
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
Aku menganggukkan kepalaku mendengar laporan dari Nina dan Raven. Kemudian, kami terus berbincang-bincang sampai aku juga menyampaikan pada Night, bahwa aku akan mendaftarkan diri sebagai murid di Unity Academy. Night menganggukkan kepalanya untuk mengamini ku sebelum dia tertegun.
Aku bertanya mengapa dia tiba-tiba tertegun.
Dia menjawabku dengan ragu, "Maafkan saya, Tuanku...tapi sepengatahuan saya... bukannya pendaftaran murid baru di Unity Academy sudah berakhir seminggu yang lalu ???"
Paman Yuu yang mendengarnya langsung terpekik, seperti baru ingat sesuatu, "ARGHH! AKU LUPA KALAU PENDAFTARAN MURID BARU UNTUK RAKYAT BIASA DITUTUP LEBIH AWAL DARIPADA ANGGOTA KERAJAAN !!!"
Aku mengerutkan alis mataku ke arah dua pria dewasa yang rupanya salah satunya sedikit pikun itu, sambil menghela napas berat dan menopang dahiku menggunakan telapak tanganku.
Oh, yang benar saja ?!
...****************...
Bersama Yuu, kami berteleportasi ke sebuah gubuk terbengkalai yang tak jauh dari wilayah Unity Academy.
Menggunakan koneksi rahasia milik Night, dia memberikan kami semacam surat dan kami perlu menunjukkan surat 'rahasia' itu (mungkin surat ini semacam suap) pada orang yang tepat agar aku dapat mendaftarkan diri sebagai murid baru.
Aku meneguk air liurku yang menumpuk di kerongkongan begitu berdiri di hadapan sebuah bangunan klasik yang begitu megah, bahkan mengalahkan kastil Kerajaan Heart, Kerajaan Spade dan Kerajaan Joker.
Banyak sekali orang yang berlalu lalang ketika kami memasuki ruangan luas dimana tempat penerimaan murid. Beberapa orang melirik ke arahku namun mereka kembali melanjutkan urusan mereka. Benar kata Kak Myles dahulu, Unity Academy tidak terlalu mementingkan permasalahan rumor, karena akademi ini sangat menomorsatukan kemampuan dan bakat setiap orang tanpa memandang siapa orangnya. Mau itu rakyat biasa, keluarga bangsawan ataupun keluarga Kerajaan.
Semuanya rata, selain dari pembagian kelas yang menurut kekuatan dan kemampuan murid setelah melewati tes masuk akademi.
Mungkin karena ini sekolah yang sangat sakral dan kepala sekolahnya merupakan seorang legenda. Sehingga, dapat menjadi murid terutama murid Elit Kelas A di dalam Unity Academy adalah impian seluruh orang di atas pulau Cyrus ini, baik dari pihak si anak ataupun pihak orangtuanya.
Untunglah ketika Kak Myles terus berceloteh tanpa henti tentang ini, aku mendengarkan nya sebaik mungkin. Aku ingat dia sangat menginginkan masuk ke dalam akademi ini...
Aku menghancurkan seluruh impian orang-orang di dalam Kerajaan Heart.
Memiliki cheat dan tidak menggunakannya dengan baik. Mungkin aku memang malapetaka untuk semua orang.
__ADS_1
...「Host, berhentilah menyalahkan diri sendiri」...
Aku tidak memintamu untuk mendengarkan isi hatiku, Chae Rin.
...「Tidak. Jadikan saja tragedi itu agar Host dapat menggunakan kekuatan yang kuberikan lebih baik lagi. Dalam pesta pertunangan mu misalnya, aku tidak menduganya dengan benar. Lagipula, pikirkanlah saat orang lain mendengar orang dia pedulikan terus mengatai dirinya sendiri」...
Orang yang dia pedulikan? Chae Rin... maksudmu adalah...?
...「Berisik. Jika kamu melanjutkannya...akan kuambil semua uangnya kembali」...
Ahahaha, baiklah. Aku akan diam.
"Tuan Kyle...um, maksudku Kyle... sepertinya ini adalah tempatnya?" tanya Paman Yuu yang membuyarkan lamunanku, aku melihat ke depan kami, ada meja resepsionis tepat di tengah ruangan. Aku menganggukkan kepalaku dan berjalan menuju meja yang terlihat ada seorang pria penuh semangat.
Menyadari keberadaan kami, pria itu menundukkan kepalanya sebelum bertanya, "Selamat datang ke ruangan pendaftaran dan penerimaan murid Unity Academy. Ada yang dapat saya bantu, Tuan-tuan sekalian?" suaranya menyambut kami dengan ringan.
Tidak ada pandangan dingin atau mata yang mendelik ketika pria itu melihat rambut dan mataku yang berwarna hitam. Warna yang hanya dimiliki satu-satunya orang di atas pulau ini. Pria itu tetap memasang senyuman ala penjaga kasir BetaMart atau Circle Q.
"Benar sekali, hanya pendaftaran keluarga bangsawan dan keluarga Kerajaan saja yang masih berlaku. Mohon maaf."
"Iya...um, jadi...jadi beginiㅡ" Terbata-bata, Paman Yuu menyodorkan surat 'rahasia' itu ke arah bapak resepsionis. Dia menerimanya dengan ragu dan membukanya sebelum membacanya tanpa ekspresi.
"Mohon maaf, sepertinya kami tidak dapat menerima pendaftaran keponakan bapak, sebaiknya bapak pergi sebelum kami memanggil petugas keamanan," ucap bapak itu setelah mengembalikan surat itu pada Paman Yuu. Perkataan itu membuat Paman Yuu sedikit tersinggung, dia menggebrak meja dan mendekati wajah bapak itu.
"Apa maksudmu?! Kenapa tidak bisa?! Kami kan hanya terlambat beberapa hari!"
"Mohon maaf, Tuan...jika Tuan bertindak seperti iniㅡ"
"Ada ribut-ribut apa disini?"
Terdengar seseorang menyahut di belakang kami, sontak Paman Yuu mundur dari meja resepsionis dan menoleh ke sumber suara.
Seorang pria tinggi berkacamata dengan setelan berwarna krem dan celana yang berwarna sama menatap ke arah kami. Bapak resepsionis langsung menunduk hormat, "Pak Wakil! Begini pak, orang-orang iniㅡ"
__ADS_1
"Kamu...Pangeran Kyle Heart, ya?"
Pria berkacamata yang dipanggil Pak Wakil itu memotong ucapan pria di resepsionis dengan memandangiku dari atas ke bawah.
"Tepat sekali, pak. Saya Kyle Heart namun saya bukanlah pangeran lagi," jawabku sambil menunduk hormat pada bapak itu, begitupun dengan Paman Yuu yang mengikuti gesturku.
"Sekali pangeran tetaplah pangeran. Ayo ikut aku," balasnya sambil berbalik. Aku dan Paman Yuu melihat satu sama lain sebelum aku meminta maaf pada penjaga resepsionis atas tindakan Paman Yuu. Setelah meminta maaf, kami pun berjalan mengikuti pria itu.
Kami memasuki salah satu ruangan yang bertanda 'Ruang Administrasi 1'. Setelah mempersilakan kami berdua duduk di atas sofa (yang baru kusadari ternyata ada), pria itu menaruh sebuah map berisi beberapa kertas seperti lembaran dokumen.
"Sebelum saya menunjukkan ini, akan saya jelaskan bahwa setiap Kerajaan di pulau Cyrus ini memiliki hak terhadap akademi ini. Termasuk, Kerajaan Heart. Meskipun kini Kerajaannya sudah tidak memiliki wilayah lagi ataupun hancur oleh pasukan Iblis. Kami tetap menganggap Kerajaan Heart adalah salah satu pendiri akademi ini."
Aku mengangguk kaku, pria itu langsung melanjutkan, "Kalian baru saja menyodorkan surat suap bukan? Sayangnya orang yang memiliki kaitan dengan pria bernama Night sudah kami tangkap."
Paman Yuu langsung duduk bersimpuh ke atas lantai, "Maafkan kami! Mohon jangan tangkap kami berdua!"
Pria itu tersenyum tipis dan mengibaskan tangannya, "Mohon kembali ke tempat duduk anda, Tuan Yuu. Kami selaku pihak akademi tidak akan menindaklanjuti perbuatan ini, sesuai dengan pandangan masa depan dari Kepala Akademi ini."
"Pandangan masa depan?! Maksudmu, Kepala Akademi ini dapat melihat masa depan?!!" pekik Yuu terkejut.
"Tepat sekali, Kepala Akademi ini bukanlah manusia biasa tentunya. Banyak sekali yang ingin menghancurkan keseimbangan Cyrus namun karena Akademi ini ada. Semua hal buruk itu gagal. Lagipula, akademi ini ada untuk mempersiapkan sesuatu di masa depan. Ah, saya terlalu banyak berbicara."
Jika Kepala Akademi ini tahu masa depan, jangan bilang akademi ini ada untuk hari akhir kebangkitan Raja Iblis yang baru nanti??
"Apakah kami boleh tahu siapakah gerangan kepala akademi ini?" tanya Paman Yuu.
"Tentu, Kepala Unity Academy ini adalah Nona Kitsune. Nona lah yang meminta Kerajaan Heart untuk mendaftarkan kedua pangeran mereka lebih awal, jauh sebelum usia mereka cukup untuk masuk ke dalam Akademi ini."
Tunggu, apa katanya ??
Kitsune ?!!
Kepala Akademi ini adalah siluman rubah berekor sembilan ?!
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG..