CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 47. The A Class and The Hero 『Part - I』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Aaa, apa ini ?!


...「Ini adalah pembagian kelasmu, Host」...


Bagaimana bisa ?!


ㅡKITSUNEEEEEEEEEEEEEEE !!!!!!!!


Jauh disana, seorang wanita tertawa puas sambil mengibaskan kipas lipat ke wajahnya.


...****************...


Setelah beberapa saat terdiam di depan papan sambil menahan diri untuk tidak berteriak dan menghancurkan papan itu, akhirnya aku mendengar bel berdentang.


Semua murid langsung masuk ke dalam gedung, begitupun denganku yang mengikuti mereka dari belakang. Tidak ada jari telunjuk yang diarahkan padaku sejauh ini, baguslah. Apa karena sudah empat tahun? Entahlah, tapi ini menyenangkan. Tidak terganggu oleh siapapun sejauh mata hati memandang.


...「Mungkin mereka memutuskan untuk mengabaikan mu, Host」...


Baguslah kalau begitu, sekarang mari kita harap tidak ada tugas kelompok atau semacamnya, sehingga siasat mereka mengabaikanku berhasil seratus per seratus.


Menaiki anak tangga satu persatu, ternyata satu gedung ini memiliki banyak lantai. Semakin tinggi tingkat kelasnya berada di lantai paling bawah, kelas Elit A berada di sudut sebelah kanan tangga pada lantai dua dan bersebelahan dengan kelas Elit B.


Dilihat dari keramaian dan keasyikan kelas, kelas Elit B lebih memancarkan suasana hangat begitu mereka masuk ke dalam kelas.


Orang dihadapanku adalah Ellen, dia berjalan masuk ke dalam kelas Elit A dan aku mengikutinya dari belakang. Kenapa situasiku mirip Reinhart di novel webtoon The Demon Prince Goes To Academy ?!


Bedanya disini Ellen bukanlah Hero di dalam dunia ini melainkan seorang Tuan Putriㅡah, karena dia absen nomor pertama, dia langsung duduk di kursinya di bagian paling depan dan mata kami bertemu.


Aku menganggukkan kepalaku dengan singkat padanya dan langsung berjalan cepat tanpa melihat balasannya. Menuju ke kursiku yang berada di paling sudut, sendirian tanpa ada barisan baru di sampingnya, dekat dengan jendela, ala-ala tokoh utama dalam anime. Tinggal waspada dari sniper atau mau loncat langsung dari sana boleh, hanya saja sayangnya ini lantai dua, jadi mungkin patah tulang leher sebagai akibatnya.


Absen nomor 11 ya?

__ADS_1


Begitu aku duduk, barulah aku melihat yang lain, Putri Sharence masuk dan duduk di kursi bersebelahan dengan Putri Ellen. Anehnya, dia tidak melirik ke arahku sama sekali. Sudah berapa puluh tahun lebih aku tidak bertemu dengannya dan para Tuan Putri lainnya, mungkin tidak baik baginya untuk menyapaku yang bukan siapa-siapa disini.


Ah, dia kan lebih muda dariku setahun...apa dia akselerasi dan diterima lebih awal?


Berarti dia melanggar aturan dimana murid tahun pertama harus berusia 15 tahun, dong?


Untuk apa aku memikirkannya? Hahahaha.


...「Kan mau PDKT sama semua gadis, setidaknya buatlah semua gadis yang ada di dalam kelasmu itu menjadi milikmu, Host」...


Chae Rin, kamu ini kira aku ini pemakan segala? Asal mereka gadis jadi aku harus memakan hati mereka semua?


...「Tepat sekali, Host. Sudah menjadi tugas utama bagi buaya amfibi seperti Host untuk menaklukkan seluruh gadis yang memiliki peran penting di dunia ini」...


"Kudengar, kita akan satu kelas dengan Hero of Spade, lho!" suara dari temannya Amy, entah siapa namanya, menyahut ke arah Amy.


"Benarkah? Yah, asalkan dia tidak menghalangiku atau mengganggu Ryder-ku...aku tidak peduli," balas Amy sambil memainkan ujung rambutnya.


Ryder yang sedang berbincang dengan kedua temannya yang duduk di bagian depan, satu baris dengan Ellen dan Sharence, terlihat tersenyum sendiri mendengarkan ucapan Amy. Sejak kapan dia jadi terkenal oleh banyak gadis? Kenapa aku peduli? Sudahlah.


Kenapa aku disandingkan dengan om-om?!


Ah, tunggu. Chae Rin benar...aku kan sudah om-om, ahahaha! Memakai baju seragam dan berada di kelas ini membuatku lupa diri!


...「Dasar bodoh」...


Mengedikkan bahu atas cacian pedas manis Chae Rin, aku memperhatikan kelas selama beberapa saat, urutan duduk para murid ditentukan dari nomor absen. Ada lima kursi dalam satu baris secara horizontal;


Orang yang duduk pada barisan utama adalah Ellen, dekat dengan pintu masuk, Sharence sebelahnya kursi Ellen, ada dua kursi yang masih kosong, lalu paling sudut adalah Ryder. Pada barisan kedua, dibelakang Ryder adalah seseorang bernama Flynn, lalu sebelahnya Tyler dan ketiga bangku lainnya adalah milik Amy, dkk. Aku berada di barisan Ryder tapi di paling belakang, yang duduk di depanku adalah Flynn Poormind atau apalah itu.


...「Flynn Richmond, Host」...


Chae Rin, mohon bantuannya untuk ingat mengingat soal nama dan wajah manusia, kumohon! Aku sangat buruk dalam mengingat seseorang apalagiㅡ


Tunggu-tunggu...aku sekelas dengan Hero?!

__ADS_1


...「Kenapa kamu baru sadar sekarang, tolol?」...


Aku menjadi gugup dan berkeringat dingin, seluruh tubuhku bergidik, meskipun akhirnya keluargaku sudah meninggal kecuali ibunya Myles...apakah Hero Spade masih mengincar ku walaupun Kerajaan Heart sudah hancur setelah perdamaian dengan Kerajaan Spade?!


...「Kan ada aku, kenapa kamu ketakutan seperti itu, Host?? Haaah...」...


GREEK


Terdengar suara dari pintu kelas yang terbuka, dua orang gadis, masuk ke dalam kelas sambil mengobrol dengan satu sama lain. Tungguㅡdua orang gadis??


Salah satu gadis yang berambut warna pirang melirik ke arahku, tatapan kami sontak bertemu dengan satu sama lain. Dia mengisyaratkan sesuatu pada gadis yang sedang mengobrol dengannya, mungkin temannya, dan temannya itu langsung duduk di atas kursi sebelah kanan Ryder, sedangkan diaㅡdia berjalan ke arahkuㅡ


Tubuhku terpaku seakan tidak dapat bergerak dan napasku tertahan begitu melihatnya berjalan hingga berdiri di depan mejaku.


Aku mendongak untuk melihatnya dengan jelas, dia memiliki rambut pirang yang sangat berkilau. Kedua pasang matanya yang berwarna biru laut, menampakkan kesejukan hanya dengan menatapnya...



Senyumannya yang terlihat hangat dapat mencairkan suasana, dipadukan dengan warna kulitnya seputih porselen ditambah dengan bentuk tubuhnya yang ideal menjadikannya memiliki kecantikan sempurna untuk seorang gadis. Auranya benar-benar bersinar terang, apa dia Hero?


"ㅡHero?" tanyaku, berbisik.


Dia melebarkan senyumannya dan pipinya semakin merona merah, "Benar sekali. Perkenalkan, saya Haylee...Hero of Spade. Kamu adalahㅡKyle Heart, bukan??"


Aku masih termangu sambil menatap mata birunya itu. Pandangan Hero dalam kepalaku otomatis hancur begitu saja. Kukira Hero di dalam dunia ini adalah seorang pria kekar dan berotot, atau pria yang cool namun sadis seperti siapalah ituㅡaku tidak pernah menyangka ataupun menduga kalauㅡsosok Hero-nya adalah seorang gadis?!!!


Tidak hanya menjadi Hero, dia juga adalah seorang gadis cantik yang tak kalah dari para Tuan Putri lainnya! Apa-apaan ini?! Hey, developer! Apa maksudnya ini?!!!


"Um...apakah kamu Kyle Heart??" suaranya yang begitu ringan dan lembut kembali bergema di rongga telingaku. Kini ekspresinya terlihat ragu, karena aku tak kunjung menjawabnya dan hanya diam melongo sambil menatapnya.


Kalau saja, aku tahu Hero-nya adalah dia sedari awalㅡaku akan merasa sangat tersanjung dan dengan senang hati membiarkannya untuk membunuhku!


......................


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2