
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
...〈 +5 Rasa Suka Amy 〉...
...〈 +3 Kepercayaan Amy 〉...
...『LOVE - CHALLENGE』...
...《 MY ENEMY BECOME MY LOVER ?! \= Mencoba mengubah hubungan yang setajam pisau menjadi semanis permen ?! 》...
...《 Bonus : Amy's Heart 》...
...《 Tanpa ada batas waktu 》...
AHAHAHAHA !!!
Ya ampun, Chae Rin !
...****************...
Menaiki anak tangga yang memiliki ubin berwarna krem satu persatu, aku berjalan dengan santai menuju ruang kelasku. Melihat ke arah jam dari jendela transparan di depan wajah, sepertinya aku akan sampai di dalam kelas belasan menit lebih awal.
Melewati ruang kelas Elit B yang terlalu ramai seperti biasanya, aku akhirnya berhenti di depan ruang kelas Elit A. Hening. Seperti tidak ada orang di dalam kelas, tapi aku tahu ada beberapa orang disana.
Aku mengedipkan kedua mataku secara perlahan dan menahan diri untuk menguap saat menggeser pintu masuk kelasㅡ
BUMP
Untuk kesekian kalinya, rongga dadaku terus menabrak sesuatu. Kali ini adalah seorang wanita pendekㅡsangat pendek bahkan lebih pendek dari Sharence. Rambutnya berwarna campuran kuning oranye keemasan seperti warna daun Ginkgo yang mengering di kala musim gugur.
Wanita itu mendongakkan kepalanya ke atas agar dapat melihat wajahku yang juga menatap ke arahnya dengan menunduk.
Mata emasnya nampak berkilau selama beberapa detik sebelum dia mengedipkan matanya yang kembali menjadi normal dan tersenyum simpul padaku, "Tuan Kyle Heart? Silahkan masuk, kelas sebentar lagi akan dimulai," serunya sambil berjalan mundur untuk memberikan jalan untukku lewat.
Berterimakasih seraya menunduk hormat pada wanita itu, aku berjalan melewatinya dan menuju kursiku yang berada di sudut kelas. Terlihat di dalam ruang kelas hanya ada Ellen saja. Tatapan matanya terlihat kosong dan tidak menyadari bahwa aku mengangguk untuk menyapanya. Ada apa dengannya ?
...「Mungkin dia mengalami depresi karena datang bulan pertamanya?」...
Benarkah ? Secepat itu ? Kukira orang sepertinya, mungkin baru dua tahun kedepan ? Atau bahkan baru menginjak usia 20 tahun ke atas ?
...「Menjijikkan sekali. Bagaimana kamu bisa tahu hal seperti itu, Host?」...
ㅡkamu tidak tahu bahwa aku sempat belajar selama setahun soal kesehatan dan semacamnya sebelum memilih untuk menyerah karena terlalu miskin dan bodoh ?
...「Aku tidak peduli」...
__ADS_1
Terserah kamu aja deh, Chae Rin.
GREEKK
Begitu aku beranjak duduk, barulah beberapa murid lainnya, seperti Haylee bersama Clara dan Sharence masuk. Diikuti dengan Amy dan dua kroninya. Mata kuning kecoklatan milik Amy sempat bertemu dengan tatapan kuㅡsebelum dia langsung mendengus kesal dan menghentakkan kaki untuk menuju kursinya.
Setelah beberapa saat berlalu, tepat saat kelas akan dimulai, barulah Ryder dan kawan-kawannya masuk ke dalam kelas.
Sepertinya, untuk kelas teori dan praktik sihir serta kelas pengembangan bakat, semuanya secara serempak memilih waktu yang sama.
Pandanganku terpusat pada wanita pendek barusan yang kini berdiri di tengah kelas.
Dengan bangga, dia memperkenalkan dirinya sebagai pengajar kelas Teori Sihir dan Praktiknya dari bagian yang pertama hingga kelas bagian akhir di tahun ketujuh.
Namanya adalah Kin dan dia ingin dipanggil sebagai Kin-sensei. Merasa sedikit janggal dengan pengajar baru di kelas sihir ini, aku akan melihat statusnya dan bersiap untuk terkesiapㅡnamun, saat-saat itu tidak kunjung datang. Seperti ada kekuatan yang cukup besar sehingga menghentikanku untuk memotong penjelasan tentang dirinya yang begitu panjang.
"ㅡTuam Kyle!" panggil Kin-sensei secara tiba-tiba, akibatnya kini seluruh perhatian terpusat padaku. Aku duduk dengan tegap dan menjawabnya, "Ada apa sensei ?"
"Apa saja yang Tuan Kyle ketahui tentang sihir?"
"Tentu saja saya tahu bahwa sihir adalahㅡ"
Awalnya, aku sudah mempersiapkan jawaban yang tepat karena aku-Kyle sering membaca buku, namun tiba-tiba saja, kepalaku BLANK.
"ㅡum."
"Tidak tahu? Kalau begitu sebaiknya Tuan Kyle lebih memperhatikan ucapan sensei dengan baik."
"Tuan Ryder, jika anda tertawa apakah anda mengetahui apa itu sihir?" kini pandangan Kin-sensei terpusat pada Ryder yang menjadi diam tidak berkutik.
"Uㅡum, saya..."
"Jika tidak bisa menjawabnya, kenapa masih menertawakan orang lain? Baiklah, sebelum memulai mengenai apa itu sihirㅡ"
Kin-sensei melanjutkan penjelasan dalam kelas Teori Dasar Sihir dan Praktiknya akan terbagi menjadi tiga bagian untuk tahun pertama, kedua dan ketiga. Kemudian, pada tahun keempat hingga ketujuh menjadi Teori Sihir dan Praktiknya.
Hal ini dikarenakan, sihir merupakan ilmu yang cukup rumit sehingga meskipun secara praktiknya mudah untuk dilakukan oleh siapapun, tak jarang banyak yang melakukan kesalahan dalam berlatih kemampuan sihirnya sehingga angka pada status kemampuannya tidak bertambah.
Ataupun kesalahan lainnya yang berakibat fatal, seperti merusak peredaran mana. Entah itu karena terlalu banyak mengeluarkan mana serta pemakaian yang berlebihan hingga berdampak pada berhentinya proses pengaliran darah ke seluruh organ tubuh yang dapat membunuh individu tersebut.
"Dalam kelas saya, saya harap kalian terus hadir tepat waktu dan mengerjakan tugas yang saya berikan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kemampuan yang kalian miliki."
Kin-sensei berjalan ke seluruh ruang kelas dan berhenti di sampingku, "Tidak boleh ada perkelahian di kelas saya."
CLACK CLACK CLACK
__ADS_1
Terdengar langkah kakinya yang memakai high heels (tunggu ?! Beliau memakai high heels dan masih sependek itu ?!)ㅡKin-sensei lanjut berjalan ke meja Ryder, "Tidak boleh ada sikap yang meremehkan setiap individu."
CLACK CLACK CLACK
Kin-sensei berjalan kembali ke depan kelas dan memperhatikan semua murid, termasuk aku, secara satu-persatu menggunakan mata kuning keemasannya yang bercampur oranye.
Ah, matanya terlihat berkilat lagi saat bertemu dengan tatapanku.
"Hal yang terpenting adalahㅡtidak ada yang boleh bermain-main di dalam kelas. Sihir merupakan kekuatan yang sangat berbahaya apabila dipelajari dengan asal tanpa mengikuti aturan tertentu. Sejauh ini, apakah ada pertanyaan?"
Semuanya sontak menggelengkan kepala mereka, termasuk aku. Kin-sensei tersenyum dan melipat kedua tangannya, "Bagus. Saya harap kalian paham dengan maksud saya mengatur seperti ini. Baiklah! Kelas Teori Sihir dan Praktiknya bagian pertama akan saya awali denganㅡpemeriksaan mana dalam tubuh kalian. Ayo, mulai dari absen pertama hingga terakhirㅡmaju ke depan."
Ellen berdiri dari kursinya dan berjalan dengan tenang menghampiri Kin-sensei ke depan kelas. "Mari kita lihat mana dari murid paling berbakat di tahun pertama ini. Ellen Spade. Hmmm."
Kin-sensei mengulurkan tangannya dan menyentuh bahu Ellen sebelum menutup matanya dan kembali membukanyaㅡwarna irisnya berubah menjadi merah terang. Disaat bersamaan, aura di seluruh ruangan kelas kini dipenuhi oleh aliran mana yang membuat kami semua menarik napas.
"Ellen, berhentilah berlatih untuk sementara. Peredaran darahmu sudah terhambat karena penggunaan mana secara berlebihan dan tidak teratur. Jika kamu terus melanjutkan latihanmu yang sembronoㅡkamu akan mati."
Semua murid tetap menarik napasnya setelah mendengar pernyataan dari Kin-sensei. Kini tatapan mereka terarah pada Ellen yang masih memasang wajah datar tanpa ekspresi. Dia mengedipkan matanya secara perlahan dan berjalan kembali ke tempat duduknya tanpa mengatakan apapun.
"Ellen, jika kamu tidak menuruti perkataan saya. Akan saya ajukan permintaan pada kepala akademi untuk mengeluarkan kamu."
"Terserah sensei saja."
Mendengar jawaban Ellen yang terkesan asal bicara, Kin-sensei menghela napas berat kemudian melanjutkan kelas dengan memeriksa satu persatu aliran mana milik semua murid.
"Sharence, kamu kurang mengontrol penggunaan mana tubuhmu dengan baik tapi setidaknya lebih baik daripada Ellen."
"Haylee...hahaha, mana milikmu sangat luar biasa. Nanti akan ada waktu dimana kita belajar penggunaan mana yang baik."
"Clara...hmm, sejauh ini sangat normal. Sepertinya kamu sudah paham cara mengontrol mana milikmu."
"Ryderㅡberhentilah memakan makanan siap saji atau mana milikmu akan berakhir menjadi tumpukan mana yang tidak dapat digunakan."
"Flynn, kamu tidak memakai mana milikmu sama sekali?"
"Tyler...oke, sudah bagus."
"Amy, luar biasa. Kamu sudah bisa mengontrol mana milikmu dengan cukup baik. Saya terkesan."
"Luna...kamu sama sekali tidak berlatih sihir? Tidak masalah. Kita akan belajar hal paling mendasar nanti."
"Ally, nasihatku sama seperti pada Ellen. Berhentilah berlatih secara sembrono dan gunakan mana milikmu sebaik mungkin."
Akhirnya, giliranku untuk diperiksa tiba.
Kin-sensei memerhatikanku sebelum memanggil namaku dengan senyuman tipis, "Baiklah...murid absen sebelas, Kyle Heart silahkan maju kedepan."
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG..