
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Terlahir sebagai anak yang tidak pernah mengenal ataupun tahu siapakah orang tuaku, terkadang selalu membuatku merasa sangat sedih.
Aku bahkan tidak tahu siapa diriku atau siapa namaku.
Tahu-tahu saja, aku sudah tinggal cukup lama di dalam sebuah benda berbentuk kotak di pinggir jalan dengan hanya berbalut kain compang-camping dan mengeluarkan bau busuk. Berjalan berkeliling kota tanpa tujuan, aku selalu tertidur di dalam kotak itu dan jika lapar akan memakan sesuatu dari sampah di pinggir jalan bersama para pengemis lainnya.
Terus seperti itu, sampai suatu ketika...aku dibawa oleh kumpulan orang-orang dewasa berpakaian rapi berwarna hitam, ke dalam sebuah tempat yang dinamakan gereja bersama dengan anak jalanan lainnya.
Mereka bilang, tempat itu adalah 'rumah' baru untuk kami semua. Awalnya, aku cukup bingung dan tidak percaya bahwa akan tinggal di suatu tempat yang dinamakan rumah tanpa mengeluarkan sepeserpun uang. Aku juga tidak dapat tidur di atas sebuah kasur yang empuk dan makan secara benar menggunakan piring dan sendok.
Saat melihat anak-anak lain, yang anehnya dapat melakukannya dengan mudah, aku bertanya bagaimana mereka dapat dengan mudah melakukannya. Mereka ternyata adalah anak-anak kaya yang jatuh miskin karena banyak hal yang tidak aku mengerti.
Mereka juga masih memiliki orang tua yang mengajarkan mereka banyak hal. Aku sempat ditertawakan karena tidak memiliki orang tua bahkan tidak memiliki nama. Namun, akhirnya karena kasihan dengan keadaanku, para orang dewasa yang menyebutkan dirinya pak pendeta memberikan ku nama 'Haylee'.
Sejak saat itulah, aku belajar banyak hal dan mulai ingin membantu menolong sesama karena tanpa mereka, aku pasti tidak akan bertahan hidup. Untuk melindungi mereka semua, aku akanㅡ
Aku akan menjadi Hero.
...****************...
Keinginanku terkabulkan. Aku menjadi Hero of Spade setelah mendapatkan kekuatan besar dari Dewi Perang ketika aku sedang membersihkan patungnya.
Menggunakan kekuatan yang diberikannya, aku berlatih setiap hari setelah membantu para pendeta dan suster di dalam gereja.
Hari demi hari, aku semakin kuat dan pada akhirnya aku tumbuh besar. Setelah merasa uangku sudah cukup banyak, aku akhirnya dapat membeli 'rumah' kecil di pinggiran desa. Namun, setiap hari aku juga sering berkunjung ke gereja untuk membantu anak-anak lainnya dan juga para pendeta serta suster.
Suatu ketika, setelah aku menginjak usia 15 tahun, sebuah surat dari Unity Academy dikirimkan padaku. Ternyata, kepala Akademi secara resmi mengundangku untuk bersekolah disana dengan beasiswa.
Padahal aku belum membunuh banyak monster, selain monster kecil-kecilan seperti kawanan goblin yang terkadang menyerang desa ataupun hobgoblin. Akan tetapi, aku tetap mendapatkan beasiswa...mungkin karena aku adalah Hero?
Berharap dapat menjadi semakin kuat untuk melindungi semua orang, aku akhirnya memulai perjalananku untuk pergi ke Unity Academy setelah berpamitan pada seluruh warga desa.
Tunggu saja, Ratu Iblis.
Aku akan memusnahkan mu agar dunia ini aman dan damai!
...****************...
Sesampainya di dalam area akademi, aku menemukan seorang anak perempuan yang tersesat seperti anak tikus ketakutan. Karena dia mirip seperti anak-anak lainnya di desa, aku langsung membantunya.
Rupanya, dia adalah seorang Tuan Putri di Kerajaan Diamond, bernama Sharence.
__ADS_1
Namun, karena aturan dalam akademi ini adalah harus memperlakukan setiap orang dengan cara yang sama terlepas gelar mereka, aku menganggapnya seperti adik di dalam gereja. Anehnya, dia malah terlihat tenang dan kami pun menjadi sedikit dekat.
...****************...
Clara, teman baikku yang merupakan seorang anak bangsawan, ternyata juga berada di kelas yang sama sepertiku. Kami bertemu saat aku sedang mengunjungi Istana Spade atas panggilan Raja. Dia adalah putri dari seorang Duchess di Kerajaan Spade.
...
...
Meskipun dia merupakan anak bangsawan, kami dapat berteman dengan baikㅡsampai aku tahu bahwa dia adalah anak angkat. Mungkin karena kami sama-sama tidak tahu siapa orang tua kami, kami mudah untuk menjadi teman dekat.
Setelah berpisah dari Sharence, aku dan Clara berbincang-bincang dengan asyik tanpa menyadari bahwa kami adalah orang yang tersisa di depan gedung Elites.
Saat aku memasuki kelas bersama dengan Claraㅡah, aku menemuinya ! Dia adalah Pangeran Heart yang dikenal kehilangan seluruh keluarga dan bahkan kampung halamannya sendiri karena pasukan Iblis!
Aku langsung menghampirinya untuk menunjukkan rasa belasungkawa kuㅡtapi dia dengan tidak bertanggungjawab dan secara menyebalkan membuatku kesal karena dia merasa bahwa aku bertingkah sombong hanya karena aku ini Hero.
Apa-apaan dia ini?! Aku hanya berniat untuk membantunya nanti jika dia ingin balas dendam pada Ratu Iblis!
Untung saja, pak guru datang memasuki kelas, sebelum aku sempat akan berbuat onar hanya karena kemarahanku.
Bahkan Clara saja sempat berbisik karena terkejut melihatku seperti itu.
Tak butuh waktu lama, orang sepertinya langsung mendapatkan masalah dengan salah satu anak bangsawan lainnya yang berambut merah. Aku tidak tahu siapa namanya dan Clara membisikkan bahwa itu adalah Ryder siapalah itu.
Ternyata Clara berniat membantunya, jadi aku memberikannya jempol padanya, meskipun aku rasa seharusnya orang sepertinya tidak perlu dibantuㅡhm ?
Sejak kapan aku merasa bahwa dia tidak perlu dibantu olehku ?
...****************...
Ya ampun, baru saja hari pertama dan dia sudah terlibat perkelahian tak kasat mata.
Aku tidak memiliki bukti bahwa dia menyerang Ryder dan kawan-kawannya itu, tapi mereka seperti habis dihabisi oleh sesuatu yang begitu menyeramkan hingga mereka bergetar saat tergeletak di atas lantai.
Aku juga dikejutkan oleh gadis tikus kecil itu yang langsung menamparnya dengan begitu cepat. Ada apa ini?? Apa dia adalah orang yang mudah membuat orang lain marah?
Aku sempat mendengar rumor bahwa dia adalah pembawa malapetaka, kesialan ataupun sesuatu yang buruk lainnya.
Apakah itu benar adanya? Dia terus-menerus terlibat masalah.
__ADS_1
Lalu, kenapa aku peduli ?
ㅡMungkinkah ??
Dia adalah orang yang perlu aku bantu sebagai seorang Hero ???
Tenang saja, Kyle.
Aku akan membantumu setiap saat meskipun kamu bertindak buruk padaku.
...****************...
Sharence, si gadis yang mirip tikus kecil itu meminta tolong padaku untuk mencari Kyle.
Aku berlari kesana-kemari dan akhirnya menemukannya berada di dalam kantin gedung utama Unity Academy. Kenapa dia disana padahal di gedung Elites juga ada kantin? Apakah dia berusaha menghindari masalah baru? Entahlah.
Aku langsung berteriak memanggilnya, namun tiba-tiba saja suasana di dalam kantin menjadi hening. Bingung. Aku menengok dan mataku bertemu dengan salah satu kakak kelas, Kak Violeta yang sepertinya begitu populer hingga dikerumuni oleh banyak murid. Kami sempat beberapa kali bertemu namun kami tidak terlalu dekat.
ㅡKenapa Kak Violeta terus memandangiku seperti itu?
Tunggu? Apa salahku disini?
Belum sempat kepalaku ini mencerna apa yang sudah kulakukan hingga dipelototi seperti itu, Kyle malah mencoba untuk berlari.
Seketika, kami berdua mencoba mengejarnya namun Kak Violeta tersandung oleh kakinya sendiri, begitu dia akan terjatuhㅡKyle entah bagaimana sudah mencapainya namun karena dia berlari terlalu cepatㅡKyle malah ikut terpeleset dan mereka berdua jatuh dalam keadaan Kak Violeta meniindiih tuubuuhnya Kyle.
Tak hanya tuubuuhnya sajaㅡbahkan biibiirnya mereka juga.
Hmmm ?
Ada apa ini ??
Kenapaㅡkenapa seperti ada yang mencelus di jantungku ??
Perasaan apa ini ??
Bahkan hingga malam harinya, saat aku sudah menyelesaikan permintaan tolongnya Sharence yang gagal total karena aku tidak dapat berbohongㅡ
Kejadian siang itu tidak dapat menghilang dari kepalaku.
......................
...「 Interlude XIX. Haylee's Heart 〈 selesai 〉」...
__ADS_1