
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
ARGHHㅡ
Lenyap.
...《 Selamat anda telah mengembalikan Boss Vengeful Ghost ke alamnya (Selesai) 》...
...《 Selamat anda telah menyelesaikan SP - CHALLENGE CONDITION 1 (Selesai) 》...
...《 Selamat anda mendapatkan Valeria's Heart (Kondisi Spesial Terbuka) 》...
...《 Heart yang dimiliki 0 Heart ▲ 1 Heart 》...
...《 Selamat anda mendapatkan gerakan baru〈 HOLY SWORDS - V1〉 》...
...《〈 Purifier Anti-Reverse Light Magic 〉 terbuka 》...
...《 131489:59:59 》...
...《 131489:59:58 》...
...《 131489:59:57 》...
...****************...
Senyap.
Setelah Vengeful Ghost menghilang begitu saja karena ditelan oleh cahaya yang berkilau dari Holy Swords. Aku langsung terduduk kelelahan dan melihat Valeria yang sama-sama juga melakukan sepertiku.
Mataku tetap terpaku ke sudut ruangan yang kosong, tapi sebenarnya aku memperhatikan tulisan kecil di jendela transparan yang ada di hadapanku ini. Sebuah hitungan mundurㅡ
...《 131489:59:49 》...
...《 131489:59:48 》...
...《 131489:59:47 》...
ㅡtiba-tiba muncul begitu saja setelah aku mendapatkan sesuatu yang dinamai Valeria's Heart. Lalu, angka Heart yang kumiliki bertambah dari angka 0 menjadi 1.
Sebelum aku dapat menanyakan hal ini pada Chae Rin, Valeria langsung menghampiriku dengan merangkak ke arahku.
Apa dia tidak dapat berjalan ?
Ah, meskipun dia tidak banyak membantuku, mungkin saja dia kecapaian karena Vengeful Ghost itu sepertinya mengambil Life Force kami berdua. Kau tahu Life Force? Seperti energi yang hanya dimiliki oleh orang yang masih hidup? Kakiku saja terasa tidak dapat digerakkan. Tubuhku masih tergolong anak kecil. Di masa depan nanti, mungkin aku akan lebih kuat lagi karena sepertinya Chae Rin tidak menyediakan sistem yang dapat membuat tubuhkuㅡ
...「Apa yang kau inginkan? Katakan saja」...
Yah, kau tahu? Seperti membuat tubuh kecilku ini sedikit menjadi lebih kuat atau semacamnya. Aku juga ingin pstpstpstㅡ.
...「Mudah」...
SHIUUUUUUㅡ
Sesuatu telah terjadi pada tubuhku.
Aku merasa lebih kuat dan tentu saja ada yang berubah whahahaha !
"Kyle, aku sangat berterimakasih padamu! Berkatmu semua arwah-arwah itu sudah kembali dengan tenang dan sepertinya kamu menghentikan rencana dari Iblis," suara pelan Valeria yang sudah berada di sampingku membuyarkan lamunanku.
Aku membalas dengan mengangguk singkat sambil menunjuk ke arah luar ruangan.
"Sebaiknya kita keluar dari tempat ini sebelum tempat ini runtuh," sahutku dan Valeria menggelengkan kepalanya. Dia lalu duduk bersimpuh dan merapalkan suatu mantra.
Seketika, suara gemuruh dan reruntuhan tanah yang ada di sekitar Istana berhenti dan sepertinya kondisi Istana berubah menjadi saat pertama kali dibangun.
Valeria tersenyum padaku, aku membalasnya dengan menganggukkan kepalaku dan akhirnya kami berjalan keluar dari ruangan bawah tanah itu dengan tergopoh-gopoh.
Sesampainya diluar, hari sudah pagi. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi dari layar jendela transparan ku. Padahal terasa hanya sebentar tapi sudah semalaman aku dan Valeria melawan Vengeful Ghost itu.
Kami berdua berhenti di dapur Istana dan begitu aku duduk, Valeria berjalan ke lemari penyimpanan makanan. Dia mengeluarkan sesuatu seperti roti, kotak susu dan menyalakan perapian.
Aku berdiri dan berjalan ke arahnya, dia tersenyum padaku. Aku menatapnya balik, "Kamu akan menyiapkan sarapan, Val?"
__ADS_1
Dia mengangguk dan mulai memasak telur disertai dengan beberapa bumbu yang entah darimana itu datangnya. Sihir ?
Aku berdiri di dekatnya dan memanggang roti yang ada di atas piring menggunakan Flame Magic yang berhasil ku kendalikan dengan baik dan penuh kehati-hatian. Setelah itu, terimakasih atas Custom Made All Item Automatic (Kelaparan ternyata adalah kondisi yang kritis) dengan mudah mentega pun tercipta tanpa melewati proses menangkap sapi ataupun semacamnya.
Melihat Valeria yang juga masih sibuk, aku melihat kembali ke arah jendela transparan sambil bertanya pada Chae Rin.
Apa itu Heart? Waktu mundur yang tiba-tiba muncul juga...mohon petunjuknya, kakak.
...『Petunjuk』...
...『Heart merupakan suatu kondisi spesial yang kini dimiliki oleh Host sehingga fiturnya terbuka. Dengan Heart, Host dapat dengan mudah membaca bentuk perasaan yang sedang dirasakan oleh nama pemilik Heart yang sudah dimiliki oleh Host. Heart dapat diperoleh melalui kondisi spesial yang terjadi secara acak pada waktu-waktu tertentu』...
...《 My Heart List 》...
...《 (Valeria's Heart): Rank SSS 》...
...「Pengenalan Tingkat Heart」...
...〈 SSS 〉 ⇉ Tingkat paling tertinggi dari Heart. Mengartikan bahwa pemilik merupakan seseorang yang sangat kuat dan memiliki hak yang mutlak di sekitar lingkungan hidupnya....
...〈 SS 〉 ⇉ Tingkat kedua tertinggi dari Heart. Mengartikan bahwa pemilik merupakan seseorang yang kuat dan memiliki posisi tersendiri bagi orang-orang di sekitar lingkungan hidupnya....
...〈 S 〉 ⇉ Tingkat tinggi dari Heart. Mengartikan bahwa pemilik merupakan seseorang yang cukup kuat dan mendapatkan rekognisi oleh orang-orang di sekitar lingkungan hidupnya....
...《 131489:27:45 》...
...『Petunjuk』...
...『Hitungan mundur Akhir Dunia. Waktu yang tertera di atas dan terus menghitung mundur adalah waktu yang tersisa bagi Host untuk menghadapi Akhir dari Dunia Cyrus. Akhir Dunia adalah saat ketika Ratu Iblis menyerang seluruh wilayah Cyrus tanpa terkecuali. Disaat itu juga, Ratu Iblis akan membangkitkan Raja Iblis yang baru.』...
BRUUUUSHHHHH
"Ah! Kyle! Kamu membakar semua rotinya!"
Pekikan kecil dari Valeria membuatku terkejut dan melihat bagaimana semua roti di tanganku sudah hangus. Terburu-buru, aku langsung membuat roti yang baru dan mengganti dengan yang sudah hangus tadi.
Seharusnya Valeria tidak melihatnya...kan?
Aku melirik ke arahnya yang terdiam dan matanya akhirnya bertemu denganku. Ah, aku dapat membaca perasaannya sekarangㅡ
...< Nama: Valeria Joker >...
...< Perasaan saat ini : Terkejut, Terkesima, Penasaran, Senang, Ragu, Berdebar >...
Um, banyak sekali yang sedang ia rasakan.
Kenapa dia merasa ragu dan berdebar?
Aku mengernyitkan dahiku dan Valeria memiringkan kepalanya sambil tersenyum, "Kau tahu, Kyle? Aku ini sebenarnya bisa melihat bagaimana rupamu dan apa yang kamu lakukan dengan jelas seperti orang normal biasa. Hanya bentuk mataku saja yang sangat aneh sehingga semua orang tertipu bahwa aku ini terlihat seperti orang yang tidak dapat melihat."
"Maksudmu...kamu sebenarnya dapat melihat, Val? Dengan jelas? Secara normal??"
Valeria mengangguk kepalanya sambil menunjukkan cengiran dari bibirnya yang tipis. Aku terdiam dan melihat ke roti baru yang sudah ditukar dengan yang sebelumnya hangus dan kembali menoleh ke arahnya.
Melihatku yang memandangnya dengan ragu, dia langsung tersenyum. "Aku tidak masalah denganmu yang sepertinya menyembunyikan kekuatan milikmu itu. Bahkan aku tidak tahu bahwa kamu pengguna Holy Swords. Kukira pedang legendaris itu hanyalah mitos dari dongeng dan buku lama di perpustakaan," ucapnya sambil kembali memasak telur hingga menimbulkan wangi yang enak.
Aku mengangguk singkat dan tetap terdiam sambil membiarkannya kembali berceloteh tentang bagaimana dia dapat belajar memasak dan bahwa dia akan mengunjungi kota denganku nanti siang.
Dengan senang hati, aku menurutinya dan kami mulai sarapan bersama. Aku hanya diam dan mendengarkan bagaimana dia terus berceloteh ria tanpa henti. Mendengarnya, aku jadi teringat sesaat oleh Myles.
Apa aku harus membalas semuanya ke Ratu Iblis itu? Aku bertanya sambil menyesap air dingin dari cangkir yang sudah disediakan oleh Valeria. Jantungku langsung berpacu diikuti dengan keringat dingin yang mengucur sehingga aku menaruh cangkir ke atas meja sangat keras hingga memecahkannya.
PRANGGGGGㅡ
Seketika Valeria berhenti berbicara dan menatapku dalam diam. Aku yang baru menyadari keberadaannya dan berpikir bahwa mungkin saja aku menakutinya, segera meminta maaf padanya.
"Maafkan aku, Val. Aku hanya sedangㅡ"
"Tidak apa-apa. Apakah kamu baik-baik saja, Kyle? Aku baru sadar bahwa kamu belum lama ini kehilangan seluruh keluargamu. Maafkan aku atas kehilanganmu ya," potongnya sambil mengambil kain untuk membersihkan pecahan cangkir dan air yang tumpah di atas meja.
Saat aku akan membantunya, dia langsung menahan dengan menggenggam tanganku dan meremasnya selama beberapa saat sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu. Tenangkan dirimu terlebih dahulu. Aku akan berhati-hati membersihkannya."
Dia melepas genggamannya dan kembali membersihkan pecahan-pecahan gelas dengan berhati-hati, tanganku yang awalnya terasa hangat oleh genggamannya kini menjadi dingin.
__ADS_1
Aku memperhatikan wajahnya, bagaimana matanya yang terlihat berkilauan dengan caranya sendiri dan begitu indah.
Keluarga Joker ya? Padahal dia adalah anak perempuan yang baik namun malah mendapatkan nasib yang sangat buruk. Sebenarnya aku cukup bingung dengan rating umur game BOHO ini...
Kukira game ini hanya melawan monster, berperang dan memperkuat diri saja. Jika dilihat dari sisi bahwa ini semua adalah kenyataan...kisah hidup semua individu yang menjadi jahat benar-benar menyedihkan.
Kuharap Hero tidak terlalu menyebalkan seperti Ryder ataupun pria tua Ryvern.
Setelah membuyarkan lamunanku sendiri, aku kembali menyantap sarapan dalam diam, begitupun Valeria yang juga terdiam.
Akhirnya, setelah sekian lama aku dapat bernafas dengan tenang sekarang.
...****************...
"Nona! Nona Raven! Ada yang datang mencari anda, Nona!" seru salah satu anggota Red Eye Gang sambil terburu-buru berlari masuk ke dalam ruangan Raven.
Di dalam ruangan yang megah itu, terlihat Raven sedang melemparkan pedang kecil ke sebuah lingkaran target.
JLEB
"Apa? Kenapa kau ribut sekali?!" balas Raven dengan kesal. Sudah tiga bulan lebih berlalu semenjak hancurnya seluruh wilayah Kerajaan Heart. Kini Raven menempati markas utamanya yang ada di Kerajaan Spade. Hatinya merasa penuh dengan rasa khawatir dan keraguan. Sudah lama semenjak dia tidak bertemu bocah itu. Bingung bercampur takut. Dia ragu jika bocah itu masih hidup di dalam Dark Forest.
Oleh sebab itulah, suasana hatinya setiap hari kian memburuk sehingga tidak ada yang berani mengajaknya berbicara kecuali genting. Bagi anak buahnya itu, sekarang adalah keadaan yang sangat genting.
"Seseorang sedang mencari Nona dan dia sekarang Ughㅡ" seseorang tiba-tiba menyerangnya dari belakang hingga dia terjatuh tidak sadarkan diri di tengah pintu.
"Siapa itu?! Berani-beraninya menyerang anak buahku! Siapa kau?!" teriak Raven sambil berjalan mendekati pintu.
