
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
"Maafkan saya Tuan... sepertinya ini adalah waktu yang sangat tepat untuk saya mengundurkan diri dari pekerjaan ini..." ucapnya dengan tenang sambil mengangkat pedangnya ke arah goblin itu yang sudah mulai tertawa lagi padanya.
Berbeda dengan luarnya yang tenang, hatinya terus berteriak dengan liar dan penuh dengan rasa panik...
Aduh, ini benar-benar gawat...pikirnya.
...****************...
"Oke, sekarang lu mau bawa gue kemana? Kapan gue bisa balik? Gue tau gue tahanan lo, budak lo...tapi lo ga bakalan apa-apain gue kan?" sahut Bianca yang berjalan di sampingku. Beberapa pasang mata terhenti melihat Bianca namun mereka kembali berjalan saat melihat ada kalung budak di sekitar lehernya. Meskipun pada awalnya aku meminta Xarx untuk tidak memakaikannya, balasan dari Xarx justru membuatku terdiam.
"Begini Tuanku, jika dia tidak memakai kalung budak, itu berarti dia harus memiliki dokumen bahwa dia adalah warga dari Kerajaan Heart. Jika dia budak hal semacam itu tidak terlalu penting dan keberadaannya yang aneh dan langka ini tidak terlalu berharga karena dia hanya budak." Itulah ucapan Xarx sambil menggosok-gosokan telapak tangannya seakan ingin membuat api unggun secara manual di tengah hutan belantara.
Merasa akan sangat merepotkan jika harus menggunakan GG GOD MODEㅡtunggu. Sistem, apakah aku bisa memulangkan Bianca dengan GG GOD MODE ?
...「Tentu bisa」...
Benarkah? Kalau begitu, aku akan memulangkannya sekarang...
Aku menarik tangan Bianca dan membawanya ke tempat yang sepi begitupun dengan Raven dan Nina yang mengikuti kami berdua. Bianca mencoba melepaskan tanganku dari lengannya, "Lo jangan berani-berani buat nyerang gue disini nantiㅡ"
"Gua bakal kirim lo pulang," aku memotong perkataannya dan dia melongo padaku. "Tunggu, lu bisa bahasa gue?" tanyanya dengan mata terbelalak, aku hanya mengibaskan tanganku ke arahnya dan menyalakan GG GOD MODE sebelum mengirimnya kembali ke dunia nya.
Seperti ninja yang menghilang, kini hanyalah kepulan asap yang ada di tempatnya berdiri sebelumnya. Raven dan Nina saling melihat satu sama lain dan melihatku, "..apa...apa yang kamu lakukan, Akai? Apa kau membunuhnya menjadi kepulan asap?!" teriak Raven dengan histeris. Nina menatapku dengan dingin, "Meskipun aku sedikit merasa kesal bahwa akan ada wanita baru di kelompok kita, kurasa tindakanmu kali ini sedikit kejam..."
Apa yang mereka katakan? Apa mereka mengira aku membunuh Bianca? Ahahahaㅡ
"Tenang, aku hanya menyerap jiwanya agar levelku bertambahㅡWAAHH aku hanya bercanda Nina! Raven?!" awalnya aku hanya ingin bercanda namun ketika mereka berdua mulai mengeluarkan senjatanya, aku dengan cepat berkelit dan meminta maaf.
"Ohh, jadi kamu memulangkannya ke tempat dimana dia seharusnya berada?" ulang Raven sambil mengangguk setelah aku menjelaskan soal itu padanya dan Nina. Sebelum Nina membuka mulutnya tiba-tiba sebuah sihir pelindung transparan berwarna gelap mulai terbentuk di langit-langit. Kami mendongak dan Nina langsung menyadarinya, "Ini...sihir dari Nyonya Karina...apakah kita diserang?!"
Aku bersama Nina langsung pamit dari Raven yang juga akan segera kembali ke markasnya. Sesampainya di Kerajaan, beberapa pelayan dan prajurit terlihat sibuk berjalan kesana kemari. Aku melihat ibuku yang sedang berdiri di tengah halaman kastil sambil mulutnya berkomat-kamit merapalkan mantra. Diam-diam...mungkin akan ibu sadari..tapi itu sangat tidak mungkin, aku membantunya membangun kubah pelindung di sekitar seluruh kerajaan lebih kuat lagi.
Sesaat ibuku membuka matanya dan melihat ke arahku yang sudah berjalan masuk ke area kamarku. Untung saja tidak terlihatㅡ
...「Peringatan!」...
...《 Salah satu teman Host mengalami luka yang cukup berat "Gregory" ( Potensi kematian 89%) 》...
...《 Waktu yang tersisa 00:20 》...
...《 Waktu yang tersisa 00:19 》...
Melihat waktu yang berjalan mundur dan tiba-tiba melihat notifikasi itu, aku langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi dan teleport langsung di mana Gregory berada.
...《 Waktu yang tersisa 00:18 》...
Aku sampai di tengah padang rumput dekat dengan Dark Forest, begitu aku membalikkan badankuㅡ
...《 Salah satu teman Host mengalami luka yang cukup berat "Gregory" ( Potensi kematian 93%) 》...
...《 Waktu yang tersisa 00:17 》...
Tubuh Gregory sudah dikerubungi oleh kawanan goblin namun dia mendorongnya lagi sebelum dikerubungi lagi. Aku langsung berpindah tepat di samping Gregory yang terkejut dengan kehadiran ku. Sebelum membiarkan nya membuka mulut, aku langsung mengeluarkan Dark Soul Slasher dan mengayunkannya ke para kawanan goblin itu. Mereka langsung berteriak dan mengerang saat kepulan asap hitam menarik jiwa-jiwa mereka dan dihisap oleh pedangku.
...《 Waktu yang tersisa 00:15 》...
..tunggu, bukankah itu berarti aku yang menyembah Ratu Iblis sekarang ?
...《 Waktu yang tersisa 00:13 》...
Berusaha untuk tidak memikirkan itu, aku langsung mengayunkan lagi pedangku ke seluruh area sekitar Gregory yang sudah jatuh terduduk namun dia berdiri lagi sambil menatapku dengan nanar, "Tuan, bagaimana Tuan tiba-tiba disini? Sekarang tempat ini sangat berbahayaㅡ"
...《 Waktu yang tersisa 00:11 》...
BUMMMMMM
Groaaaaaaaa, teriakan Golem yang hanya berdiri di antara pepohonan di Dark Forest tiba-tiba menggema dan satu persatu mereka mulai berjalan ke arahku. Disaat bersamaan, beberapa kawanan goblin mulai bermunculan lagi dan mulai berlari ke arahku.
...《 Waktu yang tersisa 00:09 》...
Aku menoleh ke arah Gregory yang sudah pucat pasi, "Maaf ya," bisikku. Saat Gregory akan membuka mulutnya aku langsung mengirim tubuhnya ke wilayah kastil dan berharap dia akan baik-baik saja setelah ditemukan oleh pelayan lainnya.
...『SP - CHALLENGE』...
...《 Membunuh semua monster yang tersisa 》...
__ADS_1
...《 Waktu yang tersisa 00:08 》...
...《 Waktu yang tersisa 00:07 》...
Ohh, apakah ini tantangan ?
Bahkan cheater mendapatkan tantangan..
Aku menarik napas dan melihat bagaimana seluruh goblin yang entah ada beribu-ribu banyaknya dan puluhan Golem yang berjalan ke arahku dengan cepat.
...《 Waktu yang tersisa 00:06 》...
Pikiranku terpusat pada aliran sihir yang mengalir dari darahku, rerumputan, dan udara. Pandangan ku menjadi semakin tajam dan pedang Dark Soul Slasher terasa ringan di tanganku. Ku pusatkan aliran sihir ke atas bilah pedangku sebelum aku mengambil kuda-kuda. Ketika semua monster monster itu sudah hampir 10 meter dariku ...
...〈 DARK SOUL SLASHER - V1 〉...
...〈 Reverse Space Magic 〉...
Kepulan asap yang kini menjadi cahaya hitam legam menutupi penglihatan ku namun aku tetap dapat melihat para monster itu terlihat ragu. Aku tidak memberikan waktu untuk mereka melarikan diri dengan mengayunkan pedangku dari kiri ke kanan secara cepat.
...《 Waktu yang tersisa 00:05 》...
SWISH
Jika dilihat dari pandangan orang lain, aku hanya mengayunkan pedang ke angin...padahal sebenarnyaㅡ
ARRGGGGHHHHH
Keeeeekkkkkkkkkkkㅡ
BAAMM BAAAMMM BEDUMMM
Semua tubuh monster itu tiba-tiba sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian, bahkan tubuh Golem yang berupa batu itu berjatuhan hingga menimbulkan gempa sesaat. Aku terengah-engah karena sudah hampir menggunakan semua mana yang ada di dalam darahku sambil melihat notifikasi baru di jendela transparan yang sudah menjadi sahabat karibku..
...《 Selamat anda telah menyelesaikan quest SP - CHALLENGE (Selesai) 》...
...《 Selamat anda mendapatkan gerakan baru〈 DARK SOUL SLASHER - V1 〉 》...
...《 Selamat anda telah menyelamatkan teman anda.〈 Reverse Space Magic 〉 terbuka 》...
Setelah hampir merasa ingin pingsan, aku langsung teleport kembali ke kamar mandi dan segera berbaring ke atas kasur. Nina yang awalnya ingin bertanya langsung membiarkan ku tertidur dan menyelimuti tubuhku dengan pelan.
Hampir saja...Gregory akan...
...****************...
Menarik.
Sangat menarik.
Rencanaku berhasil, pikir Aria sambil duduk pada ranting di pohon dan memandangi padang rumput yang kini tersisa bekas tubuh mayat dari para monster yang menjadi pasukan palsu dari Ratu.
Ini semua bermula dari King Orc yang sudah mulai ingin membunuh dan menyerang kota manusia. Menurutnya, Kerajaan Heart adalah sasaran yang paling empuk karena selain dekat dengan Dark Forest, manusianya tidak memiliki kekuatan sebesar dari manusia yang berasal dari Kerajaan Spade.
Ratuku benar-benar sangat baik, pikir Aria karena membiarkan King Orc itu pergi sendiri sesuai dengan keinginannya sendiri yang walaupun terdengar bodoh malah menjadi rencana yang sangat sempurna.
Melihat pasukan manusia yang sudah selesai melawan King Orc itu terlihat bahagia dan seakan sudah menang, membuat diri Aria menjadi sedikit kesal. Akhirnya, dia meminta Ratu untuk mengirim beberapa monster lainnya. Meskipun pemberian Ratu sedikit dibandingkan yang diinginkan Aria, betapa menyenangkannya bagi Aria melihat manusia-manusia itu di habisi oleh para monster...kecuali satu orang.
Seorang pria tua yang hampir meregang nyawanya namun tetap berdiri di tempatnya. Aria sempat berpikir apakah manusia itu yang berhasil mengambil kutukan dari sang Ratu.
Akan tetapi setelah melihat pria tua itu kelelahan dan bahkan termasuk kategori lemah, Aria mulai menganggap bahwa orang yang dia cari tidak mungkin berasal Kerajaan Heart yang lemah sampaiㅡ
Kedatangan salah satu individu yang tidak diduga. Seorang anak kecil, rambutnya berwarna hitam legam begitupun dengan pakaiannya. Sejak kapan anak itu disana, pikir Aria yang kebingungan. Namun, begitu anak itu tiba-tiba berada di samping manusia tua itu, akhirnya Aria sadar. Anak manusia itu memakai sihir portal kemana saja...tanpa menggunakan item apapun.
Aria bangkit dari tempat duduknya dan kini berdiri di atas rerantingan pohon, Aria benar-benar membuka 'matanya', untuk melihat apakah dia berhalusinasi atau tidak.
Oh, Ratuku !, Aria terkesiap dan juga terkesima saat melihat anak itu menghilang kan manusia tua tadi, sepertinya dia mengirim manusia itu pergi dari tempat ini. Setelah itu, anak manusia itu menggunakan pedang yang tadi gunakan dan Aria terkejut lagi. Itu adalah pedang yang sengaja disimpan oleh salah satu rekannya agar pengguna pedang itu adalah orang yang ingin mendapatkan kekuatan dari Iblis untuk melawan manusia... kenapa anak itu membawanya untuk membunuh monster?!
Apakah dia sebenarnya akan melawan Ratuku?!, Aria mulai geram namun dia berusaha menenangkan emosinya sebelum Ratu Iblis tahu akan hal ini...
Tindakan selanjutnya dari anak itu sungguh benar-benar di luar dugaan Aria.
Aria berpikir anak itu akan membunuh satu persatu monster untuk mengumpulkan jiwa-jiwa monster itu ke dalam pedangnya, ternyata tidak. Hal yang anak kecil itu lakukan adalah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya di dunia manusia, maksud Aria adalah...hanya Ratu Iblis dan Raja Iblis lah yang dapat dengan mudah menggunakan gerakan Dark Soul Slasher.
Ketika semua monster itu sudah mati, Aria mengikuti anak itu dan ternyata anak itu adalah Pangeran Kedua dari Kerajaan Heart. Pangeran yang dikatakan membawa petaka ke dunia manusia. Pangeran manusia yang terlahir dari...seorang Dark Witch.
Sungguh menarik...
Aria merasa dirinya sangat terhibur dan dengan cepat dia terbang menuju Kastil Kegelapan dimana Ratunya menunggu apa yang sudah ia lihat dan dapatkan.
...****************...
__ADS_1
Semenjak saat itu, tidak ada lagi serangan tiba-tiba dari sekumpulan monster. Akan tetapi, dampak akibat kemunculan monster-monster tersebut membuat setiap orang semakin kalang kabut. Berita dan rumor mengenai kemunculan dan bangkitnya Ratu Iblis menjadi topik sehari-hari yang di bicarakan oleh setiap orang. Berkat hal itulah, semakin hari orang-orang menjadi semakin penuh waspada dan tak jarang mereka mulai meninggalkan kota Heart menuju kota Spade.
Raja Grim tidak bisa melakukan apapun melihat para warganya tidak percaya dengan kemampuannya untuk melindungi mereka dari sekumpulan Iblis. Dark Witch, Karina mampu membuat sihir pelindung namun sepertinya karena dia waktu itu menggunakan seluruh kemampuannya, sihirnya melemah dan Karina berpikir waktunya sebagai Dark Witch akan berakhir dan dia akan berubah menjadi manusia biasa tanpa sihir.
Ditengah kekacauan itu, Kerajaan Club dan Kerajaan Diamond membuka pintu mereka lebar-lebar untuk menerima pengungsi dari Kerajaan Heart yang tidak sanggup lagi hidup di bawah kekhwatiran akan diserang oleh kawanan monster lagi.
Kecil kemungkinannya namun tetap ada, aku merasa bahwa Kerajaan Heart ini akan segera hancur... melihat bagaimana para warga yang sebenarnya sudah membenci Raja Grim dan kehadiran Karina membuatnya semakin dibenci oleh setiap orang di Kerajaan Heart.
Apakah aku akan berhenti menjadi Pangeran?
Seiring berjalannya waktu, aku tetap berlatih bertarung dengan Nina dan Raven, terkadang bersama dengan Night dan semua anggota dari Red Eye Gang yang sudah beribu-ribu orang yang sangat kuat. Pada akhirnya, ketika aku berjalan ke kota, hampir seluruh penghuninya adalah anggota dari Red Eye Gang karena hanya mereka saja yang tetap tinggal dan tidak mengungsi ataupun pindah dari Kerajaan Heart.
Bahkan Xarx memutuskan untuk mengikuti ku dan tetap berada di Kerajaan Heart meskipun para pengikutnya mengajak dirinya untuk pindah ke Kerajaan Spade.
Waktu terus berlanjut, hingga akhirnya aku sudah menginjak usia 9 tahun. Usia dimana ulangtahun ku seharusnya diselenggarakan. Menurut ayahku, acara ulangtahun ku akan tetap diselenggarakan meskipun tidak akan ada orang yang datang karena ketakutan. Namun aku menolak pada ayah dan ibu untuk menyelenggarakan pesta ulangtahun ku secara terbuka dan hanya menginginkan dilaksanakan secara tertutup khusus anggota keluarga Kerajaan saja.
Mereka terlihat kebingungan dan sedih pada awalnya, akan tetapi pada akhirnya aku dapat meyakinkan mereka. Begitulah, selama beberapa tahun aku tidak mendapat gangguan apapun dan terus menjalani hidupku seperti biasa dengan Nina, Sebastian, Raven, Night dan Red Eye Gang.
Bagaimana dengan nasib Gregory ?
Karena kejadian saat itu, mata sebelah kanan Gregory lumpuh dan dia tidak dapat lagi turun ke medan perang sehingga akhirnya dia pensiun dari Komandan prajurit kavaleri pasukan pertahanan Kerajaan.
Meskipun sedikit sedih karena sudah lama tidak melihatnya di dalam kastil, ini masih lebih baik daripada melihat nya sudah tiada.
Hari yang ku tidak pernah tunggu pun tiba.
Hari keberangkatan ku menuju Sekolah Khusus Pelatihan Perang. Sekolah yang khusus untuk anak laki-laki dan akan dipenuhi oleh anak laki-laki.
Nina awalnya sudah merasa sedih begitupun dengan Raven. Namun aku sudah memberikan mereka jimat yang dapat melindungi mereka dan mungkin akan sesekali mengunjungi mereka jika aku bisa melakukannya tanpa ketahuan.
...「Tentu saja Host dapat melakukannya」...
Iya, tapi bagaimana jika ada orang yang menyadari aku menghilang dan mengadukannya pada pihak pengajar atau semacamnya? Apa aku harus langsung menggunakan GG GOD MODE ?!
...「Tentu saja」...
Haah, kita lihat saja nanti ya...Sistem.
...「Saya dengan senang hati akan terus menanti saat Host akan menggunakan GG GOD MODE secara penuh」...
Meninggalkan suara itu jauh di belakang kepalaku, saat ini pun tiba..
Sebelum sarapan, aku berpamitan pada Nina yang berusaha menahan ekspresinya dan akhirnya dia menangis sambil memeluk dan mengusap-usap kepalaku sambil berkata bahwa aku sudah besar sekarang. Aku juga menemui Raven selama beberapa saat yang sudah menyambut ku dengan Night yang sudah menangis keras. Aku ingatkan kepada mereka bahwa ini bukan perpisahan. Tapi, sepertinya mereka tidak mendengarkan ku.
Setelah sarapan, Ayah dan Ibuku bahkan Ratu Milan mulai memeluk tubuhku satu persatu. Selain Ayah dan Ratu Milan, ibuku menangis tersedu-sedu dan terus memelukku sekuat tenaga. Sebisa mungkin aku menenangkannya dan pada akhirnya aku terlepas dari jeratan mematikan yang hangat itu dan berjalan menuju gerbang kastil.
Terlihat kereta kuda yang khusus dari sekolah pelatihan perang menunggu di depan gerbang kastil. Sekolah khusus yang merupakan sebuah kewajiban untuk setiap warga Kerajaan Heart. Beralasan untuk tidak pergi adalah hal yang tabu karena kereta kuda dengan lambang orang berkuda yang membawa tombak akan mendatangi setiap orang yang sudah menginjak usia 9 tahun di Kerajaan Heart. Untuk game yang memusatkan perhatian player pada Kerajaan Spade, keadaan seperti ini di Kerajaan Heart terdengar sangat mendetail.
Aku akhirnya teringat lagi bahwa ini semua bukanlah game. Kini aku hidup di dunianya dan harus menjalaninya agar jiwa Kyle Heart tenang disana, dimanapun dia berada.
Atau...tidak ?
"Selamat tinggal semuanya...saya, Pangeran Kedua Kerajaan Heart, Kyle Heart pergi berangkat sekarang!" aku langsung menyaluti keluarga ku, Nina dan Sebastian yang melihatku dari depan kastil.
...****************...
3 tahun yang lalu,
Ketika Aria sudah sampai di kastil kegelapan untuk menemui Ratunya, dia langsung menceritakan semuanya yang sudah ia lihat dan lalui, "Ratuku! Anak itu, memakai pedang Dark Soul Slasher dan membunuh semua pasukan palsu yang kita keluarkan, terlebih lagi dia menggunakan gerakan Volume I Dark Soul Slasher yaitu Reverse Space Magic!" sahut Aria dengan menggebu-gebu.
Monster-monster lainnya ikut menggeram dan beberapa memukul-mukul tanah. Ratu Iblis tertawa, "Apa? Dia menggunakan kekuatan ku tanpa perjanjian sama sekali dan di berani membunuh anak-anak ku? Siapa tadi namanya?" tanyanya pada Aria.
"Namanya Kyle Heart, Ratuku. Dia adalah manusia dari Kerajaan Heart yang lemah itu dan dia adalah putra dari Dark Witch."
"Putranya Karina?" Ratu Iblis itu berhenti tertawa dan melihat ke arah Aria seakan tidak percaya. Aria mengangguk dan Ratu Iblis itu tidak kuasa menahan tawanya lagi.
"Ahh, Karina...Karina...dia hanyalah manusia biasa saat meminta padaku untuk mengajarinya Dark Magic... perjanjian kami sudah selesai bertahun-tahun lamanya.. sekarang putranya dengan berani mengganggu rencana ku...hmmm apa yang perlu kita lakukan, Aria ?"
"Menghabisinya, Ratuku."
Ratu Iblis itu tersenyum dan matanya berkilat, "Itu cara biasa...mari kita lihat dahulu perkembangannya karena saat ini dia masih terlalu kecil...kita beri dia waktu lima tahun sebelum kita meluncurkan serangan pertama ke Cyrus. Mari kita lihat bagaimana dia dapat bertahan nanti... WHAHAHAHAHAhahahaha."
Aku sangat penasaran apa yang akan terjadi nanti padamu, Kyle Heart.
Apakah kamu akan tetap memihak manusia atau ikut bersamaku ?
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG..