CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 54. This Mayhem Can N̶̶o̶̶t̶ Be Stopped


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Mereka saling bertatapan dalam diam namun bukan dalam keadaan yang ramah ataupun canggung. Melainkan...tatapan permusuhan?


Um, situasi macam apa ini ?


Kenapa aku merasa seperti tepergok sedang berselingkuh ??


...****************...


DRAP DRAP DRAP


ㅡKarena mereka terus menatap satu sama lain selama lebih dari lima menit seperti adegan dramatis pada opera sabun ala Bollywood, aku bergegas untuk beranjak keluar dari ruangan kantin melalui pintu lainnya yang berada di belakangku.


Sayangnya, mereka sadar aku akan mengambil langkah seribu.


"Hei, Kyle! Mau pergi kemana?! Tunggu aku!!"


"Tunggu aku juga, Kyle-kun !!"


DRAP DRAP DRAP DRAP DRAP DRAP


DRAP DRAP DRAP DRAP DRAP DRAP


DRAP DRAP DRAP DRAP DRAP DRUK


Yah, dari suara dan siapa orangnyaㅡaku tahu siapa yang akan terjatuh karena tersandung kakinya sendiri...haahㅡsekali lagi, aku akanㅡ


Membalikkan tubuhku ke belakang, aku melihat Violeta yang hampir jatuh tersungkur ke depan, karena tersandung kakinya sendiri secara slow motion. Jika aku membiarkan dia terjatuh seperti ituㅡotomatis, roknya yang pendek akan dengan mudah tersingkap dan seluruh penggemarnya dapat melihat apa yang ada di baliknyaㅡtentu saja...


...「ㅡbuaya amfibi ini tidak mau itu terjadi」...


Ahahahaㅡtepat sekali.


Oke, aku bisa berlari untuk mencapai dirinya sebelum dia terjatuh, meskipun jaraknya cukup jauh... mungkin sekitar 100 m lebih?


TAP


Terdengar langkah kakiku yang kutolak ke depanㅡ


WHUUUSSSSHHH


Angin yang berhembus, menerpa wajahku begitu keras karena kecepatan berlarikuㅡ


GREP


Aku berhasil sampai di sampingnya Violeta dan menggapai lingkaran pinggangnya menggunakan lenganku, matanya terbelalak lebar menatapku dan begitupun dengan diriku yang juga terkejutㅡini dikarenakan aku terlalu maju ke arah depan sehingga aku akan ikut terpeleset dengannyaㅡ


It was at this moment that I knewㅡ


ㅡI fricked up.


"Uh oh?!"


BRUUUKKKKK


Kami berdua jatuh secara bersamaan dengan aku yang menariknya ke atas pelukankuㅡkini dia berada di atas tubuhku danㅡ

__ADS_1


Hm ?? Kenapa aku merasakan sesuatu yang begitu lembut di atas biibirku ??!


Ketika aku memfokuskan lagi pandanganku...


Eh !?


'Chu~♡' (seketika Intro dari lagu Chu f(x) terputar di dalam kepalakuㅡtunggu ?!!)


Melihat kondisi kami berdua yang terjatuh dalam keadaan bertindihan, seketika terdengar suara tarikan napas dari seluruh orang. Mata Violeta melotot, seakan ingin copot dari kelopak matanya, begitu menyadari apa yang sedang kami berdua lakukan.


ㅡkarena aku ikut menariknya terjatuh, dia kini berada di atas pelukanku, dalam keadaan menindih tubuhku sehingga wajahnya berakhir begitu dekat dengankuㅡterlalu dekat hingga biibirnya terjatuh di atas bibiirku.


Sangat tipis, tapi bersentuhan.


Wajah Violeta yang seketika memerah padam hingga ada asap mengepul di atas kepalanya, langsung mendorongku untuk segera berdiri dan berjalan mundur perlahan-lahan. Aku ikut bangkit dari posisiku yang terbaring menjadi terduduk.


.........


Hening.


Semuanya seperti menarik napas mereka, menunggu reaksiku atau Violeta, atau siapapun yang akan melempar api agar es yang membeku di dalam ruangan ini mencair.


"ㅡ?!!!!"


DRAP DRAP DRAP DRAP


Sampai Violeta akhirnya memilih untuk mengambil langkah seribu secepat cheetah, dengan wajah yang masih memerah padam dan ada asap mengepul terbang di atas kepalanya terus mengikuti langkahnya seperti kereta api uap. Lengannya ia gunakan untuk menutupi seluruh wajahnya.


EHHHHH?!! Apa aku baru sajaㅡ?!!!!


"Tu-Tunggu! Violeta-senpai ?!!" suaraku terdengar serak saat memanggilnya dengan tanganku yang mencoba menggapai orang yang sudah berlari keluar dari ruang kantin.


DRAP DRAP DRAP DRAP


DRAP DRAP DRAP DRAP


Mengikuti bayangan Violeta yang berlari tak tentu arah, kami berdua akhirnya berhasil mengejarnya sampai ke hamparan rumput dan bunga, sebuah taman luas yang ada di belakang gedung utama Unity Academy.


Ujung mataku melihat cahaya matahari sudah mulai turun dari atas kepala dengan awan-awan altostratus mulai terbentuk menghiasi langit. Violeta yang melihat kami akhirnya berhenti dan langsung berjongkok sambil memeluk lututnya sambil mengatur napas.


"Hhh...tu-tunggu...Vi-Violeta senpai..." selaku di tengah napas yang tersengal-sengal. Haylee juga menghela napas berat sambil menyeka keringatnya.



"ㅡUuu, seharusnya tinggalkan saja aku sendirian disini...kenapa kalian malah mengejarku?!!" tanya Violeta dengan wajah yang masih merah merona, entah karena dia marah atau malu, alisnya bertaut dan dia menggigiti bibirnyaㅡah, menyadari aku sedang menatap bibir kecilnya, dia langsung menutupinya menggunakan tangannya.


"Apa yang kamu lihat, Kyle?!" pekiknya.


"Um, tidak ada?"


"Jelas-jelas kamu sedang melihat bibirku!!"


"ㅡum, tidak?"


"Dasar pembohong!!! Berani-beraninya kamuㅡuuuu, mengambil sesuatu yang sudah kusimpan sejak lama hanya untuk calon suamiku nanti!!!"


"Uhh, maafkan aku...tapi sungguhㅡituㅡtidak disengaja!!!" Aku langsung menunduk hormat.


"Berhenti meminta maaf seperti itu padaku?! Itu membuatku merasa bersalah!"

__ADS_1


Um, jadi kamu maunya apa ??


Aku memandanginya sambil melongo dan mengusap-usap tengkuk leherku dengan canggung, "Baiklah. Aku ada disini untuk menjernihkan suasana. Kyle, kamu sudah meminta maaf dan Kak Violeta, lebih baik kakak menerima permintaan maafnya dan anggap saja kejadian barusan tidak pernah terjadi..." potong Haylee.


Violeta menghela napas berat dan melihatku sesaat sebelum melempar pandangannya ke sembarang arah, "Baiklah, akan kuterima saja maafmu. Itu karena permintaan dari Haylee."


"Terimakasih banyak, Violeta-senpai dan Haylee atas bantuannya," sekali lagi aku menunduk hormat ke arah mereka berdua.


"Tapi, Kak Violeta sangat populer disini ya? Kita berdua sudah lama tidak bersua."


"Hehehe, aku juga tidak tahu mengapa aku tiba-tiba menjadi terkenal di Akademi ini. Padahal masih banyak murid-murid hebat lainnya bahkan melebihi diriku, contohnya saja seperti dirimu, Haylee."


"Hahahaha, Kak Violeta pasti bercanda."


"Kan kamu adalah Hero yang terpilih, aku yakin kamu pasti lebih kuat dariku."


"Ahh, bisa aja!"


Melihat mereka berdua yang asyik mengobrol ria dengan suasana yang aneh, aku perlahan berjalan mundur dan akan berbalik sebelum mendengar panggilan dari belakangkuㅡ


"Mau pergi kemana kau, Kyle??" suara Violeta terdengar datar dan dingin.


"Sudah kubilang 'tunggu aku', Kyle," lanjut Haylee yang tak kalah dinginnya.


"Hem, 'kan kukira kalian berdua sedang berbincang-bincang sehingga aku harus...um, pergi membeli baju seragam baru?"


""Sekarang, kami ingin berbicara denganmu!!""


Mereka memekik secara bersamaan sambil menaruh kedua tangan di samping pinggang mereka masing-masing.


...****************...


Duduk di salah satu bangku taman tepat di tengah-tengah taman yang luas, aku melihat ke arah dua gadis yang masih terdiam.


"Kukira kalian ingin berbicara denganku?"


"Aku ingin berbicara...tapi..." Violeta melirik ke arah Haylee dengan ragu. Menangkap tatapan dari Violeta, Haylee menghela napas panjang.


"Baiklah, akan kubiarkan kalian berdua mengobrol secara empat mata. Kyle, jika kamu ada waktu. Sore ini, temui aku di taman ini lagi. Ada yang ingin kubicarakan," ucap Haylee sambil menepuk meja di tengah kami sebelum beranjak pergi meninggalkanku berdua dengan Violeta.


Melihat Haylee yang sudah pergi, Violeta berdeham kecil dan menyisir anak rambutnya yang menutupi pipinya ke balik daun telinga nya secara perlahan. Melihatnya yang begitu gugup, aku juga jadi ikut gugup sambil mengusap-usap telapak tanganku ke area tengkuk leherku, berusaha menghilangkan rasa gugup yang aneh ini.


Kenapa aku jadi bertindak seperti anak remaja?! Tunggu, aku kan anak remaja??!


...「Tidak, kamu ini sebenarnya om-om Host」...


Iya, aku tahu!


Setelah beberapa kami hanya diam sambil melihat sekeliling, akhirnya Violeta membuka mulutnya, "Kyle? Aku... memiliki sebuah permintaan untukmu."


"Permintaan?"


"Benar, juga...umm, informasi untukmu."


Entah mengapa, aku merasa akan menyesal jika mendengar informasi dan permintaannya.


......................


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2