
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Setelah seseorang yang bernama Lilia itu pergi, aku bertanya pada Raven tentang siapa gadis itu. Meskipun awalnya dia enggan menjawabku, akhirnya dia mengatakan padaku bahwa Lilia, merupakan seorang pembunuh bayaran sama sepertinya dahulu, namun menjadi seorang pelayan di rumah bangsawan untuk mengubah nasib.
Tapi, sepertinya jika dia mengincar kepala Akai dengan alasan 'karena loyal pada sang majikan' itu mengartikan, dia belum ingin mengubah identitasnya.
Berharap gadis itu tidak bertemu dengan Kyle, aku terus memohon agar Kyle dalam keadaan baik-baik saja. Namun, disaat yang bersamaan...aku sedikit ragu untuk bertemu dengannya...
Ketika ia sedang tidak berada di dalam Kerajaan, aku tidak dapat melindungi semua keluarganya selain Ratu Milan. Aku sudah gagal menjadi seorang pelayan di Kerajaan Heart...Hm ? Apa ini ??
Kenapa aku merasa sangat menyesal ?
Aku kan bekerja disana hanya karena untuk memata-matai Pangeran Kyle.
.........
Memandang langit biru yang cerah dari balik jendela markas utama milik Raven di Kerajaan Spade, membuat kepalaku sedikit pening. Area mataku terasa sakit, mungkin aku terus menahan air mataku yang ingin jatuh. Setiap memikirkan kejadian itu...
"Jika kamu terus memandangi langit seperti itu, langitnya akan runtuh."
Raven, wanita merah itu menyahut dari belakangku sambil berjalan menghampiriku.
Tanpanya, aku pasti tidak memiliki rumah untuk pulang...
Markas mata-mata Kerajaan Spade sudah dihancurkan setelah surat resmi perdamaian Kerajaan Spade dan Kerajaan Heart ramai diberitakan ke seluruh penjuru Pulau Cyrus. Otomatis, aku kehilangan pekerjaan utamaku dan juga asrama dimana aku tinggal.
Bukan berarti aku tidak memiliki uang untuk membeli rumah atau menyewa suatu tempat. Akan tetapi, aku merasa sedikit kesepian jika harus hidup sendirian dan melakukan pekerjaan lainnya. Apa yang harus kulakukan sekarang? Kapan Tuanku, akan kembali?
Tidak, dia bukan Tuanku lagi, kan?
Aku sudah dibebas tugaskan, sekarang aku harus mencari pekerjaan baruㅡ
"ㅡHei, kamu mendengarku tidak? Kubilang kenapa kamu terus memakai pakaian pelayan itu? Apakah kamu tidak memiliki pakaian lain? Mau kupinjamkan? Meski tidak akan muat di tubuh rampingmu itu..." suara Raven membuyarkan lamunanku, matanya melihat ke arahkuㅡtepatnya ke arah tubuhku.
Beraninya dia.
"Dalam masalah pakaian, aku tidak kesulitan untuk mencari pakaian dibandingkan pakaian besar hanya untuk menutupi lemak tubuhku."
"ㅡK-kau?!!"
"Lupakan itu, kamu yang memulainya duluan."
"Tapi kan aku berniat baik untuk menawarkan sesuatu yang dapat membantumu..."
__ADS_1
"Kalau begitu, maaf atas perkataanku yang kasar, Raven."
"Um, i-itu tidak masalah..." melihatku yang langsung meminta maaf padanya sambil membungkuk, membuatnya kelabakan dan salah tingkah.
Meskipun dia menunjukkan sifat yang seperti orang jahat ( tentu saja, karena dia adalah ketua gang bandit terbesar yang kutahu ), aku benar-benar yakin dia sebenarnya orang yang memiliki sifat yang baik.
Mungkin, sama sepertiku...kami menjadi keras dan kaku karena masa lalu kami.
"Raven, kamu memiliki lowongan pekerjaan?"
"Apa?? Lowongan pekerjaan? Apa maksudmu? Kamu ingin mencalonkan diri untuk menjadi anggota gang-ku?" Raven terkesiap atas pertanyaanku yang terkesan penggantian topik secara tiba-tiba.
Melihatku yang hanya diam saja dan tidak menjawabnya, Raven terdiam sambil mengelus dagunya. Matanya yang saat ini berwarna kuning keemasan melihatku dari atas kebawah, seperti berusaha menilai ku.
"Mmm, meskipun kamu benar-benar sangat cocok dan dapat menjadi anggota inti dari kelompokku...bukankah itu terlalu jauh?"
"Jauh?"
"Kamu tidak memancarkan aura bar-bar ala bandit wanita di kelompokku... bagaimana jika kamu menjadi pelayanku saja di markas ini? Kamu hanya perlu membersihkan ruanganku dan beberapa ruangan yang boleh dikunjungi oleh semua anggota."
"Memangnya ada ruangan yang tidak boleh dikunjungi?" aku bertanya padanya sambil memiringkan kepalaku.
"Seperti dungeon bawah tanah untuk menahan musuh atau ruang penyiksaan...kau tahu itu. Aku tidak ingin trauma milik mu itu mengganggu pekerjaanmu," jawab Raven sambil menggaruk belakang kepalanya.
Mulai saat itulah, aku menjadi pelayan di markas bandit terbesar di Kerajaan Spade.
...****************...
Kondisi Raven sedikit mengkhawatirkanku. Dia jarang makan dan terus membakar apapun disana-sini. Ia bahkan menyiapkan banyak anggota inti elit banditnya, untuk mencari Tuanku yang tidak ada dimana-mana, menghilang bak ditelan tanah.
Sesekali, aku mengingatkannya untuk tetap makan dan menenangkan dirinya. Dia selalu mendengarkanku, tapi ketika aku tidak berada di sampingnya, dia selalu membakar banyak boneka kayu yang diberikan oleh Tuanku.
Apa karena dia merasa terlalu khawatir, sehingga jadi semakin marah dengan Tuanku yang menyebabkannya merasakan itu ?
Saat aku memergokinya lagi, ketiga anak buahnya muncul dengan membawa dua orang yang kepalanya tertutup oleh karung. Keduanya adalah pria, salah satunya adalah seorang pria paruh baya dan sebelahnya adalah laki-laki yang mungkin baru memasuki usia remaja awalㅡhm ?
Kulitnya yang putih pucat, terlihat dari tangan dan kakinya yang terikat. Baju hitam menutupi bentuk tubuhnya yang cukup berotot. Kenapa aku seperti mengenalinya??
Jangan-jangan...
Kecurigaanku terbukti benar ketika, pria paruh baya itu memanggil nama tuanku dengan panik. Raven langsung menyingkap karung yang menutup wajah anak laki-laki ituㅡ
__ADS_1
"Ah, Raven? Senang melihatmu disini."
Suaranya terdengar ringan dan tenang seakan dia sedang mengajak Raven untuk makan sarapan di pagi hari. Mata hitamnya memandang ke arah Raven beberapa saat sebelum mengarah padaku...
Aku kehabisan kata-kata...aku merasa rindu namun aku juga merasa marah padanya.
Beraninya dia menganggap enteng kami berdua, apalagi terhadapku...padahal dia sudah menerima pernyataannya sepuluh tahun yang lalu...apa dia sedang bermain-main denganku?!
Kesampingkan perasaanku, aku sedikit takut apabila Raven akan meledakㅡ
PLAAKK
Tuh, kan.
Merasa sedikit puas melihat reaksinya yang terkejut atas tindakan Raven. Aku baru teringat perasaan ragu, takut dan bersalah pada Tuanku ini. Bagaimana ini? Apakah dia akan memarahiku karena gagal melindungi keluarganya? Atau dia akan bersikap acuh?
Hatiku yang awalnya sudah kehilangan rasa untuk merasakan sesuatu, menjadi penuh rasa berkecamuk yang aneh. Aku tidak menyukai perasaan seperti ini.
Ada kalanya, aku ingin kembali ke masa lalu.
Ah, masa laluku jauh lebih buruk dari ini, menyedihkan sekali. Sudahlah...
Mendengar Tuanku yang meminta maaf padakuㅡair mataku terjatuh lagi. Aku sangat benci menangis, namun bersama dia, aku selalu mudah menangis dan merasakan sesuatu di dalam hatiku.
Saat memeluknya sambil menangis, aku merasa ada yang begitu penting ingin kukatakan padanya namun sekarang kulupakan...apa ya itu ?
...****************...
Empat tahun, selama empat tahun, Tuanku tinggal bersama dengan tunangannya.
Aku tidak merasa aneh dengan keluarga Kerajaan yang memiliki tunangan semenjak diri mereka kecil. Bahkan aku tidak akan mempermasalahkannya. Mungkin, karena itu bukanlah urusanku.
Uhh, tapi ini sangat mengganggukuㅡingatlah Nia bahwa Tuanku itu bukan hanya milikku seorang...iyaㅡ
Lagipula, aku ini bukan orang yang posesif...
.........
.........
Raven.
Aku jadi ingin ikut membantumu untuk membakar Kyle hidup-hidup dan memakan abunya bersamamu.
__ADS_1
......................
...「 Interlude XV. Nina's Heart (IV) 〈 selesai 〉」...