
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️』...
Previously :
Akhirnya, giliranku untuk diperiksa tiba.
Kin-sensei memerhatikanku sebelum memanggil namaku dengan senyuman tipis, "Baiklah...murid absen sebelas, Kyle Heart silahkan maju kedepan."
...****************...
Perlahan, aku berdiri dari kursiku dan melewati meja sebelum berjalan menuju ke depan kelas. Bisa kurasakan dari ujung mataku bahwa seluruh perhatian kini mengarah padaku. Berbagai jenis tatapan dilemparkan oleh setiap pasang mata yang ada di dalam kelas. Ada tatapan mengejek, datar, penasaran dan juga tatapan tajam.
Ketika aku berjalan melewati meja Ryder dan Clara, Ryder menghembuskan napasnya seperti menahan tawa. Mengabaikan reaksi Ryder yang tidak penting, aku sekarang sudah berada di depan Kin-sensei yang hanya memperhatikanku dalam diam.
Chae Rin, kamu tahu apa yang kuinginkan bukan? Sembunyikan aliran mana tubuhku dan buat menjadi sangat sangat normal!
...「Baiklah, Host」...
Aku kemudian berbalik menghadap ke arah semua murid. Seketika, pandanganku langsung bertemu dengan tatapan milik Haylee yang duduk tepat di depan tengah kelas.
Menyadari tatapanku, dia melemparkan senyum manisnya yang kubalas dengan anggukan singkat.
Tangan Kin-sensei yang ternyata begitu mungil, mencoba untuk meraih bahukuㅡnamun, karena aku jauh lebih tinggi sedikit daripada Ryder dan kawan-kawannya, Kin-sensei nampak begitu kesulitan untuk menggapai bahuku.
Aku memiringkan bahuku dengan sedikit membungkuk agar tangannya dapat menggapai bahuku, "Terimakasih."
Mendengar bisikan pelan dari Kin-sensei, aku hanya mengangguk dan membiarkan sensei membaca atau memeriksa bagaimana aliran mana di dalam tubuhku.
Hm ? Aku tidak merasakan apapun sama sekali dan Kin-sensei sudah berhenti memegang bahuku. Prosesnya bahkan jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan murid lainnya, pemeriksaan mana di tubuhku seperti hanya menghabiskan waktu selama dua detik, dah beres !
"Tuan Kyle..." sahut sensei setelah beberapa saat terdiam membisu.
"Ya?"
"Mana milikmu ternyata jauh lebih biasa daripada yang sensei harapkan. Baiklah, cepat kembali duduk sana."
__ADS_1
"Baik, sensei."
Saat aku berjalan kembali ke kursiku, tidak ada yang memperhatikanku lagi, hatiku melompat senang dan berterimakasih sebanyak-banyaknya pada Chae Rin.
...「Itu hanya hal yang mudah dilakukan」...
Pelajaran pun kembali dilanjutkan, Kin-sensei menjelaskan bahwa tanpa mana, seseorang tidak dapat menggunakan sihir. Hal mendasar yang bahkan aku sendiri sudah tahu.
Inilah mengapa, aku sangat bingung.
Mengapa aku tidak dapat menjawab pertanyaan mudah di awal kelas tadi ?
Seperti otakku dimanipulasi menjadi kosong selama beberapa detik sehingga aku tidak menyadari bahwa itu adalah sihirㅡsepertinya Kin-sensei juga dapat membuatku tidak memeriksa statusnya.
Sedikit mencurigakan, tetapi karena dia adalah sensei... mungkin aku harus mencoba menghormati privasinya.
Jika dia memiliki niat jahat, aku pasti dengan mudah dapat mendeteksinya, tapi sejauh ini aku tidak merasakan apapun, itu berarti sensei tidak memiliki niat buruk.
Kelas pun dilanjutkan dengan kami mempelajari teori dasar mengenai sihir, asal mulanya dan jenis-jenis sihir.
Sihir api akan membantu pengguna untuk mengontrol api begitupun dengan elemen-elemen lainnya seperti angin, tanah san air. Dua elemen yang memiliki nilai terbesar yakni elemen Light dan elemen Dark. Sangat jarang ditemukan pengguna yang dapat memakai dua jenis sihir ini karena memiliki jenis kemampuan yang harus bertolak belakang.
Pengguna Light magic diharuskan adalah seseorang yang memiliki hati lembut dan ingin melindungi orang lain. Sedangkan untuk Dark magic, tidak ada yang mengetahui cara seseorang untuk dapat menggunakan Dark magic karena sihir ini sebenarnya hanya dapat digunakan oleh keturunan iblis.
Ketika penjelasan mengenai Dark magic diterangkan secara gamblang oleh sensei, terlihat beberapa orang melirik ke arahku.
Tentu saja, aku tetap memasang ekspresi datar dan terus memperhatikan sensei yang masih dengan semangat menjelaskan bahwa pengguna Dark magic adalah seseorang yang tentunya memiliki hubungan ataupun ikatan darah dengan Iblis.
Namun, semua itu hanyalah mitos dan kebenarannya adalah; penggunaan Dark magic terbilang lebih memakai nyawa dan mana yang cukup besar dari sang pengguna, sehingga banyak penyihir berakhir sering kehabisan mana mereka dan meninggal dunia sebelum dapat menguasai Dark magic.
...
...
__ADS_1
Jadi, penyihir yang mampu memakai Dark magic adalah individu yang begitu kuat dalam mengontrol pemakaian mana yang tepat atau individu yang terlalu kuat sehingga tak mampu menggunakan elemen lainnya selain Dark magic.
Akhirnya, kelas pun diakhiri dengan setiap murid mempraktikkan pemakaian sihir yang sangat mendasar, yakni mengendalikan benda di sekitar individu.
Aku mencoba terlihat kesulitan hingga terus diberikan tawa oleh Ryder, sebelum ia mendapat teguran keras dari sensei.
"Saya baru tahu Tuan Kyle ternyata selemah ini," imbuh sensei dengan wajah kelelahan karena terus-menerus mengulangi penjelasan yang sama. Aku hanya mengangguk kecil sambil mengusap-usap tengkuk leherku.
...「Itu hanya siasat Host saja yang ingin mendapatkan perhatian sensei」...
Oh, tau aja.
...「...」...
Setelah berulang kali mencoba untuk menggerakkan buku di atas mejaku, aku melihat semua orang sudah berhasil melakukannya selain diriku. Menyadari kelas akan segera berakhir dan juga tatapan murid lainnya yang seperti menganggapku sebagai beban, akhirnya aku berhasil melakukannya.
Kin-sensei memperhatikan wajah ku selama beberapa saat sebelum berbisik begitu pelan hingga hanya aku yang dapat mendengarnya, "Kau tahu, kau tidak perlu berpura-pura seperti itu karena aku sudah tahu semuanya."
Mendengar bisikan pelan itu diikuti dengan ekspresi wajah sensei yang terlihat begitu misterius, tubuhku sontak merinding. Sensei tersenyum tipis padaku sebelum berjalan kembali ke depan kelas dan melanjutkan penjelasan lainnya untuk kelas di minggu depan. Kelas berikutnya akan membahas mengenai penggunaan mana yang baik.
Saat bel pergantian kelas berbunyi pada waktu yang tepat, sensei pamit dengan begitu elegan dan terdengar suara setiap langkah high heels nya pergi melangkah keluar dari ruang kelas.
Kelas selanjutnya yang akan dimulai adalah kelas pengembangan bakat dan kemampuan yang ternyata kelas Pak Heinz. Kelasnya terasa begitu tenang dan damai. Bahkan Ryder beserta kroninya nampak akan tidur selama bertahun-tahun di atas mejanya.
Pak Heinz menerangkan bahwa kelas pengembangan bakat dan kemampuan adalah kelas yang merangkap dengan kelas lainnya, itu mengartikan bahwa setiap adanya perkembangan dari kelas lainnya akan menjadi poin untuk di kelas ini.
Selain itu, kelas ini tidak mengambil waktu yang banyak dan hanya merupakan sebuah sesi singkat untuk pengembangan individu dalam memahami bakat dan kemampuannya sendiri. Pak Heinz juga menawarkan pada setiap murid untuk menemuinya secara pribadi di mejanya jika masih memiliki kesulitan dalam memahami kemampuan atau bakatnya sendiri.
Pada akhirnya, hari kedua ku berada di dalam Akademi sebagai seorang murid berakhir dengan damai, aman dan tentram. Aku berharap hari-hari seperti ini terus berlanjut hingga keesokan harinya...
Tentu saja, itu semua hanyalah harapan kosong.
......................
BERSAMBUNG..
__ADS_1