
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
"Sekuat apapun kalian berdua ataupun pria yang bernama Akai itu. Tidak akan ada yang kubiarkan tetap hidup setelah membuat Tuan Josh menjadi penakut seperti itu. Kalian berdua jangan ikut campur dengan urusan ku. Aku akan mencari Akai sampai ketemu. Sampai jumpa," setelah mengatakan itu dengan panjang lebar akhirnya Lilia melangkah pergi dari ruangan itu.
Nina dan Raven saling bertukar pandang satu sama lain. Dalam hati, mereka berdua berpikir dan mengatakan hal yang sama.
"Kami juga sangat ingin segera bertemu dengan Akai. "
...****************...
"Maksudmu, sebentar lagi akan ada festival besar di kota Joker?" aku bertanya sambil menghabiskan Teh Susu Boba dingin yang sangat mantap diseruput di bawah panas terik matahari diikuti dengan terpaan angin besar dari arah pantai.
Valeria menganggukkan kepalanya sambil menahan rambutnya berantakan dengan memegang topi jerami di atas kepalanya agar tidak tertiup angin besar ini, yang sebenarnya sangat sia-sia untuk dilakukan.
"Benar sekali, sehabis dari sini kita harus bergegas menemui walikota untuk mendiskusikan bagaimana festival panen musim gugur akan dilaksanakan. Oh iya, sekaligus mengumumkan pertunangan kita."
Aku menganggukkan kepalaku dalam diam, mengamininya namun seketika tersadar atas ucapannya dan menoleh ke arahnya secepat mungkin hingga kepalaku terasa pusing.
Valeria sudah tersenyum lebar padaku, "Kita akan bertunangan, kan? Jelas-jelas ketika kamu menyelamatkanku, kamu sudah melamar aku dengan mengatakan "Aku calon suamimu," begitu dengan kerennya...apa kamu akan mundur teratur begitu memberiku harapan palsu seperti itu?"
Benar juga...
"Tentu, ayo kita bertunangan," jawabku dengan singkat dan padat.
"Pria yang pintar! Kamu dapat memamerkan aku loh nanti setelah di Unity Academy. Disana akan ada saat dimana setiap siswa dan tunangannya akan berjalan bersama dibawah gemerlap panggung. Meskipun para pacarmu yang lainnya akan sedikit kecewa tidak dapat menjadi pendampingmu di sana."
Dia melanjutkan, "Kemunculanku akan membantumu...karena Kerajaan Joker tidak pernah ingin menampakkan diri mereka di pulau utama Cyrus. Kamu yang sebenarnya beruntung disini dengan memilikiku," terangnya dengan panjang lebar hingga aku langsung memberikannya Boba lainnya agar dia terdiam dan menikmati Boba itu.
"Apa maksudmu dengan memamerkanmu?"
"Di atas panggung itu, secara otomatis Status kita akan terlihat. Tentu saja aku tahu kamu akan menyembunyikan status aslimu dengan yang terlihat biasa saja. Tapi aku tidak, statusku akan terlihat sesuai dengan yang sebenarnya dan karena saat itu tiba adalah waktu yang sangat lama..." Dia mengedipkan sebelah matanya padaku sebelum melanjutkan, "Aku pasti sudah memiliki level lebih tinggi dari yang sekarang...kamu pasti akan terkejut."
__ADS_1
Aku tanpa sadar menenggak ludah.
"Baiklah, terserah padamu," ucapku sambil mengangguk dan kembali menyesap Boba hingga habis. Angin berhembus dengan kuat membuat Valeria berteriak kegirangan.
"Hari sudah semakin panas, ayo kita segera temui Walikota!" ajak Valeria sambil berdiri dan menyodorkan tangannya ke arahku.
Aku mengambil tangannya dan akan berdiri, namun dia menarik tanganku sehingga saat aku berdiri, tubuh kami bertubrukan dengan jarak antara wajah kami yang terlalu dekat.
Pipinya memerah dan matanya menatapku, aku balik menatapnya dengan tenang. Berbanding terbalik dari kondisi jantungku yang hampir mencelus keluar dari dadaku.
Terlalu dekat! Terlalu dekat!!! Abort!! Abort !!
Valeria mulai tersenyum dan wajahnya bergerak semakin mendekati wajahkuㅡaku terpakuㅡsatu inchi lagiㅡ
Dia langsung mengalihkan biibirnya ke atas pipiku dan mengecupnya sebelum berbisik, "Aku bercanda~"
Setelah itu, dia menarik tubuhnya dariku dan berbalik sebelum berjalan sambil tertawa terbahak-bahak seperti orang kesetanan.
Bibirku terangkat sedikit ketika melihat kondisi hatinya yang sebenarnya. Apa yang kulakukan sangatlah curang, tetapiㅡahaha.
...「My Heart Status」...
...< Nama: Valeria Joker >...
...< Perasaan saat ini : Bahagia, Malu, Penasaran, Jatuh Cinta, Berdebar >...
...****************...
"Ah, Tuan Putri Valeria! Syukurlah, Tuan Putri sepertinya selalu dalam keadaan yang baik-baik saja! Selamat datang di pertemuan penyelenggaraan Festival Musim Gugur Kota Joker, Tuan Putri," sahut pria tua yang mengenakan pakaian seragam seperti seseorang yang penting.
Tentu saja karena dialah walikota disini.
__ADS_1
"Terimakasih atas waktunya juga, Pak Walikota. Saya dengan senang hati akan selalu hadir untuk menghadiri pertemuan penting mengenai festival yang akan di selenggarakan sebentar lagi," Valeria tersenyum pada semua orang yang hadir di tengah taman kota yang cukup luas.
Tentu saja, mata Valeria saat ini tertutup. Dia berkata padaku bahwa dia selalu menutup kelopak matanya di hadapan banyak orang maupun di depan orang yang ia tidak kenali.
Ketika aku bertanya mengapa dia tidak membuka matanya, dia terlihat sedikit sedih dan menjawab dengan pasrah, "Meskipun aku membuka mataku dan dapat melihat mereka semua. Mereka tetap menganggap ku buta. Jadi, karena aku sudah terbiasa menjadi orang buta, menutup kelopak mataku tidak bermasalah sama sekali untukku."
Kembali ke tengah pertemuan, Valeria sebagai seorang Tuan Putri dari Kerajaan Joker, tentunya berdiri di tengah paling depan dari kerumunan orang-orang ini bersama dengan Walikota dan beberapa keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh besar atau sebagai donatur.
Aku berusaha untuk berdiri di balik bayangan para warga yang juga ikut berkumpul, namun Valeria segera menangkap lenganku sebelum menurunkan telapak tangannya di atas tanganku sehingga aku berdiri tepat disampingnya dalam keadaan tangan kami saling menggenggam erat satu sama lain.
Aku ingin menarik tangannya dan langsung berlari bersembunyi di antara para warga yang mulai menyadari kami berdua.
Akan tetapi, begitu melirik ke arahnya yang memasang senyuman bahagia dan pipi yang sedikit memerah, ah...curang sekali. Aku jadi mengurungkan niatku untuk melepaskan genggaman tangannya dan menerima saja apa yang akan terjadi selanjutnya.
Lagipula, kami juga sudah bertunangan.
Di tengah bisikan para warga yang memandangi kami, Pak Walikota yang terus memperhatikan antara wajahku, wajah Valeria dan kedua tangan kami yang saling menggenggam dengan erat.
Akhirnya karena sudah beberapa menit berlalu, ia membuka mulutnya untuk menanyakan apa yang semua orang lain ingin tanyakan pada kami berdua.
Ini dia... sebaiknya aku pasrah sajaㅡ
"Maaf, Tuan Putri Valeria...um, siapakah gerangan anak laki-laki ini?"
Bisikan dari para warga mulai menipis seakan menunggu jawaban dari Valeria. Mereka semua memandangi wajah Valeria yang masih menutup kelopak matanya dan tersenyum kecil.
Tiga detik berlalu dan akhirnya Valeria melebarkan senyumannya hingga gigi putih kecilnya muncul sambil membuka kelopak matanya secara perlahan seakan mencoba membuat efek dramatis. Dia mengangkat genggaman tangan kami ke depan dan menjawab dengan nada riang.
"Perkenalkan wargaku di Kota Joker yang tercinta. Anak laki-laki ini adalah Kyle Heart, pasangan sekaligus tunanganku!"
Hening.
Ah, aku ingin lari dari tempat ini.
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG..