CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 10. The Red Eye Gang


__ADS_3

...『⚠️ Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi bukan kejadian nyata ⚠️ 』...


Previously :



Kenapa...


Kenapa di dunia ini yang seharusnya berbentuk dan terlihat pixel malah diisi oleh banyak gadis cantik no filter ?!


...****************...


Aku mengerutkan dahiku sambil memikirkan bagaimana taraf kecantikan dan ketampanan orang di dunia ini sungguh di atas rata-rata, bahkan wajah Ryder dan anak buahnya yang mengganggu Sharence sudah termasuk kategori tampan. Apa rahasia mereka semua?


...「Host, tolong sekali lagi lebih serius」...


Akhir-akhir ini, Sistem lebih sering berbicara padaku ya? Ada apa ini Sistem? Sedikit cemburu dengan Nina? Tidak perlu khawatir, kamu sama pentingnya bagiku dan karena kamu yang paling dekat denganku sekarang.


...「Tutup mulutmu, Host」...


Tapi kan kita berkomunikasi dari hati ke hati.


Aku terkekeh sendiri dan Nina memandangku tidak percaya, "Kenapa Tuan tertawa?" bisiknya. Night yang turun dari atap menatapku dengan penuh kebingungan.


Beberapa bandit saling menatap satu sama lain dengan bingung sedangkan tatapan Red Eye (?) semakin tajam dan aura membunuh yang timbul darinya semakin kuat.


"OHHHH!!!!" aku tiba-tiba terkesiap lagi sehingga mengejutkan mereka semua.


...「Status」...


【 Nama: Ketua Red Eye Gang (Belum Diketahui) 】


【 Usia: 18 tahun 】


【 Gelar: Pembunuh Bayaran 'Red Eye' 】


【 Nama Asli: ??? (Level belum mencukupi) 】


【 Level: 80 】


【 Okupasi: Ketua Red Eye Gang 】


【 Ras: Manusia Setengah Elf 】


【 Kekuatan: 85(A) / Potensi A 】


【 Kesehatan: 81(A) / Potensi A ▼ 】


【 Kelincahan: 83(A) / Potensi A 】


【 Magis: 70(B)/ Potensi B 】


【 Perlawanan Magis: 68(B) / Potensi B 】


【 Pengetahuan: 45(C) / Potensi C 】


【 Keberuntungan: 72(B) / Potensi B 】– Spesial


【 Rasa Suka: -30 (Tidak Suka) 】


【 Kepercayaan: 0 (Normal) 】


【 Bakat 3/5 】 ▶


【 Skill 4/5 】 ▶


Statusnya sangat luar biazah !


...waaahh, ini pertama kalinya aku melihat ada ras selain manusia...oohh, apalagi dia adalah ras setengah elf setengah manusia.


Aku tidak tahu apakah aku harus merasa senang akhirnya menemukan orang dengan status yang tinggi atau harus ketakutan. Lebih baik aku merasa senang setengah mati, meskipun dia tidak menyukaiku, aku akan membuatnya menjadi rekanku.


"Beraninya kamu tertawa setelah melihatku," akhirnya Red Eye membuka mulutnya. Mendengar suaranya, aku jadi ingin tersenyum lebar seperti orang gila, kalau kamu tahu suara Saori Hayami yang menjadi Yor Forger atau Yukino Yukinoshita, kamu yang mengidolakannya pasti akan tersenyum sendiri. Ups, lupakan itu..


Aku tersenyum dan mengangkat kedua tanganku dengan pasrah, "Red Eye? Kita bisa berbicara baik-baik, tidak perlu ada pertumpahan darah disini... bagaimana?" tanyaku dengan tenang. Nina mengerutkan dahinya namun dia memilih diam karena mungkin dia percaya denganku sedangkan Night tersenyum seperti baru saja mendapat mainan baru. Red Eye berjalan mendekati kami dengan tatapan mata yang semakin tajam, "Kau pikir aku akan mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut anggota Kerajaanmu yang kotor itu? Tentu saja, tidak."


Nina langsung mengeluarkan kedua dagger nya dari balik apronnya dengan tatapan dingin seakan dia marah saat Red Eye mengatakan hal buruk itu...Ohh, selama ini dia menyembunyikannya disana? Pantas saja kemarin saat aku memeluknya kenapa terasa keras seperti besi...aku kira dia memakai armor di balik baju pelayannya..ternyata itu dagger khusus miliknya..

__ADS_1


Semua bandit lainnya langsung mengeluarkan senjata mereka satu persatu sambil terkekeh-kekeh. Night juga ikut mengeluarkan kedua pedangnya dari sarungnya yang berada di balik punggungnya.


Hmm, Sistem... kira-kira senjata yang bagus untukku, apa ya ?


...「Aku tidak peduli, bodoh」...


...****************...


Ratu Elena tersenyum sambil memperhatikan Ellen yang masih tertidur dengan pulas di samping kasurnya, tangannya masih dia genggam dengan erat.


Berpikir dia merasa cukup lapar, dia memakan coklat pemberian Pangeran Kyle dengan hati-hati. Matanya terbuka lebar dan memandangi bungkus coklat yang ada di hadapannya dengan tidak percaya. Selain rasa yang enak, Ratu Elena dapat merasakan tubuhnya semakin bertambah kuat dari sebelumnya...


Sayang sekali, dia belum menerima tawarannya untuk menjadi menantunya...tapi sepertinya pria seperti Pangeran Kyle akan berakhir dengan banyak pasangan sama seperti anggota Kerajaan Heart lainnya.


Saat Ratu Elena berpikir hal tersebut sambil menghela napas, Ellen terbangun oleh bau coklat dari bungkus yang ada di sampingnya. Ratu Elena tersenyum padanya dalam kondisi duduk di ata kasur, "Selamat pagi, Ellen putriku. Bagaimana tidurmu?"


Ellen menguap dan menganggukkan kepalanya, "Aku tidur dengan nyenyak, ibuㅡIBU?!!!!!" awalnya Ellen berkata dengan tenang sambil melihat ibunya namun ketika melihat ibunya tersenyum padanya, dia langsung berteriak karena terkejut.


Suasana di dalam istana Kerajaan Spade menjadi ricuh dan penuh dengan isak tangis semua pelayan, pengawal Kerajaan yang mendengarnya ataupun anggota keluarga Kerajaan Spade sendiri.


Ratu mereka sudah kembali sehat.


Akan tetapi, bukan hanya ricuh oleh karena keadaannya yang tiba-tiba sehat. Ratu Elena tiba-tiba meminta mereka semua, Kerajaan Spade untuk menghentikan segala hal yang berkaitan dengan pelatihan perang, rasa benci dan balas dendam untuk melawan Kerajaan Heart lagi.


Tentu saja, tidak semua dapat menerimanya begitu saja...


Ratu Elena menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendatangi dan berusaha meyakinkan satu persatu orang ataupun keluarga yang masih memilih untuk melakukan perang dengan Kerajaan Heart, melihat istrinya seperti itu, akhirnya Raja Spade mengeluarkan hukum baru dan meminta salah satu pengirim surat mengantarkan surat yang ia tulis langsung pada Kerajaan Heart secepat mungkin.


Isi hukum barunya adalah, akan ada pengasingan hingga hukuman eksekusi mati untuk setiap orang atau kelompok dari Kerajaan Spade yang masih merencanakan, melaksanakan, tindakan yang memicu perang baru dengan seluruh Kerajaan di Cyrus, termasuk Kerajaan Heart.


...****************...


Raja Grim memandang surat di tangannya dengan tampang tidak percaya dengan apa yang sudah ia baca. Matanya kembali melihat awal dari isi surat itu berkali-kali. Dia sudah siap untuk membunuh dirinya sendiri jika semua Kerajaan lainnya menolak tawarannya untuk menyerahkan Kerajaan Heart pada Kerajaan lainnya. {Fun Fact: Raja di kartu berlambang Hearts pada kartu Rummy terkenal disebut dengan Raja Bunuh Diri }


Dalam isi surat yang dikirim langsung dari Kerajaan Spade, Raja Ulreich Spade, meminta perang yang terjadi di antara Kerajaan mereka dihentikan dan Kerajaan Spade akan membuka kembali jalur perdagangan ataupun jalan yang menghubungkan Kerajaan Heart dengan Kerajaan Spade. Jika Raja Grim menyetujuinya, ia harus segera menghadiri pertemuan antara seluruh Kerajaan di Neutral Ground dua minggu ke depan.


Terburu-buru, Raja Grim memberitahukan hal ini pada kedua istrinya yang juga disambut dengan rasa sukacita dan terkejut. Mereka bertiga tanpa sadar saling berpelukan dengan haru. Beberapa pelayan dan Myles yang mendatangi mereka karena bingung ada keributan apa, hanya bisa memandangi dengan kaget bahwa hubungan ketiganya terlihat sangat dekat.


Di tengah ruang tahta, Raja Grim berdeham untuk menghilangkan rasa malunya dan melihat ke arah Pangeran Myles. Akhirnya Raja Grim bertanya dimana Pangeran Kyle berada pada Pangeran Myles. Pangeran Myles menjawab bahwa adiknya pergi ke kota dengan Nina untuk membeli peralatan melukis yang baru. Raja Grim terdiam karena baru kali ini mendengar, anaknya yang pendiam dan pemurung itu pergi keluar dari kastil seperti Pangeran Myles.


Bahkan kejadian yang terjadi di acara ulangtahun ke - 9 Pangeran Myles membuatnya sedikit bingung namun bangga melihat bahwa putranya yang sering di anggap buruk oleh orang lain akhirnya dapat melindungi diri dan martabatnya sebagai seorang Pangeran.


...****************...


Melihatku yang masih tetap tenang dihadapannya sendirian, Red Eye menertawakan ku, "Ohh, anak kecil dari Kerajaan sepertimu sepertinya bersikap terlalu tenang sekali... apakah kamu akan memanggil para pengawal menyedihkan itu untuk melindungi nyawamu?" Dia menyeringai dan mengeluarkan pedang dari pinggang rampingnya yang langsung menyemburkan api dari bilah pedangnya.



OHHHH, dia terlihat sangat keren sekali !


Masih melihatku yang malah terkagum-kagum padanya, dia akhirnya mengerutkan dahinya seakan kesal bercampur dengan bingung, "Kau yakin tidak merasa ketakutan melihat ini?"


Aku tersenyum dan menggelengkan kepalaku sebelum menjawabnya, "Tidak, aku rasa kamu itu terlihat keren."


Kerutan di dahinya semakin mendalam, "Jangan kira aku akan membiarkanmu hidup hanya karena kamu bermulut manis padaku."


Aku menggelengkan kepalaku dan akhirnya mengatakan hal yang sedari tadi ingin kukatakan padanya, "Aku bisa loh, menyembuhkan mu dari kutukan mu itu."


Tubuh Red Eye membeku, dia perlahan menatap mataku dengan nanar seakan apa yang kukatakan adalah sebuah hal yang tidak ingin dia dengar dari orang sepertiku. Dia menggeram dan mengatupkan giginya dengan kuat hingga terdengar gertakan.


"Beraninya kamu...memangnya, kamu tahu apa anak kecil?! Akan kuhabisi kau!!!"


Dia langsung menghampiriku sambil mengambil ancang-ancang untuk menebas leherku, aku berbisik pelan, "...maafkan aku."


Aku langsung mengeluarkan pedang yang kata Sistem paling legendaris di dunia ini dari Tas Ajaibㅡ


Dalam sekejap, dua kilatan pedang saling bertabrakan satu sama lain.


Red Eye terlihat terkejut melihat pedang yang ku keluarkan dan mengenai pedang apinya, aku juga terkejut melihat bilah pedangku yang berwarna hitam serta gagangnya yang sama-sama berwarna hitam mulai mengeluarkan kepulan asap hitam sehingga membuat Red Eye melompat mundur.


Bahkan para bandit yang tersisa, Nina dan Night melongo melihatku yang masih berada di antara kepulan asap hitam dari bilah pedangku. Asap hitam apa ini, Sistem?


...「Itu asap beracun yang dapat melelehkan besi dan menarik serta menelan jiwa dari lawan penggunanya」...


Pedang mengerikan apa ini, Sistem ?!


...「Itu pedang terkuat dan dinamakan dengan nama Dark Soul Slasher, penempa dari pedang ini adalah penyembah Ratu Iblis. Penempa itu akan membunuh orang dan menyerahkan jiwa lawannya sebagai persembahan pada Ratu tetapi penempa itu menghilang sebelum sempat memakainya」...

__ADS_1


...cerita dibalik pedang ini juga mengerikan. Terlepas dari namanya yang mirip dengan Hash Slinging Slaisher...Has binging...Bus bingingㅡ. Umm, kenapa kamu memberikanku pedang ini, Sistem?


...「Sudah sangat jelas sebagai Bajingan dari Dark Witch dan Villain, pedang ini sangat tepat untuk Host」...


Aku memilih untuk tidak mendengarkannya dan kembali melihat ke arah Red Eye yang terkekeh, "Anak kecil sepertimu bisa saja mendapat pedang seperti itu...tidak heran banyak yang memanggilmu sebagai malapetaka di dunia ini."


"Sudah cukup!" Nina langsung menyerangnya dari belakang namun dengan mudah Red Eye menghindar dan mencoba menyerang Nina, namun aku langsung menebas angin ke arah Red Eye sehingga kepulan asap itu menghampirinya, dia berhenti rencananya untuk melawan Nina dan menghindar.


Aku melihat ke arah Nina, "Urus saja bandit-bandit itu, tapi jangan bunuh mereka...biar aku yang urus Nona Red Eye ini." Nina memandangiku dengan khawatir sebelum kembali membantu Night untuk melawan bandit yang belum mereka buat pingsan. Red Eye mendelik ke arahku.


"Apa yang akan kamu lakukan pada anak buahku?!" serunya dengan geram.


Dia ini benar-benar gadis pemarah, "Tenang saja, aku berencana merekrut mereka dan juga kamu setelah kamu rasa bahwa aku ini pantas untuk menjadi rekanmu," jawabku dengan santai.


"Siapa yang ingin menerima anak kecil sepertimu menjadi rekan!!!" Dia kembali menyerang ku dengan cepat, aku segera menghentikan asap hitam pemakan jiwa itu dan menghalang tebasan nya dengan bilah pedangku yang menimbulkan suara dentingan sangat keras. Api dari pedangnya langsung menyembur padaku, Red Eye sempat akan tersenyum melihatku terlahap api, tetapi dia terkejut saat apinya dengan cepat menghilang dari tubuhku.


"Apa?! Anti-Flame Magic...siapa kau?!" teriaknya sambil melompat mundur selangkah dariku dan mulai memperhatikanku dengan baik.


Aku menaruh kembali pedang Hash Slinging Slaiser ke dalam Tas Ajaib yang membuatnya kembali terkejut, wajahnya yang kaya oleh ekspresi membuatku tidak bisa menahan senyuman lebar, "Sudah kubilang, aku ini orang yang dapat menyembuhkan mu dari kutukanmu itu... percayalah padaku dan jadilah rekanku!" {Percaya deh, aku ni bkn penggemar wanpis, cmn nntn di GlobalTV sore-sore awalnya doang dulu }


"Tidak mau," jawabnya dengan cepat. Aku berjalan menghampirinya dan langsung mengaktifkan GG GOD MODE...dia melihatku berjalan ke arahnya tapi tidak dapat bergerak karena aku menahannya.


Aku langsung mencabut kutukannya, kutukan yang membuatnya haus darah dan merasa dirinya harus menjadi semakin kuat dengan membunuh banyak orang...dan kutukannya sangat mirip dengan apa yang dimiliki oleh Ratu Elena...aku harus mencari siapa dalang dari pencipta kutukan aneh ini..


Sebelum menghancurkan kota, aku langsung mematikan GG GOD MODE dan melihatnya yang menatap ke arah kedua tangannya, air mata mulai mengalir dari kedua matanya.


Dia terduduk dan memeluk tubuhnya sendiri, "Akhirnya...akhirnya....aku bebas," tangisnya.


Sekilas tidak terlihat apapun yang berubah dari bentuk fisiknya tetapi matanya yang sebelumnya berwarna merah terang, kini menjadi kuning kehijauan yang indah.


Aku berjalan menghampirinya dan dia langsung memelukku dengan erat, disela tangisnya dia terus berulang-ulang mengucapkan, "Terimakasih! Terimakasih banyak! Maafkan aku..Huuuuu !!!"


Mendengar suara tangisannya, para bandit, Nina dan Night menoleh ke arah kami dengan kerutan di dahi mereka. Terutama para bandit yang melihat bos mereka menangis tersedu-sedu sambil memeluk anak kecil yang baru saja ingin dia bunuh.


Sungguh pemandangan yang sangat membangongkan untuk mereka.


Pada akhirnya, Red Eye yang ternyata bernama Raven, membawaku, Nina dan Night ke markas Red Eye Gang yang berada tepat di bawah tanah.


Saat aku bertanya bagaimana dia dapat menciptakan markas tepat dibawah kota Kerajaan Heart, dia dengan santai menyebutkan bahwa awalnya tempat itu adalah tempat suatu sekte yang menyembah iblis namun sekarang terbengkalai karena mereka semua menghilang.


Lalu, sambil tertawa renyah dia menambahkan dengan santai bahwa terkadang ada anggota kelompoknya yang dihantui oleh arwah wanita berambut putih panjang di salah satu ruangan tempat tinggal anggotanya berada. Saat kami berjalan di sekitar jalan sempit menuju ruangan tempat 'kantor' utama Raven, beberapa bandit yang tidak ikut dengan penyerangan ku melihatku dengan dahi yang mengerut dan mencoba menakuti ku dengan melayang-layangkan senjata mereka sambil menatapku.


Sesampainya kami di ruangan yang cukup gelap dan hanya ada meja dan satu kursi saja yang sudah terlihat usang, Raven menyandarkan punggungnya ke samping meja dan menatap kami, terlihat dua orang bandit lainnya berdiri di antara pintu memperhatikan kami. Raven menyilangkan tangannya dan melihatku, "Jadi...apa rencanamu, bocah? Josh Blackspade ingin kepalamu dan aku berhutang cukup besar padamu. Apa aku harus menyingkirkan Josh? Dia sebenarnya dompet dari organisasi kami...jadi aku sedikit ragu untuk menyingkirkannya." Nina mengerutkan dahinya dan membuka mulutnya, "Perhatikan ucapanmu, dia adalah Pangeran Kyle. Jangan bicara seperti itu lagi atau aku akanㅡ"


"Kau akan apa? Aku dapat mencincang mu dengan mudah seperti ikan," potong Raven sambil menyeringai.


Nina langsung mengeluarkan dagger nya lagi dan menatap tajam ke Raven, "Aku akan dengan senang hati untuk memberi mu permainan baru." Raven melihat dagger itu dan mengangkat dagunya dan tersenyum lebar seperti baru saja menyadari sesuatu yang menyenangkan untuknya.


"Ahhh, kamu adalah salah satu budak Kerajaan kita? Pantas saja kamu terlihat sangat kuat...dilatih keras oleh Kerajaan toh? Tunggu... kamu menjadi pelayan Pangeran di Kerajaan Heart? Ohooo, sungguh menarik.."


Tubuh Nina membeku sesaat sebelum dia menggertakan giginya. Baru kali ini aku melihat Nina semarah itu...tunggu, kenapa aku hanya diam dan menontonㅡ


"Sudah cukup kalian berdua, jika ingin dekat denganku, saling akur saja." Perkataanku membuat mereka terdiam melongo, seperti bingung dengan maksud ucapanku. Aku mengibaskan tanganku dan langsung melanjutkan, "Aku ingin menjadi donatur untuk organisasi ini, Raven...tapi biarkan aku meminta tolong dan memberi mu beberapa tugas, bagaimana?"


Raven tertawa, "Kau yakin? Kukira kau akan mengambil gang ini dan ingin menjadi pemimpin? Aku penasaran bagaimana yang lain akan lakukan jika tahu bahwa pemimpin mereka adalah seorang bocah." Ucapan itu sontak membuat Nina mengayunkan lagi dagger nya yang langsung ku hentikan.


Aku menaruh 10 bungkus penuh dengan kepingan emas di atas meja yang membuat Raven dan kedua bandit yang ada di antara pintu membelalakkan matanya. Raven meneguk ludahnya dan memperhatikanku baik-baik, "...kamu tidak bercanda?? Kamu benar-benar akan membiarkanku untuk tetap menjadi pemimpin setelah kamu mengeluarkan uang sebesar itu hanya untukku gunakan pada gang?!!" suaranya terdengar bergetar hebat.


Aku menganggukkan kepalaku dan menoleh pada Night, "Benar sekali...Night, lanjutkan rencananya dan beritahukan pada Raven. Kita dapat menggabungkan keduanya...oh iya!" aku menggunakan Illusion Magic yang mengubahku menjadi penyamaran yang sudah ku gunakan sebelumnya. Kini tubuhku menjadi lebih tinggi dan besar karena aku memilih tubuh pria berumur 20-an. Rambutku ku berubah menjadi warna merah gelap dan mataku berwarna hijau gelap.


Semuanya terkejut melihatku berubah, suara tawa kecil Raven yang memecahkan keheningan, "Oho ! Sekarang bocah ini sudah berubah menjadi seorang pria yang tampan!"


Sebelum Nina sempat membuka mulutnya aku langsung berkata, "Mulai saat ini, kalian akan mengenaliku sebagai...hmm..'Akai' saja. Sehingga identitas ku sebagai Pangeran tidak ketahui banyak orang."


"Akai?" Raven tersenyum sebelum dia langsung meraih lenganku dan memeluknya dengan erat, "Tadi aku sedikit ragu karena kamu adalah bocah, sekarang sepertinya kita dapat mendiskusikan caraku membayar hutang padamu 'berdua ', bagaimana?" Raven mengatakan itu sambil berbisik dengan nada menggoda yang langsung diberi tatapan dingin oleh Nina, aku melihat aura membunuhnya semakin menguat.


Aku menaruh jari telunjukku di atas bibir Raven dan mengedipkan sebelah mataku pada Nina. "Kalian berdua akan mendapat waktu kalian denganku nanti di masa depan...sekarang biarkan aku kembali ke kastil untuk menyusun rencana mengurus Josh dan Blackspade... Raven, aku dapat bergantung padamu kan?"


Raven tersenyum lebar dan memeluk lenganku lebih erat, melihat itu wajah Nina semakin terlihat gusar. "Kamu dapat menyerahkan semuanya padaku, katakan apa yang kamu inginkan?" suaranya sekarang terdengar sangat menggoda dan lembut.


"Ini cukup mudah, aku ingin kamu dan para anggota lainnya membebaskan semua budak yang ada di Cyrus."


Permintaanku sontak mendapatkan tatapan terkejut dan mulut yang terbuka.


Kenapa mereka malah memasang wajah seperti itu? Membebaskan semua budak kan sangatlah mudah..


Ya kan ?

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG..


__ADS_2