
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Suasana festival musim gugur tahun ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.
Mungkin, karena aku memiliki seseorang yang dapat terus berada di sampingku dan menghabiskan waktuku bersamanya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, Peter terlihat lebih bersemangat untuk mengajakku berkeliling bersamanya di kota.
Sayangnya, aku tidak pernah berpikir sedikitpun untuk berjalan bersama dengannya. Begitu mendengar bahwa aku sudah bertunangan, dia juga jadi lebih aneh dari biasanya. Lebih memaksa.
Aku sudah lama berteman dengannya semenjak orang tuaku masih hidup, dia satu-satunya orang yang mungkin sedikit percaya bahwa aku ini tidak buta. Atau tidak?
Dahulu, karena merasa kesepian dan dia bersikap baik dengan tulus, aku menerima permintaan pertemanannya begitu saja.
Padahal aku sudah menganggapnya seperti kakak laki-lakiku sendiri.
Pikiranku buyar seketika, saat melihat Kyle didorong oleh Yuu ke arahku yang sedang dikerubungi oleh anak-anak laki-laki lainnya yang meminta perhatianku.
Lihatlah betapa menyedihkan laki-laki ini...
Aku menatap mata Kyle dari balik dinding anak-anak laki-laki itu, untuk mengirim pesan secara telepati, bahwa dia harus segera menyelamatkanku dan membawaku pergi dari gerombolan anak-anak ini.
Tentu saja, karena dia adalah tunanganku, setidaknya itulah yang harus dia lakukan agar aku tetap nyaman dan aman.
Akhirnya, setelah melihat bagaimana dia ingin menolak namun melihat Peter yang terus memaksaku, Kyle mengulurkan tangannya padaku sehingga aku dapat pergi dari sana.
Untunglah, aku dapat menghabiskan waktu dengannya di festival terakhir di tahun ini.
Dia bertanya padaku, apakah aku tidak apa-apa dan aku dengan malu-malu memintanya untuk memberi kecuupaan di atas pipiiku. Dia malah ikut bercanda sama seperti apa yang kulakukan padanya waktu di pantai bersamanya.
Yang benar saja...padahal aku sudah berdebar-debar menantikannya...
...****************...
Kyle terlihat sangat aneh dari biasanya.
Dia melamun dan seperti sedang memikirkan sesuatu dengan keras. Matanya terus berputar kesana-kemari, seakan mencari sesuatu, akan tetapi pandangannya terus berhenti kembali ke arah kios menembak yang baru saja kami datangi.
Dia baru saja memenangkan hadiah utama dari permainan itu, sebuah jepit rambut legendaris dari naga air yang diberikan untukku ketika melihat aku sangat tertarik pada benda itu. Tapi, seperti ada sesuatu yang terjadi, tiba-tiba saja Kyle seperti tertegun dan seakan mencoba untuk mengingat sesuatu.
Merasa khawatir, akhirnya aku bertanya padanya. Kyle bertanya balik padaku jika ada sesuatu yang aku lupakan. Apa ?
Ketika aku bilang tidak tahu, dia pun seperti kelelahan dan memutuskan untuk tidak menindaklanjuti apa sedang ia cari. Apa yang sebenarnya ia lupakan ?
Melihat kios yang ramai tak jauh dari istana, membuat perhatianku terarah pada kedua orang yang berdiri di balik kios itu. Kepala keluarga Jokyo dan Peter. Aku merasa ada yang janggal dengan mereka berdua, karena keluarga Jokyo tidak pernah membuka kios di acara festival apapun disetiap tahunnya.
Anehnya, tahun ini dan hanya di festival ini. Mereka membuka kios yang ramai dikunjungi oleh anak-anak seumuran ku. Aku menarik Kyle untuk segera ikut dan melihat apa yang kedua orang itu bagikan pada warga-wargaku.
Ternyata, mereka membagikan susu tanpa perlu membayar. Susu itu berasal dari monster bernama Mad Moo yang sudah mereka modifikasi menggunakan racikan obat khas keluarga Jokyo. Meskipun aku tahu bahwa semua obat yang dihasilkan oleh keluarga Peter itu, benar-benar ampuh untuk menghilangkan penyakit...
Entah kenapa ini, sungguh mencurigakan.
Akan tetapi, aku menghargai sikap baik Peter di masa lalu. Jadi, aku menerima untuk mencoba susu yang dibagikan secara percuma itu. Begitu kuminumㅡ
Rasanya pahit sekali, tidak enak.
Aku tersenyum lebar seperti biasanya dan mengatakan bahwa susu itu sangatlah lezat.
__ADS_1
Aku tiba-tiba teringat dengan sosok yang dengan setia berdiri di sampingku, jadi aku bertanya apakah Kyle akan diberikan juga contoh yang sama sepertiku.
Aku penasaran bagaimana reaksinya yang suka dengan makanan manis, mencoba susu yang terasa tidak enak ini. Hihihi...
Mereka berdua, yang begitu jelas tidak menyukai Kyle, tentu saja mengatakan bahwa mereka kehabisan susu yang sudah mereka bagikan pada anak-anak dan warga lainnya. Aku tahu mereka berdua berbohong. Berani sekali mereka dnegan gamblang berbohong di hadapanku begitu sajaㅡah, aku lupa aku kan buta bagi mereka berdua.
Yasudah lah, ini semua memang salahku terlahir dengan mata seperti ini...
Merasa sedikit sedih, aku menyodorkan susu yang baru saja diberikan padaku ke Kyle. Dia terlihat terkejut dan ingin menolaknya. Akan tetapi, saat mata kami bertemu...seperti mengetahui isi hatiku yang sebenarnya, dia menerimanya dan meminum susu pahit dari gelas itu, tepat dimana sebelumnya aku meminumnya. Akibat tindakannya, kini wajah dan daun telingaku terasa begitu panas.
Ahahaha, lihat bagaimana wajahnya mengerut dan di berusaha untuk tidak memuntahkannyaㅡpadahal dia bisa saja langsung memuntahkannya ke arah kedua pria yang sepertinya terlihat kesal melihat kedekatan kami berdua...terutama Peter.
Bisa saja Kyle memulai permasalahan baru dengan mereka berdua, pasti aku dengan senang hati memihak dirinya. Tetapi, karena dia memiliki hati yang lembut dan tidak suka hal yang merepotkan, dia memilih meresapi susu pahit itu dengan dahi yang berkerut.
Sekilas, kedua orang yang ada di balik kios itu tersenyum menyeringai seakan menang dari sesuatu. Apakah mereka dalang dari kejadian yang akan terjadi di masa depan ?
Peter, padahal aku berpikir kamu ini adalah orang dan teman yang baik...aku menjadi ragu akan penilaian itu terhadapnya sekarang.
Keraguanku itu terbukti benar ketika dia memintaku untuk berbicara empat mata di atas balkon, tempat dimana kami sering bermain dan minum teh bersama.
Dia memintaku untuk membatalkan pertunanganku dengan Kyle. Aku bertanya kenapa dia sangat tidak menyukai Kyle. Dia marah dan terus mengatai Kyle sebagai seorang bajingan. Aku tidak tahu rumor mengenai Kyle itu berasal darimana, tapi aku tahu dia bukanlah seorang bajingan.
Lagipula, Peter dihadapanku kini terlihat begitu memaksa dan menyeramkan. Sekilas, aku jadi teringat dengan paman gila itu di masa laluku yang lama.
𝙰𝚔𝚞𝚓𝚊𝚞𝚑𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚓𝚊𝚞𝚑𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚓𝚊𝚞𝚑𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚓𝚊𝚞𝚑𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊ㅡ
Dunia mulai berputar ketika tangan yang menjijikkan milik Peter itu hampir menyentuh tanganku...𝙰𝚔𝚞𝚓𝚊𝚞𝚑𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊𝚊𝚔𝚞𝚓𝚊𝚞𝚑𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚔𝚞𝚊𝚝𝚍𝚊𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊ㅡ
...----------------...
WUNGGG
BRRRRAAAAAAAKKKKKKKKㅡ
NGGGIIIINNGGGGGGGGㅡNGIIIUUUUUUNG
Lamunanku terbayar ketika mendengar bunyi yang sangat memekakkan telinga dan beserta suara pintu yang hancur. Kulihat, Kyle sedang berdiri di ambang pintu dengan kondisi pintu di sampingnya sudah hancur.
Untunglah...
Merasa sedikit lega dengan kehadiran Kyle, aku menjadi sedikit tenang. Berbeda denganku yang tenang, kini Peter nampak begitu marah dan terus membentak Kyle. Mengatainya menggunakan mulut kotornya dengan sangat kasar. Mendengar dengungan mulutnya yang mirip seperti lalat, aku balik menyentaknya dan dia dengan berani membalas balik terhadapku. Mengatakan bahwa seharusnya aku menggunakan Kyle sebagai korban ritual baru.
CTASSS
Seperti ada yang putus di dalam kepalaku. Hihihi, dia bilang aku tidak akan berani melenyapkannya juga? 𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸ㅡ
Pandanganku menjadi sedikit samar-samar disini...tapi aku yakin aku tidak tertawa.
Tapi kenapa aku ingin terus tertawa ? 𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸𝙷𝙸ㅡ
Kyle menyadarkanku kembali ketika dia bertanya apa yang akan aku lakukan jika Peter mengadukan apa yang baru saja kulakukanㅡhah ? menyembunyikan rasa bingungku dari Kyle, aku melihat ke arah Peter, dia berada di ujung lorong di balik pintu yang hancur. Darahnya mengucur di seluruh tubuhnyaㅡapa aku baru saja menyerangnya ?
Gawat, aku tidak ingat.
Takut Kyle akan mencurigaiku, aku berusaha bercanda padanya dengan mengatakan bahwa aku tidak sengaja.
__ADS_1
Kemudian, aku dengan enteng menjawab akan membunuh siapapun yang menghalangi pertunanganku dengannya.
Tidak, yang terakhir itu sebenarnya aku bersungguh-sungguh.
...****************...
Memandangi cincin dengan batu berkilauan di jari manis tangan kananku, membuat ujung bibiirku terus terangkat keatas dan jantungku berdetak tidak karuan.
Apa ini ? Perasaan apa ini ?
Aku begitu senang ketika Kyle memberikan hadiah cincin ini sebagai hadiah pertunangan nya padaku. Tidak salah jika aku berniat untuk memberikan istana, tanah dan 20 juta kepingan emas untuknya sebagai mas kawin.
Hihihi, dia begitu luar biasa. Aku sangat senang. Seorang wanita yang membantuku untuk merias dan memakaikan gaun pesta pertunangan ini, terus bertanya mengapa aku terlihat begitu senang. Aku malu-malu menjawabnya bahwa aku sudah memilih anak laki-laki yang tepat sebagai tunanganku.
Akibatnya, kami jadi terus berbincang dan aku datang terlambat ke pesta pertunangan kami. Sebelumnya, aku juga sudah menemuinya untuk berjaga-jaga mengenai rencana buruk tersembunyi keluarga Jokyo.
Berharap bahwa itu tidak terjadi, Kyle memberikan kejutan lainnyaㅡhihihi.
Dia memakai setelan dengan warna yang begitu cerah, itu adalah warna kesukaanku.
Selain itu, dia menyiapkan kejutan lainnya...bagaimana ini?! Dia terus menerus memberikan kejutan besar yang begitu indah hingga air mataku tidak dapat terbendung lagi. Aku langsung berlari ke atas pelukannya dan menangis sebelum berbisik pelan...
"Aku menyukaimu, Kyle."
Untung saja, dia tidak mendengarkan nya...atau dia berpura-pura tidak mendengarnya...aku tidak peduli lagi.
Aku ingin terus berada di sampingnya.
...****************...
Melihat iblis succubus yang begitu dekat dengan Kyle, membuat hatiku terasa panas dan penuh oleh amarah.
Aku tidak senang jika succubus itu dengan mudah mendapatkan perhatian Kyle. Apalagi itu adalah succubus, kau tahu?! Sangat jelas bahwa manusia biasa sepertiku, tidak ada bandingannya dengan iblis semacam itu.
Melihatku begitu dongkol hingga ingin menunda pertunangan kami, dengan panik Kyle mencoba menggodaaku dengan senyumannya yang menawan. Aku tidak akan jatuh ke perangkap murahan semacam itu.
Meskipun, pada akhirnya aku terjebak dengannya begitu dia menyodorkan banyak minuman bergelembung yang begitu manis itu. Hihihi, aku sangat menyukainya jadi aku lupa mengapa aku marah padanya.
Meminumnya dengan begitu rakus, aku hampir menghabiskan banyak gelas dari minuman bergelembung itu. Kyle terlihat khawatir dan bertanya apakah perutku akan baik-baik saja. Meski perutku terasa sedikit tidak enak semenjak meminum susu pahit dari keluarga Jokyo yang sudah terbang ke Neraka, aku tetap melanjutkan minum minuman itu dengan nikmat.
Aku baru menyesal ketika Kyle mengajakku berdansa di bawah pandangan mata semua warga yang menghadiri pesta ini. Hal ini dikarenakan dia terus melakukan gerakan dimana aku harus berputarㅡugghhhㅡ
"Bleeegggghhhhㅡ"
"ㅡEh, Valeria?!!"
Tiba-tiba saja, aku muntah di atas setelan milik Kyle setelah aku berputar dua kali dan memeluknya di tengah gerakan dansa ini.
Kyle tidak terlihat jijik, malah dia memelukku dengan hangat sambil menepuk-nepuk dan mengusap-usap punggungku secara perlahan, membiarkanku terus mengeluarkan isi perutku di atas setelannya pada bagian punggung lengan sebelah kanan.
Uggghhhhㅡmaafkan aku, Kyle.
Atas ulahku, kini pesta pertunanganku dengannya menjadi begitu berkesan.
......................
...「 Interlude XIV. Valeria's Heart (III) 〈 selesai 〉」...
__ADS_1