CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 40. Finally, Return 『Part - I』 《 II - LAST 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Yuu buru-buru menoleh ke arahku, yang masih bersandar di bahunya. Karena kedua tangannya dan kakinya terikat, dia langsung berteriak panik padaku...


"Tuan Kyle! Bangun, Tuan Kyle! Apa Tuan baik-baik saja?!!" pekik Yuu panik.


Dahi Raven dan Nina sontak mengerut oleh alis mereka yang bertaut. Secepat elang yang menangkap mangsanya, Raven langsung menyingkap kantung yang menutupi wajahku.


Melihat cahaya terang yang tiba-tiba masuk ke dalam rongga mataku, membuatku sedikit menyipitkan mataku sebelum akhirnya pandangan mataku tertuju pada mata kuning keemasan milik Raven.


Baiklah, keep calm...harusss keren.


"Ah, Raven? Senang melihatmu disini."


Sambil mengangkat ujung bibiirku sedikit, suaraku terdengar ringan seperti sedang menyatakan bahwa cuaca hari ini cerah.


...****************...


"..."


"..."


"..."


Hening.


Aku tetap menyunggingkan senyuman tipis ke arah dua gadis yang mematung dihadapan aku. Yuu juga ikut terdiam, begitupun dengan si bos dan kedua anak buahnya. Kenapa ini??


Apakah ada yang salah dengan ucapanku?


Raven akhirnya memecah kesunyian dengan mengangkat tangan kanannyaㅡsebelum mengayunkannya tepat ke atas pipikuㅡ


PLAAKK


Suara kering dari tamparan Raven menggema meskipun kami berada di luar ruangan.


Tamparannya sama sekali tidak terasa sakit untukku, tapi aku sedikit mengkhawatirkan telapak tangannya. Aku menolehkan kepalaku yang miring setelah dia menamparku, matanya bergetar, begitupun dengan bibirnya, perasaannya seperti ingin memuncak dan meledak. Kulirik ke arah Nina yang juga ikut memandangku kosong namun pandangannya lurus hanya padaku.


"K-ka-kau...beraninya kau..." gumam Raven sambil bergetar dengan hebat. Dia menggigit bibiirnya dan langsung meleos pergi, namun ketika ia berjalan melewati si bosㅡ

__ADS_1


"Bawa mereka kembali ke tempat dimana kamu menemukannya. Mereka bukan siapa-siapa. Jangan biarkan mereka kembali ke dalam markas." suara Raven terdengar tegas dan penuh amarah yang terpendam.


Kemudian langkahnya terdengar berjalan menjauh. Aku menghela napas dan melihat Nina. Dengan mengedikkan dagunya ke arah kanan, Nina berkata, "Kenapa kamu tidak melepaskan sendiri ikatanmu itu. Dasar."


Nina pun langsung menyuruh si bos dan kedua anak buahnya untuk pergi. Setelah si bos pergi, kini hanya aku, Yuu dan Nina saja.


Aku langsung melepaskan ikatan di pergelangan tanganku begitu saja, juga tidak lupa melepaskan ikatan di pergelangan tangan Yuu dan pergelangan kakinya. Setelah kami berdua berdiri, aku menatap Nina.


"Maaf, aku baru bisa muncul sekarang."


Matanya yang berkaca-kaca, tidak bisa ia tutup dengan wajah tanpa ekspresinya itu. Tangannya, mencengkram erat ujung apron yang ia pakai di baju pelayannya. Akhirnya, dia membuka mulutnya meski terdengar bergetar hebat, "Jika aku adalah Raven. Aku juga akan membakarmu habis-habisan. Beraninya kamu tidak memberitahu kami apapun...kamu tidak tahu bahwaㅡbahwa...Uuuuuu...hiks."


Lenganku langsung memeluk Nina dengan erat, dia terus menangis sambil menarik bajuku, "Tuan Kyle! Kamu tidak tahu bahwaㅡbahwa ibumuㅡRajaㅡbahkan Tuan Mylesㅡ"


"Aku tahu...ini semua salahku."


Menggelengkan kepalanya dengan cepat, Nina memandangku dengan mata merah yang sudah berurai air mata, hingga aku harus menyapu air matanya dari pipinya yang merona merah. "Tidak, ini bukan salah Tuan. Ini salahku tidak cukup kuat untuk melindungi mereka semuaㅡpadahal...padahalㅡ"



"Sudah, Nina. Sudahlah..."


Selama beberapa saat, Nina terus menangis di atas bahuku. Kali ini tinggi tubuhku sudah sepantaran dengannya. Jadi, aku bisa dengan mudah mengelus-elus kepalanya untuk menenangkannya. Sepuluh menit berlalu, akhirnya Nina berhenti menangis.


Nina terdiam dan menoleh ke arahku, "Siapa paman ini, Tuan Kyle?"


Aku tersenyum, "Dia adalah waliku sekarang. Aku berniat untuk pergi mendaftar ke Unity Academy sesuai dengan anjurannya."


"Unity Academy? Oh, seperti itu... Tuan Kyle... sebenarnya Tuan dari mana saja empat tahun belakangan ini?" Nina bertanya, pertanyaan ini yang sepertinya sejak tadi muncul di dalam benaknya ketika melihatku disini.


Aku tersenyum sambil melirik ke arah Yuu, "Nanti akan aku ceritakan bersama dengan Raven. Tadi itu adalah Raven, Paman Yuu."


"Uhm, Raven?"


"Iya...atau Paman dapat mengenalinya sebagai Red Eye."


Mendengar nama Red Eye, kedua bola mata Paman Yuu membelalak dengan begitu lebar hingga aku khawatir dia akan kehilangan dua matanya itu. Tubuhnya bergidik dari ujung kaki ke atas ubun-ubun nya.


"R-R-Re-Re-Red...Eye?! Red Eye yang itu?!!" suaranya terdengar terbata-bata, pada akhir kalimatnya, suara berat Paman Yuu berubah menjadi pekikan seperti seorang Tante-tante bangsawan yang baru saja di rampok.


"Uhh, aku tidak tahu Red Eye yang mana lagi yang Paman maksud?"

__ADS_1


"Red Eye itu loh, Tuan! Red Eye pembunuh bayaran!!! Dia adalah pembunuh bayaran ter-keji seantero Kerajaan Spade ini, Tuan!!!"


Mendengar itu, aku langsung mengangguk dengan singkat, "Benar. Barusan itu Red Eye yang itu, namanya adalah Raven."


Paman Yuu termangu dan mulutnya berbusa, "Apa?! Jangan bilang kalau Red E-Eye ituㅡpasangan yang Tuan maksud?!!!"


Angin dingin dari Siberia berhembus dari arah tubuh Nina, mulutnya berbisik, "Apa?"


"Tepat sekali Paman, begitupun dengan gadis ini, dia juga salah satu pasanganku," lenganku merangkul pinggang Nina dengan mesra, seketika angin dingin dari Siberia berubah menjadi angin sepoi-sepoi di kala musim semi di Tokyo. Hahahaha...


...「Tertawa Lah kau, buaya amfibi!」...


Tenang, Chae Rin. Jika kamu segera menunjukkan wujudmu padaku, mungkin kita dapat berkencan di suatu tempat.


...「Ogah. Aku tidak suka anak kecil」...


Ah, kalau begitu bersabarlah hingga beberapa tahun ke depan ya ?


"ㅡEHHHHH?!!!!"


Suara pekikan Paman Yuu yang menatapku dan Nina membuatku ingin tertawa, tapi aku hanya tersenyum tipis. "Begitulah, Paman. Mereka berdua juga rekanku, ayo kita segera temui Raven."


Wajah Paman Yuu kembali menjadi serius lagi, "Tapi, bukannya Tuan baru saja ditampar olehnya...dan Nona Raven bilang bahwa dia tidak akan membiarkan kita masuk ke dalam markasnya? Markas apa ya? Apa Red Eye juga seorang ketua bandit?"


"Iya, Raven adalah ketua bandit Gang Red Eye," aku menjawabnya dengan singkat sebelum melepas rangkulanku dari Nina, wajah dan daun telinganya kini lebih merah dari cangkang kepiting sekarang.


Sebelum aku melanjutkan ucapanku, Nina menarik ujung jaketku. "Raven...dialah yang paling menderita, Tuan. Ketika mendengarmu berada di dalam Dark Forest...sebaiknya, Tuan berbicara baik-baik dengannya."


"Tentu saja, Nina. Aku sebenarnya sangat merasa bersalah, karena tidak langsung menghubungi kalian berdua setelah aku keluar dari Dark Forest. Nina, Kerajaan Heart sudah hancur. Bukankah pekerjaan rahasia mu itu sudah selesai?"


Nina menganggukkan kepalanya, "Iya."


"Laluㅡkenapa kamu masih memakai baju pelayan itu? Apa kamu bekerja sebagai pelayannya Raven?"


"Iya."


Jawabannya begitu singkat diikuti dengan anggukan kecil, membuatku terperangah.


Apa ?!


......................

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2