CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 59. Now 『Part - I』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Sebelum semuanya menjadi gelap, Charles berbisik pelan, "Semoga kamu bahagia dan tetap aman disana, Kaoru."


NGGGUUUUUUUNGGGG


GELAPㅡ


...< 𝕊𝕦𝕓𝕛𝕖𝕜 ℕ𝕠.𝟚𝟘𝟚𝟘-𝟙𝟡𝟙𝟜 𝕀𝕕.𝟟𝟝𝟟𝟡𝟡𝟙𝟡𝟙𝟠 ℙ𝕣𝕠𝕪𝕖𝕜 𝔹-𝟘𝟘 𝔻𝕒𝕣𝕚 𝔸𝕤𝕚𝕒 𝔹𝕖𝕣𝕙𝕒𝕤𝕚𝕝 𝕂𝕖𝕞𝕓𝕒𝕝𝕚 𝕄𝕖𝕞𝕒𝕤𝕦𝕜𝕚 𝔻𝕦𝕟𝕚𝕒 ℙ𝕣𝕠𝕪𝕖𝕜 𝔹-𝟘𝟘 >...


...****************...


"Kyle!"


Aku seketika tersentak oleh guncangan dari Violeta yang menarik bahuku ke kiri dan kanan secara kuat. Ah, aku teringat saat dia terus mengguncang-guncangku waktu dulu.


Tenaganya benar-benar begitu kuat, hingga rasa pening di kepalaku membuat duniaku terus berputar-putarㅡ


"I-iya?? Se-senpai ?!" sahutku terbata-bata. Ugh, aku ingin muntah sekarang. Mataku kembali bertemu dengan mata hijau milik gadis yang juga berdiri di dekatku. Ugggh, aku semakin ingin mengeluarkan nasi Mad Moo yang baru saja kumakan sebelumnya.


"Kyle? Kamu baik-baik saja?? Saat melihat Charlotte, kamu langsung termenung dan seakan-akan kamu pergi ke tempat yang begitu jauh...kamu benar baik-baik saja, kan?"


Pertanyaan panik dari Violeta langsung membuatku merasa sedikit tenang dan tersenyum tipis padanya sebelum berdiri dari tempat dudukku, "Um...aku harus pergi sekarang. Senang bertemu denganmu, Charlotte. Sampai jumpa lagi semuanya!"


"Eh?!ㅡtu-tunggu, Kyle!"


DRAP DRAP DRAP


Aku langsung berlari pergi begitu saja tanpa mengindahkan panggilan dari Violeta. Sebisa mungkin aku harus menghindari gadis itu.


Iya, mungkin itu yang terbaik.


Dibalik punggungku, bisa kurasakan tatapan mereka berdua yang begitu melekat padaku, meskipun aku sudah berlari menjauh dan berbelok masuk kembali ke dalam gedung Unity Academy.


Menyusuri lorong hingga sampai di tempat yang cukup sepi, aku berhenti berlari dan mencoba menarik napas dalam-dalam. Jantungku terus berdetak begitu kencang seakan ingin melompat keluar dari rongga dadaku. Kuseka keringat dingin yang bercucuran dari dahiku, lalu meneguk ludah keras-keras untuk menahan isi perut yang ingin keluar melalui mulutku. Meraih dinding terdekat untuk menopang tubuhku, aku bersandar sambil menenangkan diriku hingga rasa pusing di kepalaku menghilang.


Menatap langit-langit bangunan yang berwarna krem kecoklatan, aku menghela napas lega setelah rasa mual dan pusing di kepalaku menghilang.


...「Tidak ada kesalahan apapun dalam tubuhmu, Host」...


Benarkah ? Baguslah kalau begitu...


...「Tapi, reaksi tubuhmu sedikit aneh Host」...


Aneh bagaimana ?


...「Host seperti menunjukkan reaksi sangat jijik pada sesuatu hingga Host ingin muntah?」...


Ahahaha.


...「Apa ini karena gadis yang mirip dengan seseorang yang mengkhianati Host?」...


Mengusap seluruh wajah menggunakan telapak tanganku, aku perlahan kembali berdiri dan berjalan menuju ruang asrama.


...「Host」...


Hm ?


...「Bukannya kita akan membeli baju seragam?」...

__ADS_1


Aku akan menjahitnya saja. Saat ini, aku tidak ingin berada di tempat ramai. Lain kali, oke ? Kuharap kamu mengerti, Chae Rin.


...「Bagaimana dengan janjimu yang akan memberikan bagian pertama hanya untukku? Violeta sudah mengambilnya」...


Ah, iya juga ? Bagaimana jika bagian pertama yang satu lagi ?


...「...aku tidak suka janji palsu」...


Hmm, akan kupastikan bahwa itu bukan janji palsu? Ayolah, yang tadi itu sungguh tidak disengaja. Aku berlari terlalu cepat sehingga ikut menariknya terjatuh.


...「Tidak peduli」...


Baiklah, terserah.


Memasuki ruang kamar asrama milikku, aku langsung melempar tubuhku ke atas kasur yang begitu empuk dan dingin. Memejamkan mataku sejenak untuk berpikir, mengatur ingatanku tentang sejauh apa yang terjadi di hari pertama aku baru belajar dalam Akademi Unity ini. Banyak kekacauan.


Aku baru saja memukuli orang hingga babak belur lalu menyiksa mereka sesuka hati...


...「Itu bukanlah tindakan yang terpuji」...


Iya, Chae Rin...apa seharusnya aku diam saja?


...「Mungkin, lain kali kamu harus mencari perbuatan yang sesuai untuk mereka?」...


Tidak ada. Aku sengaja bertindak seperti orang gila tadi, agar mereka berhenti menggangguku. Setidaknya mereka menjadi takut begitu melihatku berada di sekitar mereka. Seharusnya, untuk setahun iniㅡkuharap mereka tidak akan menggangguku.


...「Kalau begitu, sekarang mau menghubungi siapa terlebih dahulu?」...


Hm, Valeria?


...〈 Telepathy : Aktif 〉...


...〈 Target : Valeria 〉...


...「Telepathy : Sukses 」...


"Ehh?! Kyle?! Hihihi, kamu benar-benar dapat menggunakan Telepati?!! Waah!!!" terdengar suara Valeria yang sepertinya melompat kegirangan. Aku menganggukkan kepalaku, "Tentu saja aku dapat melakukannya."


Valeria terdiam sesaat sebelum tiba-tiba bertanya, "Ada apa denganmu? Kamu sepertinya sedang tidak bersemangat. Bukannya ini adalah hari pertamamu di Akademi?"



"Tidak...hanya saja..."


"Kyle, kamu tahu kamu bisa menceritakan semuanya padaku."


"Hhhahhㅡ," menghela napas panjang yang begitu berat, akhirnya aku menceritakan peristiwa yang terjadi di hari ini pada Valeria


...****************...


"Kyle, ingatlah. Kamu tidak harus berdiam cukup lama disana. Kamu bisa kembali kapanpun kamu mau ke Kerajaan Joker. Ini rumahmu sekarang, kita dapat berlatih saja tanpa memerlukan pelatihan disana. Aku yakin kita akan sama kuatnya dimanapun kita berlatih," simpul Valeria dengan suara yang begitu tenang dan lembut.


"Baiklah, Val...aku akan menghubungimu lagi nanti. Sampai jumpa, Val."


"Tentu, akan kutunggu. Kyle?"


"Iya?'


"Jaga dirimu baik-baik disana. Selalu ingat bahwa aku akan terus berada di sampingmu."


"Hmm, iya. Terimakasih Val."

__ADS_1


...〈 Telepathy : Dinonaktifkan 〉...


Beban di hatiku sedikit terangkat setelah mendengarkan suara Valeriaㅡsekarang mari kita hubungi Nina dan Raven secara bersamaan.


...〈 Telepathy : Aktif 〉...


...〈 Target : Nina dan Raven 〉...


...「Telepathy : Sukses 」...


"Nina? Raven? Ini aku. Apakah kalian berdua dapat mendengarku?"


BOOOOMMMMM


Seketika aku mendengar suara ledakan di dekat pendengaran Nina dan Raven. Sontak aku terduduk dari posisiku yang sedang berbaring, apa mereka sedang diserang?!


Sihir telepati yang kumiliki memungkinkanku untuk merasakan indera pendengaran dan penglihatan mereka, namun sekarang aku hanya memilih ikut mendengarkan dari indera pendengaran mereka sehingga, mendengar suara ledakan itu membuatku khawatir.


Akan tetapi, setelah memeriksa sihir perlindungan yang kuberiㅡmereka tidak dalam kondisi kritis.


"Hm? Tuan Kyle? Kamu memakai sihir telepati?" setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Nina menjawabku sebelum Raven menyahut, "Ehh aku juga dapat mendengar mu, Nina! Hei, Kyle! Bagaimana sekolahnya?"


"Hahaha, benar katamu Raven... sekolah ini benar-benar menyebalkan."


Raven ikut tertawa menang sedangkan Nina bertanya dengan khawatir, "Seburuk itukah, Tuan? Apa sebaiknya aku juga ikut??" mendengar pertanyaan Nina membuat Raven langsung menyeletuk, "Nina?? Kenapa kamu sengotot itu ingin bersekolah disana? Sadarilah berapa umurmu sendiri sekarang!"


Aku tertawa kecil sebelum bertanya, "Tidak apa-apa, Nina. Ngomong-ngomong, suara ledakan apa barusan? Apa kalian sedang berlatih??"


Raven menjawab, "Ledakan?? Ohhh! Baru saja ada yang menyerang salah satu markas Red Eye. Sepertinya Blue Head ingin memulai perang baru di antara gang kita."


"Kyle, kamu tidak perlu khawatir, aku bersama Nina dapat mengurus mereka dengan mudah," lanjut Raven yang disetujui oleh Nina.


"Benar, Tuan Kyle. Biarkan kami berdua saja yang mengurus ini semua dan Tuan Kyle?"


"Iya? Ada apa Nina?"


"Kami berdua terus berada disini, jangan sungkan untuk meminta bantuan dari kami, kamu dengar itu?"


"Ahaha, baiklah... Terimakasih Nina dan Raven. Kalian harus berhati-hati dalam mengontrol kekuatan kalian...jangan membunuh terlalu banyak orang."


Setelah dibalas oleh mereka berdua dengan sanggahan, aku memutuskan telepati kami karena mereka sepertinya sibuk bertarung dan aku tidak ingin menghancurkan fokus mereka. Setelah beberapa saat melamun dan merasa lapar, aku berdiri dari atas kasur dan membuat sebuah Cup Ramen dadakan dengan air panas dan menyeduhnya.


Tentu saja itu semua menggunakan Custom Made All Item. Ah, sepertinya aku dapat membuat apapun lebih mudah hanya dengan membayangkannya saja.


...「Makanan apa itu Host? Kenapa makanan itu terlihat begitu menggugah selera?」...


Aku tersenyum sambil menggelengkan kepalaku dan memakan cup ramen dengan lahap. Begitulah, Chae Rin. Jika kamu memiliki wujud, akan kuberikan ini padamu.


...「Ugh! Aku tidak jatuh ke dalam perangkap buaya amfibi milikmu itu!」...


Ahahaha !


Melihat layar transparan di hadapanku setelah menghabiskan cup ramen. Jam menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh menit di malam hariㅡhmmm?


Kenapa aku seperti melupakan sesuatu yang begitu penting ???


Apa ya ???


ㅡAH ?!


HERO !!!

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2