CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Interlude II. Violeta's Heart


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Aku selalu tidak beruntung.


Setiap kali ibuku memberikanku hadiah, hadiah itu selalu rusak bahkan saat aku belum menerimanya. Terkadang jika ibu akhirnya memilih untuk membelinya menggunakan kereta kuda.


Kereta kuda itu berakhir di serang oleh bandit.


Kerajaan Club terkenal dengan keberuntungan mereka. Dilihat dari garis keturunannya, Kerajaan Club juga terdengar lebih loyal dibandingkan dengan Kerajaan lainnya. Hanya ada satu Ratu dan satu Raja. Serta selalu dikaruniai banyak keturunan. Keduanya saling bahu membahu membantu rakyat dengan memerintah secara bijaksana untuk membangun Kerajaan yang lebih baik.


Aku paham itu, karena ibuku tak henti-hentinya menceritakan itu padaku dan ketiga kakakku. Membosankan, untuk apa aku mempelajari itu. Aku kan bukan pewaris utama Kerajaan ini.


Lagipula, aku ini tidak beruntung.


Saat aku bermain dengan temanku yang merupakan anak pelayan, dia berakhir dikeluarkan dari Kerajaan karena mencuri barang berharga seperti perhiasan dan pernak-pernik milikku.


Saat aku sedang ingin bermain di taman. Hujan tak henti-hentinya terjadi selama beberapa hari hingga aku menyerah bermain di taman untuk sekadar piknik dengan keluargaku. Jika aku memaksa, maka terjadilah badai.


Tumbuh dengan penuh kesialan, aku menjalaninya dengan ceria yang ku bisa.


...****************...


"Undangan ulangtahun Pangeran Myles Heart di Kerajaan Heart?" aku mengulang ucapan ayahku saat kami semua berkumpul di meja makan. Ayahku tersenyum dan memandang ketiga kakakku yang lain.


"Kakak-kakakmu tidak dapat hadir karena harus mengurusi sekolah mereka. Lagipula, Pangeran Myles Heart seumuran denganmu..mungkin.." ucapan Ayah terhenti di sana sambil tersenyum ke arah ibuku, diikuti dengan Ibuku yang balik tersenyum pada Ayah. Aku paham maksud pandangan mereka. "Jika ayah ingin menjodohkan ku dengan Pangeran Pertama Kerajaan Heartㅡ"


"Bukan! Bukan seperti itu!" Ayahku langsung terkejut dan menggelengkan kepalanya. Semua kakakku menoleh ke arah Ayah yang sudah memerah karena malu. Setelah berdeham dan terlihat lebih tenang, ayah melanjutkan, "Ayah ingin anak-anak ayah bahagia, jadi ayah tidak akan menjodohkan kalian semua. Jika kalian ingin dengan seorang rakyat biasa..." pandangan ayah teralihkan pada kakakku yang pertama.


"Setidaknya, bawa dia kesini untuk diajari tata krama dan etika seorang bangsawan. Kalau dia berhasil menyanggupinya. Ayah akan menyetujui siapapun pilihan kalian.." lanjut ayah. Dia kembali melihatku dan tersenyum.


"Jika kamu bisa berteman dengannya lebih baik, meskipun Raja Grim terlihat menyeramkan, dia teman yang baik." Ayahku tersenyum lebar, dia adalah teman Raja Grim Heart selama mereka bersekolah di Unity Academy. Akademi yang dibangun oleh masing-masing wakil keempat Kerajaan di pulau Cyrus untuk menjaga keharmonisan antara Kerajaan.


Namun, tidak untuk hubungan Kerajaan Heart dan Kerajaan Spade.


Entah apa yang terjadi, kedua Kerajaan itu selalu terlibat perang antara satu sama lain.


Aku menganggukkan kepalaku, "Baiklah, Ayah. Aku akan ikut denganmu."


"Violeta?" ibuku menyahut.


"Ah, iya. Baik, Yang Mulia. Saya bersedia untuk mengikuti Yang Mulia menghadiri pesta ulangtahun Pangeran Myles."


Setelah keduanya mengangguk khidmat, aku pun segera menyelesaikan makananku dengan cepat dan kembali menuju kamarku.


Akhirnya, setelah sekian lama membaca buku tentang kisah romantis antara Tuan Putri dan Pangeran, aku bertemu dengan seorang Pangeran sungguhan !


Kudengar dari para pelayan dan pedagang yang ada di kota, Kerajaan Heart memiliki dua Pangeran. Pangeran Pertama dan yang dikatakan akan menjadi calon pewaris tahta adalah Pangeran Myles Heart. Aku akan datang menemuinya di acara ulangtahunnya.


Bagaimana rupanya ya? Kudengar dia sangat tampan karena memiliki rambut pirang keemasan dan mata berwarna hijau yang berkilau. Aku menjadi semakin penasaran.


Bagaimana dengan Pangeran Kedua ?


Aku sudah banyak bertanya ke para pelayan ku, dan setiap aku menyebut gelarnya saja, wajah mereka langsung memucat, ada yang langsung berlari tunggang langgang.


Saat aku bertanya pada ayah dan ibu, mereka memintaku untuk bertanya saja pada kakak-kakakku. Lalu, ketika aku bertanya pada kakak pertamaku, dia hanya tersenyum paksa dengan wajah yang aneh sebelum menyuruh aku untuk bertanya langsung pada kakakku yang ketiga.


Merasa cukup aneh, akhirnya aku bertanya pada ke kakakku yang paling muda, kakak yang ketiga. Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Setelah mendengar cerita ini, seharusnya kamu paham dengan reaksi semua orang."


Mereka bilang, Pangeran Kedua Kerajaan Heart adalah malapetaka.


Kerajaan Heart selalu mengangkat Raja sebagai pemimpin mereka, dan Raja Kerajaan Heart selalu memiliki banyak pasangan. Keajaibannya pun sangat terkenal, keturunan mereka akan selalu rupawan dan memiliki ciri fisik rambut pirang atau rambut merah dengan mata berwarna hijau.


Tidak pada Pangeran Kedua ini, dia terlahir dari seorang Dark Witch yang terkenal sudah lama tinggal di Dark Forest dan membantu Kerajaan Heart menang untuk melawan Kerajaan Spade.


Hal semakin menjadi rumit ketika untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pangeran Kerajaan Heart terlahir dengan rambut hitam dan bola mata hitam.


Saat kutanya apa masalahnya dengan itu, Kakakku menjawab dengan wajah khawatir, "Pulau Cyrus selalu melahirkan keturunan dengan rambut yang memiliki pigmen warna bermacam macam, meskipun warga Kerajaan Spade yang akan melahirkan rambut berwarna pigmen gelap, tidak pernah ada yang berwarna hitam sepenuhnya, warna rambut atau mata yang dimiliki orang yang tergelap adalah warna coklat gelap," serunya dengan nada serius.


"Warna hitamnya itu katanya sangat gelap dan dikatakan akan membawa kutukan dan kesialan untuk kita semua.." gumam Kakakku sambil menatap kosong sudut ruangan.


Setelah mendengar cerita kakakku itu, aku berjalan kembali ke kamarku dengan perasaan penuh tanda tanya. Saat aku akan pergi, kakakku berpesan, "Jangan sampai kamu terlibat dengannya, Violeta. Kita tidak tahu apa yang dapat keturunan Dark Witch lakukan pada kita dan kamu."


Benarkah ada orang yang lebih sial dan terkutuk dariku ?


Perasaanku sedikit bingung dan penuh rasa penasaran, aku juga ingin menemuinya dan melihat apakah dia seburuk yang dikatakan orang-orang? Tapi, ada pelayan yang berbisik padaku bahwa Pangeran Kedua Kerajaan Heart itu sebenarnya pendiam dan selalu disakiti oleh para pelayan di dalam Kerajaannya sendiri. Akan tetapi, pelayan yang berbisik itu ternyata adalah salah satu penipu terbesar di Club Town yang berakhir tertangkap menyamar menjadi pelayan di dalam kastil Club.


Dengan perasaan campur aduk, akhirnya aku berangkat bersama ayah dan ibuku menuju Kerajaan Heart menggunakan kereta kuda.


...****************...


Kerajaan Heart terletak dekat dengan lautan. Aku bisa melihat lautan biru dan angin yang lumayan kuat juga bau asin terasa dari balik dinding tinggi Kerajaannya.


Selama perjalanan, kereta kuda kami hanya mengalami roda yang tersangkut di dalam lumpur. Aku sudah sangat bersyukur soal itu.


Aku takut jika kesialanku ini akan membawa kematian pada keluargaku, untung saja kali ini hanya lumpur...kalau bandit bagaimana ?


Akan tetapi, karena kejadian itu membuatku datang di satu hari sebelum acara sehingga aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk berkeliling kota di Kerajaan Heart. Aku melihat seluruh anggota Kerajaan Heart menyambut keluargaku di gerbang kastil mereka. Ah, aku akhirnya bertemu dengan Pangeran Myles yang dikatakan sangat tampan dan baik oleh banyak orang.


Dia benar-benar sangat baik dan ceria. Rambut pirang dan mata hijaunya membuatku sedikit terkesima dan jantungku cukup berdebar. Senyumannya juga sangat berkilau bahkan untukku.


Apakah ini adalah awal dari keberuntunganku ?


Aku jadi merasa senang dan ingin menjadi teman baiknya. Disaat aku merasa senang dapat bertemu dengan Pangeran Myles, pikiranku terhenti pada satu orang.


Kulihat diantara mereka yang menyambut kami, hanya ada Raja Grim beserta kedua istrinya, Ratu Milan dan Karina. Lalu yang terakhir adalah Pangeran Myles.


Dia...dimana ?

__ADS_1


Mataku sibuk kesana kemari mencarinya dan ibuku menepuk pundakku. Saat tatapanku bertemu dengan ibuku, dia balas menggelengkan kepalanya. Ketika ayah dan ibuku sudah berjalan cukup jauh dengan Raja Grim dan kedua istrinya, Pangeran Myles yang berada di sampingku tersenyum, "Kamu mencari Kyle kan?"


Aku menoleh ke arahnya dan memandang ke bawah sambil mengangguk pelan. Pangeran Myles tertawa kecil dan menghela napas, "Ayah memintanya untuk diam saja di kamarnya. Besok Kyle akan hadir jadi kamu bisa bertemu dengannya nanti!" ucapan Pangeran Myles membuatku sedikit senang.


"Benarkah?" sahutku. Pangeran Myles membalas dengan mengangguk singkat.


Ternyata dia benar-benar dikurung di dalam kastilnya sendiri...


Dalam hati, aku menggerutu apa pentingnya ciri fisik dibandingkan dengan sifat asli seseorang? Padahal dia masih lebih muda dariku dan tidak melakukan hal buruk pada siapapun...atau dia memang jahat?


...****************...


Aku mendengarkan pembukaan Raja Grim sambil sesekali melihat sekeliling karena keberadaan Pangeran Kedua tidak bersama dengan anggota Kerajaan lainnya.


Apakah dia tidak hadir di acara ini ?


Aku tidak pernah mendengar rumor hubungan Pangeran Kedua dengan kakaknya buruk, itu berarti dia akan hadir di acara ulangtahun kakaknya.


Tapi, dia dimana ?


...****************...


Aku ingin buang air kecil.


Aku memandangi semua anak-anak perempuan lainnya yang sibuk berceloteh dan berpekik ria dengan Pangeran Myles. Entah karena terlalu baik atau apa, Pangeran Myles membalas mereka semua dengan ceria.


Aku mencari kedua orangtuaku, tapi mereka pergi dengan semua kumpulan para Raja dan Ratu untuk mendiskusikan sesuatu.


Bagaimana ini ?


Aku mencoba untuk menghampiri salah satu pelayan, namun mereka sibuk membawakan makanan dan membagikan minuman pada para bangsawan yang mulutnya sibuk memaki-maki pelayan yang lambat.


Merasa kasihan, aku beralih untuk bertanya pada salah satu pengawal yang ada di setiap sudut ruangan Aula ini.


"Um..anu.." saat aku akan membuka mulutku, pengawal itu membalas dengan, "Huhhh?!!!" dan tatapan mata yang tajam.


Aku langsung berlari ketakutan menuju salah satu koridor yang luas. Mungkin, jika aku berjalan terus, aku akan menemukan toilet.


Aku bisa menahannya...aku bisa menahannya...aku bisa menahanㅡ


DUKK


BRUKKK


Saking cerobohnya aku, aku tersandung kakiku sendiri yang membuatku jatuh tersungkur ke lantai. Aduh, sakit...sa-sakit.


Aku menahan berat tubuhku dengan tangan dan saat aku mencoba berdiri, kakiku tidak bisa menopang tubuhku karena pergelangannya terasa sangat sakit sehingga aku jatuh terduduk lagi.


Aku melihat pergelangan kaki kiriku yang sudah membengkak dan membiru. Keadaanku kini adalah tersesat di dalam kastil Kerajaan orang lain dengan kaki yang terkilir dan sedang menahan buang air kecil..


Kenapa? Kenapa harus sialnya sekarang ?


Aku rasa aku menangis cukup keras.


Aku terus terisak dan mendengar langkah kaki mengarah ke arahku...


Aku tidak peduli lagi, mau itu pengawal, pelayan, ataupun anak bangsawan lainnya yang akan melihatku dalam kondisi menyedihkan seperti ini, yang akan merusak reputasiku sebagai Tuan Putri Kerajaan Club.


Aku sudah tidak peduli lagi.


Aku terus menangis dan langkah itu berhenti sesaat sebelum kembali berjalan mendekatiku. Aku membuka mataku dan dibalik penglihatan ku yang buram oleh air mata. Seorang anak laki-laki berjalan menghampiriku. Tanpa sadar tangisanku menjadi semakin keras karena aku juga merasa malu mengetahui orang yang melihat kondisiku seperti ini ternyata terlihat lebih kecil dariku.


"Ibuuuu....Ayaaahh...uhuhuhu, aku benci tempat iniiii..hik...aku ingin puyaaaanggg!!!" sahutku ditengah tangisanku.


Anak laki-laki itu terkekeh dan berjongkok di hadapanku sambil bertanya pelan padaku.


"Ada masalah apa? Apakah adik kecil tersesat?"


Apa maksudnya? Kenapa dia bertingkah seperti kakakku?? Aku bisa merasakan dia memperhatikan wajahku dengan seksama dan sepertinya dia takjub, "Kamu sendiri masih kecil...hik...mengapa orang yang lebih pendek dariku memanggilku...hik...adik kecil?!" Suaraku sepertinya menyadarkannya dari lamunannya karena dia terkejut sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil melambaikan tangannya, "Tidak, umm, maksudku karena kakak terlihat lebih muda dan manis jadi ya...ku panggil seperti itu."


Aku berhenti menangis dan memperhatikannya beberapa saat sambil menarik ingus ku yang berceceran dari hidung ke lantai. Aku belum pernah menemuinya.


Apa dia berkata aku ini muda dan manis? Kenapa dia terdengar seperti ayah yang sedang menggoda ibuku ?


Dia merogoh sakunya dan mengambil tisu sebelum menyodorkannya padaku. Aku tidak ingin mengambilnya dan meneruskan tangisanku yang sempat tertunda. Melihatku tidak mengambil tisu dari tangannya, dia menghela napas dan langsung mengelap ingus ku yang sudah berceceran ke lantai. Aku mengerutkan alisku dan memandanginya tidak senang karena dia bersikap seenaknya saja. Tapi, dia mengelap ingusku dengan lembut dan pelan.


"Kenapa kamu menangis? Tuh kan, riasanmu yang sudah dipasang hingga membuatmu menjadi sangat cantik jadi belepotan kemana-mana..." ucapnya disela mengusap tisu itu ke hidungku.


Hah ?


"...tapi aku tidak memakai riasan apapun..."


Aku balas ucapannya yang terdengar klise itu dengan jujur.


Melihatnya yang terpaku dan seperti kebingungan setelah mendengar balasanku, aku jadi tertawa renyah. Dia ikut tersenyum lebar. Saat aku tertawa, aku merasa diriku tenang dan akhirnya rasa sakit di kakiku terasa kembali, "Ah, aduh!" Aku seketika meringis dan dia melihat ke arah pergelangan kaki kiriku membengkak.


"Kamu terkilir? Apa yang sebenarnya terjadi?" dia bertanya sambil dengan perlahan menyentuh pergelangan kakiku, sentuhannya membuatku meringis dan tubuhku merinding.


Akhirnya aku menjawab, "Aku ingin pergi ke toilet...di ruangan itu ramai sekali dan aku terpisah dengan ibuku. Aku berlari kemari karena tidak tahan lagi...hik...tapi aku malah tersandung kakiku sendiri dan terjatuh...hingga..hik...seperti ini...uhuhuhu...aku ingin ke toilet."


Mendengar kisahku, dia memandangiku dengan penuh simpati. Kemudian dia membisikkan mantra yang belum pernah kudengar sebelumnya. Perlahan cahaya muncul dari telapak tangannya dan dia dekatkan ke area pergelangan kakiku yang membengkak. Dia sesekali melirik padaku yang memperhatikan tangannya yang masih bercahaya. Kenapa dia melihatku seperti itu?


Dalam sekejap, pergelangan kaki kiriku yang bengkak, menghilang tidak berbekas dan tetap semulus sebelumnya. Aku terkesiap melihat kakiku yang sudah tidak bengkak lagi. Dengan terburu-buru, aku segera berdiri dan memakai sepatuku yang terlepas sambil memelototi kakiku seakan tidak percaya.


Aku baru saja melihat sihir penyembuhan!


"Ah, aku sudah bisa berdiri dan berjalan! Lihat!" Aku langsung memanggilnya dengan penuh semangat sambil memutar tubuhku untuk menunjukkan bahwa aku sudah bisa bergerak sebebas yang kuinginkan.

__ADS_1


Aku benar-benar terasa bebas.



Dia menatapku seperti aku ini orang gila sebelum menggenggam pergelangan tanganku dan menariknya dengan pelan untuk mengikutinya.


"Ayo, ku antar ke toilet," ucapnya. Namun, aku tidak bisa menjawabnya karena tatapanku terarah pada tangannya yang kini masih menggenggam pergelangan tanganku. Tangannya berwarna putih pucat dan lebih besar dari tanganku. Menyadari ini pertama kalinya anak laki-laki menyentuh tanganku, aku merasa malu.


Tanpa sadar akhirnya kami sampai di depan toilet yang ada di ruang dansa tak jauh dimana tempatku terjatuh. Aku langsung melepas genggaman tangannya dan berlari masuk ke dalam dengan terburu-buru.


DEG DEG DEG


Aku bisa mendengar jantungku berdebar kencang dari telingaku. Apa dia mendengarnya? Kulihat pergelangan tanganku yang baru saja dia genggam, sebelum kupeluk erat-erat ke depan dadaku.


...apa ini? Perasaan apa ini?


.........


Ah, aku harus segera buang air kecil!


...****************...


Setelah kepanikan menghilang, dan digantikan dengan rasa lega, rasa malu timbul begitu saja. Sekarang kepalaku lebih jernih sehingga aku ingat aku baru saja melakukan hal yang sangat memalukan dan bukan tingkah laku Tuan Putri sama sekali.


Apakah anak laki-laki itu sudah pergi ?


Berharap dia sudah pergi, aku membuka pintu toilet dan melihatnya masih berdiri di tempat yang sama. Aku bisa merasakan wajahku memerah saat melihatnya. Dia tersenyum ke arahku dan bertanya, "Sekarang apa lagi?"


Aku berjalan ke arahnya sambil menggenggam erat gaunku. Mataku bergerak kesana-kemari dan alis mataku mengerut.


Gawat, aku tidak bisa memandangi wajahnya.


Akhirnya, setelah beberapa lama aku merasa kebingungan dicampur dengan rasa malu, aku menunduk ke arah lantai dan berkata dengan suara yang sangat kecil, "....sih..."


"Iya? Maafkan aku, tapi suaramu terlalu kecil?" dia bertanya dan berjalan selangkah mendekatiku sambil menunduk untuk melihat wajahku yang masih tertunduk kebawah.


Kenapa dia menyebalkan sekali ?!!


"...mau sampai kapan kamu mempermalukan ku?...kubilang... terimakasih banyak atas bantuannya..." aku akhirnya menggerutu dan air mataku mulai berlinang lagi. Lalu, karena kesal dengan senyumannya yang seperti menggodaku, dengan kasar aku menarik dan meremas kemejanya menggunakan kedua tanganku, setelah itu aku pun langsung mengguncang-guncang tubuhnya ke depan dan belakang dengan cepat.


Kenapa?! Kenapa kamu harus tersenyum seperti itu ?!!


Dia dengan panik langsung menghiburku lagi, dia menepuk pundakku secara pelan dan menyodorkan coklat serta permen yang dia ambil dari sakunya yang lain, "Ayolah, aku benar-benar tidak mendengar suaramu yang indah itu. Cepat makan coklat dan permen ini agar suasana hatimu membaik."


Lagi...dia mengatakan padaku itu...


Aku akhirnya melepas genggaman tanganku dari kemejanya yang terlihat menyedihkan, ku sapu air mataku sebelum mengambil coklat dan permen dari tanganku, "Kenapa kamu sejak tadi terus memujiku cantik, indah, imut..lucu..." aku menggerutu seperti itu sambil memakan salah satu coklat setelah membuka bungkusnya.


Dia membalas dengan tersenyum lebar dan mengangkat bahunya, "Mau bagaimana lagi, kamu benar-benar terlihat sangat cantik dan manis, kukira kamu lebih muda dariku.."


Aku sudah sering mendengar ucapan itu di dongeng-dongeng romantis kakakku...


Aku menggumam sendiri sambil mengunyah coklat dengan wajah memerah, dari kejauhan, terdengar suara teriakan orang dewasa, seperti suara pria dan wanita yang memanggil-manggil namaku.


"Violeta?! Kamu dimana???"


"Violeta, anakku???"


Ah, itu ibu dan ayah.


Aku merasa tenang dan mulai mengelap sisa air mataku sebelum tersenyum ke arahnya. Dia menatapku dengan tatapan terkejut.


Ahahaha, aku senang melihatnya terkejut seperti itu...


Kalau dilihat-lihat lagi, rambutnya yang hitam dan matanya yang juga berwarna hitam...


Benar juga, dia sangat terkutuk dan tidak beruntung hingga bertemu denganku yang sama-sama tidak beruntung.


Apakah ini takdir ?


"Aku berhutang padamu, cowok aneh," setelah mengatakan itu, aku berjalan melewatinya dengan setengah berlari.


Aku bisa merasakan tatapannya di punggungku yang berlari. Ah, aku teringat sesuatu. Aku berhenti di antara koridor dan menoleh ke arahnya yang masih melongo. Aku tersenyum semanis yang ku bisa dan berkata pelan untuk memperkenalkan diriku,


"Oiya, perkenalkan aku ini Violeta Club."


Aku langsung membalikkan tubuhku dan berlari, meninggalkannya yang masih melongo di sana sebelum tiba-tibaㅡ


"OHHHHH!!!" aku mendengar dia terkesiap begitu riuh, sehingga aku tidak dapat mengendalikan tawaku setelah melirik lagi ke arahnya...dasar.


...****************...


Setelah menenangkan kedua orangtuaku yang masih panik karena aku sempat menghilang. Aku menceritakan semuanya pada mereka. Mendengar ceritaku, sepertinya kedua orang tuaku ingin memintaku untuk menjauhinya, tapi mereka tahu bahwa yang dilakukan dia sangatlah baik dan berbeda dari rumor-rumor yang beredar tentangnya.


"Sebaiknya, kamu lebih berhati-hati," itu saja ucapan dari ayahku setelah beberapa saat terdiam di samping ibuku.


...****************...


Aku melihatnya di permalukan oleh para gadis pengikut Tuan Putri dari Kerajaan Spade. Ini karena dia tidak sengaja menabraknya. Aku ingin pergi menolongnya, tapi ibuku menahan dan menyarankan ku untuk tidak ikut campur.


Aku melihatnya dari kejauhan dengan perasaan khawatir, dia baru saja menolongku, aku ingin menolongnya...


Saat dia akan berlutut, dia tiba-tiba saja berdiri kembali dan berkata lantang, "Kalau aku tidak ingin berlutut minta maaf, lalu apa? Apa yang akan, kau, bukan siapa-siapa, lakukan? Merengek ke ibumu?" suara dia terdengar ke seluruh Aula.


Melihat ekspresinya yang menyeringai dan terlihat tenang, membuatku terkesima.


Ah, dia memang terlihat keren sekali...

__ADS_1


......................


...「 Interlude II. Violeta's Heart 〈 selesai 〉」...


__ADS_2