CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 55. Mayhem-Go-Round


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


"Permintaan ?"


"Benar, juga...umm, informasi untukmu."


Entah mengapa, aku merasa akan menyesal jika mendengar informasi dan permintaannya.


...****************...


Angin berhembus meniup rambut panjang Violeta hingga membuatnya seperti bendera yang berkibar. Tidak, aku membuat ini terdengar lucu agar menghilangkan firasat buruk dari apa yang akan kudengar darinya.


Kenapa aku merasa aku tidak perlu tahu apa yang akan dia katakan padaku?


Bahkan suara gemerisik dari dedaunan dan rumput yang bergoyang, tidak menenangkan jantungku yang masih berdenyut. Aku mengatupkan seluruh bibirku ke dalam mulutku sambil mengetuk-ngetuk ujung jari telunjukku ke atas meja kayu, yang menjadi pemisah antara tempat dudukku dan Violeta.


Menyadari gerak-gerikku yang tidak tenang, Violeta melihatku dengan pandangan simpati, "Maafkan aku...jika kamu tidak ingin mendengar apa yang akan kukatakan, sebaiknya jangan memaksakan dirimu, Kyle. Bahkan aku tidak tahu apakah ini berita baik atau buruk untukmu. Aku hanya merasa, sebagai seseorang yang telah kamu tolong dulu...aku ingin memberitahukan ini padamu sebelum kamu melihatnya sendiri."


Aku mengibaskan tanganku di atas meja, "Tidak masalah...katakan saja apa permintaan mu dan informasi yang ingin kamu berikan padaku. Aku harap kamu tidak memintaku untuk menemanimu mencari toilet lagi..."


"ㅡ?!!! K-k-kau?!!! Masih ingat kejadian itu?!! Kenapa kamu malah membawa-bawa soal itu sekarang?! Tidak, lagipula aku kan sudah lebih dewasa sekarang! Untuk apa aku memintamu untuk menemaniku ke toilet?!!Dasar idiot, otak mesum, jelek!!"


DUKK


BAAK


Setelah meneriakiku dengan wajah yang kembali merah padam, dia meninju kepalaku sambil menendang tulang keringku dari bawah meja. Aku sontak meminta maaf dan mengelus-elus tulang keringku.


"Hmph!!! Awalnya aku merasa kasihan padamu. Sekarang, tidak lagi. Aku tidak akan memberitahumu!"


Aku menurunkan bibirku sambil mengedikkan bahu, "Kalau begitu...jika kamu tidak ada urusan lagi denganku..."


"Tu-tunggu?! Mau kemana kau?!!"


Aku yang sudah berdiri menunjuk ke arah gedung Unity Academy, "Kembali ke sana? Aku harus membeli seragam yang baru..."


Violeta menarik napasnya sambil menatapku tidak percaya, "Duduk!"


"Umm?"


"Cepat duduk!!!" perintahnya sambil menunjuk kursi yang baru saja aku duduki. Menghela napas, aku kembali duduk dengan tenang dan dia menyilangkan tangannya juga kakinya.


"Kamu terus mengulur-ngulur waktu sekarang. Itu bukan tindakan yang tepat hanya karena tidak ingin mendengarkan apa yang ingin kukatakan, Kyle."

__ADS_1


"Iya, kamu benar...Violeta-senpai," balasku mengangkat kedua tanganku tanda menyerah. Tatapan matanya menjadi serius namun ekspresinya terlihat murung, "Aku yakin bahwa kamu sudah tahu jika ibu tirimu, Ratu Milan Heart menikah lagi."


Mataku kualihkan ke arah langit dan melihat awan bergerak sebagaimana semestinya.


"Lalu?"


"Kyle."


"Aku sudah tahu itu. Lalu?? Kamu ingin aku berbuat apa?!" balasku menatapnya kembali.


"Aku tidak tahu apa yang harus kamu perbuat tapi kamu harus tahu bahwa beliau juga menderita. Untungnya, sekarang beliau sudah bahagia dan mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Sekarang kamu sudah memiliki adik tiri baru, Kyle."


Aku menarik kelopak mataku ke atas, syok dengan berita baru itu. Menegak ludah sambil mengusap-usap tengkuk leherku yang dingin, aku akhirnya membuka mulutku setelah beberapa saat terdiam, "Benarkah? Selamat untuk Ratu Milan kalau begitu..."


Violeta mengambil tangan kananku yang berada di atas meja dan menggenggamnya dengan erat, "Permintaanku adalah...Kyleㅡjika suatu saat nanti...kamu sudah merasa siap...mari kita pergi temui ibu tirimu itu?? Beliauㅡtidak...bahkan aku saja tidak tahu kamu kemana kamu pergi?! Kenapa kamu tiba-tiba menghilang seperti itu?? Katakan padaku. Apa yang sebenarnya sudah terjadi padamu, Kyle?"


Aku menarik tanganku darinya, "Itu... bukan urusanmu, Violeta-senpai. Aku tidak ingat bahwa kita sedekat itu..."


Wajah Violeta semakin murung selama beberapa saat, namun dia menutup matanya dan kembali menatapku sambil tersenyum simpul, "Kamu yakin kita tidak sedekat itu? Bahkan setelah kamu mencuri ciiumaan pertama milikku?? Beraninya kamu, dasar bandit berkedok pengemis."


"?!!"


Melihatku yang tidak bisa membalas kata-katanya, Violeta menopang dagunya sambil mendekatkan wajahnya padaku, yang sontak membuatku bergerak mundur meskipun tahu ada meja di antara kami.



"A-a-apa maksudmu?! Aku tidak paham."


Menyeringai dengan manis, dia memiringkan wajahnya sambil menaruh jari telunjuknya ke ujung biibiirnya, "Aku sangat yakin kamu paham maksudku. Sejak kita bertemu di upacara penerimaan murid baru, kamu terus memasang wajah seram dan kelam seperti 'Jangan dekati aku atau kubunuh kalian semua' seperti itu..."


Seketika aku tertawa kecil mendengarnya mencoba meniru gaya seorang laki-laki dengan memberatkan suaranya, "Ahahaha, memangnya aku menunjukkan wajah seperti itu??" selaku di tengah tertawa sambil menggelengkan kepala.


"Hehehe, Kyle...ingat permintaanku...oke?" dia bertanya lagi sambil tersenyum tipis. Aku mengangguk singkat. Violeta tersenyum sambil menepuk tangannya, "Baiklah... sebenarnya hanya itu yang ingin kukatakan padamu. Selebihnya, jika kamu ingin menceritakan apa yang terjadi padamu...aku ingin mendengarnya...tapi tentu saja aku tidak akan memaksamu untuk bercerita!" sahut Violeta menggelengkan kepalanya.


Melihatnya yang memasang wajah sedikit kecewa seperti itu, "Lain kaliㅡpasti akan kuceritakan," aku jadi memberikannya janji.


"Yang benar?"


"Tentu saja...saat ini, anggap saja aku kelelahan sehabis mendapatkan hukuman."


"Hukuman?!! Apa yang sudah kamu lakukan Kyle?? Bukankah ini baru hari pertamamu di Akademi?!!" Violeta melebarkan matanya sambil bersuara sedikit parau. Kenapa dia khawatir berlebihan seperti itu?


"Tentu saja karena aku senpai -mu, lagipulaㅡ" Violeta mengusap biibiir bawahnya, "ㅡKamu sudah menolongku dua kali. Meskipun salah satunya, kamu sudah menerima bayarannya!"


BAK

__ADS_1


Dia meniinjuu bahuku dengan pelan sambil tertawa-tawa sendiri. Aku hanya meringis ketika mengusap-usap bahuku yang sedikit berdenyut itu, "Ayolah...aku benar-benar tidak sengaja...aku berlari terlalu cepat sehingga salah menebak saat aku harus berhenti..."


"Tetap saja...kamu mengambilnya."


"Lalu, aku harus bagaimana?? Harus aku kembalikan lagi dengan cara yang sama?!"


Violeta terlihat panik dengan wajah memerah padam sebelum langsung menutup mulutnya menggunakan tangannya, "Awas saja kalau kamu berani lagi! Akan kugoreng jantungmu dan kumakan!"


Aku menyeringai sedikit, "Lalu...misalnya kalau aku ingin menunjukkan rasa sukaku, itu juga tidak boleh?"


"Kyle! Berhenti menggoodaa senpai -mu ini!"


"Ahahaha, memangnya kenapa? Toh, bisa saja aku ikut jadi penggemarmu dan akan mengikuti mu kemana-mana."


"Ugh, tolong jangan mengejekku soal itu...mereka benar-benar mengikutiku kemanapun aku pergiㅡbahkan toilet!"


"Kukira kita sudah selesai berbicara soal toilet, senpai ?"


"Uuuuㅡsekali lagi, Kyle. Jika kamu membawa persoalan itu...akan kuambil jantungmu."


"ㅡTapi senpai, sebenarnya kamu juga sudah membawa hatiku, kok."


Balasanku membuatnya terdiam dengan wajah merah merona dan timbul asap dari setiap daun telinganya. Dia termenung selama beberapa saat seperti laptop seken yang kepanasan sebelum dia melompat dari kursinya dan meniinjuu bahuku terus menerusㅡ


BUK BUK BUK BUK


"Kyle!!!"


"Ahahaha!"


Saat aku menertawakannya yang terus memukuliku tanpa hentiㅡsuara seseorang yang memanggil Violeta seketika membuatku berhenti tertawa.


"Violeta!"


"ㅡhm?! Oh! Charlotte!!!" sahut Violeta sebelum dia berhenti memukuliku dan berdiri kembali menghadap ke arah seorang gadis, yang memakai dasi biru sama sepertinya.


Charlotte ? Meskipun dia memiliki nama yang berbeda...


Gadis itu mendekati kami dan membuat mataku menangkap sosoknya dengan begitu jelas, rambut pirang keemasan dengan mata hijau cerah, dia tersenyum manis ke arahkuㅡwajahnya persis seperti dia...


Kepalaku terasa pening hingga membuat duniaku berputar, melihatnyaㅡdisini...


Gadis itu, memiliki wajah yang sama persis dengan wajah mantan istrikuㅡmantan istrinya Kaoru, si ular.


Seketika, pandanganku menjadi gelap.

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2