CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 39. Finally, Return 『Part - III』 《 I 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Mendengarkan langkah kaki ketiga bandit ini yang sedang membawaku dan suara gesekan tubuh Paman Yuu dengan tanah karena dia masih pingsan, aku mulai merasa sedikit gugup dan bersemangat. Sebentar lagi...


Setelah sekian lama tidak bertemu mereka berdua. Akhirnya, aku akan segera bertemu dengan kedua gadis yang mungkin sudah jauh lebih dewasa dariku sekarang.


Berusaha menahan diri untuk tidak bergerak di bahu si bos yang menggendongku, aku menggigit biibirku sambil berdoa dalam hati.


Kuharap, mereka berdua benar-benar baik-baik saja dan tetap sama seperti dahulu.


...****************...


Setelah beberapa menit melewati jalan sempit yang berliku-liku, ketiga bandit ini berhenti di depan sebuah bangunan yang sudah terbengkalai, kedua bandit yang sejak tadi menggeser tubuh Yuu mulai mengangkat tubuh Yuu karena jalanan mulai dipenuhi dengan puing-puing dan bebatuan.


Sepertinya mereka sedikit kasihan dengan kondisi Yuu yang sudah kotor oleh tanah dan terkena air kotor yang mencurigakan sepanjang jalan tadi. Dalam benak, aku berjanji akan memberikannya sihir penyembuh dan pembersih diri nanti.


Begitu memasuki bangunan itu, seseorang yang muncul dari balik bayangan, tiba-tiba muncul dan menyapa ketiga bandit ini. Si bos langsung menjawab ketika ditanya siapa yang kini dia sedang bawa, "Halo, Harold! Kami menemukan dua orang yang sangat mencurigakan, kami menduga mereka ada hubungannya dengan suruhan si Jelek Blue Head jadi kami ingin segera menemui Nona."


Pria bayangan yang disebut Harold itu mengangguk dan melihat sekilas ke arah tubuhku dan Yuu sebelum bertanya dengan ragu, "Mereka terlihat seperti orang kota biasa...mereka bukan warga biasa, kan? Jika kamu salah, habislah kita. Regu pencarian dari Kerajaan Club gagal menemukan bos sekaligus pasangan Nona kita...kondisi hati Nona pasti lebih buruk dari sebelumnya."


Ketiga bandit yang menangkap kami, seketika wajahnya memucat sebelum si bos menghela napas berat, "Semoga saja kita benar sehingga kondisi hati Nona membaik."


Regu pencarian ? Raven meminta anak buahnya untuk mencariku ?


Ehm, aku jadi sedikit bersalah karena tidak langsung menghubunginya dan Nina... kondisi hatinya juga buruk ?


Aku...aku akan bertanggungjawab atas pilihanku yang tidak menghubungi mereka berdua langsung, saat aku baru terbangun di rumah Yuu. Lagipula, kesenjangan jarak dan kehilangan sesuatu biasanya membuat seseorang menyadari perasaan yang mereka miliki pada rasa kehilangan itu.


...「Kalau mereka menemukan pria lain, bagaimana Host?」...


Heh, kamu yakin bertanya itu padaku...Chae Rin? Menurutku, itu tidak akan pernah terjadi. Setidaknya untuk mereka berdua dan Valeria.


...「Host sangat percaya diri sekali. Memang benar, angka rasa suka dan kepercayaannya mereka bertiga pada Host masih tetap stabil dan tidak pernah menurun」...

__ADS_1


Benar, kan ?


"Jadi, dimana Nona sekarang?" tanya si bos.


Harold menunjuk ke arah koridor gelap yang penuh dengan jaring laba-laba di samping kami semua, "Nona sedang berada di lapangan latihan bersama dengan Nina. Sepertinya sedang membakar lagi..."


Si bos dan kedua anak buahnya menegak ludahnya, begitupun denganku yang berusaha menenangkan diri sambil berpura-pura pingsan. Tidak, begitu kantung ini diangkat dari wajahku, aku akan memberikan senyuman terbaikku ke arah dua gadis itu.


...「Ya, waktunya buaya amfibi bertindak!」...


Terus dukung aku, Chae Rin !


...「Aku sebenarnya menyindirmu, Host bodoh」...


...****************...


BRSSSHHHHH


BLAAAARRRRR


KRtkkrtkrkrkrktkktkrtk


"Jika kamu terus membakar semua boneka kayu itu, pengeluaran kita benar-benar sudah berada di puncak. Kendalikan emosimu itu."


Seorang gadis yang memakai pakaian pelayan dengan nyaman seperti berada di dalam rumahnya sendiri, menyahut dari balik punggung Raven. Mendengar suara dingin dan tenang gadis itu, membuat mata merah Raven yang menoleh ke gadis itu perlahan berubah menjadi berwarna kuning emas.


Mengutuk dirinya sendiri di bawah napasnya yang sedikit memburu, Raven berterimakasih, "Benar juga...terimakasih Nina. Jika saja, tidak ada kamu disini...pasti seluruh boneka latihan ini sudah aku bakar dan kumakan abunya."



"Tidak masalah. Kali ini, apa masalahnya?"


"Emm...itu...salah satu anak buahku meminum anggur yang sudah kubeli selama empat tahun yang lalu...dia terlalu mabuk dan menghabiskan semuanya."


"Maksudmu, pencarian regu yang sudah berada di perbatasan Kerajaan Club juga gagal? Tidak ada tanda-tanda dari Tuan Kyle?"

__ADS_1


"..."


Raven tidak mengatakan apapun dan menyibak rambutnya keatas sambil menghela napas berat, "Iya... Nina. Kamu benar lagi. Kita sudah mencari ke seluruh penjuru Cyrus. Sepertinya Kyle tidak berada di manapun kecuali di dalam Dark Forestㅡapaㅡ"


"Jangan lanjutkan perkataanmu itu. Jika kita berdua bertindak gegabah dengan masuk ke dalam Dark Forest lalu Kyle tidak disana, bagaimana? Kita hanya akan membuatnya kerepotan," jawab Nina dengan tenang sambil menengadahkan kepalanya ke atas langit.


"Dia...sudah banyak kehilangan dan aku ragu jika aku dapat menemuinya lagi...mungkin dia pergi ke dunia lain seperti dunia ras macan putih itu?" Pertanyaan Nina membuat Raven terdiam. Dalam dirinya, dia berharap bahwa penyelamat hidupnya, tidak pergi begitu saja meninggalkan dirinya serta hatinya tanpa ada ucapan selamat tinggal atau apapun itu.


Awas saja dia kalau benar-benar pergi sejauh itu ke dunia lain tanpa mengatakan apapun, akan langsung kubakar dia ditempat, begitu bertemu dengannya, pikir Raven.


"Nona! Maaf mengganggu, tapi kami membawa orang yang mencurigakan berkeliaran di gang sempit sebelah Utara!" si bos, yang menggendongku di bahunya berjalan ke arah kedua gadis yang tidak dapat kulihat wajahnyaㅡmaksudku, aku berusaha untuk tidak melihat mereka menggunakan clairvoyance. Aku ingin bersabar dan ingin langsung menatap keempat pasang mata indah itu dengan mataku sendiri.


"Benarkah?! Apa yang mereka lakukan?" suara lembut Raven kini terdengar lebih berat dari sebelumnya. Apa dia habis menangis?


Berbeda dengan Raven, aku dapat merasakan pandangan dingin dan tajam ke arah kantung yang menutupi kepalaku. Tatapan itu tentu saja milik Nina. Aku ingat rasanya ketika ia menatapku seperti ini. Sepertinya dia sudah mulai menduga-duga di dalam kepalanya.


"Aku juga tidak tahu, tapi aku menduga mereka adalah suruhan dari Gang Blue Head!"


"Heeh, coba buka kantung pria itu!" sahut Raven sambil berjalan mendekati aku dan Yuu yang dibaringkan di atas tanah dalam posisi saling duduk bersandar. Jari telunjuk Raven terarah pada Yuu.


Si bos langsung menganggukkan kepalanya dan mengangkat kantung itu dari wajah Yuu sebelum menepuk wajahnya. Perlahan-lahan, Yuu tersadar dari pingsannya. Matanya sontak melotot ketika melihat seluruh orang di sekelilingnya menatapnya dengan dingin.


Yuu buru-buru menoleh ke arahku, yang masih bersandar di bahunya. Karena kedua tangannya dan kakinya terikat, dia langsung berteriak panik padaku...


"Tuan Kyle! Bangun, Tuan Kyle! Apa Tuan baik-baik saja?!!" pekik Yuu panik.


Dahi Raven dan Nina sontak mengerut oleh alis mereka yang bertaut. Secepat elang yang menangkap mangsanya, Raven langsung menyingkap kantung yang menutupi wajahku.


Melihat cahaya terang yang tiba-tiba masuk ke dalam rongga mataku, membuatku sedikit menyipitkan mataku sebelum akhirnya pandangan mataku tertuju pada mata kuning keemasan milik Raven.


Baiklah, keep calm...harusss keren.


"Ah, Raven? Senang melihatmu disini."


Sambil mengangkat ujung bibiirku sedikit, suaraku terdengar ringan seperti sedang menyatakan bahwa cuaca hari ini cerah.

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2