CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 18. The Dead Line


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


...《 Teleportation tidak dapat digunakan karena jangkauan Dark Forest tidak diketahui 》...


Um, apakah akhirnya aku benar-benar mendapatkan masalah yang sebenarnya?


...****************...


Myles berlari menghampiri Pelatih Ryvern yang wajahnya memucat. Semua murid sudah berkumpul lagi di tengah lapangan. Para kawanan monster bermunculan kembali dari Dark Forest dan otomatis semua murid yang mendapatkan tanda bahaya kembali ke dalam sekolah. Myles mengernyitkan dahinya, "Apa maksudmu jika Kyle hanyalah satu-satunya murid yang tertinggal di dalam Dark Forest?!" geramnya. Wajahnya yang biasa tersenyum kini penuh dengan kerutan dan penuh dengan amarah.


Kesal dengan Pelatih Ryvern yang tidak menjawabnya dia berjalan mendekati Ryder dan teman-temannya yang diam-diam menahan senyuman mereka. Sebelum mereka menyadarinya, Ryder kini sudah berada di cengkeraman Myles yang menarik kerah bajunya. Ryder menggigil ketakutan melihat tatapan tajam Myles.


"Katakan padaku, apa...yang..kau..lakukan pada adikku? Huh?!" Myles mengguncangkan tubuh Ryder ke depan dan belakang dengan sangat keras. Napas Myles terengah-engah, dia berusaha menahan emosinya namun melihat Ryder yang menangis ketakutan, dia menjatuhkan Ryder ke tanah.


Matanya menoleh ke arah semua murid yang mencoba menundukkan kepala mereka. "Katakan padaku, siapa yang satu kelompok dengan Kyle? Cepat, katakan siapa?!" Tidak ada yang bergerak ataupun mengakuinya. Myles semakin kesal dan frustasi sebelum menarik kerah baju mereka satu persatu.


"Kamu? Bukan?! Kalau begitu kamu?!" Myles menatap tajam satu persatu orang yang dia angkat dan genggam kerah bajunya sambil memelototi mereka.


"Cukup!" sahut Ryvern. Dia berjalan menuju Myles dan melepaskan cengkraman Myles dari kerah baju anak ke 3 yang dia tanya. Myles menatap dingin ke arah Ryvern.


"Oh, sudah berani menjawab kah? Katakan padaku, kau juga sama-sama ikut campur dengan hal ini kan?! Katakan padaku, kenapa kau membiarkan adikku diperlakukan seperti itu, Huh?!" Myles menatap ke arah Ryvern dengan sangat tajam dan tangannya mengepal terlalu kuat hingga bergetar.


"Karena...anak itu adalah seorang bajingan. Kami tidak menyukainya. Kau mengerti?" suara Ryder yang sangat jelas, menghancurkan keheningan sesaat dan pandangannya Myles menjadi kabur oleh emosi. Namun sebelum dia berlari untuk menyerang ke arah Ryder, seseorang berteriak dari belakang.


"Myles! Pangeran Myles!!!" teriak seorang pria yang memakai baju pengawal Kerajaan Heart. Myles menahan amarahnya dan semua orang perhatiannya tertuju pada Pengawal itu yang sedang terengah-engah.


"Kerajaan Heart...tuanㅡ" dia mencoba mengatur napasnya. Myles mengernyitkan alisnya, "Kerajaan Heart kenapa?"


"Kerajaan Heart dan Kota Heart berhasil di invasi oleh seluruh kawanan Iblis! Nyonya Karina sudah tiada!" teriak Pengawal itu ketakutan dengan wajah pucat. Begitupun dengan wajah Myles yang mendengarnya, "Apa...katamu?" perlahan-lahan Myles menjawabnya seakan tidak percaya.


Kemudian terdengar suara tawa Ryder, "Ahahaha, lihatlah. Bahkan Kerajaan mu tidak mampu menahan serangan kawanan Iblis! Urus dahulu Kerajaan mu yang lemah itu!"


Terdengar suara geretakan dari gigi Myles dan tatapan tajamnya mengarah pada Ryder yang sudah menyeringai, namun sikapnya hilang begitu datangnya lagi seorang pengawal lainnya, "Kerajaan Spade dan Kerajaan Diamond juga diserang oleh kawanan Iblis yang sangat banyak. Kerajaan Club sedang mengirim ratusan tentara untuk membantu mereka!"


Kini Ryder diam membisu. Semua orang terdiam sebelum Myles langsung berlari ke arah pengawal kerajaan itu, "Bagaimana ini, apakah Kerajaan Heart benar-benar sudah hancur? Bagaimana dengan kondisi Raja dan Ratu Milan? Ayah dan Ibuku? Sebastian?"


Pengawal Kerajaan itu menggelengkan kepalanya, "Maafkan saya, Tuan. Begitu para kawanan Iblis itu masuk ke dalam kastil begitu cepat setelah menelan Nyonya KarinaㅡRaja Grim memerintahkan saya untuk segera datang kesini agar menyampaikan pesan pada Pangeran. Saya sudah berangkat dari Kerajaan semenjak... beberapa hari yang lalu...jadi saya tidak tahu Tuan," jawabnya ragu dengan nada yang muram.


Bagaimana ini? Apakah Kerajaan Heart hancur? Apakah seluruh keluarga ku tiada? Kyle...adikku kau dimana??, ditengah kekacauan yang menjalar di kepalanya,


Myles akhirnya memutuskan.


...****************...


Pasukan dari Ratu Iblis adalah ribuan goblin, ratusan King Orc beserta pasukan Orc yang mengikuti rajanya yang ada ratusan ribu hingga berpuluh-puluh anjing mutan serigala yang berlari mengejar para manusia di Kota Heart. Golem menghancurkan semua bangunan dan perumahan hingga berkeping-keping tidak bersisa. Dark Elf yang memakai sihir Dark Magic, menghisap seluruh jiwa dari para mayat manusia. Tidak ada yang tersisa kecuali puing-puing dan tubuh tak bernyawa yang ada dimana-mana.


Setiap bagian tanah, satu persatu di ratakan oleh Golem raksasa lainnya hingga air laut perlahan-lahan menaiki permukaan dan akan menenggelamkan kota.


BOOOOMMMMMMMM


Tap Tap Tap



"Ahahahaㅡlihatlah manusia-manusia ini! Sungguh tidak berdaya !" langkahnya yang tenang diikuti dengan tawa Ratu Iblis menggema saat dia berjalan mengelilingi puing-puing kota yang sudah hancur.


Mayat-mayat bergelimpangan dimana-mana, suara erangan kesakitan dan tawa para goblin terdengar ke seluruh is penjuru kota. Angin laut yang biasanya berhembus dengan lembut kini menghilang tanpa jejak. Seakan menangisi hilangnya nyawa semua manusia yang pernah tinggal di kota itu.


Aria terlihat terbang menuju ke samping Ratu Iblis, "Maafkan saya, Ratuku. Tapi sepertinya anak itu sedang tidak ada di dalam kastil. Hanya ada Raja dan Ratu serta mayat Karina."


"Mayat Karina? Apakah dia sudah meninggal ?" Ratu Iblis seakan terkejut. Aria terdiam sesaat, memikirkan apa hubungan yang sebenarnya Ratu Iblis dan wanita bernama Karina itu miliki. Sebelum ia segera menjawab, "Benar, Ratuku. Karina menggunakan jiwanya untuk mengeluarkan sihir pelindung terkuat di seluruh kota namun usahanya berakhir dengan sia-sia dan jiwanya hancur sehingga tidak dapat dihisap oleh para Dark Elf."


Ratu Iblis itu terdiam sesaat sebelum akhirnya terkekeh, "Karina...Karina...Muridku yang malang. Tidak masalah, putramu akan aman bersamaku. Hehehehe." Dia mulai berjalan lagi sebelum memanggil Aria untuk ikut dengannya.


"Apakah kita perlu mencari dimana keberadaan anak itu, Ratuku?" tanya Aria dengan ragu sesaat dia kembali terbang di samping Ratu Iblis. Setelah mendengar itu, Ratu Iblis melirik ke arah Aria, "Tidak perlu. Kamu tetap pimpin pasukan lainnya untuk segera menyerang Kerajaan terdekat seperti Kerajaan Spade dan Diamond. Kita butuh jiwa yang lebih banyak agar pembangkitan Raja Iblis dapat dilakukan dengan cepat agar anak itu tidak menyadarinya..."


Aria mengangguk dan membungkukkan tubuhnya sebelum terbang dengan cepat menuju arah Kerajaan Spade. Ratu Iblis itu tertawa lagi sambil mengumpulkan dan merasakan banyaknya jiwa yang sudah ia renggut dan hisap ke dalam tubuhnya hingga ia dapat merasakan kekuatan yang luar biasa namunㅡ


"Ahhh, ini masih belum cukup. Masih belum cukup untuk Rajaku...kekasihku, tunggulah sebentar lagi...kau akan segera bangkit di dalam tubuh anak itu...iya..aku akan mengambil tubuhnya untukmu Rajaku...Hahahahahahahaha !!!!!"


...****************...


Aku berjalan menyusuri pepohonan rindang yang cukup membuat jalan sedikit gelap dan kurang dengan penerangan. Berpikir betapa kesepiannya diriku tanpa Chae Rin, aku tetap berjalan sambil memperhatikan sekeliling ku.


Beberapa kali, tubuhku bergidik seakan instingku mencoba memberitahu sesuatu padaku. Firasatku benar-benar tidak enak.


Status ku masih tinggi oleh cheat seperti biasa, tidak ada kerusakan apapun dalam sistem kecuali Teleportation yang tidak dapat digunakan, peta yang hanya ada gambar X lalu Chae Rin yang tiba-tiba menghilang. Ah, fitur cheat juga tidak dapat diubah sehingga aku tidak dapat menggunakan GG GOD MODE sekarang. Untung saja aku menyalakan unlimited stamina yang memiliki multifungsi selain halnya memuaskan wanita di masa depan ku ahahaha...


Merasa lelah berjalan tanpa tahu tujuan, aku beristirahat di bawah pohon besar sambil membuat makanan dari CUSTOM MADE ALL ITEM yang ternyata berhasil. Merasa tenang dapat makan dan minum di tengah hutan aneh ini, aku memikirkan apa yang akan kulakukan selanjutnya.

__ADS_1


Jika aku mau, mungkin aku dapat menciptakan rumah baru di tengah Dark Forest dan hidup sendirian selamanya.


Atau terus mencari jalan keluar dari hutan ini? Hutan ini terasa sangat aneh dan penuh oleh rasa supernatural bagiku. Seakan ada yang memperhatikan ku dan keberadaan monster akan muncul secara tiba-tiba.


Ah, kudengar pedang Dark Soul Slasher ku ini berasal dari dungeon Dark Forest? Apa aku harus mengunjungi dungeon itu ?


Aku mengunyah sandwich rasa daging ayam dan sayuran sambil menggumam sendiri, "Apa aku dapat pergi melupakan semuanya dan bunuh diri disini? Hm, meski Chae Rin tidak ada, sepertinya fungsi pemulihan untuk tubuhku akan tetap ada... apakah itu berarti aku ini Immortal?"


Aku baru menyadari sebenarnya aku adalah immortal karena ibuku saja memiliki bakat immortal tingkat F. Aku yang memiliki semua bakat dan skillnya adalah tingkat SSS ke atas tentunya memiliki kemampuan yang lebih dari itu. Berarti apa aku tidak perlu takut mati ?


Akan tetapi, aku tetap merasa sakit ketika di gebuki secara habis-habisan oleh Ryder. Itu berarti aku tetap seperti orang biasa tapi tidak biasa? Merasa ini semua sangatlah kompleks dan rumit serta merepotkan, aku akhirnya memutuskan untuk mencari jalan keluar dari hutan aneh sekaligus keren ini.


Aku menaiki pohon tertinggi dan memanjatinya hingga sampai ke ujung. Saat aku menyembulkan kepalaku keluar dari dedaunan. Ah, aku benar-benar sial sekarang.


Dalam pandanganku hanyalah kabut, meskipun terlihat ada cahaya matahari, aku tidak dapat melihat apapun dengan jelas karena kabut. Dark Forest sepertinya adalah sebuah hutan misterius yang juga merupakan sebuah hutan sihir.


Apa karena itu Chae Rin tidak dapat menghubungi ku karena susah sinyal ?


Memangnya ini duniaku yang duluㅡOUCH ! Baiklah, penyakit di kepalaku yang tiba-tiba ini mulai menyebalkan...


Menggerutu sambil melompat turun dari pohon. Suara tawa dari monster yang kukenal terdengar. Goblin? Kenapa mereka ada disini ?


Aku membalikkan tubuhku dan menemukan sekawanan goblin yang terdiri dari 10 goblin yang sudah tertawa sambil menatap ku dan mengayunkan senjata mereka.


KEKEKEKEKEKEKEKEKㅡ


Aku langsung mengeluarkan pedangku dan menyerang mereka satu persatu, karena mereka majunya juga satu persatu.


Sepertinya mereka tidak mencoba menyerang ku secara bersamaan. Aneh, apa ada yang memerintahkan mereka? Ratu Iblis kah yang memerintahkan mereka? Bisa jadi...


Kurobek leher goblin paling jauh dariku sambil mencoba menarik napasku. Sudah lebih dari 10 goblin yang kubunuh karena entah bagaimana mereka tetap bermunculan setiap aku membunuh satu persatu dari mereka seperti bunuh satu tumbuh dua ribu.


Bagaimana kalauㅡAku mengganti pedangku dengan senapan dan menembaki mereka satu persatu lagi. Kali ini peluru yang ada langsung kububuhi dengan sihir api sehingga jika terkena satu goblin maka goblin di sekitarnya akan ikut terbakar dengan goblin yang tertembak.


DORR DORRR DORRRRR


BLAAARRRRRRR


KEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKEKㅡ


Demi penguasa alam yang suciㅡkenapa mereka tidak habis-habisnya ?! Meskipun staminaku sangatlah luar biasa besar dan mana sihirku banyak...mentalku ini sedikit kelelahan dan mulai ingin tumbang.


Dark Forest ini benar-benar seperti anomali juga di dunia ini. Sihirnya begitu kuat.


Merasa bahwa membunuh semua goblin ini hanyalah sia-sia saja karena mereka terus spawning dalam jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya. Aku akhirnya mengambil langkah kaki seribu secepat mungkin.


"Hhhhhhhh...hhh.."


DRAP DRAP DRAP DRAP



Hanya derap langkah kakiku yang menginjak dedaunan terdengar di telingaku. Aku sudah berlari cukup lama dan tidak merasa bahwa kawanan goblin itu mengikuti ku. Apakah sekarang sudah waktunya berhenti berlari? Aku belum selelah itu tapi aku merasa sangat ingin tidur dan menikmati makan siang dengan Nina dan Myles serta Sebastian lagi...


Napasku mulai terengah-engah dan tubuhku mulai terasa berat, aku sudah lama berlari. Mungkin beberapa jam? Akhirnya aku menemukan semak belukar yang terlihat aman dan aku menyandarkan diriku di dekat pepohonan di sebelahnya untuk mengistirahatkan diriku.


"Hhhh...Hhhh...hhh," aku mencoba menenangkan tubuhku yang jantungnya masih berdebar-debar karena kelelahan. Kusapu dahiku dari keringat yang bercucuran dan menegak botol minuman yang sudah kubuat sebelumnya.


Saat aku memejamkan mataku, suara gemerisik dedaunan terdengar tak jauh dariku. Aku membuka mataku, bukan karena mendengar suara gemerisik itu tetapi suara yang datang setelahnya.


"Grrrrrrrrrrrr," suara geraman dari sesuatu yang besar berada tepat di dekat semak belukar dimana aku bersembunyi.


Hm, sial sekali.


Tiba-tiba perkataan Chae Rin yang sellau dia ulang terngiang-ngiang di kepalaku.


"Suatu hari kau akan mati oleh kecerobohan dan kebodohanmu sendiri...begitu katanya," bisikku. Ah, aku ini memang menyedihkan.


Tahu begini seharusnya aku tolak saja permintaan mereka agar aku tetap berjalan di belakang mereka.


Jika aku lebih pintar mungkin aku sudah di sekolah sialan itu sekarang...


KEKEKEKEKEKEKㅡ


Gawat, para goblin itu ternyata mengejar ku?!


KIIIIIIIKKKKㅡ


DUMMMMM


"GROAAAAARRRRRRRR," suara pekikan goblin dan suara dentuman keras terdengar disaat bersamaan dengan geraman dari sesuatu yang besar itu. Aku langsung bangkit dari dudukku dan terkejut begitu melihat apa yang ada di hadapanku sekarang.

__ADS_1



Seekor beruang dengan tubuh kekar mirip manusia sudah menghabisi para goblin yang sudah berlari ketakutan. Beruang itu melihat ke arahku dan mengeluarkan lagi suara geraman nya yang sangat keras hingga menggema di seluruh penjuru hutan.


"GRAAOOOOOOO," beruang itu berdiri dan mengacungkan cakarnya ke arahku. Otomatis aku melompat mundur menghindarinya.


