
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Di tengah ruang tahta yang suci, seorang anak laki-laki berlutut di hadapan seorang Tuan Putri yang memiliki rambut coklat gelap dengan mata berwarna biru.
Dia memandangi anak lelaki itu dengan datar.
Meskipun begitu, anak itu tidak merasa kesal maupun mengindahkannya dan langsung berteriak dengan lantang;
"Wahai, Tuan Putri!!! Saya Ray dari Kerajaan Diamond! Dengan bunga iniㅡsaya inginㅡ"
"Maaf, aku akan menolaknya."
Anak laki-laki yang sudah berkuda dan jauh-jauh melewati sisi pulau ke sisi pulau lainnya hanya untuk melamarku, kutolak begitu saja. Bahkan aku tidak ingin mendengar rayuannya yang mungkin akan mirip dengan buku dongeng kesukaan ibuku.
"HUUUUAAAAAㅡMAMAAAAA!!!" anak laki-laki itu langsung berlari keluar, meninggalkan semua buket bunga dan coklat yang sudah ia bawa.
"Ya, cepat sana pergi ke ibumu."
"HUSH!!! Ellen! Kenapa kamu berbicara tidak sopan seperti itu???!" potong ibuku, Ratu Elena yang duduk di sampingku.
Setelah aku menginjak usia sembilan tahun, lamaran pertunangan dari sana-sini, mulai bermunculan seperti lalat bangkai yang mengerumuni mayat baru yang memunculkan bau busuk.
"Ibu, aku sudah bilangㅡaku tidak memerlukan sosok Raja nanti."
"Ellen sayang, sudah ibu bilangㅡmeskipun kamu akan seperti itu, kita memerlukan seorang keturunan nantinya."
"Aku masih berusia sebelas tahun ibu?!"
"Oleh karena itu, pertunangan saat masih berusia dini adalah awal yang tepat agar kamu mengenal sosok yang tepat untuk menjadi ayah dari keturunan Kerajaan kita!"
"Aku tidak peduli itu ibu, kenapa kita tidak ambil saja salah satu anak di gereja?"
"Ellen!"
NYAM NYAM NYAM NYAM
"Ellen, itu coklat milik ibu."
Merasa sedikit kesal dengan ibuku yang terus bersikeras untuk membuatku bertunangan, aku menghabiskan semua coklat bagiannya.
NYAM NYAM NYAM NYAM
"Ellen, jika itu adalah Pangeran Kyle. Kamu akan menerimanya?"
"Tidak."
Ibuku menatapku dengan lelah karena beliau hampir melongo, tindakan yang tidak sopan sebagai seorang Ratu, karena mendengar jawabanku yang begitu cepat. Setelah berdeham kecil, ibuku melanjutkan, "Lalu?"
"Biarkan saja aku sendiri, ibu."
"Ada apa Ellen?? Tak biasanya kamu seperti iniㅡ" belum selesai ibuku berbicara, terdengar teriakan seorang prajurit berpakaian serba hijau, dia adalah salah satu tentara angkatan darat.
Setelah memberi salut ke arah kami berdua, dia mengatakan disela hembusan napasnya yang berat, "Lapor! Ratuku, penerima pesan kami mendapatkan laporan, bahwa pasukan Golem dan pasukan Goblin dalam jumlah yang banyak tengah menyerang perbatasan wilayah Selatan Dark Forest!"
"Apa?! Bagaimana kondisi desa di daerah sekitar perbatasan?" tanya ibuku tercengkat.
Aku termenung, pasukan Iblis?? Menyerang wilayah Kerajaan ini secara tiba-tiba??
__ADS_1
Tentu saja, aku langsung mengambil pedangku dan ikut pergi berlari membantu para pasukan tentara lainnya untuk menghabisi para goblin itu. Aku tidak mendengarkan titah ibuku dan hanya diam saja sambil memohon untuk membiarkanku pergi sebelum beranjak pergi dengan ayahku.
Kami berdua beserta tentara lainnya menggunakan kuda untuk mengunjungi tempat dimana para iblis itu berada.
Akan kubuktikan pada ibuㅡbahwa aku tidak memerlukan siapapun untuk berada di sampingku !
...****************...
Untung saja, invasi pasukan iblis ini berakhir tanpa ada korban jiwa satupun.
Akan tetapi, kami mendapatkan kabar duka bahwa seluruh Kerajaan Heart tidak ada satupun yang selamat. Bahkan wilayahnya sudah hilang, ditelan oleh air laut.
Ada satu perbedaan di invasi kali ini, aku mengetahui bahwa pada invasi di Kerajaan Heart, muncul rumor bahwa Ratu Iblis yang sudah bangkit dari tidur lamanya dapat dengan mudahnya meluluhlantakkan Kerajaan Heart, Kerajaan yang dibangun beratus tahun lamanya itu dengan mudah.
Jika saja, Ratu Iblis itu ikut menyerang di Kerajaan Spade. Aku yakin kami juga tidak akan bertahan. Tentara Spade dan Tentara dari Heart sama-sama kuat. Meskipun, dari segi sihir, Tentara Spade jauh lebih kuat.
Melihat ini semua, menjadi tamparan keras bagiku bahwa, Ratu Iblis kini bangkit menjadi jauh lebih kuat daripada kekuatannya yang ada dalam buku sejarah selama beribu-ribu tahun yang lalu.
Menghabiskan waktu hari demi hari hanya untuk berlatih. Aku memiliki tujuan baru sekarang. Untuk membangkitkan seluruh seri kekuatan Light Magic hingga Volume ke-tujuh. Volume terakhir dari seri kekuatan sihir Light Magic.
...****************...
Unity Academy, sekolah impian seluruh anak-anak di pulau Cyrus ini. Hari ini adalah hari pertamaku untuk bersekolah di tempat elit ini. Tidak ada lalat bangkai beterbangan sejauh mata memandang, sehingga aku dapat menghabiskan seluruh coklatku dengan tenang sambil menunggu upacara pembukaan dimulai.
Kepalaku sudah benar-benar kosong saat pembagian kelas dimulai, ini semua terasa membosankan. Aku ingin acara ini selesai kemudian menyelesaikan semua kelas dan kembali berlatih.
...
...
Hm? Kenapa semua murid-murid disekitar mulai memperhatikanku? Oh, aku sepertinya mendapat absen pertama di kelas Elit A.
Itu berarti secara status dan bakat, aku berada di atas mereka semua. Tentu saja, aku harus lebih kuat dari mereka semua.
Karena aku ingin sendiri.
Aku ingin melindungi seluruh rakyatku.
Sendirian.
Aku tahu, bahwa itu sangat mustahil.
ㅡTapi, akan kutunjukkan bahwa aku dapat mewujudkannya.
Lihat saja nanti, ibu.
...****************...
Saat aku duduk, mataku bertemu dengan mata hitam milik dia. Orang yang dirumorkan sebagai kaki tangan Ratu Iblis.
Aku rasa tidak begitu, mungkin dia hanya tidak beruntung saja dan terjebak di dalam Dark Forest sebelum dia dikeluarkan dari tempat itu secara ajaib.
Jika dia bisa mencapai sebuah keajaiban, itu berarti aku juga.
Dia adalah salah satu bukti keajaiban pulau Cyrus ini, itu berarti aku memiliki harapan untuk mewujudkan keinginanku.
__ADS_1
Menunggu kelas dimulai, aku mendengar keributan dari Hero of Spade dengannya.
Untunglah, Hero Of Spade kebanggaan Ayah tidak tertarik untuk mengajakku berbicara.
Bosan menunggu, kepalaku mulai diisi dengan berbagai metode latihan baru untuk membangkitkan sihir Light Magic milikku sebelum Pak Heinz datang.
Bahkan setelah kelas perkenalan dimulai, dia sudah membawa keributan baru.
Tidak, ini semua bukan salahnyaㅡhanya saja keberadaannya ini sedikit membuatku kesal.
Kenapa harus ribut di hari pertama yang seharusnya tenang bagiku ini?! Karenanya, kelas perkenalan ini jadi berlangsung lebih lama dari yang seharusnya. Akibatnya, aku harus menunda waktu latihanku serta harus menguranginya.
Siang nanti, aku harus memakan banyak coklat agar kepalaku kembali tenang.
...****************...
Aku mendengar ada keributan lainnya saat kelas pertahanan fisik atau apalah itu.
Ternyata, bangsawan berwarna merah dan kawan-kawannya itu sengaja menjebak dia agar dia mendapatkan hukuman.
Kasihan sekali, kurasa dia dapat menghindari semua itu, tapi kenapa dia tidak memilih untuk menghindar? Mengedikkan bahu tidak peduli, aku sedikit terperanjat mendengar Tuan Putri Sharence membanting pintu lokernya.
Sepertinya, semua anak remaja tanggung ini memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan keberadaan mereka di dalam Akademi.
ㅡAh, aku sudah terlambat. Aku harus segera pindah ke kelas selanjutnya atau waktu latihanku akan semakin berkurang.
...****************...
NYAM NYAM NYAM NYAM
Mengunyah coklat-coklat ini dengan lahap, membuatku menjadi tenang dan dapat berpikir dengan jernih.
Kudengar gedung dimana kelasku berada juga ada kantin seperti ini, tapi begitu kulihat mereka tidak menyediakan coklat sama sekali. Untunglah, kantin utama menyediakan banyak sekali variasi coklat.
NYAM NYAM NYAM NYAM
Hm? Kenapa dia terus memperhatikanku seperti itu? Yasudah lah. Aku kembali memakan coklatku setelah mengangguk singkat padanya.
Saat aku tengah lahap menghabiskan setengah dari puluhan coklat yang kubeli, terjadi sesuatu yang aneh.
Tidak aneh, hanya Tuan Putri Violeta dan Hero Of Spade yang berusaha mengejarnya namun Tuan Putri Violeta akan terjatuh dan dia dengan cepat berlari untuk menyelamatkannya.
Namun, mereka berdua berakhir dalam posisi yang cukup canggung, bahkan bagiku.
Mereka berakhir terjatuh dalam kondisi Tuan Putri Violeta meniindiihnya dengan kedua biibiir mereka menempel satu sama lain.
Lalu, Tuan Putri Violeta berlari keluar kantin diikuti dengan dia dan Hero Of Spade.
Suasana kantin yang awalnya hening, kini kembali ramai memperbincangkan apa yang baru saja terjadi. Aku kembali untuk melahap habis coklat-coklat yang ada di hadapanku ini.
NYAM NYAM NYAM
Aneh.
Sekarang, coklat-coklat ini tidak dapat menenangkan kondisi hatiku yang seakan kecewa berat oleh sesuatu. Bahkan di dalam kepalaku, kejadian barusan terus berulang kali terputar-putar seperti lingkaran.
ㅡKali ini, coklatnya terasa hambar di lidahku.
__ADS_1
......................
...「 Interlude XXI. Ellen's Heart 《 III 》〈 selesai 〉」...