
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
Pria itu menggelengkan kepalanya namun melihatku dengan wajah pucat pasi berbeda dengan ekspresi tajam sebelumnya, seakan dia memang ketakutan, "Lebih buruk dari itu, calon ratu akan menjadikanmu sebagai tumbal persembahan pada Ratu Iblis."
Ah, itu terdengar menarik sekali.
...****************...
"Tumbal untuk persembahan pada Ratu Iblis? Mengapa itu harus aku?" selorohku dengan santai sambil menyesap teh lagi.
Pria itu menggelengkan kepalanya sambil melihat ke arah meja seakan mengingat sesuatu, "Meskipun calon Ratu Joker belum mengumumkannya dengan jelas, Tuan Putri sedang mencari seseorang yang memiliki ciri-ciri seperti Tuan Kyle Heart, anak laki-laki berambut hitam dan mata hitam. Melihat Kerajaan kami yang tidak pernah sekalipun diserang oleh pasukan Iblis, semua warga diam-diam menyebarkan rumor bahwa Ratu Joker kami sebelumnya ataupun keluarga Kerajaan Joker benar-benar memiliki hubungan baik dengan para Iblis."
Namanya juga Jokerㅡ
"Terimakasih atas informasinya kalau begitu... sebelumnya, aku belum tahu siapa nama anda...pak?" aku menaruh cangkir teh dan bapak itu terkejut dan duduk dengan tegap, "Oh, maafkan saya yang lupa memperkenalkan diri. Nama saya Yuu."
"Yuu? Bapak Yuu?" aku baru ingat jika warga biasa tidak memiliki nama keluarga...
Yuu mengangguk, "Langsung panggil nama saya juga tidak masalah, saya bukanlah seorang bangsawan melainkan seorang warga biasa. Sebaiknya Tuan Kyle sekarang mengikuti arahan saya... meskipun saya tidak tahu bagaimana cara keluar dari pulau ini."
Aku tersenyum pada Yuu dan menggelengkan kepalaku, "Tidak perlu repot-repot mengurusi diriku, Yuu. Ini imbalan atas bantuan yang Yuu berikan padaku." Satu bungkus kepingan emas dan perak kuberikan pada Yuu yang langsung membelalakkan matanya.
Sebelum dia menolak aku berkata, "Jangan tidak menerima pemberianku. Jika tidak ingin memakainya, setidaknya berikan pada yang membutuhkan atau sesuatu. Yuu adalah seorang peracik obat kan?"
Yuu menganggukkan kepalanya dengan terkejut dan aku melanjutkan, "Tentu saja banyak yang membutuhkan obat dengan harga murah dan Yuu akan membutuhkan peralatan maupun tempat yang baik agar obat yang diracik akan memiliki tingkat yang tinggi. Anggap saja ini sebagai investasi yang kuberikan pada Yuu."
Yuu melongo dan bergumam, "..in..Inver? Apa itu? Maafkan saya yang tidak tahu.." merasa ragu akhirnya Yuu memilih untuk meminta maaf. Aku menggelengkan kepalaku, "Tidak. Lupakan saja apa yang kukatakan. Ah, satu lagi...aku ingin bertanya.."
Yuu mengangguk dan memperhatikanku ketika aku menghela napas sebelum melanjutkan, "Aku ingin ke istana Joker, bisa tunjukkan padaku jalannya?"
Yuu perlahan akan mengangguk namun berhenti dan membuka mulutnya yang langsung kupotong dengan tatapanku.
"Tolong, tunjukkan saja arahnya padaku."
...****************...
Yuu bergidik, ia tahu bahwa ia kini sedang berbicara dengan seorang anak kecil yang baru saja ia selamatkan adalah Kyle Heart, Pangeran yang hanya memiliki banyak rumor buruk seperti dia adalah seorang bajingan yang perlu dihindari karena akan membawa sial dan kutukan. Yuu baru mengetahui itu ketika ia pergi membeli baju untuk anak yang baru ia selamatkan.
Yuu panik kala itu, dia tidak terlalu memperhatikan ciri-ciri fisik dari anak itu, namun begitu ia mengunjungi toko baju ternyata ada orang lain yang melihatnya membawa anak berambut hitam ke dalam rumahnya. Tentu saja orang itu langsung memandangi Yuu dengan ragu dan menghindar darinya.
Akan tetapi, pemilik toko baju yang baik hati memberitahukan permasalahan itu pada Yuu sehingga Yuu terkejut. Lalu, selain itu pemilik toko baju itu mengatakan sambil berbisik, "Kudengar Tuan Putri juga sedang mencari orang baru untuk ritualnya dan korbannya kali ini lebih spesifik, seorang anak laki-laki yang umurnya tidak jauh dengannya dan berambut hitam sama seperti ciri-ciri anak malapetaka itu...kau dengar kan? Bahwa saat anak itu bersembunyi masuk ke dalam Dark Forest, Kerajaan dan kotanya beserta keluarganya habis dibunuh oleh pasukan Iblis. Semuanya pasti ulah anak itu."
Mendengar itu, Yuu hanya mengangguk namun dirinya ragu bahwa seorang anak kecil mampu berpikir dan bertindak seperti itu. Akhirnya Yuu meminta untuk anak itu segera pergi dari pulau ini namun dirinya juga tidak tahu cara keluar dari pulau ini karenaㅡ
Pulau ini dijaga oleh seekor naga air yang akan selalu berputar untuk menghancurkan kapal-kapal yang akan keluar dari pulau ini begitupun dengan sebaliknya.
Meskipun begitu, Yuu pernah mendengar bahwa hanyalah keluarga Kerajaan lah yang dapat menggunakan portal ke pulau utama sehingga dapat membeli kebutuhan untuk para warganya selain menjual portal sihir.
Ia sangat ingin melindungi anak ini namun begitu anak itu meminta dirinya untuk menunjukkan dimana istana Joker berada dengan tatapan seperti itu.
Yuu tidak tahu dapat berbuat apa selain menurutinya dan segera menunjuk arah ke istana yang ada di ujung pulau. Cukup berjalan lurus saja dari rumahnya karena pulau ini juga tidak sebesar itu.
Anak itu, Kyle Heart menganggukkan kepalanya sebelum berjalan keluar dari rumahnya. Yuu melihat bagaimana pundak anak itu yang sangat kecil namun seakan memegang beban yang sangat besar.
Sambil menghela napas dan melihat kepingan emas dan perak yang anak itu tinggalkan dia menggerutu pada dirinya sendiri, "Seharusnya aku tidak perlu mengatakan apapun dan memintanya untuk beristirahat lebih banyak lagi.."
...****************...
Aku berjalan keluar dari rumah Yuu yang memiliki gaya arsitektur yang tak jauh dari rumah-rumah yang ada di dekatnya. Justru melihat kota ini yang jauh berbeda dengan rumah di kota Heart, aku seperti berada di duniaku. Tinggal mendengar suara mobil yang berlalu lalang mungkin kota ini dapat mengelabui ku bahwa aku sudah kembali ke duniaku yang lama.
Membuyarkan lamunanku sendiri, aku mulai berjalan menyusuri jalan setapak berbatu dan melihat bagaimana orang-orang yang awalnya berada di teras rumah mereka atau sedang berjalan, mulai menghindari ku dan jalan menjadi sepi. Heh, setidaknya mereka tahu bahwa aku ini adalah siapa. Apa aku perlu mengganti identitas ku? Itu merepotkan, aku tidak ingin menghabiskan mana sihirku hanya untuk merubah siapa aku sebenarnya.
Lagipula, dihindari seperti ini sangat menyenangkan. Mari kita temui Ratu Joker atau Tuan Putrinya agar aku dapat mati lebih cepat atau semacamnya.
__ADS_1
Setelah melewati banyak perumahan dan jalanan yang sepi, akhirnya aku berhenti di depan sebuah istana yang megah dengan banyak warna disana sini. Tidak terlihat prajurit ataupun pengawal Kerajaan sejauh mata memandang, jadi aku memilih masuk ke dalam istana begitu saja.
Diluar dugaanku, seorang anak perempuan keluar dari istana dan menyambut ku sambil tersenyum, "Oh, akhirnya kamu datang berkunjung juga? Aku tidak tahu akan secepat ini tapi ayo ikut aku," sahutnya dengan matanya yang tertutup dan terbuka sedikit padakuㅡapa dia tidak bisa melihat ? diikuti dengan rambut panjang yang berwarna pink pucat terurai hingga punggungnya.
Aku menundukkan kepalaku sedikit dan berjalan mengikutinya, masuk ke dalam istana dan begitu aku menginjakkan kaki ke dalam, pintu istana yang tinggi itu tertutup dengan sendirinya.
Aku melirik sekilas ke sekeliling istana yang tidak jauh berbeda dengan Kerajaan Heart namun aku akhirnya langsung berjalan mengikuti anak perempuan ke arah lorong yang cukup panjang dengan pilar-pilar tinggi di setiap bagian jendela besar.
Anak perempuan itu yang mungkin umurnya tidak jauh dariku menoleh dan tersenyum, "Ah, aku belum memperkenalkan diriku bukan? Perkenalkan, namaku adalah Valeria Joker, Tuan Putri dari Kerajaan ini. Di dalam istana ini hanya ada aku dengan ibuku beserta beberapa pelayan. Bisa kau lihat bahwa Kerajaan kami tidak memiliki satupun prajurit atau semacamnya."
Aku menganggukkan kepalaku dan akan membuka mulutku namun dia mengayunkan tangannya, "Tidak perlu menjawab ku, aku tahu kamu adalah Kyle Heart. Lebih tepatnya, aku dapat melihat siapapun yang masuk ke dalam pulau ini meskipun aku tidak dapat melihat dengan baik."
Dia membuka matanya dan menunjukkan bahwa dia sebenarnya buta. Ah, baru kali ini aku bertemu dengan orang yang tidak memiliki penglihatan di dunia ini. Apa yang harus kukatakan? Meminta maaf ?
Valeria tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil terus berjalan dengan gema langkahnya di sepanjang lorong. "Kamu tidak perlu meminta maaf, semua ini terjadi karena suatu alasan. Apakah kamu tahu jika apa yang kamu lakukan sekarang akan dibilang bodoh oleh orang-orang? Kamu tahu kami akan menggunakan mu sebagai korban baru untuk ritual Kerajaan kami," ucapannya terdengar santai seakan sedang membicarakan kondisi cuaca.
Aku mengangkat bahuku dan akhirnya menjawab karena dia tidak menghalangiku, "Tidak masalah, aku dengan senang hati membantu kalian semua."
Valeria terdiam dan tersenyum sebelum kami akhirnya sampai di ujung lorong dengan hanya sebuah pintu besar. "Hihihi, ibuku pasti akan menyukaimu," sahutnya sambil mendorong pintu itu dengan lembut, suara pintu berderit mengisi kesunyian di lorong ini dan pintu pun terbuka lebar. Terlihat sesuatu duduk di kursi tahta dan begitu aku berjalan mendekatinya dengan Valeria.
Tanpa sadar, nafasku tertahan.
Kini di atas kursi tahta, duduk seseorangㅡbukan, mayat seseorang yang sudah berubah menjadi tulang belulang lengkap dengan pakaian yang terlihat megah bagi tulang belulang itu. Ah, aku terkejut.
Aku menoleh pada Valeria yang sudah tersenyum menyeringai padaku, "Bagaimana? Kamu sudah bertemu dengan ibuku? Maksudku, mayat ibuku? Beliau mati begitu mudah saat aku mencoba ritual ini padanya, asal kau tahu ritual ini melindungi Kerajaan kita dari serangan Iblis," dia berjalan mendekati kursi tahta dan menyentuhnya, tulang belulang itu seketika menjadi abu dan pakaiannya berjatuhan ke lantai.
"Apa kau sebenarnya gila, Tuan Putri Valeria?"
Suaraku menggema di sekitar ruang tahta dan dia berdiri membisu sebelum tersenyum manis dan membuka matanya yang tidak terlihat ada cahaya, "Benar-benar tidak sopan, meskipun aku tidak terlihat sedih, sebenarnya aku menangis berminggu-minggu mendengar bahwa ibuku bersedia untuk mengorbankan dirinya untuk kedamaian Kerajaan kecil ini."
Dia memanyunkan bibirnya yang tipis dan berjalan ke arahku dengan tenang, "Jadi bagaimana? Aku sudah menunjukkan satu-satunya orang yang tersisa di Kerajaan ini selain diriku. Sebenarnya aku juga berbohong tentang pelayan dan semacamnya. Semenjak kematian ibuku, hanya diriku yang tinggal disini."
Aku melihat ke arah sekeliling ruangan yang terlihat bersih, "Lalu, bagaimana istana ini terlihat layak dihuni jika tidak ada orang didalamnya?" Dia tertawa renyah dan menaruh ujung jarinya di atas bibirnya.
Aku tertawa kecil dan menggelengkan kepalaku tidak percaya, "Maksudmu, para warga sudah tahu bahwa kamu tinggal sendirian di istana ini?" Dia mengangguk, "Benar sekali. Aku tahu maksudmu. Tidak ada yang berani mengambil tahtaku meskipun mereka tahu aku sendirian. Mereka tahu sekuat apa aku...kamu juga... sepertinya tahu sekuat apa diriku..." ucapannya terhenti dengan matanya yang hanya fokus padaku.
"OHHHHH!!!"
"Ahahaha, kamu menggelikan sekali..."
Dia tahu sejak tadi aku cukup waspada dengannya begitu melihat statusnyaㅡ
...「Status」...
【 Nama: Valeria Joker 】
【 Usia: 11 tahun 】
【 Gelar: Putri Kerajaan Joker 】
【 Nama Asli: ??? (Level belum mencukupi) 】
【 Level: 90 】
【 Okupasi: Putri Kerajaan Joker 】
【 Ras: Manusia 】
【 Kekuatan: 89(A) / Potensi A 】
【 Kesehatan: 89(A) / Potensi A 】
【 Kelincahan: 89(A) / Potensi A 】
__ADS_1
【 Magis: 89(A)/ Potensi A 】
【 Perlawanan Magis: 89(A) / Potensi A 】
【 Pengetahuan: 49(C) / Potensi C 】
【 Keberuntungan: 85(A) / Potensi A 】– Spesial
【 Rasa Suka: 0 (Normal) 】
【 Kepercayaan: 0 (Normal) 】
【 Bakat 3/5 】 ▶
【 Skill 4/5 】 ▶
Bahkan, Raven saja tidak memiliki angka status setinggi itu. Dia sangat kuat. Aku tidak menyangka usiaku dengannya sama.
Tanpa cheat, orang kuat akan tetaplah kuat.
"Hihihi, jangan terlihat takut seperti itu, Kyle. Aku bahkan tahu kamu jauuuhh lebih kuat dariku, bahkan seharusnya aku yang merasa sangat takut jika kamu akan langsung membunuhku disini dan mengambil tahtaku."
Aku menyeringai, "Lalu, kenapa sekarang kamu masih tetap tenang seperti itu?"
Dia berjalan mendekatiku secara perlahan dan mendekatkan wajahnya ke arahku, sebelum tersenyum lebar, "Kau tahu aku memiliki wawasan yang sangat luas. Aku dapat melihat di masa depan kita adalah pasangan yang sangat serasi. Jadi, aku tidak takut padamu. Kamu adalah suamiku di masa depan dan kita baru memiliki dua anakㅡkamu sedikit ragu untuk menuruti ku yang meminta banyak anak lainnya."
Ucapannya sedikit membuatku goyah dan berjalan mundur darinya dengan wajahku yang sedikit memanas, "Apa katamu?!"
Ah, suaraku sedikit bergetar.
Dia tersenyum dan membalikkan tubuhnya sambil menaruh tangannya di balik punggungnya sambil berjalan keluar dari ruang tahta, "Hihihi, apa yang kukatakan selalu benar. Jadi kamu dapat merasa tenang sekarang, begitu melihatmu, aku rasa aku tidak perlu melakukan ritual menyeramkan itu lagi. Aku tahu meskipun rumor mengatakan kamu yang membuat keluarga dan seluruh Kerajaanmu hancur. Semua itu bukanlah salahmu, Kyle. Jadi...jangan salahkan dirimu sendiri dan tetaplah menjadi dirimu sendiri."
Aku mengerutkan dahiku, "Tahu apa kau.." geram ku yang ternyata terdengar cukup tenang. Valeria menghentikan langkahnya dan menoleh padaku dengan tatapan yang sama tajamnya denganku, "Sudah kubilang, kau tahu aku memiliki insight. Ratu Iblis akan datang padamu di masa depan dan aku ingin kamu lebih kuat dari sekarang agar masa depan kita bersama dan juga para wanitamu yang lain tetap sama. Bahkanㅡah, aku hampir mengatakannya..."
"Bahkan apa?" perasaan kesal kini berubah menjadi rasa penasaran. Tunggu, meski aku memiliki insight kenapa aku tidak tahu apa yang terjadi di masa depan?
Valeria menyeringai dan mengedikkan bahunya, "Insight mu lebih kepada pertarungan sedangkan aku adalah masa depan. Lupakan saja apa yang akan kukatakan tadi. Jika aku mengatakannya, kamu akan berubah dengan cepat."
Berubah dengan cepat?! Berubah menjadi apa?? Lagipula baru saja dia menyebutkan sesuatu seperti para wanitaku yang lain?ㅡ
Dia sudah berjalan keluar dari ruang tahta jadi aku menghentikan lamunanku dan berjala mengikutinya. Langkahnya terlihat ringan dan dia membalikkan tubuhnya kearahku sambil terus berjalan secara mundur.
"Aku tidak masalah tentang hal itu. Tapi sepertinya ada satu orang yang terus mencoba memonopoli mu. Tentu saja dia tidak berhasil dan mau tidak mau menerima kami semuaㅡah, aku terlalu banyak bicara, kau tahu? Mengetahui masa depan yang tidak diketahui orang-orang sebenarnya sangat menyenangkan tapi sangat disayangkan jika aku tidak dapat berbagi mengenai hal itu."
Aku melihatnya yang berjalan dengan mudah meskipun dirinya membalikkan tubuhnya dan menutup matanya karena tidak ingin menunjukkan matanya yang buta.
Dia melanjutkan ucapannya meskipun aku tidak menjawabnya, "Oh, jika kamu tetap seperti ini, kamu bahkan akan mendapatkan hati ibu dari kakaㅡehhh, aku hampir keceplosan!" dia memukul mulutnya sendiri dan menjulurkan lidahnya padaku sebelum membalikkan tubuhnya kembali menghadap lorong menuju ruang utama istana.
...apa tadi ?
Aku...akan mendapatkan hati siapa ?
Ibu dari kakaㅡkakakku? Milan Heart? Ibu tiriku? Mungkin maksudnya adalah hatinya sebagai seorang ibu kan?
Kan ?
Tentu saja, Valeria hanya meneruskan langkahnya sambil bersenandung dengan riang tanpa mempedulikan ku yang kebingungan menatap punggungnya.
Ya ampun, dia terlihat senang melihatku penasaran dengan masa depan seperti ini...
Tuan Putri ini benar-benar berbahaya dari dugaankuㅡ
Sebelum aku melanjutkan ucapanku dalam hati, Valeria menoleh ke arahku sambil menyeringai, "Sekarang, ayo tunjukkan padaku coklat yang sering kamu buat itu, sayangku~" suaranya membuatku bergidik hingga ke tulang belakang ke ujung kaki.
Setelah menghela napas panjang, aku mengikuti dengan berjalan disampingnya menyusuri lorong istana yang kosong ini.
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG..