
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
"Ti-tidakㅡini...bukan salahmu...Kyle !"
...《 Waktu yang tersisa 00:03 》...
"KyleㅡMaafkan aku juga, Kyle !"
Raven langsung memelukku dengan erat sambil membiarkan pedang sihirnya masih tertanam di atas perutku. Ouch.
...「Rasakan itu, dasar bodoh」...
...《 Selamat anda telah menyelesaikan SP - CHALLENGE (Selesai) 》...
...《 Selamat anda mendapatkan Raven's Heart (Kondisi Spesial Terbuka) 》...
...《 Heart yang dimiliki 1 Heart ▲ 2 Heart 》...
...****************...
BUK BUK BUK
"Beraninya kamu membuatku terkejut seperti itu, Kyle! Kembalikan rasa khawatir yang kuberikan padaku! Kembalikan!"
"Kyle, selanjutnya tolong lebih berhati-hati lagi ya. Meskipun kamu ini sangat kuat, kami tidak memiliki hati yang begitu kuat untuk melihatmu terluka seperti itu."
Raven yang berjalan di samping kiriku sedang memukul-mukul pelan bahuku sementara Nina yang berada di samping kananku mengomentari apa yang baru saja kulakukan.
Melihat kami dari belakang, aku dapat merasakan ekspresi kelelahan dari Paman Yuu. Setelah mendapatkan hati Raven, tentu saja, aku langsung melepas pedangnya itu dan menyembuhkan diriku sendiri secepat mungkin. Melihatku yang sembuh begitu saja, wajah Raven seperti menunjukkan 'The F ?!'
Ahahaha, kini dia terus menggerutu karena sudah memaafkan aku begitu saja. Kami berempat, akhirnya sampai di dalam ruangan yang megah dengan hanya satu meja dan beberapa pasang kursi di dalamnya.
"Raven, sepertinya uang yang kuberikan sudah habis, ya?"
Raven bergidik ketika mendengarku mengatakan itu, terburu-buru ia menjawab, "Benar sekali bos! Akuㅡum, sedikit menghabiskannya untuk merenovasi tempat ini..." namun ucapannya dibantah oleh Nina, "Tidak Kyle, dia menghambur-hamburkannya di hari pertama kamu menghilang."
Seperti kalah telak, Raven kini bersandar dengan lemas di atas meja setelah duduk di baliknya. Nina sepertinya terlihat puas. Aku mengangguk dan menaruh beberapa kantung kepingan emas lagi di atas meja. Raven langsung duduk tegap seketika, sambil matanya berbinar-binar melihat uang yang begitu banyak, di atas mejanya.
"Kyle, kamu terlalu memanjakannya."
"Tidak masalah, ini juga ada bagianmu, Nina."
__ADS_1
Diam-diam, dengan tenang Nina mengambil bagiannya sambil mengucapkan terimakasih dengan berbisik. Paman Yuu yang sedari tadi diam akhirnya membuka suaranya, "Tuan...kenapa Tuan terlihat seperti Sugar Candy-nya mereka berdua?"
Tidak-tidak, jika melihat dari umur yang sebenarnya, aku adalah Sugar Daddy mereka semua. Benar tidak Chae Rin?
...「Enyah kau! Itu uangku untukmu!」...
Ahahaha, lucunya. Sini, om peluk.
...「ㅡUrgh」...
Meninggalkan Chae Rin yang bergidik ketakutan, Aku mengambil kursi dan menyodorkannya pada Paman Yuu untuk duduk di sebelahku, "Jadi, Raven...Nina. Maafkan aku sudah datang begitu terlambat. Sekarang, aku akan memberitahukan apa yang terjadi padakuㅡ"
...****************...
"Hari akhir?! Itulah sebabnya kamu ingin pergi ke Unity Academy?"
"Benar."
Dengan air muka tegang, Raven bertanya padaku setelah aku sudah mengatakan semuanya. Aku juga memberitahukan soal hari akhir dimana Ratu Iblis akan melawan seluruh umat manusia di permukaan Cyrus ini. Nina terdiam sedangkan Paman Yuu juga ikut termenung, meskipun dia sudah tahu terlebih dahulu dengan Valeria.
"Meskipun, aku sangat yakin bahwa kita dapat mengumpulkan banyak pasukan terkuat, menambah kawan dari Unity Academy juga bukan hal yang buruk. Aku setuju, Kyle. Apa aku juga perlu ikut mendaftar?"
Pertanyaan dari Raven lagi kini membuat Nina berkomentar, "Mohon untuk Nona Raven lebih sadar umur lagi, ya."
Nina menoleh ke arahku, kini wajahnya berubah menjadi khawatir, "Tapi, Kyle...jika kamu masuk ke akademi itu...kamu akan berada di posisi apa? Meskipun... keluargamu dipandang sebagai pahlawan...kamu..." dia berhenti melanjutkan ucapannya.
"Tidak masalah, meskipun aku masih menggunakan nama Heart, aku akan mengatakan bahwa aku adalah seorang pengemis di bawah naungan Red Eye Gang."
"Tetapi..." Nina berbisik.
"Ohhh, kamu bekerja di bawahku, Kyle?!" Raven dengan bersemangat berceletuk sambil melompat kegirangan, aku menepuk bahu Nina dengan pelan, "Tidak perlu khawatir, lagipula mereka memang tidak akan memberikan perhatian khusus hanya karena aku mantan pangeran, bukan?"
"Tapi, bukannya Tuan Kyle juga sekarang bisa dibilang calon Raja di Kerajaan Joker?" pertanyaan Yuu membuatku terdiam.
"Oh, iya. Kyle kamu bertunangan dengan Tuan Putri di Kerajaan Joker ya..." gumam Nina dan Raven disaat bersamaan. Wajah mereka tersenyum tetapi matanya tidak.
"Tenanglah kalian berdua, Kerajaan Joker adalah rumah kita sekarang. Nanti, aku akan memperkenalkan kalian pada Valeria."
TOK TOK TOK
Pintu ruangan diketuk dari luar, Raven meminta orang itu masuk dan muncullah Night. Dia memandang kami, kemudian matanya terhenti padaku.
__ADS_1
"Tuanku!!! Anda masih hidup!"
Night melompat dan langsung memelukku, aku memeluknya balik sambil menepuk punggungnya saat mengetahui dia menangis tersedu-sedu di pundakku.
"Tunggu! Kyleㅡaku melupakan keberadaan Ratu Heart...Ratu Milan masih berada di Kerajaan Club," sahut Nina yang membuat Night berhenti menangis dan berdiri tegap seperti tidak ada yang terjadi. Paman Yuu menepuk-nepuk pundaknya dengan simpati.
"Kudengar, beliau sudah memiliki keluarga baru?" Night mengatakan itu dengan berhati-hati sambil mencoba melihat ekspresi ku. Aku sedikit syok, empat tahun... empat tahun dan ibu tiriku dengan mudahnya memiliki keluarga baru disana?
Oh, Kakakku Myles. Maafkan aku.
"Tidak, biarkan saja Ratu Milan melanjutkan hidupnya menjadi seorang bangsawan biasa. Aku tidak akan membangun kembali Kerajaan Heart, sehingga dia tidak perlu mengakui ku sebagai anak tirinya," ucapanku terdengar dingin meskipun aku mencobanya membuat terdengar ringan.
Mereka semua hanya terdiam, aku menyadari bahwa Night belum tahu tentang apa yang kuceritakan sebelumnya, jadi aku menceritakan lagi padanya soal apa yang terjadi padaku dan hari akhir.
Sepertinya aku akan menjadi pendongeng yang handal di kemudian hari. Buktinya, Night mendengarkanku begitu seksama sampai dirinya hampir tertidur. Namun, begitu hari akhir disebutkan, dia langsung berdiri tegap seperti pelatih tentara di Kerajaan Heart.
"Tunggu, Nina...Gregory bagaimana? Xarx juga? Kuharap mereka berdua baik-baik saja?"
"Gregory...terakhir aku ingat beliau kembali ke kampung halamannya di Kerajaan Diamond."
Huh? Kakek Gregory sebenarnya adalah anak bangsawan yang kaya dan kabur dari rumah untuk menjadi tentara di Kerajaan lain?!
Kenapa ceritanya malah lebih dramatis daripada jalan hidupku?!
"Kalau Xarx, dia masih membuka bisnis perbudakannya di sini, di Kerajaan Spade."
Untunglah Xarx masih hidup, meskipun aku mengetahuinya dari status hubungan, tetapi akan terasa sangat menyedihkan jika aku tidak melihat bagaimana dia membuat api dari telapak tangannya lagi.
Aku menganggukkan kepalaku mendengar laporan dari Nina dan Raven. Kemudian, kami terus berbincang-bincang sampai aku juga menyampaikan pada Night, bahwa aku akan mendaftarkan diri sebagai murid di Unity Academy. Night menganggukkan kepalanya untuk mengamini ku sebelum dia tertegun.
Aku bertanya mengapa dia tiba-tiba tertegun.
Dia menjawabku dengan ragu, "Maafkan saya, Tuanku...tapi sepengatahuan saya... bukannya pendaftaran murid baru di Unity Academy sudah berakhir seminggu yang lalu???"
Paman Yuu yang mendengarnya langsung terpekik, seperti baru ingat sesuatu, "ARGHH! AKU LUPA KALAU PENDAFTARAN MURID BARU UNTUK RAKYAT BIASA DITUTUP LEBIH AWAL DARIPADA ANGGOTA KERAJAAN!!!"
Aku mengerutkan alis mataku ke arah dua pria dewasa yang rupanya salah satunya sedikit pikun itu, sambil menghela napas berat dan menopang dahiku menggunakan telapak tanganku.
Oh, yang benar saja ?!
......................
BERSAMBUNG..
__ADS_1