itu dengan santai, "Memangnya kenapa jika di dapur? Kan lebih mudah untuk menggapai makanan tambahan lainnya dan kamu dapat memasak lebih jika kami masih lapar."


Yuu dan Pak Walikota tersenyum malu ketika memberikan mangkuk kosong mereka padakuㅡyang benar saja? Kini aku menjadi seorang pesuruh yang handal.


...「Itu sebenarnya sangat cocok untukmu, Host」...


Bukannya kamu juga sama Chae Rin? Kamu juga pesuruh yang bahkan spesial hanya ada untukku bukan untuk orang lain.


...「...terserah」...


Berusaha menahan gerutu, aku memasukkan lagi nasi pada mangkuk mereka berdua yang dibalas dengan bisikan terimakasih.


Valeria tersenyum padaku ketika aku kembali duduk di sampingnya, "Aku benar-benar beruntung sekali menemukan seseorang yang dapat melakukan banyak hal untuk menjadi tunanganku. Bagaimana dengan persiapan pesta pertunangan kita, Kyle?"


"Semua berjalan baik-baik saja, tinggal mencari pakaian yang perlu kukenakan."


Aku menjawabnya dengan singkat sambil meneguk air putih dari gelas. "Benarkah? Kalau begitu, terimakasih banyak ya Kyle. Aku juga ingin berterima kasih pada Pak Walikota dan Paman Yuu yang ingin menjadi wali kami...entah apa yang akan dilakukan Keluarga Jokyo dan pengikut bangsawan lainnya jika mereka mengetahui kami tidak memiliki wali." lanjut Valeria sambil mengangkat bahunya. Yuu menganggukkan kepalanya begitupun dengan Pak Walikota.


Setelah menyelesaikan makan malam kami, aku pun kembali ke kamarku yang sudah disiapkan oleh Valeria.


Letaknya tepat di lantai tertinggi paling sudut di dalam istana. Perintah Paman Yuu dan Pak Walikota katanya.


Memangnya apa yang mereka takutkan?


Tertawa geli melihat ekspresi bingung dariku, Valeria menyebutkan selamat malam padaku yang kubalas dengan menyebutkan hal yang sama padanya dan mulai menaiki anak tangga satu persatu.


Mungkin, tangga ini dapat dijadikan tempat latihan berlari yang baru untukku?


Beberapa hari pun berlalu dengan aku yang terus membantu para warga untuk menyiapkan dekorasi yang sangat megah di tengah alun-alun kota Joker.


Akhirnya, hari Festival Musim Gugur Kota Joker yang ditunggu-tunggu pun tiba...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2