
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
"Ya ampun, apa maksudmu itu belajar bahasa? Bukan berakar," timpal aku akhirnya tertawa geli mendengarnya. Kami baru saja bertemu, namun kami sudah seperti saudara.
Aku tidak tahu bahwa pertemuanku dengannya, mengubah takdir hidupku.
...****************...
^^^5 tahun sebelum perceraian Kaoru, Shizuoka.^^^
Aku sudah bekerja bersama dengan Charles dan Cleo di dalam Chances, selama hampir lima tahun. Aku mulai mengetahui beberapa hal mengenai mereka berdua.
Oleh karena ituㅡaku terlalu sibuk sehingga aku selalu menghabiskan waktu di dalam kantor. Bahkan terkadang aku jarang lama tinggal di dalam rumah. Istriku mulai banyak mengomel tentang bagaimana pola kerjaku yang cenderung berlebihan.
Tapi, mau bagaimana lagi...proyek ini berlangsung terlalu lama dan belum rampung. Aku sudah menerima banyak uang beserta bantuan dari Charles.
Jadi, aku harus menyelesaikan permintaannya dengan baik.
Jika proyek Chances ini selesai, aku ingin mengambil waktu liburan bersama istriku.
Begitulah, rencanaku...
...****************...
^^^Sebelumnya, Shizuoka.^^^
"Bagaimana, Charles? Aku sudah hampir menyelesaikan peta dan beberapa tempat di dalam pulau-pulau ini. Beberapa bulan lagi, dunia Cyrus, María, Zorux, Vanya, Wayhallen, Tsuī, dan NoWher akan rampung!"
Charles menganggukkan kepalanya dengan bangga sebelum bertanya, "Bagaimana ini?? Kamu hampir selesai menyiapkan semuanya dan alat yang dibutuhkan agar semua ini lengkap masih belum selesai."
"Tidak apa-apa! Tanpa uji coba pun, aku yakin semua ini akan berfungsi dengan normal!" jawabku penuh percaya diri.
Charles menepuk-nepuk pundakku dan kami berdua memandangi layar lebar di hadapan kami. Hatiku benar-benar sangat senang melihat dunia ciptaanku. Tentu, itu hanyalah untuk sebuah game ataupun kebutuhan untuk Charles...tetapi aku sangat bangga melihat seluruh hasil kerja kerasku.
Terutama dunia Cyrus. Dunia pertama yang kuciptakan dengan bantuan Charles. Aku sangat menyayangi dunia itu. Charles bilang, dunia itu akan digunakan pada sebuah game.
Dia bilang, dia belum tahu akan dinamakan apa gamenya, karena masih dalam tahap penulisan naskah cerita. Kemudian, Charles berjanji akan menunjukkannya jika gamenya sudah selesai.
Aku begitu menantikannya, bagaimana jadinya jika duniaku itu digunakan di dalam game.
...****************...
"Lihatlah! B-Tra Verse 0.1 sudah selesai!"
Charles menyahut dari dalam lab, aku berlari dari mejaku dan melihatnya menunjuk sebuah mesin yang begitu besar berwarna putih mirip seperti mesin pemindai otak. Aku menepuk tanganku dan Charles melompat ke pelukanku, "Lihat ini! Kaoru!"
__ADS_1
Dia menekan sebuah tombol dari sudut ruangan dan tiba-tiba saja lampu padam, membuat ruangan menjadi gelap gulitaㅡhingga mesin itu bercahaya di setiap sisinya dan layar di belakangnya juga ikut menyala menunjukkan banyak bintang-bintang.
"Whoaaa!!!" aku menggelengkan kepalaku takjub sambil kembali bertepuk tangan.
"Bagaimana?! Sekarangㅡaku tinggal mencari subjek percobaan pertama. Inilah yang tidak ku tunggu-tunggu."
"Subjek percobaan? Kenapa tidak mencobanya sendiri?"
Charles menghela napas berat sambil menepuk-nepuk mesin itu, "Kamu tahu sendiri... meskipun aku ingin menjadi subjek pertama, Cleo akan memarahiku jika tidak ada orang yang tahu menahu soal bagaimana mesin ini dapat bekerja karena aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk merakitnya dibandingkan Cleo yang mengurusi bagian penyusunan kode."
Aku mengusap-usap tengkuk leherku sambil terkekeh, "Benar juga...jadi bagaimana?"
Charles mengedikkan bahu dan menyilangkan tangannya sebelum mengalihkan pandangannya ke luar jendela, "Mungkin...aku harus mencari orang-orang mulai dari sekarang? Proyek ini harus berhasil jika tidak...usaha kita bertiga akan sia-sia."
"Mencari orang-orang? Maksudmu??" aku termangu mendengar ucapannya yang terdengar sedikit menakutkanku. Charles hanya tersenyum tipis padaku dan berjalan keluar dari ruangan itu. Meninggalkan pertanyaanku yang menggantung begitu saja.
Ketakutan itu akhirnya terbukti.
Charles mulai membuat mesin itu secara masif dalam waktu yang begitu singkat. Dia mulai menangkap banyak orang untuk menjadi bahan percobaan dari mesinnya itu.
Aku hanya dapat membantunya dari samping seperti Cleo. Disaat itulah aku baru sadar maksud mendiang bosku, Takeda. Bahwa proyek Chances ini adalah sesuatu yang besar dan begitu berbahaya. Terutama Charles adalah seseorang yang sangat ambisius dan perfeksionis. Sudah banyak subjek yang gagal.
Banyakㅡterlalu banyak.
Sayangnya, pihak berwajib tidak pernah mencurigai perusahaan ini. Entah bagaimana caranya mereka dapat membuat penculikan dan penangkapan para calon 'subjek' berhasil, yang aku tahu adalah Charles bukanlah orang biasa dan dia bersama Cleo merupakan dua orang yang begitu genius.
Aku sudah terlibat terlalu jauh, tanpa mengetahui maksud dari mereka berdua membuat proyek ini. Begitu aku mencoba untuk menanyakannya pada mereka berduaㅡ
"Peluang besar?"
Mata Charles bertemu dengan tatapanku, anehnya pandangannya terlihat muram, "Tidak semua orang mendapatkan peluang dan pilihan bagus di dalam hidup mereka. Aku ingin merubah itu semua, Kaoru."
"...benar juga. Lalu, kalau begitu kenapa kamu membutuhkanku?" akhirnya, aku bertanya pertanyaan yang sudah lama kusimpan.
Charles terkekeh dan mengibaskan tangannya dari atas ke bawah di area sekitar wajahnya, "Itu mudah. Karena wajah kita mirip, Kaoru. Kau tahu sebuah mitos tentang bahwa kita ini memiliki tujuh kembaran di atas permukaan dunia ini? Kamu orang pertama yang berhasil kutemukan dengan mudah. Aku ingin membantu diriku sendiri."
Aku tertawa, "Benarkah? Hmm, beruntung sekali aku menjadi salah satu kembaranmu. Tanpamu, aku tidak akan menjadi sehebat ini, Charles. Aku berterima kasih padamu."
Charles menyeringai, "Kamu yakin berterima kasih padaku yang merupakan orang jahat? Kamu tahu apa yang kulakukan hanya untuk mencapai tujuanku yang bisa dibilang sangat absurd."
Menaruh gelas bir ke atas meja kecil di hadapanku, aku menyandarkan tubuhku ke bahu sofa, "Aku tidak se-naif itu. Memiliki tujuan dalam hidup adalah sesuatu yang hebat menurutku... dibandingkan dengan diriku yang tidak memiliki apapun untuk dicapai..." mataku menatap ke arah meja kaca di hadapanku.
"Kau tahu istriimu tiiduur dengan orang lain?"
Pertanyaan Charles yang tiba-tiba mengganti topik itu, membuatku tertawa kecil. Menghela napas berat sambil melihat ke arah Cleo yang tertidur di bahu Charles membuatku tersenyum, "Iya...aku tahu."
__ADS_1
"Kalau begitu, ini."
Charles perlahan menyandarkan kepala Cleo ke bahu sofa, sebelum dia menaruh sebuah map di atas meja kaca ke hadapanku.
Aku mengambilnya dan membuka map tersebut, hanya ada satu lembar disana.
Membaca apa yang tertulis disana, aku tertawa kecil lagi, "Apa ini? Charles?"
Charles tersenyum, "Surat Perjanjian. Kamu hanya perlu tanda tangan disana, dan serahkan saja semuanya padaku."
"Benar juga... sekarang aku paham maksud dari peluang besar," gumamku sambil menepuk kertas di dalam map itu.
"Bagaimana? Raihlah kebahagiaanmu disana. Aku akan banyak membantumu dari sini."
"Hmm, disini tertulis aku memiliki batas waktu...apa itu maksudnya?"
"Jika kamu sudah menyelesaikan batas waktu itu, kamu bebas memilih. Pertama, menetap dan kedua, kembali."
"Hanya itu?"
Charles menganggukkan kepalanya dan menegak Wiski dari dalam gelasnya, "Hanya itu. Ini hadiahku untukmu. Tanda tangan itu hanya sebagai bukti bahwa kamu setuju untuk menjadi salah satu kelinci percobaanku di dalam B-Tra Verse versi terbaru 1.0"
Aku tersenyum dan mengambil penaku dari saku jas sebelum menandatangani kotak kecil yang ada di dalam kertas itu.
"Ahahaha, secepat itu?" tanya Charles disela tawanya. Aku menganggukkan kepalaku, "Aku tidak memiliki apapun disini. Kedua orangtuaku sudah tiada. Tidak ada keluarga lagi...bahkan istrikuㅡ"
"Sudahlah! Sekarang, kamu ingin memulai ceritamu dari mana?" potong Charles sambil menunjukkan layar tabletnya.
"Bagaimana jika ceritaku dimulai dari penandatanganan surat perceraianku? Lalu, aku kehilangan dompetku karena sekarang kamu yang membawanya, bukan?" jawabku sambil menekan salah satu tombol di layar tablet itu.
"Benar juga, lalu akan kubuat dirimu bingung di sana, karena tiba-tiba menemukan ponsel dan dompetmu di dunia itu...akan tetapi aku akan membuatmu lupa lagi...jika otakmu mencoba memikirkan tentang dunia ini, kemungkinan kamu dapat kembali hanya 0.001 persen. Itulah bahaya dari B-Tra Verse."
"Ah, itu pasti akan menyenangkan."
Mendengarku, Charles tiba-tiba saja terdiam sebelum berkata, "Kaoru, kamu masih bisa menolak ini semua dan kembali ke kehidupan mu yang sebelumnya. Seperti pergi rujuk? Atau mencari pekerjaan baru?" tanya Charles menatapku dengan serius.
Menggelengkan kepalaku, "Tidak perlu. Aku juga ingin melihat dunia ciptaan kita."
"Kaoru, kamu ini gila ya?"
"Benar sekali. Lebih gila darimu."
"Ahahaha! Kalau begitu, bersiaplah untuk terkejut disana, Kaoru. Aku benar-benar ingin melihat dirimu bahagia."
Itulah apa yang dikatakan oleh Charles sebelum semuanyaㅡ
GELAP.
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG..