
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
Setelah Yuu pergi dan kami sepakat untuk membawanya juga ikut bersamaku sebagai pendamping saat mendaftar, aku bersandar di pagar pembatas balkon bersama dengan Valeria. Angin laut berhembus begitu tenang, mengayun-ayunkan rambutnya yang berwarna pink muda itu secara perlahan.
"Waktu sudah berlalu begitu cepat ya, Kyle ?"
"Hm."
"Kuharap kamu tidak mencari banyak masalah di akademi...aku sedikit khawatir mengenai itu. Meskipun aku tahu bahwa masalah orang lain terhadapmu yang sebenarnya muncul di hadapan mu..."
Aku terkekeh dan menggenggam tangannya yang berada di atas pagar pembatas. Dia menggenggamnya balik dengan begitu erat.
"Berapa lagi waktu yang tersisa?"
Aku menghela napas pelan dan memandang ke arah bangunan yang ada di Kota Joker.
"Kurang lebih 10 tahun lagi..."
Valeria mengangguk dan menatapku dengan dahi berkerut serta tatapan yang begitu serius, "Aku akan terus melatih kekuatan yang kamu ajarkan padaku, kita harus cepat-cepat lebih kuat lagi dari saat ini...untuk menghadapi hari 'itu'..."
Aku menggigit bibirku dan mengangguk, "Benar. Kita dapat menghadapi hari 'itu'...bersama?"
"Bersama."
...****************...
...< Arc III. The Academy (I) >...
Hilang.
Rumahku yang lama, sudah hilang.
Kini, aku sedang berdiri di pinggir tebing yang berada di depan Dark Forest. Seharusnya, dihadapanku adalah gerbang masuk ke arah perkotaan Kerajaan Heart. Sekarang hanyalah tersisa puing-puing yang tenggelam oleh laut.
"Benar-benar parah sekali..."
Yuu berkata dengan suara seperti berbisik di belakangku. Dia bilang, sebelumnya pernah mengunjungi kota Heart karena keluarga istrinya pernah tinggal disana sebelum pindah. Kondisi hatinya mungkin sama sepertiku saat ini, bingung dan syok.
"Tuan..."
"Aku baik-baik saja."
Suara khawatir Yuu langsung aku balas dengan singkat. Dia melihatku dan menyentuh bahuku sebelum meremasnya, seakan mengatakan bahwa aku tidak sendiri.
"Sudahlah, ayo kita segera pergi dari sini."
__ADS_1
"...baik, Tuan," Yuu berjalan mengikutiku yang berjalan perlahan menuju tengah rumput di hadapan Dark Forest.
Seharusnyaㅡaku menggunakan seluruh kekuatanku dengan baik...jika saja...
Tidak-tidak...huffft.
Aku langsung teleport bersama dengan Yuu ke depan sebuah gang sempit yang kumuh, di tengah perkotaan Kerajaan Spade. Yuu melirik kesana-kemari dengan ragu, karena kami berdua diperhatikan banyak orang-orang yang berpakaian compang-camping mirip seperti bandit kelas teri. Berbisik padaku dengan wajah sedikit memucat, "Tuan? Apakah kita tidak salah tempat?"
"Tidak, ini tempat dimana pasanganku sekaligus rekanku yang lain tinggal."
"Ohhㅡehhh?! Pasangan Tuan yang lainnya?!"
Yuu berbisik lagi sambil mencengkram lenganku, "Tuankuㅡapakah Tuan Putri Valeria tahu tentang simpanan Tuan?! Apakah Nona Valeria akan membunuhku jika menyimpan rahasia tentang Tuan darinya?!" bisiknya dengan wajah penuh histeria.
Aku tertawa kecil sambil menepuk bahunya, "Tenang saja, Valeria sudah tahu. Dia kan dapat melihat masa depanㅡdan juga, pasanganku yang pertama bukanlah dia."
Pasanganku yang pertama kan, Chae Rin. Betul tidak, Chae Rin??
...「Terlalu percaya diri sekali, Host. Aku tidak pernah menyetujui itu sama sekali」...
Buktinya, sebelum ini semua, kamu tidak mengatakan dirimu sendiri, kemudian berganti menjadi 'saya', sekarang kamu memakai kata 'aku'.
Bukankah itu peningkatan level hati dan kedekatan? Hehehehe.
"Ehhhh?!!ㅡ" Yuu melihatku dengan wajah tak percaya dan syok. Kemudian dia kembali berjalan mengikutiku dibelakang sambil menggerutu, "Enak sekali...menjadi seorang Pangeran itu sabeb, bisa sama cewek itu, ini."
Hm, aku juga berada di posisi itu saat menjadi Kaoru ahahaha !
...「Arogansi akan membawa diri ke dalam lubang malapetaka yang berkepanjangan, Host」...
Terimakasih, Chae Rin. Atas segala peringatannya dan kekhawatirannya.
Menyusuri gang yang sempit dan bau busuk tak tertahankan, akhirnya ada tiga orang pria yang berdiri di hadapan kami. Sepertinya mereka ingin merampok atau sesuatu.
"Hei, hei, hei. Mau pergi kemana kalian?"
"Tunggu dulu, mereka terlihat memiliki uang."
"Hei, paman! Ini putramu? Atau kau adalah penjaganya? Anak ini seperti anak seorang bangsawan. Kau tersesat, nak? Hehehe!"
Secara bergantian, satu-persatu dari mereka mulai berbicara. Ada yang menghadang kami berdua di tengah gang, satu lagi yang memperhatikanku dari atas kebawah, yang terakhir mengajak bicara Yuu sambil mengayunkan pisau kecil di tangannya.
Yuu membasahi bibirnya yang kering dan melirik ke arahku sebelum berdiri di hadapanku, "Kami tidak ada urusan apapun dengan kalian bertiga, sebaiknya kalian pergi sebelum kami memanggil penjaga yang berpatroli!" gertak Yuu seraya mencoba untuk menyembunyikan tangannya yang bergetar.
Ah, aku baru ingat jika anak buah Raven tidak mengenalku melainkan Akai.
__ADS_1
Tapi, karena aku sudah cukup besar sekarang, percuma saja berubah menjadi Akai. Sudahlah, persona itu akan kutinggalkan saja. Kasihan, tapi itu kan aku juga.
"Ohhh, aku takut pada penjaga patroli!"
"Whahahaha, dia kira kita akan takut dengan ancaman seperti itu..."
"Sepertinya kita akan makan enak malam ini dan bisa memberikan iuran yang banyak pada Nona hari ini!"
Aku terdiam saat mendengar mereka mengatakan itu, Raven...jangan bilang kau menghabiskan semua uang yang kuberikan sebelumnyaㅡitu sudah empat tahun yang lalu sih...mungkin semua uang sebelumnya sudah habis... ahahaha, kasihan.
"Bagaimana ini, Tuan?" Yuu berbisik dengan ragu. Aku menggelengkan kepala padanya, sebelum berjalan menuju ketiga bandit itu yang langsung berhenti tertawa saat melihatku mendekati mereka.
"Ohh, ada apa ini Tuan bangsawan yang sedang tersesat?"
"Jika kamu membayar kami dengan iuran untuk lewat tempat ini dengan kepingan yang besar, nyawa kalian selamat."
Aku tersenyum tipis ke mereka bertiga sambil berdiri tegap, "Kalian termasuk gang Red Eye bukan? Boleh bawa aku ke ketua gang kalian? Ada yang ingin kubicarakan dengannya."
"Haah?!"
"Apa maksudnya, bos?"
"Tolol kamu, anak itu menyuruh kita untuk membawanya menemui Nona!"
Kenapa aku merasa ketiga bandit ini mirip seperti tiga sekawan berandal di Eyeshield 21? {Itu lho yang suka bilang "Hah ?" "Haaah ?!" "Haaaaah ?!!!!"}
"Jangan-jangan kedua orang mencurigakan ini salah satu mata-mata yang dibayar oleh Gang Blue Head?!" sahut salah satu bandit sambil menunjuk jari telunjuknya ke arahku dan Yuu. Kedua bandit lainnya nampak terkejut dan memandang kami dengan tajam.
Tunggu, Gang Blue Head ? Gang mana lagi itu ? Mata-mata ? Bukannya itu pekerjaan Nina, ya ? Aku membalas pandangan mereka dengan tatapan lelah.
"... bagaimana kalau kita mengikat mereka berdua dan membawanya ke Nona?!"
"Benar juga! Kita dapat menunjukkan pada Gang Blue Head bahwa mereka berurusan dengan gang yang salah!"
"Ayo, bos!"
Ketiga bandit itu mulai berjalan mendekati kami berdua sambil melakukan pemanasan ringan...um, apa yang harus kulakukan?
Yuu dengan panik berlari ke sampingku, "Uhh, tidak-tidak, kami bukanlah mata-mata dari kelompok bandit Gang Blue Head!"
"Diam, kamu paman!"
"Oh, bagaimana ini Tuan?"
Bagaimana ya ?
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG..