
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️』...
Previously :
Sharence, kamu meminta tolong pada orang yang salah. HeroㅡHaylee masih terlalu polos dan lugu jika diminta berbohong seperti ituㅡjika saja kamu meminta tolong pada Ellen.
ㅡMungkin, aku tidak akan menyadari dirimu yang sedang bersembunyi di balik kursi itu.
Soalnya, aku rasa akan cukup sulit untukku membaca ekspresi Ellen secara langsung selain menggunakan cara curang, yakni memakai sihir telepati secara sepihak.
...****************...
Pagi hari, hari kedua untukku berada di dalam Akademi. Aku mengawalinya dengan berlari pagi menggunakan pakaian olahraga beserta jaketnya ke arah gedung Physiq.
Masih ada waktu sekitar satu jam sebelum bertemu dengan Pak Heinz di depan gedung utama Unity Academy untuk melaksanakan hukumanku, mungkin ada baiknya aku menjaga stamina dan kekuatanku yang sesungguhnya.
Tentu saja sekarang aku berlari memutari lapangan gedung Physiq tanpa mengaktifkan Cheat pemberian Chae Rin, benar tidak?
...「Terserah」...
Bagaimana dengan kondisi seluruh tempat di Akademi dan Cyrus? Oh, pulau Joker juga?
...《 Safe Radar : Monster Undetected 》...
...「Tidak ada tanda-tanda dari pasukan iblis ataupun Ratu Iblis」...
Bagaimana dengan succubus itu?
...「Tidak ada」...
Kenapa sekarang kamu cepat sekali, Chae Rin? Biasanya akan ada memuat ulang data atau sesuatu?
...「Mungkin sistem utamanya sudah di update?」...
Haah ?
...「Maaf, Host. Saya sendiri tidak paham apa yang baru saya ucapkan」...
Merasa bahwa itu sebenarnya tidak terlalu penting, aku kembali melanjutkan untuk berlari selama beberapa menit. Ujung mataku melihat ada Ellen yang juga sedang berlari memutari lapangan.
Aku berlari mengejarnya dan setelah aku berada tepat di belakangnyaㅡ
"OHHHHHHHHHHHH!!!!!"
Aku berteriak sejadi-jadinya yang seketika membuatnya terperanjat hingga refleks mengayunkan kaki kanannya ke wajahkuㅡ
WUUUUNGGGGG
TEPP
Aku berhasil menghindari dengan melompat kebelakang dan dia menatapku begitu tajam dan terlihat kesal. Aku langsung berdiri tegak sebelum membungkukkan punggungku sedalam-dalamnya, "MAAFKAN AKU!!!"
"Hmph!" dia mendengus kesal sebelum kembali berlari lebih cepat dari sebelumnya.
...「Dasar mesum」...
Aku hanya ingin melihat statusnya, kenapa kamu sebut itu sebagai tindakan seseorang yang mesum?
Mengabaikan komentar pedas dari Sistem yang merangkap menjadi komentator cantik, Chae Rin. Aku melihat status milik Ellen...
__ADS_1
...「Status」...
【 Nama: Ellen Spade 】
【 Usia: 15 tahun 】
【 Gelar: Pewaris Tahta Kerajaan Spade 】
【 Nama Asli: ??? (Level belum mencukupi) 】
【 Level: 25 】
【 Okupasi: Putri Pertama Kerajaan Spade 】
【 Ras: Manusia 】
【 Kekuatan: 49(C) / Potensi A 】
【 Kesehatan: 49(C) / Potensi B 】
【 Kelincahan: 57(C) / Potensi A 】
【 Magis: 45(C)/ Potensi A 】
【 Perlawanan Magis: 43(C) / Potensi A 】
【 Pengetahuan: 43(C) / Potensi B 】
【 Keberuntungan: 70(B) / Potensi B 】– Spesial
【 Rasa Suka: 25 (Normal) 】
【 Bakat 2/5 】 ▶
【 Skill 5/5 】 ▶
Hmm, dia sudah semakin kuat dibandingkan terakhir kali aku melihat statusnya. Mungkin karena aku terbiasa melihat status milik Valeria yang tergolong begitu over power dari karakter lainnya, aku jadi tidak terkaget-kaget seperti pertama kali melihat statusnya Nina.
Ah, aku sama sekali tidak menaikkan angka dari level rasa suka dan kepercayaannya.
...「Ada apa ini buaya amfibi? Sudah kehilangan rayuan baru karena terlalu banyak gadis yang diincar di tempat ini?」...
Benar juga, bantu aku Chae Rin!
...「Ogah!」...
...
...
Melihat jam yang sudah hampir menunjukkan pukul tujuh, aku langsung berlari kembali ke dalam kamar asramaku dan membersihkan diri, sebelum beranjak menemui Pak Heinz di depan gedung utama Unity Academy.
Melewati koridor area kamar asrama, aku berjalan cepat ke arah luar gedung utama Unity Academy. Terlihat seseorang berdiri di samping patung KITSUNEEEEEEEEEEEEEEE sambil membetulkan kacamatanya.
Aku menghampirinya sambil menunduk hormat pada Pak Heinz, "Selamat pagi, Pak Heinz."
Pak Heinz menoleh ke arahku dan menjawab sapaanku sambil mengangguk singkat, "Tuan Kyle, anda datang tepat waktu," sebelum kembali membetulkan kacamatanya menggunakan jari telunjuknya.
__ADS_1
Apa kacamatanya longgar? Mungkin aku perlu memberikannya kacamata sejenis itu yang baru?
"Baiklah, ayo ikut saya. Mulai besok hingga dua minggu kurang enam hari kedepannya, Tuan Kyle bisa langsung pergi menuju gedung Life House setiap jam segini. Karena ini hari pertama, jadi saya mengantar anda."
"Saya mengerti, Pak Heinz."
Aku berjalan mengikuti langkahnya. Melewati jalan besar yang menjadi perempatan untuk berbelok ke gedung Elites atau gedung Regular, kami berdua berjalan ke arah yang berlawanan dan menyusuri jembatan kayu yang BESAR dan PANJANGㅡmaksudku, jembatan kayu itu begitu megah dan untuk sampai ke ujung jembatannya membutuhkan waktu sekitar 15 menit lebih.
Sesampainya di ujung jembatan, aku melihat pemandangan yang berbeda. Kali ini, area dalam akademi ini menjadi seperti hutan lindung? Banyak sekali pepohonan pinus yang menjulang tinggi dan mataku juga sempat melihat perkebunan jeruk Sunkist.
Tanpa sadar, mulutku terbuka untuk mengomentari hal ini, "Tunggu...di dalam akademi ini ada buah jeruk? Kukira tidak ada..."
Pak Heinz tersenyum dan menjawab, "Tentu saja ada, awalnya kami juga tidak tahu jenis buah apa itu tetapi kepala akademi mulai menanamnya semenjak beberapa tahun yang lalu. Jika buah itu diolah dengan baik sebagai minuman, rasanya enak sekali."
"Apakah maksud bapak seperti jus jeruk atau semacamnya?"
"Tepat sekali. Apa Tuan Kyle juga tahu tentang hal ini dari luar akademi? Sejauh yang saya tahu, belum ada Kerajaan yang berani memulai ini karena kondisi tanah di Cyrus tidak terlalu baik untuk tanaman semacam pohon jeruk ini."
"Ahahaha, tidak juga. Saya hanya menebak saja Pak!"
"Benarkah??"
Membiarkan pembicaraan kami berhenti sampai disana, aku memperhatikan sekitar lebih seksama lagi sambil memikirkan, 'bagaimana sosok kepala akademi ini?'
Apakah dia juga berasa dari dunia sepertiku ?
...****************...
"Bagaimana dengan kondisinya, Charles?" tanya Cleo sambil melirik Charles yang diam memandanginya layar besar di hadapannya sambil menyilangkan tangannya di atas dadanya. Wajahnya terlihat begitu serius, seperti tidak mendengarkan pertanyaan dari Cleo, namun dia menjawabnya tanpa menolehkan kepalanya dari layar, "Sedikit goyang tetapi dia baik-baik saja."
"Kamu iniㅡseharusnya kamu mendengarku untuk tidak menambahkan karakter yang begitu mirip dengan mantan istrinya," imbuh Cleo. Matanya terus menatap tajam ke arah Charles, seperti meminta perhatiannya.
Akhirnya, Charles menghela napas panjang dan duduk di sofa sebelah Cleo. Dia menatap langit-langit, "Aku hanya ingin dia bahagia. Lagipula, kamu sudah memprogram hanya karakter itu yang tidak berkhianat bukan?"
"Tidak, aku tidak melakukan apapun."
Mendengar jawaban Cleo yang terdengar acuh tak acuh itu membuat Charles hampir terjatuh dari sofa, "Tu-Tunggu! Apa katamu?? Sayang!!"
"Lagipula, bukannya ada sistem penghitungan angka bukan? Jika Kaoru ingin seluruh gadis yang dia sukai disana tidak mengkhianatinya, dia hanya perlu menggunakan kekuatannya untuk mengedit angka-angka itu dengan mudah," balas Cleo mengedikkan bahunya.
"Oh, benar juga. Seharusnya dia benar-benar aman disana bukan? Iya, seharusnya aman."
"ㅡTunggu...Charles, aku ada pertanyaan untukmu...jawab aku dengan jujur."
"Hm?"
Cleo menautkan kedua alis matanya dan matanya menatap lekat-lekat calon suaminya itu, "Jangan bilang...kamu juga menambah karakter yang itu?!"
"U-Uhm...ti-tidak!" Charles berusaha mengelak dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Cleo langsung menggebrak mejanya dan berdiri sambil menunjukkan ujung jari telunjuknya pada Charles.
"Berani-beraninya kamu juga memasukkan karakter selingkuhannya mantan istri Kaoru?!! Apa kamu sudah gila?!!"
Charles hanya mengatupkan giginya sambil mengangkat kedua tangannya dengan pasrah, "Hmmm, mungkin aku ingin memberikan Kaoru kesempatan untuk balas dendam??"
"CHARLES!!!"
Oops.
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG..