CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 68. First Week 『Part - III』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️』...


Previously :


Seorang pria, berbadan tinggi dan kekar menendang daun pintu kantin dengan begitu keras diikuti teriakan miliknya yang begitu besar seperti petir yang menggelegar.


Terlihat di belakangnya, ada tiga orang pria lainnya yang memiliki penampilan seragam secara urakan sama sepertinya.


Melihat wajah pucat Amy dan makananku yang sudah tak tersentuh lagi, aku menghela napas berat.


Sekali saja, cukup sekaliiii sajaaa...biarkan aku untuk tidak ikut campur dan terlibat dalam masalah ini.


...****************...


Seluruh orang yang berada di dalam kantin, memperhatikan mereka berempat yang memasuki kantin dengan penuh gaya.


Beberapa staff kantin bahkan berlarian keluar dari pintu belakang, tunggu? Memangnya di akademi ini, berandalan seperti itu dibiarkan?


Pria tengah yang paling kekar, rambutnya berwarna putih keabuan mengangkat kaki kanannya ke atas meja dan memperhatikan semua orang yang ada di kantin. Ada lima orang yang di kantin termasuk diriku dan Amy. Ketiga orang lainnya adalah laki-laki yang duduk di sudut kantin, mereka terlihat duduk gemetaran di atas kursi mereka.


"SIAPA YANG DIANTARA KALIAN BERNAMA LYLE?! KENAPA DIAM SAJA?!!!" bentak pria berambut uban itu hingga aaiir liiuurnya beterbangan kemana-mana.


Salah satu anak laki-laki yang duduk di sudut, memiliki rambut kuning gelap sebahu, rambut nya dipotong seperti bentuk helm, mengangkat tangannya dengan bergetar sambil bersuara kecil, "Sa-sa-saya Lyle..."


Kepalaku menoleh ke arah anak laki-laki itu, sepertinya dia adalah anak kelas Elitㅡ


Entahlah? Bagaimana aku dapat melihat dan tahu cara membedakan kelas kami selain orang satu kelas yang kukenal?


"Ohh, kamu Lyle? Ayo, kemari!"


"Uuu...?!"


"AKU BILANG KEMARI, YA, KEMARII!!!"


Tubuh Lyle tersentak dan dia perlahan berdiri dari kursinya, sebelum berjalan ke arah pria kekar yang rambutnya beruban itu dengan tergesa-gesa dan wajahnya pucat pasi.


...「Host, rambutnya berwarna silver bukan ber-uban. Dia memiliki rambut yang sama seperti Sharence」...


Terserah, aku bilang rambutnya warna uban ya warna ubanan ! Kenapa kamu jadi repot mengurusi warna rambutnya ?!


...「Tapiㅡitu bukan warna putih uban, sayang」...


Iya, seperti katamu dia punya rambut berwarna silver deh.


...「...mudah sekali dibujuknya jika menggunakan panggilan sayang...」...


Pikiranku kembali fokus ketika Lyle sudah berada di hadapan pria kekar itu, dia mencengkram kerah bajunya sambil tersenyum menyeringai, "Jadiㅡkau akan membayar seluruh utang dari taruhanmu yang salah itu, kapan?!!"

__ADS_1


Utang? Taruhan?? Aku menggaruk pipiku yang terasa tidak gatal, kenapa tiba-tiba ada event penagihan utang? Di kantin pula.


Suara Lyle bercicit ketakutan, "Ma-maafkan aku, ta-ta-tapi uangnyaㅡsaya belum memiliki uang sekarang...bagaimana jika satu minggu kedepan? Pastiㅡpasti akan saya bayarㅡ"


"Tsk, banyak alasan kamu! RASAKAN INI!!!"


BRUK


PRAAANGGG


Tubuh Lyle dilempar dari cengkraman pria kekar ke arah depan yang otomatis langsung menghancurkan meja di dekatku dan Amy.


GREEEEK


TAP TAP TAP


Amy sontak berdiri dari mejanya dan berjalan ke arah empat pria itu dengan beraniㅡwajah Amy terlihat merah padam seperti naik pitam, "Apa-apaan kalian ini?! Menggangguku saja yang sedang makan!!! Cepat urus urusan kalian di luar tempat ini!"


Pria berambut silver itu menahan tawanya sambil melirik ke arah teman-temannya, Amy langsung memelototi mereka karena menjadi semakin kesal. Suaranya melengking, "Apa yang kalian tertawakan?! Beraninya kalian mencoba untuk menertawakanku?!! Kalian tidak tahu bahwa akuㅡ"


Pria berambut silver itu langsung meraih dagu Amy dan memegangnya sehingga membuat wajah Amy mendongak ke arahnya, "Shhh! Kamu berisik sekali, Nona. Bagaimana jika kamu ikut dengan kami dan bermain?" godanya. Teman-temannya langsung tertawa geli sambil bersiul.


...



...


SPLAAAAT


PLUK


Sebuah roti coklat yang masih meleleh, terbang tepat ke depan wajah pria berambut silver itu dan terjatuh mengotori kemeja putih begitupun dengan wajahnya.


Pria itu terlihat kaget, begitupun dengan teman-temannya sedangkan Amy langsung menoleh ke arahku. Aku masih terduduk dan mengunyah satu gigit roti yang baru saja ku lempar ke arah wajah pria berambut silver itu.


"SIAPA TADI YANG BERANI-BERANINYA MELEMPAR MAKANAN INI DI WAJAHKU?!!" dengan geram, pria berambut silver itu menyeka saus coklat yang belepotan di sekitar wajahnya, tapi tetap saja itu masih menempel, hahaha !


"Aku yang melakukannya."


"SIAPA KAU?!!" Dia berjalan melewati Amy dan Lyle yang masih terbaring kesakitan, sebelum berdiri di depan meja tempat aku duduk. Aku mendongakkan kepala agar dapat menatap wajahnya yang belepotan coklat.


"Siapa ya? Coba tebak?" balasku dengan iseng, dia langsung menarik kerah bajuku dan berusaha untuk mengangkat tubuhku, namun itu sia-sia saja karena aku masih terduduk.


"Ugggh," dia tetap mencoba untuk menarik tubuhku tapi usahanya nihil.


Bosan, aku akhirnya membalas dengan mencengkram pergelangan tangannya sampai membuat tangannya melepaskan kerah kemeja ku, matanya melotot melihat tangannya sendiri yang gemetaran ketika masih dalam cengkramanku.

__ADS_1


"KAUUUUㅡ"


"Ribut sekali, kamu tahu bahwa kamu mengganggu sarapan dan makan siang ku."


KRAAAK


Aku langsung memutar pergelangan tangannya ke arah yang berlawanan, membuat bunyi dari tulangnya. Perbuatanku langsung membuatnya mengerang kesakitan sebelum dia mengayunkan tangan kirinya ke arah wajahkuㅡyang langsung ku tepis.


PSSSHHH


Oh, dia menyembuhkan dirinya sendiri. Hmm ? Ternyata itu ulah temannya.


Aku memperhatikan salah satu temannya, dia merapalkan mantra sehingga tangan kanan pria berambut silver yang aku pelintir, kembali menjadi seperti semula. Dia menyeringai sambil menatapku sedangkan Amy dengan wajah pucat pasi menggelengkan kepalanya padaku.


"Berani sekali kauㅡmencoba membuatku terluka. Siapa namamu? Mungkin kamu bisa ikut dalam pertarungan kami."


Pertarungan ???


"Kyle. Kyle Heart A-11," ujarku sambil menatap pria itu dengan keheranan. Kenapa dia tidak marah lagi dan malah terlihat tertarik padaku.


...「Awas Host! Jangan berubah menjadi Flamboyan!!! Aku mohon padamu!」...


Becanda mulu kamu, Chae Rin.


"Kyle Heart? Oh, si bajingan! Pantas saja rambut dan mata hitam itu seperti kukenali...hei, sepertinya kamu cukup kuat dan pantas untuk ikut bersama kami."


"Ta-ta-tapi bosㅡ" salah satu temannya memotong pria itu.


"Sst, diam kalian," pria berambut silver itu mengangkat tangannya dan mengibaskannya ke arahku untuk melanjutkan ucapannya, "Bagaimana? Sepertinya kamu adalah orang yang tepat. Kudengar kamu juga sudah kehilangan banyak poin di hari pertamamu dalam Akademi ini. Unity Arena adalah tempat yang cocok untukmu."


Amy langsung bergegas menghampiri kami dan berdiri di sampingku, "Dia tidak akan mengikuti Unity Arena, biarkan saja bajingan ini makan seperti Tuan Putri. Urusanku dengan kalian semua belum selesai!" sahutnya dengan terburu-buru.


"Tunggu dulu Nona manis, apa kamu baru saja melindunginya? Jangan bilang kalauㅡ"


"BAJINGAN INI BUKAN SIAPA-SIAPA! Awas saja kalau kalian semua kalau berpikiran yang macam-macam!" ancam Amy dengan suara melengking oleh amarah.


Semua pria itu tertawa kecil dan pria berambut silver mengenalkan dirinya, "Aku Roy, tahun kelima kelas A-5. Aku adalah ketua dari Unity Arena...dengan senang hati, aku ingin mengundangmu, Kyle Heart untuk ikut ke dalam Unity Arena. Tempat dimana kamu bisa mendapatkan poin tambahan hanya dengan bertarung."


"Apa itu Unity Arena?" tanyaku lirih.


Pertanyaan itu membuat wajah mereka semua sontak melongo secara bersamaan.


......................


BERSAMBUNG..


...

__ADS_1



...


__ADS_2