CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 51. First Day Mayhem 『Part - III』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Menahan senyumanku yang hampir merekah, kepalaku mulai memutar banyak skenario khusus untuk membalas semua perbuatan Ryder beserta kroninya.


Kau mau bermain denganku ??


Boleh, ayo kita bermain, Ryder.


...****************...


Setelah seluruh murid pergi keluar dari lapangan menuju ruang loker, karena waktu kelas hampir habis dan mereka sudah dibubarkan. Aku baru selesai berlari dan berjalan menghampiri Pak Dante.


Aku sengaja memilih waktu lari normal murid biasa selama 50 putaran, meskipun aku dapat berlari lebih cepat dari ini. Tidak boleh menarik perhatian para guru. Cukup menarik perhatian para gadis sajaㅡehm.


"Sudah selesai? Bagus. Sepertinya kamu berlari dengan baik dan tidak mengulang putaran. Itu berarti, untuk ketahanan stamina dan pengontrolan mana dari jantung ke seluruh tubuhmu begitu baik! Baiklah, hari ini cukup sekian. Cepat sana ganti baju sebelum kelas yang lainnya dimulai!" seru Pak Dante yang masih menyilangkan tangannya, dia menganggukkan kepalanya ketika melihat tubuhku sekilas dan memujinya sebelum menyuruhku untuk segera bergegas pergi lagi. Benar-benar guru yang sangat praktis.


Berjalan kembali ke dalam ruang loker, kini dipenuhi oleh banyak murid laki-laki dari kelas lainnya yang sedang mengobrol sambil minum atau berganti baju. Langkah kakiku berjalan menuju deretan loker kelas Elit A dan Ryder beserta dua kroninya masih disana sambil mengobrol. Obrolan mereka seketika terhenti ketika melihatku membuka loker.


"Mari kita lihat, si bajingan pembuat onar sudah muncul disini! Ahahaha!" tawa Ryder diikuti kedua kawannya, mendengar suara tawa itu, seluruh murid dari kelas lainnya langsung berlarian keluar dari ruang loker hingga meninggalkan kami berempat saja.


Aku melepas kaus olahragaku dan menyeka keringat menggunakan handuk kecil sebelum meminum air dari botol. Tidak mengindahkan mereka yang terus tertawa tanpa sebab. Seseorang yang dipanggil Flynn, berjalan mendekatiku setelah dilarang secara pura-pura oleh Ryder. Dia menyandarkan tubuhnya di loker milik Tyler.


"Jadi, kamu adalah si bajingan yang sering disebut-sebut oleh Ryder ya? Menyedihkan sekali ya? Kini Kerajaanmu hilang tapi aku kagum melihatmu masih hidup disini?" ucapnya sambil menyeringai, Ryder menepuk pundaknya, "Sudah, kawan. Jangan ganggu Tuan Putri yang sedang kelelahan sehabis mendapatkan hukuman, hahaha!"


Aku tidak menoleh ke arah mereka sama sekali dan terus menyeka keringat yang bercucuran, menggunakan handuk sebelum mengambil kemejaku. Kesal karena tidak kugubris, Flynn Poormind, ia memiliki rambut berwarna hijau, warna yang terasa begitu tidak asing bagiku, langsung menggebrak loker milik Tyler dengan sangat keras.


BANGGG


"Hei, bajingan!! Aku sedang berbicara padamu sekarang!" hardiknya. Ryder dan Tyler secara bersamaan langsung bersiul sambil ikut berkomentar, "Hei, jangan main kasar sama Tuan Putri itu, Flynn."


Aku mengancingkan baju kemejaku dan melirik ke arahnya, "Oh? Kamu sedang berbicara padaku? Kukira kamu sedang merengek untuk meminta perhatianku? Sori, aku bukan ibumu, jadi sana pergi merengek ke ibumu. Atau mau aku saja yang merengek ke ibumu? Beliau pasti senang bersamaku, daripada harus mendengar ocehanmuㅡ"

__ADS_1


Flynn sontak menarik kerah kemeja ku dengan napas memburu, "Apa katamu?! Berani-beraninya kamu menyebut ibuku?! Akan kuhabisi kau!" Melihat tindakan Flynn, Ryder menggelengkan kepalanya dan menepuk pundak Flynn, "Sudahlah, bajingan ini sengaja membuatmu kesal Flynn."



"Tidak, Ryder. Heh, lihatlah dirimu bajingan... sepertinya karena kamu kehilangan ibumu sendiri jadi ingin kasih sayang orang tua dari orang lain?? Ahahaha, kasihan!" Telapak tangan Flynn menepuk-nepuk pipi kananku dalam keadaan masih mencengkram kerah kemejaku. Ah, rusak kan ? Baru saja kemarin beli seragam baru...


...「Tenang, sayang. Nanti kita beli lagi yang baru. Kan uang bulanan yang aku berikan masih ada di tas ajaib milik kita」...


ㅡChae Rin! Jangan buat aku tertawa disini!


...「Sorii (*/▽\*)」...


Melihatku yang masih terdiam menatapnya, Flynn terkekeh, "Kenapa bajingan? Aku benar ya? Bahkan Dark Witch saja kalah oleh Iblis...jangan sombong, deh. Hanya karena kamu memiliki kekuatan sihir yang berbeda, bukan berarti kamu itu kuat!"


Ryder dan Tyler ikut terkekeh-kekeh, sebelum Flynn berbisik ke dekat telingaku, "Hei Bajingan, kamu tahu bahwa aku yang membuatmu terkena hukuman, bukan? Sayangnya kamu tidak memiliki bukti dan ini semua baru permulaan saja...hehehe."


"Hei, Flynn. Apa yang kamu lakukan?? Dia akan mengadu lagi dan mungkin Hero of Spade akan menolongnya. Jika itu terjadi kita habis loh! Ahahaha!" tawa Ryder membahana.


"Tidak-tidak, aku melihat bahwa Hero juga sepertinya tidak menyukai bajingan ini, dia hanya kasihan saja karena bajingan ini korban dari invasi pasukan iblis!" Tyler akhirnya berceletuk menambah tawa Ryder.


Aku balas menatap sambil ikut menyeringai, "Menggunakan tubuhku? Ohh, Apa kamu ini sebenarnya diam-diam suka dengan sesama jenis dan sekarang sedang menyatakan perasaanmu padaku? Sayang sekali. Aku lebih suka dengan para gadis. Jadi, mohon mengerti ya, mengapa tawaranmu kutolak."


Tyler tertawa mendengarku dan kepalanya langsung ditempeleng oleh Ryder. Wajah Flynn memerah padam dan dia mendengus keras, "Habis kau!"


WUNGG


GREB


Kepalan tangan Flynn diayunkan tepat ke arah wajahku dan aku sontak menangkapnya.


"Eh, sekarang kamu menyentuh tanganku... Bagaimana rasanya? Berdebar-debar?" aku tertawa kecil ketika dia menggeram dan mencoba melepaskan tangannya dari cengkramanku yang semakin menguat.


Ryder berteriak marah dan langsung berlari melompat ke sampingku sebelum segera mengayunkan kakinya ke arah pinggangkuㅡ

__ADS_1


BRUKK


WHUSSSH


GREP


Aku mendorong Flynn dengan kepalan tangannya yang ada di cengkramanku ke arah Tyler dan mereka terjatuh sedangkan kaki Ryder yang mengayun ke arahku, kutepis dan kugenggam bagian betisnya sebelum aku memutarnya ke arah yang berlawananㅡ


KRAKKK


"ARGHHHH!!!" Ryder mengerang kesakitan sebelum dia terjatuh menabrak loker kelas Elit B. Tyler, yang sudah terbangun duluan dari Flynn, sontak berlari ke arahku dan menggeram sambil mengayunkan kepalan tinju tangan kanannya, "Awass kau!!!"


WHUUUNG


GRAP


"Pikir-pikir dulu kalau mau melayangkan tinju, kawan," balasku sambil menangkap kepalan tangannya yang begitu mudah untuk dibaca kemana akan dia arahkan. Aku menariknya dan melayangkan lututku ke atas perutnyaㅡ


"OGGHH!!!"


BRUUK


Setelah mengeluarkan air liur bercampur darahnya yang terlihat begitu menjijikkan dari ujung mulutnya, Tyler langsung terjatuh meringkuk di bawah kakiku.


Aku memandanginya dari atas dan melihat ke sekelilingku. Mereka bertiga masih berguling di atas lantai sambil mengerang kesakitan; Ryder tengah menangisi kaki kanannya yang sudah terputar ke arah yang berlawanan, Flynn menangisi tangannya yang remuk dan Tyler menggelepar secara menyedihkan di bawah kakiku sambil memeluk perutnya.


"Ada apa ini, guys ? Kok udah beres lagi?"


Aku menyeringai dan merenggangkan otot leherku ke kiri dan kanan. Mata mereka terlihat bergetar saat diarahkan kepadaku yang sudah menyeringai lebar.


"ㅡKan permainan yang kalian mulai duluan masih berlangsung, yuk main yuk!"


Hehehe...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2