
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
Valeria menunjukkan seringai lebarnya kembali sambil memiringkan kepalanya dengan mata yang juga ikut berbentuk seperti bulan sabit terbalik.
"Tentu saja, kita akan menghabisi mereka semua di acara pesta pertunangan kita nanti malam, sayangku."
Oh, yang benar saja, sayang.
...****************...
"APA KAMU BILANG?! APA YANG SUDAH BAJINGAN ITU LAKUKAN PADAMU?!"
Suara keras Tuan Besar Jokyo menggema ke seluruh penjuru kediaman besar milik keluarga Jokyo. Matanya terbuka sangat lebar dan napasnya memburu, pikirannya kalut melihat cucunya, Peter yang dalam kondisi sangat mengkhawatirkan.
Punggungnya mengalami patah tulang, begitupun dengan tulang dada, dan tulang pipinya. Beruntung ada Pendeta yang berlevel tinggi di pulau itu sehingga nyawanya dapat terselamatkan. Jika tidak, entah apa yang akan dia lakukan. Mungkin, dia akan langsung menghampiri dimana si bajingan itu berada dan membunuhnya ditempat. Tak peduli dia adalah anak kecil atau bukan.
Peter meringis sambil menangis dan mengatakan bahwa yang melakukannya adalah Valeria sendiri, namun kakeknya tidak ingin percaya itu. Ia sangat yakin bahwa yang melukai cucunya adalah si bajingan itu.
Kakek itu terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, dia tidak menyadari bahwa tubuh Peter kini bergetar hebat, meskipun luka yang ada di tubuhnya hilang tak berbekas, wajah saat Valeria menyeringai padanya terpatri dengan jelas di dalam kepalanya.
"Siapa wanita itu? Itu bukanlah Valeria," gumamnya berulangkali seperti kaset rusak.
"Valeria tidak terlihat seperti itu...dia adalah gadis buta yang lembut dan ceria. Dia tidak akan hampir membunuhku seperti itu. Apakah ini semua karena bajingan itu?!" dalam tubuh Peter kini tumbuh rasa amarah.
Dia pasti akan membalas bajingan itu.
...****************...
"Hadiah personal? Sebenarnya kamu tidak perlu repot-repot menyiapkannya."
Valeria menjawab aku sambil menyandarkan punggungnya di pagar pembatas balkon. Aku menarik alisku ke atas, "Tidak perlu? Bukankah itu sebuah keharusan??"
"Lagipula, kita tidak memiliki keluarga lainnya yang akan mengomeli kita tentang masalah sepele seperti ini, kan?" balas Valeria seraya memiringkan kepalanya.
Setelah terdiam beberapa saat sambil menatapku, dia tersenyum dengan sangat menawan, "Atau...kamu ingin memberikan sesuatu khusus untukku?"
"Iya, aku menyiapkan sesuatu untukmu."
Mata Valeria terbuka lebih lebar seakan tercengang dengan jawaban singkatku. Tidak menyia-nyiakan momentum yang tepat ini, aku langsung mengeluarkan kotak hitam dari Tas Ajaib yang berukuran sebesar telapak tanganku dan menunjukkannya padanya.
Ugh, kenapa aku merasa geli sekarang ?
Aku ingin tertawa.
Tahan, tahanㅡstay cool.
Valeria terkesiap dan terus memutar bola matanya antara menatapku serta ke arah kotak yang ada di tanganku. Aku membasahi bibirku yang terasa kering sebelum membuka tutup kotak itu yang menimbulkan bunyi 'klik'.
"ㅡoh!!!"
Melihat cincin berlian di dalam kotak itu, wajah Valeria kini menatapku dengan mata yang berkaca-kaca. Mulutnya ia tutup menggunakan kedua telapak tangannya seakan untuk menahan dirinya untuk berteriak atau mungkin untuk menghindari lalat terbang masuk ke dalam mulutnyaㅡ
...「Host, berhentilah menghancurkan momen seperti ini!!!」...
Oops.
__ADS_1
Berjalan menghampiriku dengan cepat, Valeria melompat-lompat kecil seperti kelinci yang manis, hampir saja hal itu membuatku tersenyum, namun aku langsung menahan ekspresiku tetap datar dan serius sebelum mengambil cincin berlian yang sudah kubuat khusus untuknya. Oke, ini dia.
Aku mengambil tangan kanannya dengan perlahan, dia menarik napasnya. Matanya yang entah bagaimana sangat berkilau, terus tertuju pada tangan kanannya yang kini sudah aku genggam. Kemudian, aku menyematkan cincin berlian itu di jari manis tangan kanannya dengan perlahan.
Berlian yang ada pada cincin itu langsung bersinar selama beberapa saat sebelum kembali seperti semula. Kami melongo dan mulai memperhatikan satu sama lain.
"ㅡApa kamu baru saja melihatnya?"
"ㅡIya...ituㅡi-itu baru saja bersinar!"
"Benar! Kenapa ini dapat terjadi?!"
"Aku tidak tahu!"
"Keren!"
"Iya!"
Kami berdua melompat kegirangan sambil saling menggenggam tangan satu sama lain.
Eh??
Setelah beberapa saat, kami menyadari tindakan kami yang sangat kekanak-kanakan dan Valeria dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dariku sebelum mengalihkan pandangannya.
"Uhm...terㅡterima kasih..."
"Ah, tidak masalah..kuharap kamu menyukainya," aku menjawabnya sebelum berdeham dan menggaruk-garuk belakang kepalaku. Valeria menggenggam erat tangannya itu ke dekapannya dan tersenyum lebar padaku, "Aku benar-benar menyukainya!"
Hm, baguslah...
...****************...
Di tengah-tengah ada Pak Walikota yang berusaha menahan senyuman geli ketika menatapkuㅡtidak lebih tepatnya ke arah setelan yang kukenakan sekarang.
Sialan.
...「Host bisa saja menolaknya, tapi demi efek kaget ya? Host benar-benar berdedikasi.」...
Yuu yang berdiri disampingku terus menepuk-nepuk punggungku sambil mengayunkan jempolnya, "Tuan terlihat sangat menawan dengan setelan ini! Saya yakin, selain dengan kejutan Tuan mengenai lampu itu, kejutan ini juga begitu berkesan!"
Aku menelan umpatan yang ingin aku teriakkan padanya dan melihat ke arah langit malam yang dipenuhi bintang-bintang.
Tentu saja warna setelanku ini akan mencolok di bawah langit ini...
Kami semua menunggu kehadiran Valeria yang masih berada di dalam istana. Semua daerah di istana ini gelap, karena aku memilih menggunakan lampu kelap-kelip yang akan kutunjukkan pada Valeria agar menambah efek bombastis, fantastis, elastisㅡring ding dong, ring ding dong, digiding digidingㅡ
"Maaf jika aku terlambat, semuanya!"
Pintu istana yang terbuka lebar menunjukkan seorang gadis yang memakai gaun berwarna pink muda, karena daerah tempat istana dimana semua orang berdiri gelap, hanya lampu dari dalam istana yang mencuat keluar dibalik punggung gadis itu.
Diantara tarikan napas semua orang, hanya Yuu saja yang berhasil membuka suaranya.
"Ohhhhh!!! Tuan Putri Valeria telah tiba!"
Semua warga bersorak-sorai dan bertepuk tangan padanya. Mata Valeria mengitari sekeliling tempat di hadapannya, namun pandangannya terhenti tepat ke arahku.
Alis matanya terangkat ke atas, seperti mencoba untuk menangkap informasi dari apa yang sudah ia lihat. Beberapa saat kemudian, dia tersenyum geli.
__ADS_1
Haaah.
Aku mencoba tidak menghela napas berat ketika dia berjalan dengan begitu elegan ke arahku. "Kamu tidak ingin pergi bersamaan denganku...jadi ini yang ingin kamu tunjukkan?" tanya Valeria begitu dia sudah ada di hadapanku. Matanya terus menyusuri setelan yang kukenakan, dari atas ke bawah secara perlahan, seakan dirinya tahu aku terus bergidik di bawah tatapannya.
"Itu...cocok untukmu."
Akhirnya, dia mengatakan itu sambil berusaha menahan tawa dengan menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya, mataku langsung terarah pada cincin berlian di jari manisnya bersinar ke arahku.
"Baiklah, semuanya! Terimakasih telah menghadiri acara yang paling terpenting yang pernah diselenggarakan di Kerajaan Joker ini. Hari ini adalah pesta pertunangan Tuan Putri kita, Valeria dan Kyle Hyde! Mohon beri tepuk tangan yang meriah!!!" Pak Walikota bersahut dengan penuh semangat.
Semua warga langsung bertepuk tangan dengan meriah, kemudian Pak Walikota mengangkat kedua tangannya sebagai tanda berhenti, kemudian suasana menjadi senyap kembali. Pak Walikota melanjutkan, "Tanpa berlama-lama lagi, kita akan mulai acara ini dengan kejutan yang sudah Kyle, siapkan spesial untuk Tuan Putri Valeria!"
Beberapa warga yang sudah tahu langsung menarik napas mereka seperti menunggu sesuatu, sedangkan Valeria yang terkesiap langsung menoleh padaku dan bertanya, "Apa?! Kamu juga memiliki kejutan lainnya?!"
Aku tersenyum kecil ke arahnya, sebelum aku membuka mulut untuk menjawabㅡ
PATSㅡ
Lampu kecil yang mengitari seluruh istana bahkan beberapa tempat lainnya yang ku pasang sendiri langsung menyala. Semua orang menarik napas mereka sekali lagi seakan terkejut, namun mataku tetap terarah pada satu orang dihadapanku.
Dia hanya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya lagi, matanya terlihat berkaca-kaca seperti saat dia menerima cincin darikuㅡah, kali ini air mata yang sudah tak terbendung lagi mulai terjatuh dari pelupuk matanya.
Valeria seketika menoleh ke arahku sambil menangis bahagia sebelum melompat untuk memelukku, "Kyle! Terimakasih!!!"
Menerima pelukannya yang begitu berat dan terlalu erat, dia menangis keras di pundakku. Aku menepuk-nepuk punggungnya dengan pelan. Semua warga yang melihat kami bertepuk tangan sekali lagi.
"ㅡimu...Kyle."
"Hah?"
Valeria langsung melepaskan pelukannya dariku dan menyeka air matanya sebelum tersenyum lebar padaku, "Aku tidak akan mengulanginya lagi, Kyle."
Ahahaha, aku yakin suatu saat dimasa depan kamu akan mengucapkannya lagi.
Kami saling bertatap satu sama lain sambil menggenggam erat tangan kami satu sama lain. Sesaat, seperti semuanya sudah sempurnaㅡbegitu aku berpikir semua ituㅡ
ㅡFirasatku berkata lain, aku seketika mengalihkan pandanganku dari Valeria ke arah seseorang yang berdiri tak jauh dari Pak Walikota. Sejak kapan dia ada disana ?!
Peter berdiri sambil tersenyum menyeringai padaku. Dia mengangkat tangannyaㅡ
BOOOOOOOMMMM
AAARRGHHHH
Dentuman keras terdengar, diikuti dengan suara pekikan para warga yang ketakutan dan kesakitan di sekitar istana. Semua lampu mati tiba-tiba, sehingga selain api yang menjalar di atas panggung tempat Pak Walikota berdiri sebelumnya, tidak ada penerangan lainnya.
Dasar Bodoh, seharusnya aku memikirkan untuk menggunakan genset otomatis !
GRRUUUUUURRUUUUUURUURURUㅡ
Terdengar suara geraman yang menggema dan terasa sangat asing di telingaku, namun suara geraman itu sepertinya mampu untuk membuat semua warga berlari kesana-kemari dengan panik dan ketakutan.
Ah, bahkan aku tidak dapat merasa tenang di hari pesta pertunanganku.
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG..