CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 38. Finally, Return 『Part - II』 《 I 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


"... bagaimana kalau kita mengikat mereka berdua dan membawanya ke Nona ?!"


"Benar juga! Kita dapat menunjukkan pada Gang Blue Head bahwa mereka berurusan dengan gang yang salah !"


"Ayo, bos !"


Ketiga bandit itu mulai berjalan mendekati kami berdua sambil melakukan pemanasan ringan...um, apa yang harus kulakukan ?


Yuu dengan panik berlari ke sampingku, "Uhh, tidak-tidak, kami bukanlah mata-mata dari kelompok bandit Gang Blue Head !"


"Diam, kamu paman !"


"Oh, bagaimana ini Tuan ?"


Bagaimana ya ?


...****************...


Ketiga bandit itu terus berjalan ke arah kami seraya perlahan-lahan mengeluarkan senjata mereka masing-masing dari balik pakaiannya maupun dari bawah pakaiannya.


Yuu langsung melakukan kuda-kuda, seperti bersiap untuk mulai baku hantam dengan ketiga bandit itu. Um, kenapa itu terlihat lucu?


Jangan-jangan, Yuu bisa mengalahkan mereka bertiga? Mungkin, sebaiknya aku membiarkannya melawan ketiga bandit itu untuk membuatnya semakin percaya diri.


BUKKK


Salah satu bandit itu melayangkan kepalan tangannya tepat di tengah wajah Yuu yang belum sempat bereaksi.


"Ughㅡ"


Kemudian terdengar suara erangan Yuuㅡ


BRRUUK

__ADS_1


Seketika, Yuu langsung tumbang begitu saja.


"Uhhhmm??" bandit yang berada di hadapanku terlihat bingung.


"Hahaha, dia terlihat sangat percaya diri dan aku mengira Paman itu akan mengeluarkan jurusnya atau apa!" sahut bandit yang baru saja menumbangkan Yuu begitu saja.


"Bagus, Bos!" sisanya menganggukkan kepala dan menyelamati bosnya karena sudah menumbangkan Yuu.


Waduh, maafkan aku Paman Yuu. Pikirku sambil melihat tubuh Yuu yang sudah terkapar di atas tanah, tepat disampingku.


Tidak-tidak, aku kan sudah memerintahkan Night untuk memberikan pelatihan khusus untuk para bandit ini, gerakan tinjunya cukup cepat dibandingkan larian Peter dalam wujud monster. Bisa dibilang, permintaanku pada Night berhasil dengan sukses.


"Bagaimana, Nak?? Apakah kamu akan mencoba merasakan tinjuanku atau ikut denganku begitu saja, tanpa ada luka lebam untuk menghiasi wajah tampanmu itu?" pertanyaan si bandit yang disebut bos itu membuyarkan lamunanku.


Aku menatap mereka sambil tersenyum miring dan mengangkat kedua tangankuㅡaku tidak perlu menyakiti anak buah Raven ㅡsebelum menjawab dengan tenang,


"Tolong bawa aku dengan Paman itu secara baik-baik. Terimakasih banyak, Pak."


Ketiga bandit itu tersenyum menyeringai penuh dengan kemenangan. Si bos berjalan mendekatiku sebelum mencengkram kedua pergelangan tanganku dengan cukup kasar, dia terlihat sedikit terkejut ketika melihatku masih memasang wajah tenang saat ia mengikat pergelangan tanganku itu.



Aku mengalihkan pandanganku dan menjawab samar, "Ah, sebenarnya aku adalah keponakan Paman itu, kami berdua sangat miskin dan berhutang pada orang-orang itu..."


Salah satu bandit yang sedang mengikat pergelangan kaki Yuu menyahut, "Pamanmu benar-benar salah, seharusnya pamanmu ini meminta bantuan pada kelompok kami, kami sangat yakin bahwa Nona dari ketua gang kami pasti akan memberikan kalian berdua pekerjaan yang layak."


Bandit yang mengikat lengan Paman Yuu menempeleng kepala bandit yang baru saja menyahut, "Kenapa kamu malah mencoba membantunya?! Anak itu adalah salah satu anak suruhan si Jelek Blue Head. Pasti dia berbohong, mana mungkin kulitnya yang mulus dan putih itu berasal dari keluarga yang miskin?!"


Ah, aku lupa. Disini tubuhku sudah auto menawan dan tidak perlu skincare setiap hari, kulit akan tetap mulus seperti kain sutra.


Pasti Negeri Plastik yang merajalela akan gigit jari dan mencoba masuk ke dunia ini, Hihihi. Ah, aku sudah tertular oleh Valeria.


"Berani-beraninya kamu berbohong, nak. Kami jadi semakin yakin dengan kalian yang merupakan bawahan si Jelek Gang Blue Head," sahut si bos seraya menarik ikatan terakhir tali di pergelangan tanganku semakin kencang. Jika aku ini hanyalah anak biasa, pergelangan tanganku pasti akan sulit digerakkan karena aliran darahnya semakin menyempit hingga menyebabkan rasa kebas.


Menelan ludahku sendiri, si bos mulai memeriksa isi kantongku, begitupun dengan anak buahnya yang memeriksa pakaian Yuu dan celananya. Seperti bingung, mereka bertiga terus memeriksa kantongku dan Yuu berulangkali dan semakin lama semakin tergesa-gesa. Pada akhirnya, kedua bandit yang lain menggelengkan kepalanya sehingga si bos mengerutkan dahinya padaku. Tatapannya begitu tajam dan dalam, seakan mencoba untuk melihat isi jiwaku.


Tentu saja semua barang-barangku dan Yuu ada di tas ajaib. Kami hanya membawa diri dan pakaian yang menyelimuti tubuh kami. Bahkan Yuu begitu bersemangat sehingga hampir membawa seluruh barang di dalam rumahnya. Sungguh kejadian yang lucuㅡ

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua tidak membawa apa-apa?! Apakah kalian berdua sengaja menyembunyikan barang-barang kalian di sekitar sini?! Jangan-janganㅡ" si bos seakan tersambar oleh sesuatu dan langsung menyuruh kedua anak buahnya itu untuk memeriksa sekeliling kami semua. Ketika kedua anak buahnya beranjak pergi, dia menodongkan pisau ke atas leherku.


"Katakan padaku, berapa orang yang mengikuti kalian berdua? Apakah ini sebuah jebakan, huh?! Jawab aku!"


Dibawah tekanan suaranya yang serak dan besar, aku tetap memandanginya dengan tenang sebelum menjawabnya, "Kami tidak diikuti oleh siapapun karena kami sebenarnya bukan dari Gang Blue Head atau apapun itu."


"Bohong! Kalian! Bagaimana dengan sitrep¹ ?!" si bos menentangku sebelum bertanya pada kedua anak buahnya yang sudah kembali dengan terburu-buru.


Mereka berdua menggelengkan kepala pada si bos, seraya menunduk dan menopang tubuh mereka ke atas lutut mereka karena terengah-engah. Si bos terkejut, "Apa?!"


"Tidak ada siapapun, bos! Kami juga sudah bertemu dengan penjaga di bagian Selatan, dan mereka bilang bahwa sama sekali tidak ada tanda-tanda dari anggota inti Gang Blue Head!" salah satu bandit menjawab disela helaan napas beratnya.


"Meskipun begitu...hmph, ayo kita bawa saja mereka berdua ke markas. Biarkan Nona yang memutuskan hidup mereka...," ucap si bos sambil melirik ke arahku. Salah satu bandit mengeluarkan dua karung bekas yang memancarkan bau bekas darah yang telah mengering. Hm, aku penasaran darah milik siapakah itu? Sepertinya aku tidak perlu tahu.


Curiosity killed the cat, aku percaya ungkapan dari negeri asing itu.


"Baiklah, Tuan bangsawanㅡwaktunya tidur!" sesaat si bos memasukkan kepalaku ke dalam karung itu sambil mengejekku, sesuatu yang tumpul memukul bagian belakang kepalaku. Mengikuti momen mereka, tiba-tiba saja aku mencoba melemaskan kakiku dan terlihat tidak bisa berdiri lagi.


Si bos membawaku ke atas punggungnya, sedangkan melalui clairvoyance-ku, aku melihat Paman Yuu dibawa dengan cara di geser di atas tanah. Um, bukannya aku sudah meminta membawa kami baik-baik...


Mendengarkan langkah kaki ketiga bandit ini yang sedang membawaku dan suara gesekan tubuh Paman Yuu dengan tanah karena dia masih pingsan, aku mulai merasa sedikit gugup dan bersemangat. Sebentar lagi...


Setelah sekian lama tidak bertemu mereka berdua. Akhirnya, aku akan segera bertemu dengan kedua gadis yang mungkin sudah jauh lebih dewasa dariku sekarang.


Berusaha menahan diri untuk tidak bergerak di bahu si bos yang menggendongku, aku menggigit biibirku sambil berdoa dalam hati.


Kuharap, mereka berdua benar-benar baik-baik saja dan tetap sama seperti dahulu.


......................


BERSAMBUNG..


...----------------...


...『Glossary』...


...『Sitrep¹ : Situation Report, laporan tentang situasi militer terkini di suatu wilayah tertentu. Istilah ini digunakan selama Perang Dunia II, mulai digunakan pada awal September 1941. Berikut merupakan penjelasan singkat dari Tuan Giggle』...

__ADS_1


__ADS_2