BAAAMMMMM


"GROAAAAAAAA," Beruang itu nampak marah ketika sayatan cakar besarnya tidak mengenaiku dan hanya menabrak tanah yang langsung berlubang hingga sedalam beberapa meter. Aku menarik napas ketika beruang itu langsung menyergap ku.


SWISSSH


Begitu bilah pedangku diayunkan ke arah tubuhnya...Keras sekali! Meskipun tubuhnya terlihat lembut karena bulunya, kulitnya sangat keras seperti tempurung kura-kura. Tanganku yang menggenggam pedang sedikit bergetar saat aku melompat mundur untuk memberikan jarak agar aku dapat menarik napas lagi.


"GRRRRRRRRRRRR," beruang itu menatapku dengan penuh amarah sebelum melompat ke arahku lagi sambil mengayunkan cakarnya, aku menghindar dan langsung menebas pinggang kanannya, "GRAAAHHH!" suara erangan beruang itu menggema cukup keras hingga telinga ku terasa cukup sakit.


Aku memandang pedangku yang sedikit berasap dan melihat hanya luka goresan di pinggangnya beruang manusia itu.


Bagaimana ini? Tubuhku sudah benar-benar merasa kelelahan...aku harus cepat menumbangkannya sebelum aku yang tumbang duluan dari beruang ini.


BAMMMMM


WUNGGGGGG


Saat cakaran beruang itu menabrak tanah lagi, aku langsung melompatinya dan menebas lehernya, "GRAAAAAHHHH," beruang itu langsung mengayunkan lengannya dan mengenaiku hingga aku terlempar ke arah pohon.


GRAOOOOOOO


BUM BUM BUM BUM


"Ugh...hhh...Hhhh," napasku tercengkat ketika beruang itu mulai berlari ke arahku. Aku segera berdiri dan melupakan bagaimana tubuhku yang bergetar hebat akibat kesakitan sehabis dilempar ke pohon.


"GRAAAAAA!!!!" ketika beruang itu melompat padaku, aku langsung mengambil ancang-ancang dengan pedang Dark Soul Slasher di hadapanku.


Kupusatkan mana sihirku ke atas bilah pedangku. Pandanganku fokus hanya pada beruang itu. Dedaunan berjatuhan. Waktu seakan berhenti dan beruang itu bergerak melompat dengan sangat lambat ke arahku.


...〈 DARK SOUL SLASHER - V2 〉...


...〈 Reverse Time Magic 〉...


Aku langsung melesat dari tempatku berdiri dan menghampiri beruang itu, sebelum mengayunkan pedangku ke arah lehernya,


SWUUUNGGG


Ke arah tubuhnya,


SWUUUNGGG


Ke arah dua lengannya disaat yang bersamaan,


SWUUUNGGG


Ke arah kakinya sebelum,


JLEEEBB


Langsung ku tancapkan bilah pedangku tepat di dada kiri beruang manusia itu. Begitu aku berhenti, semuanya kembali seperti normal. Tubuh beruang itu kini berjatuhan satu persatu sesuai dengan potongan yang kulakukan sebelumnya. Begitu tubuhnya terjatuh, aku menarik pedangku.


Ku perhatikan lagi tubuh beruang itu yang sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian sebelum aku langsung terduduk di atas tanah sambil menghela napas panjang, aku mengusap darah yang keluar dari mulut dan hidungku.


...《 Selamat anda telah membunuh Boss Dark Mutant HuBear (Selesai) 》...


...《 Selamat anda mendapatkan gerakan baru〈 DARK SOUL SLASHER - V2 〉 》...


...《〈 Reverse Time Magic 〉 terbuka 》...


Melihat notifikasi itu, pandangan mataku mulai kabur. Gerakan atau jurus pedang itu sangat kuat. Ah, bisa kurasakan tubuhku akan hancur sekarang...


...《 Kesadaran tubuh Host menipis! Waktu yang tersisa hingga dapat melakukan pemulihan secara menyeluruh 00:02 》...


Aku langsung menaruh pedangku kembali ke dalam tas ajaib sebelum mengambil tubuh beruang yang sudah terpotong-potong itu yang akan dimasukkan juga ke dalam tas ajaib. Darah yang mengalir dari hidungku mulai keluar kembali sehingga aku mengusap nya sebelumㅡ


BRUK


Aku jatuh pingsan di atas tanah.



......................


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2