CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 31. Autumn Joker Fest 《 I 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Beberapa hari pun berlalu dengan aku yang terus membantu para warga untuk menyiapkan dekorasi yang sangat megah di tengah alun-alun kota Joker.


Akhirnya, hari Festival Musim Gugur Kota Joker yang ditunggu-tunggu pun tiba...


...****************...


Suara terompet dan alat musik lainnya menggema disekitar jalanan Kota Joker di kala pagi hari hingga menjelang siang. Kertas berwarna warni berjatuhan satu-persatu dari setiap atap pemukiman warga. Kertas itu bertaburan hingga memenuhi seisi atas jalan yang dilalui orang-orang yang berlalu lalang.


Kios-kios kecil dengan dekorasi berwarna kuning keemasan dan oranye, berjajar di setiap pinggir jalan yang panjang menuju ke arah Istana Joker.


Angin laut bertiup menjatuhkan dedaunan kering berwarna oranye kemerahan ke atas jalan. Suara gemerisik terdengar setiap langkah kaki seseorang menginjak dedaunan kering yang berjatuhan itu.


Anak-anak kecil berlarian kesana-kemari sambil mengunjungi satu persatu kios yang menjajakan makanan ataupun perlombaan kecil yang berhadiah mainan atau berbagai pernak-pernik yang terlihat lucu.


Aku berdiri bersandar di pinggir gerbang masuk istana Joker karena di depan istana terlihat panggung besar dimana Pak Walikota sedang berbicara menggunakan item mirip seperti mic. Lalu, di atas panggung itu terlihat layar proyeksi transparan dari Pak Walikota.


Apa itu sihir ilusi ? Entahlah.


Memperhatikan keramaian dari kejauhan dan menjelaskannya untuk diriku sendiri, sepertinya itu pekerjaan yang bagus untukku.


Sambil memikirkan berbagai hal acak, aku melihat Yuu berjalan ke arahku dari dimana sebelumnya dia ikut berbaris di jajaran orang-orang yang ada di depan panggung.


"Tuan? Apakah Tuan tidak mengajak Tuan Putri Valeria untuk berkeliling festival? Acara ini cukup ramai loh untuk pasangan muda-mudi di kota ini." terangnya sambil menunjuk beberapa pasangan baik anak kecil yang lebih muda dariku, remaja, orang dewasa yang tertawa bersama dan terlihat mesra sambil bergandengan tangan.


Aku menyilangkan tanganku, "Bukannya Valeria sedang sibuk membantu para juri dan warga yang ikut perlombaan? Dia juga berencana untuk menemui beberapa keluarga bangsawan bersama dengan Pak Walikota."


Yuu menggelengkan kepalanya seperti menilai tindakanku. Ya, maksudku kan aku tidak mengajak Valeria berkeliling karena dia sibuk dan aku tidak ingin mengganggunya.


"Walaupun begitu, bukankah Tuan Putri Valeria akan merasa senang jika Tuan mengajaknya pergi berjalan-jalan?"


"Bukannya dia akan merasa bosan jika berkeliling di sekitar kota? Valeria juga pasti sudah sering berkeliling di festival yang selalu diadakan setiap tahunnya kan?"


Yuu mengerutkan dahinya sambil tersenyum tipis, "Tuan akan menyesal jika melewatkan kesempatan ini. Banyak anak bangsawan lainnya yang selalu mendatangi Tuan Putri Valeria di saat festival seperti ini untuk menghabiskan waktu bersamanya."


Pandangan kami terarah pada keramaian yang lebih ricuh daripada teriakan penjaja makanan dalam kios. Terlihat kumpulan anak-anak remaja tanggung sepertiku yang mengerubungi seseorang di dekat pohon beringin yang ada di samping kanan istana.


Seseorang yang dikerubungi itu diberikan rangkaian bunga ataupun hadiah dari masing-masing anak laki-laki yang berdiri di sekitarnya. Yuu tertawa singkat, "Baru saja saya peringatkan Tuan..."


Tentu saja orang yang ada di tengah itu adalah Valeria. Beberapa anak laki-laki lainnya mengajaknya mengobrol sesaat namun berbeda dengan satu orang yang ada di samping kiri Valeria.


Dia berdiri cukup dekat hingga hampir bahu mereka menyentuh satu sama lain.


Berbeda dengan anak-anak lain yang seakan memberi jarak privasi untuk Valeria, satu anak itu tidak. Dia berperawakan tinggi, tampan, dan beraniㅡsquidward ?


...「Host」...


Ayolah, aku senang acara itu !!!


Baiklah, kembali lagi ke anak itu. Anak itu berperawakan tinggi, wajah seputih porselen, rambut pirang milik Myles, mata biru laut, hidung mancung, dan tentu saja...dia anak bangsawan. Dia terus mencoba mengajak berbicara Valeria dan terus tersenyum.


"Seperti yang kuharapkan dari Tuan! Sudah menemukan rival cinta yang paling utama!" tiba-tiba saja, Yuu menyahut sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengelus-elus dagunya yang sudah dicukur rapi. Aku menoleh kearahnya begitupun dengannya yang ikut menoleh ke arahku.


"Apa kamu tidak akan segera pergi dan membantu Pak Walikota?"


"Saya akan pergi setelah memberikan informasi yang penting untuk Tuan terkait anak itu..." balasnya sebelum berjalan mendekatiku untuk berbisik.


Ragu, aku memberikan telingaku ke arahnya.


"Anak itu adalah salah satu anak bangsawan yang terkenal paling baik di Kota Joker ini. Selain kaya, keluarganya juga memiliki riwayat donatur ke gereja yang sangat besar."


Aku terus memperhatikan mereka berdua yang masih mengobrol ria. Valeria terlihat senang dan juga banyak berbicara. Sesekali pipinya memerah dan dia menggenggam erat kumpulan rangkaian bunga yang ada di tangannya.


Yuu menyeringai dan melanjutkan ucapannya, "Hanya dialah yang sangat baik dan dekat dengan Tuan Putri Valeria selama ini. Bisa dibilang...dia adalah teman masa kecil Tuan Putri Valeria."


Aku menguap dan Yuu memandangiku dengan tatapan kesal, "Tuan? Apakah Tuan tidak takut akan diduakan? Untuk Kerajaan Joker, seorang Ratu dapat memiliki banyak pria yang mereka inginkan, Tuan."


"Benarkah? Kalau begitu, itu terserah Valeria saja. Aku hanyalah seseorang yang ingin menumpang hidup dengannya."


Yuu terkesiap dan menepuk bahuku, "Meskipun Tuan berpikir seperti itu...hanya Tuan lah yang Valeria terima sebagai orang pertama dan juga melihat kalian berdua bergandengan tangan kemarin... bukannya sudah jelas?"


Yuu langsung mendorongku ke arah gerombolan anak-anak itu sambil berlari ke arah panggung sebelum mengatakan, "Saya ingatkan, Tuan tidak perlu berterimakasih nanti. Saya mendukung ship Tuan!"


Tidak-tidak, meskipun banyak anak perempuan yang menyukaiku...lain halnya di masa depan.


Semua kapal-kapal itu akan karam sebelum melakukan pelayaran laut perdananya.


Meskipun anak-anak itu masih memusatkan perhatiannya pada Valeria, hanya Valeria yang menyadari keberadaanku. Dia tersenyum lebar dan berlari keluar dari gerombolan itu begitu saja untuk menghampiriku.


Ugh, kini semua anak-anak itu tengah memandangiku dengan sinisㅡah, begitupun dengan Squidwardㅡmaksudku teman masa kecil Valeria.


"Kyle! Apa kamu akan berkeliling di sekitar festival ini?" wajahnya terlihat cerah dan bersinar hingga aku mencoba menghindari tatapan darinya.


"Um, tidak juga. Aku hanya sedang melihat perlombaan di sana."


"Ohh." sebelum Valeria akan membuka mulutnya lagi, dia dipotong oleh teman masa kecilnya yang entah siapa namanya dengan berjalan ke dekat Valeria.

__ADS_1


"Valeria, bagaimana jika kamu pergi berkeliling festival ini denganku?" suaranya terdengar sangat bersemangat.


Apa dia ini reinkarnasi Myles atau semacamnya?


Beberapa anak lainnya langsung kembali bergerombol ke sekitar Valeria untuk menanyakan hal yang sama, sampai mereka mendorongku pergi.


Aku tidak menggunakan kekuatanku, jadi aku membiarkan mereka mendorongku menjauh. Mataku seketika bertemu dengan Valeria.


Kenapa ya ini terasa merepotkan sekali ?


"Valeria! Ayo berkencan lagi denganku."


Aku merentangkan tangan kananku ke arahnya yang masih di tengah gerombolan itu yang kini ikut terdiam melihatku dengan wajah terkejut.


Valeria menunjukkan senyum manisnya dan langsung mengambil telapak tanganku. Aku menariknya, sehingga ia langsung berada di sampingku dengan bahu kami yang saling bertubrukan.


Kemudian kami melangkah pergi ke arah perkotaan, meninggalkan semua anak-anak lainnya yang melongo melihat kami berdua berjalan dengan bergandengan tangan.


"Kau baik-baik saja?"


"Tidak, itu melelahkan. Pipiku terasa sakit karena harus tersenyum menghadapi mereka."


"Lalu...kalau pipimu sakit, kenapa kamu terus tersenyum padaku sekarang??"


"Tentu saja, itu karena mu. Dasar bodoh."


"Tidak masalah, aku bodoh karena aku menginginkannya."


"Kalau begitu, beri aku kecupan di pipi agar tidak terasa sakit lagi?"



Ucapannya membuatku berhenti berjalan, begitupun dengannya yang kini memandangku. Aku melihat kondisi hatinyaㅡ


...「My Heart Status」...


...< Nama: Valeria Joker >...


...< Perasaan saat ini : Berdebar-debar, Senang, Lelah, Rindu >...


Aku menghela napasku dan berjalan ke dekatnya. Aku membawa wajahku bergerak mendekati wajahnya yang sudah memerahㅡ


Menahan senyumanku, aku terlihat akan mengecup pipinya sehingga dia menutup matanya. Aku menghentikan bibiirku sejauh dua inchi dari pipinya yang langsung ku alihkan ke telinganya untuk berbisik pelanㅡ


"Aku hanya bercanda~"


Dia langsung membuka matanya dan melotot terkejut padaku yang sudah tersenyum menyeringai padanya sebelum aku berlari melepaskan tanganku darinya.


Dia menangkap tanganku dan aku membiarkannya, melihatku yang masih tertawa tidak jelas, Valeria ikut tertawa.


Dibawah pohon yang berguguran, kami berdua tertawa sambil bergandengan tangan.


Sebentar saja...


Biarkan aku merasakan kebahagiaan ini.


...****************...


"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN BAJINGAN ITU MERUSAK RENCANAKU!!!"


PRAAANGGG


'Keluarga Jokyo...akan menjadi salah satu bagian dari Kerajaan Joker. Aku tidak akan membiarkan anak bajingan yang entah tiba-tiba datang darimanaㅡmerusak semua rencana yang kusiapkan berpuluh-puluh tahun bahkan sebelum Putri Valeria lahir!' pikir Pria tua yang menjadi kepala keluarga Jokyo.


Disampingnya terlihat teman masa kecil Valeriaㅡyang meringkuk ketakutan melihat kakeknya marah.


"Maafkan saya, kakek... maafkan saya!" bisiknya di tengah isakan tangis.


"Berhentilah menangis dan buat Valeria tunduk padamu! Hal mudah seperti itu saja tidak bisa...dia hanya gadis buta yang kehilangan orang tuanya! Seharusnya dia mudah untuk ditaklukkan dengan kebaikanmu, Peter!" Dia berteriak dengan geram pada Peter, teman masa kecil Valeria yang langsung menundukkan tubuhnya.


'APA?! APA YANG HARUS KULAKUKAN AGAR VALERIA TIDAK MENYUKAI BAJINGAN ITU?! APA YANGㅡAH, AKU TAHU!!!'


Sadar akan sesuatu, pria tua itu mendengus pelan dan menyeringai ketika menyadari sebuah rencana yang tepat untuk melenyapkan bajingan itu.


Nikmati saja kesenanganmu yang fana itu, bajinganㅡakan kubuat kau menderita.


...****************...


"Bagaimana jika kita bertaruh?"


"Hah?" aku melongok ke arah Valeria yang menunjuk kios seperti lomba menembak senapan angin.


Valeria mengambil gula-gula yang ada di tanganku dan mendorongku ke arah kios itu yang disambut oleh seorang bapak-bapak.


"Ah? Tuan Putri Valeria?!ㅡdan tunangannya? Selamat datang di Siapa cepat, dapat banyak!"


Hah?


Bapak-bapak itu memberikan senapan kecil padaku dan menunjukkan target yang sudah ada berjarak lebih dari 1 meter dari tempat aku berdiri.

__ADS_1


"Peraturannya sangat mudah Tuan, tinggal tembak setiap target sebanyak mungkin yang Tuan bisa dalam waktu 1 menit. 500 tembakan tepat di target untuk hadiah utamanya yakni 'Jepit rambut legendaris milik Naga Air penjaga Pulau Joker'!!!"


"Ohhh!!!" Valeria terkesiap mendengar itu sambil memandang hadiah utama yang ada di paling atas kios. Ah, itu terlihat berkilauan juga saat terkena matahari...


Tidak-tidak, pandanganku kini terarah pada hadiah kedua disamping hadiah utamaㅡ


Sebuah kotak tipis persegi panjang dengan kaca di bagian depannya, benda itu seukuran telapak tangan pria dewasa berwarna hitam beserta sebuah dompet tua berwarna coklat tua yang terlihat usangㅡ


Ehhh... bukannya itu dompetku?!!


"Ituㅡituㅡhadiah keduaㅡdarimana bapak mendapatkannya?!" aku tidak dapat menahan rasa histerisku sehingga beberapa orang menoleh ke arahku, begitupun dengan Valeria yang juga ikut terkejut.


"Um...maafkan saya nak tapi itu rahasiaㅡ"


"Aku mohon! Cepat katakan padaku dimana bapak menemukannya?!" aku mendesaknya sehingga membuat Valeria menepuk-nepuk pundakku dengan tatapan khawatir.


Aku harus tenangㅡaku harus tenangㅡ


Menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, aku kembali memandang bapak itu yang sudah terlihat mulai ketakutan.


"Maafkan saya pak, saya harap bapak memberitahukan dimana bapak menemukan benda itu?"


Melihat bapak itu masih ragu, Valeria langsung ikut memohon sepertiku, "Sepertinya ini sangat penting untuk Kyle....Mohon beri tahu kami pak!"


Dengan ekspresi ragu, akhirnya bapak-bapak itu menjawab, "Saya hanya membelinya dariㅡtunggu...kenapa saya lupa?"


Bapak itu malah bertanya kembali pada kami.


"Bapak, apakah bapak baik-baik saja?"


"Ah, tidak apa-apa... apakah kalian akan bermain atau tidak? Bayar dahulu sebanyak 5 keping perunggu."


Melihat tingkah bapak itu yang tiba-tiba berubah, Valeria melirikku. Aku mengangguk dan memberikan uang itu pada bapak itu.


"Val, maafkan aku. Sepertinya aku akan memilih untuk mendapatkan hadiah kedua. Aku berjanji akan membuatkan untukmu mirip seperti hadiah yang pertama itu. Bagaimana?" bisikku pada Valeria.


Dia mengangguk singkat dan balik berbisik, "Itu dan juga minuman gelembung kemarin...aku menyukainya."


"Tentu saja, sayang. Apa sih yang enggak buat kamu?", godaku yang membuatnya tersenyum malu dan memukul bahuku dengan manja. Aku melirik bapak penjaga kios yang melongo melihat tingkah kami berdua. Aku berdeham dan langsung memposisikan senapan kecil itu menghadap ke adalah satu targetㅡ


...「Akhirnya, sisi buaya amfibi itu muncul」...


Berisik.


...「Aku benar bukan?」...


Bilang saja jika cemburu. Tenang saja, akan ada waktu lain untukmu, Chae Rin.


...「...aku tidak peduli」...


Aku peduli.


...「...」...


DAARRRR DARR DAARR DAARRR


Dengan cepat aku terus menembakan senapan kecil di tanganku hingga pelurunya tepat mengenai target. Melirik ke arah papan hadiah, aku memerlukan 250 tembakan untuk mendapatkan kembali dompetku.


Kenapa dompetku ada di tempat ini ?


DAARRRR DARR DAARR DAARRR DAARRRR DARR DAARR DAARRR DAARRRR DARR DAARR DAARRRㅡ


Bahkan itu lengkap dengan smartphone ku.


Bagaimanaㅡkenapa bapak ini tiba-tiba lupa dengan bagaimana bapak itu mendapatkan barang-barang milikku?!


DAARRRR DARR DAARR DAARRR DAARRRR DARR DAARR DAARRR DAARRRR DARR DAARR DAARRRㅡDAARRRR DARR DAARRㅡ


"Selamat! Tuan sudah mendapatkan hadiah kedua. Ini dia!" suara bapak itu terdengar riang dan memainkan bel kecil sebelum memberikan kedua benda itu padaku.


Valeria memperhatikanku yang langsung membuka bungkusnya.


Pertama, aku membuka dompetku.


Tentu saja, masih ada uang dan kartu Bank, hingga kartu penduduk milikku. Aku langsung mengambil dan mengeluarkan kartu itu.


Aku menahan napas ketika melihat wajah lamakuㅡwajah Kaoru Ishikawa.


Aneh, kepalaku tidak terasa sakit sekarang...


"Siapa itu?" tanya Valeria memperhatikan wajah Kaoru di kartu itu.


"Mengapa dia sedikit mirip denganmu, Kyle?"


Pertanyaannya tidak sempat aku jawab karena aku langsung membuka smartphone ku yang masih memiliki kata sandi yang sama. Berhasil membukanya, aku langsung melihat suatu gambar di aplikasi galeri yang sudah terbuka setelah membuka kunci danㅡ


GELAP.


......................

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2