Pergerakan Raven terhenti begitu melihat seorang wanita yang berjalan masuk dengan cipratan darah yang ada di jubahnya. Wanita itu melepas tudung kepalanya, menunjukkan rambut silver yang diikat menjadi twin tail.
Matanya menatap dingin ke arah Raven, "Sudah lama tidak bertemu, Red Eye."
Raven mendengus keras dan menyilangkan tangannya ke depan dadanya. "Ah, ternyata itu kau Lilia? Untuk apa kau datang ke tempatku seperti ini? Jika kau melanggar batas, aku tentu tidak akan segan menyerang mu."
Wanita yang dipanggil Lilia oleh Raven menggelengkan kepalanya hingga kedua ujung kuncir rambutnya bergoyang ke kiri dan kanan. Wajahnya tetap datar dibawah tatapan tajam Raven. Dia membuka mulutnya untuk menjawab, "Aku tidak membunuh anak buahmu. Mereka hanya terlalu ribut sekali. Aku sebenarnya datang ke tempat kotor ini untuk menanyakan sesuatu padamu."
Tempat kotor? Jelas-jelas aku sudah merenovasinya menjadi lebih megah dan bersih dari uang yang diberikan bocah itu. Berani-beraninya dia mengatakan rumahku ini adalah tempat yang kotor...pikir Raven sambil menahan amarahnya.
Bagi Raven, Lilia seperti adiknya sendiri. Mereka dahulu merupakan teman dekat dan selalu membantu satu sama lain dalam melakukan misi pembunuhan yang memiliki bayaran yang sangat besar.
Akan tetapi, karena beberapa hal terjadi...kini Raven menjalankan bisnisnya dengan komplotan Gang terbesar di Kerajaan Spade sedangkan Lilia bekerja menjadi sebagai pelayan di rumah bangsawan Blackspade.
Raven mengerutkan dahinya begitu mengingat dimana Lilia bekerja sekarang.
Lilia adalah orang yang sangat loyal pada seseorang yang mempekerjakannya.
Raven mulai dapat melihat kemana arah pembicaraan ini. Dia terdiam sesaat untuk menelan air ludahnya. Jauh dari dalam diri Raven, ia berharap bahwa apa yang ia pikirkan salah dan Lilia datang untuk alasan yang lain.
"Memangnya, kamu jauh-jauh ke tempat yang kotor ini, mengganggu anak buahku untuk menanyakan apa padaku?"
Lilia menatap Raven, "Aku sudah berkeliling ke seluruh gang yang ada di Kerajaan Spade untuk mencari informasi dan keberadaan seseorang. Mereka terus memberikan ku informasi yang salah dan berbelit-belit. Kuharap kamu tidak seperti itu, Red Eye."
Raven menyandarkan tubuhnya ke dinding dan menatapnya dengan kesal, "Beraninya kamu menyamakan aku dengan mereka semua? Apakah kamu sudah lupa siapa aku, Lilia? Kukira kita dalam hubungan yang baik."
Lilia terlihat sedih namun mengubah ekspresinya dengan cepat, "Maafkan atas ucapanku, Raven. Aku hanya sedikit kesal akibat mereka semua. Kuharap kamu akan menjawab pertanyaanku dan membantuku untuk mencari orang ini."
Raven menghela nafas dan mengangguk sebelum berdiri kembali dengan tegak dan menghadap ke arah Lilia.
"Baiklah, aku akan mencoba membantumu Lilia. Katakan padaku, apa yang ingin kau tanyakan dan siapa sebenarnya yang sedang kau cari sampai kamu terburu-buru seperti ini?" tanya Raven dengan tenang meskipun dalam hatinya dia terus berkomat-kamitㅡ
Jangan diaㅡtolong jangan bahas diaㅡ
"Aku mencari pria bernama Akai."
Raven mengerutkan dahinya dan menggigit bibirnya sendiri dengan cukup kuat. Melihat reaksinya, Lilia tersenyum.
"Ah, akhirnya aku menemukan seseorang yang benar-benar mengetahuinya. Katakan padaku, dimana pria itu sekarang Raven?"
Raven membuka mulutnya namun mengatupkan nya lagi sebelum bertanya balik pada Lilia, "Memangnya, mengapa kamu mencari pria bernama Akai?"
Tatapan Lilia seketika menjadi dingin, dia menatap Raven tepat di manik mata dan menjawab dengan sangat dingin,
"Aku ingin membunuhnya."
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG..