CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 28. No Vacay, Only Preparation! 《 I 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Tiga detik berlalu dan akhirnya Valeria melebarkan senyumannya hingga gigi putih kecilnya muncul sambil membuka kelopak matanya secara perlahan seakan mencoba membuat efek dramatis. Dia mengangkat genggaman tangan kami ke depan dan menjawab dengan nada riang.


"Perkenalkan wargaku di Kota Joker yang tercinta. Anak laki-laki ini adalah Kyle Heart, pasangan sekaligus tunanganku !"


Hening.


Ah, aku ingin lari dari tempat ini.


...****************...


Lebih dari dua puluh pasang mata kini tengah memandangiku dari atas ke bawah. Aku tetap diam dan tidak memasang ekspresi apapun di wajahku sebisa mungkin.


Hanya keringat dingin yang mengalir deras dari tengkukku. Anggap saja ini sedang presentasi soal desain baruku di depan klienㅡiya, anggap saja begitu.


Setelah itu para klien akan melempar lembar portofolio desainku dan mengatakan "AKU SUDAH SERING MELIHAT YANG SEPERTI INI. KAMU DIPECAT !!!"


Setidaknya, tangan hangat yang menggenggam telapak tanganku di sebelah kiri ini terus menggenggamku dengan erat.


Melihat semuanya hening, Valeria memecahnya dengan senyuman manis, "Aku harap kalian semua akan mendukung kami berdua. Terimakasih banyak. Baiklah, Pak Walikota sebaiknya kita memulai pertemuan ini. Karena aku masih anak kecil disini, mohon Pak Walikota saja yang memimpin pertemuan ini seperti biasanya."


Pak Walikota yang terkejut karena dirinya tiba-tiba disebutkan oleh Valeria langsung berdeham dengan keras dan memusatkan dirinya ke tengah para warga. Hampir semuanya mulai memperhatikan Pak Walikota, namun masih ada beberapa yang melirik ke arahku dan terus berbisik-bisik.


Aku melirik ke arah Valeria yang masih memandang ke depan dengan senyuman lebar sama seperti sebelumnya. Menyadari tatapanku, dia melirik ke arahku dan mengedipkan sebelah matanya sambil menggumam, "Maaf~"


Chae Rin, bagaimana menurutmu ?


...「Tentu saja, Host. Aku tidak peduli」...


Hm, apakah ada fitur yang membuat rasa anxiety, rasa kuper diikuti insecure ini hilang tidak berbekas, Chae Rin? Sepertinya aku sangat membutuhkannya...


...「Meskipun fitur itu ada, aku tidak ingin memberikannya padamu, Host」...


Hm...benar juga. Tidak perlu, Chae Rin. Aku paham maksudmu. Perasaan semacam itu sangat dibutuhkan agar manusia sadar akan batas yang dimilikinya...


...「Sebenarnya, aku tidak memberikannya karena aku memang tidak menyukaimu, Host」...


Memangnya, siapa juga yang butuh rasa suka darimu ya, Lady Chae Rin?


...「Jelas sekali Host sangat membutuhkanku」...


Aku mendengus pelan dan berterima kasih padanya atas pengalihan fokusku. Berkat Chae Rin, perasaan seperti ingin lari dari pandangan orang-orang sedikit berkurang. Kini semua orang sudah memperhatikan Pak Walikota dengan seksama jadi aku ikut mendengarkan apa yang sedang ia katakan.


"Baiklah, dalam acara Festival Musim Gugur ini, selain acara perlombaan hasil panen terbaik, kita akan merayakan pertunangan Tuan Putri kita, Putri Valeria Joker dengan pesta besar dan megah! Istana Kerajaan Joker akan terbuka untuk seluruh kalangan!!"


"OHHHHHHH !!!!!"


Warga mulai berteriak dengan bersemangat, beberapa gelandangan dan pengemis mulai ikut berkumpul dari paling belakang barisan warga yang sudah berkumpul sejak tadi.


Ujung mataku menangkap sosok Yuu yang juga terkejut melihatku. Terlebih ketika dia membawa matanya ke arah tanganku yang masih menggenggam telapak tangan Valeria.


Tak lama kemudian, Yuu langsung tersenyum aneh padaku. Sungguh, mengapa dia harus tersenyum seperti itu? Astaga !


Valeria mengangguk-anggukkan kepalanya seperti mengamini ucapan Pak Walikota. Melihat Valeria yang menyetujuinya, Pak Walikota melanjutkan,

__ADS_1


"Tentu saja dalam pesta ini, para hadirin diperkenankan mendapatkan pakaian yang pantas untuk masuk ke dalam Kerajaanㅡ"


Aku langsung mengangkat tanganku yang tidak menggenggam tangan Valeria dan semua orang terdiam begitupun dengan Pak Walikota yang menoleh karena bingung mengapa semua orang menjadi hening ketika melihat ke arahku. Valeria memandangiku sambil memiringkan kepalanya.


Aku menarik napasku dan memandangi mereka semua dengan setenang yang kubisa.


"Sebagai tunangan Tuan Putri Valeria, saya Kyle Heart akan membayar semua biaya terkait kelancaran festival ini! Begitupun para kalangan yang bukan bangsawan, akan saya sediakan pakaian serta biaya bonus untuk menunjukkan rasa terimakasih saya pada kalian semua, selaku warga Kerajaan Joker yang menerima Tuan Putri Valeria dengan baik terlepas keterbatasannya! Akan aku bayar SEMUUUUAAAANYAAAAH!"


"OHHHHHHHHHHHHHHHHH !!!!!!!"


Semua warga langsung bersorak-sorai kegirangan. Yuu juga ikut bertepuk tangan diantara para warga yang bahagia dan bersiul siul. Hanya kumpulan para bangsawan saja yang menatapku dengan dingin.


Ah, aku mencium bau-bau drama baru disini.


Valeria tersenyum padaku dan mendekatkan bibirnya ke telingaku sebelum berbisik, "Kamu yakin akan menghambur-hamburkan uangmu itu? Aku juga memiliki uang loh, kamu tidak perlu repot-repot, sayang~"



Bahuku bergidik mendengarnya dan aku menahan tanganku yang ingin mengusap wajahku dengan cepat hingga wajahku dapat menghilang sepenuhnya. Aku yakin dia dengan sengaja mengatakan panggilan manis seperti itu untuk menunggu reaksiku, meskipun dari wajahnya yang terlihat sangat malu oleh dirinya sendiri.


"Begitulah para wargaku sekalian sekaligus dengan para donatur. Anda dapat berdonasi untuk memberikan dana tambahan. Selanjutnyaㅡ" suara Pak Walikota mulai tenggelam oleh antusiasme para warga yang mulai berbisik-bisik tentangku yang merupakan anak kecil berusia kurang dari 18 tahun memiliki uang.


Mereka mulai ragu jika aku benar-benar memiliki uang dan sebenarnya akan menipu mereka dan Valeriaㅡakhirnya satu orang mengangkat tangannya.


Seorang pria paruh baya mirip seperti mendiang Pak Sebastian tercinta namun lebih muda sedikit, berdiri diantara keluarga bangsawan. Suaranya menggelegar bahkan mengalahkan suara santai Pak Walikota.


"Saya dengan tegas, menentang anak laki-laki disana yang mengaku dirinya sebagai Kyle Heart menjadi tunangannya Tuan Putri Valeria!!! Sebagai Adipati Jokyo, saya sangat menentang pertunangan ini!!!"


Jokyo? Jokes on you, Mister?


...「Host, mohon lebih serius lagi」...


"Benar sekali, bagaimana jika anak laki-laki itu benar-benar Kyle Heart dan membawa malapetaka di Kerajaan Joker kita?"


"Kudengar Kyle Heart sudah membunuh seluruh anggota keluarganya dan melenyapkan Kerajaannya sendiri."


Terdengar sahutan seseorang yang mengatakan itu dan langsung ditanggapi dengan suara terkesiap dari beberapa warga. Mereka mulai terlihat marah dan ikut bersuara hingga menjadi sangat ricuh. Pak Walikota mencoba menenangkan mereka semua dengan ikut berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Tenang! Saya harap tenang, Para warga Kota Joker sekalian!!" teriaknya sebelum mengelap dahinya dari keringat yang bercucuran. Teriakannya tidak digubris, suara Adipati Jokyo terdengar lagiㅡ


"Warga-wargaku yang tercinta!!! Anak laki-laki itu pasti sudah menyihir Tuan Putri kita dengan kekuatan Dark Magic yang dia miliki! Sebaiknya kita bertindak sebelum Kota dan Kerajaan kita lenyap seperti yang terjadi pada Kerajaannya itu! Mari kita lenyapkan anak itu!"


"Iya! Ayo kita lenyapkan malapetaka itu!"


"Seharusnya anak itu tidak dilahirkan ke dunia ini! Dia benar-benar membawa malapetaka!"


Ah, apakah ini semua terjadi saat aku berniat membantu para gelandangan untuk dapat hadir dengan layak di pesta pertunanganku?


...「Tepat sekali」...


Benar-benar menyedihkan.


Apa yang harus kulakukan? Menghilang begitu saja dengan teleport kembali ke pulau utama? Kemana? Ke markas utama Raven di Kerajaan Spade? Meskipun aku sangat ingin melakukannya, apakah dengan semudah itu aku, meninggalkan Valeria disini begitu saja?


Aku senang lari dari masalah, tapi aku tidak senang jika harus mengingkari janji dan menyakiti perempuan walaupun perempuan itu misalnya bertingkah seperti ular ㅡOuch !


"Tuan Putri Valeria! Apakah Tuan Putri di sihir oleh anak laki-laki itu?! Apakah dia melakukan sesuatu terhadapmu, Tuan Putri?!!" teriak salah satu warga yang berada di depan Yuu. Kali ini, Yuu terlihat mengerutkan dahinya saat melihatku namun aku tahu itu bukan tatapan kebencian. Dia terlihat ingin khawatir namun menutupinya seakan marah untuk mengikuti para warga lainnya.

__ADS_1


"Percuma saja jika kita bertanya pada Tuan Putri Valeria, dia pasti sudah disihir oleh anak laki-laki yang merupakan bajingan itu! Sebaiknya kita pisahkan mereka berdua!!!"


Adipati Jokyo mengatakan hal itu dengan suaranya yang semakin bersemangat dan menggebu-gebu hingga wajahnya memerah, ketika semua orang sibuk mengutarakan pendapat mereka, Bapak tua sialan itu langsung menyeringai sesaat dan kembali memasang ekspresi marah.


Apa yang terjadi jika aku menggunakan GG GOD MODE dan membuat mereka semua melupakan diriku? Aku akan membuat semuanya, bahkan semua jajaran The Girls yang berbaris rapi melupakanku...


...「Meskipun itu terjadi, Host. Host tetap harus menghadapi akhir dunia ini dan melawan Raja dan Ratu Iblis jika tidak, Host akan dipastikan mengulang kehidupan ini lagi」...


Hah?! Kenapa aku baru mendengar itu?


...「Mohon maafkan atas ketidaknyamanan nya」...


Chae Rin, kamu sepertinya lupa tentang itu.


...「Bukan salahku, Penguasa Alam sepertinya baru saja membuat regulasi semacam itu」...


Baru saja? Maafkan aku penguasa alam, tapi kenapa kamu terdengar sangat asal-asalan?!


...「Begitulah, mohon toleransinya Host」...


Aku mengerutkan dahiku ketika Adipati Jokyo mulai memerintah semua warga yang berhasil menurutinya untuk segera memisahkan ku dari Valeria.


Mereka mulai berjalan mendekati kamiㅡ


"Tunggu! Mereka hanyalah anak kecil, walaupun mereka adalah orang dengan kekuasaan tertinggi disini. Mohon jangan bertindak gegabah yang menyangkut keselamatan dari Tuan Putri Valeria!"


Pak Walikotanya mulai berdiri di hadapan kami berdua untuk melindungi kami dari para warga yang berjalan mendekati kami. Ah, jasamu akan aku ingat pak, ternyata ada juga yang memihak kamiㅡ


"Sepertinya Pak Walikota kita juga sudah disihir oleh anak Bajingan itu! Ayo kita singkirkan dia!" teriakan Adipati Jokyo itu menggema ke penjuru halaman sehingga semua orang mendorong dengan kasar Pak Walikota yang tidak sempat kuingat namanya terjatuh ke atas tanah.


"Ayo! Kita singkirkan anak laki-laki itu terlebih dahulu agar Tuan Putri Valeria dapat diselamatkan oleh Bapak Pendeta!"


Ketika beberapa warga itu mulai mengangkat tangannya untuk menyentuh kamiㅡ


BBBBLLLAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRㅡ


Hm, dia marah.


Seketika, Valeria mengeluarkan api yang meledak dengan sangat keras dari belakang kami. Tentu saja aku, dirinya dan para warga lainnya tidak terluka maupun terkena imbas dari ledakan Flame Magic tingkat tinggi itu.


Wajah yang sebelumnya dipenuhi dengan senyuman manis kini menjadi hilang tak berbekas. Kelopak matanya terbuka, menatap satu persatu dari semua orang yang terdiam melihatnya dengan wajah pucat pasi.


Tatapannya berhenti tepat di Adipati Jokyo yang sudah meringkuk kan badannya sedikit.


"Saya harap Pak Jokyo berkenan untuk mengulang lagi ucapan bapak barusan? Sepertinya saya tidak mendengarkannya dengan sangat jelas karena itu semua terdengar seperti omong kosong." Dia tersenyum tipis. Bahkan suaranya sangat tenang dan mengalir seperti air sungai.


GLEK


Di tengah keheningan, hanya suara aku yang sedang menegak ludah terdengar begitu aku melihat kondisi hati dari Valeria.


...「My Heart Status」...


...< Nama: Valeria Joker >...


...< Perasaan saat ini : Amarah, Dendam, Hasrat Membunuh, Kebencian >...


Kuharap, dia tidak akan melenyapkan seluruh warganya dengan melakukan ritual pengorbanan secara massal.

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2