
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Previously :
Kepalaku terasa pening hingga membuat duniaku berputar, melihatnyaㅡdisini...
Gadis itu, memiliki wajah yang sama persis dengan wajah mantan istrikuㅡmantan istrinya Kaoru, si ular.
Seketika, pandanganku menjadi gelap.
...****************...
^^^10 tahun sebelum perceraian Kaoru, Shizuoka.^^^
"Kaoru! Ambil ini."
Ketua dari tim kreatif-ku melempar sebuah map padaku, aku langsung mengambil dan membukanyaㅡtertulis disana menggunakan huruf besar dengan font klasik ala koran London, "CHANCES PROJECT".
"Apa ini, Pak?" tanyaku padanya, sambil membuka lembaran kertas yang berisikan tulisan-tulisan seperti sebuah laporan.
"Ada sebuah perusahaan, besar tapi tidak terlalu populer...dia meminta kepada kita untuk membantu mereka dalam mendesain proyek game baru yang akan mereka ciptakan."
"Game?? Sepertinya menarik!" sahutku sedikit senang, sebagai firma desain yang biasa saja, perusahaanku jarang menerima tawaran besar seperti ini. Mendapat proyek besar seperti ini tentu saja akan membuat hatiku melompat kesana-kemari.
Namun, sepertinya bosku yang juga sekaligus temanku itu, tidak berbagi sentimen yang sama denganku, aku seketika bertanya tentang wajah murungnya, "Ada apa?"
Dia mendengus kecil sambil mengusap bawah hidungnya seperti ragu, "Perusahaan ini...sedikit aneh bagiku. Meskipun mereka memiliki kantor yang cukup besar...aku hanya melihat ada dua orang disana. Satu orang wanita dan satu orang lagi adalah pria."
"Lalu??"
Dia menatapku lekat lekat selama beberapa saat sebelum melanjutkan, "Gilanya...pria itu...yang mengaku menjadi pemilik dari perusahaan itu...dia sangat mirip denganmu."
__ADS_1
"Hah?!" aku tercengkat sebelum tertawa kecil, "Benarkah?? Apakah itu berarti aku akan menjadi seorang pengusaha yang kaya raya?"
Dia langsung menepuk bahuku, "Aku sedang tidak ingin bercanda. Pria itu benar-benar mirip denganmu...bahkan dia ingin hanya kamu yang kuutus dalam membantu mereka."
"Benarkah?! Apakah itu tidak masalah??"
"Sebenarnya, aku tidak ada masalah soal itu karena kita juga masih memiliki banyak proyek lainnya...aku hanya ragu jika kita menerima proyek ini dari mereka...kamu tidak merasa aneh sama sekali??"
Melihatnya yang berbisik-bisik sambil memasang wajah muram membuatku jadi ikut ragu, "Uhh...jika menurut ketua mereka akan menipu kita...kita tolak saja tawaran ini?"
"Tidak...aku yakin mereka tidak akan menipu kita...hanya saja..." Ketua Timku, Takeda mengacak-acak rambutnya.
"Hanya saja apa? Memangnya apa yang mereka lakukan sampai kamu jadi ragu dan gugup seperti ini?"
Takeda menyilangkan kedua tangannya sebelum menghela napas panjang, "Jadi..."
Takeda menceritakan padaku, bagaimana dia bisa bertemu dan mendapatkan tawaran dari perusahaan yang dinamakan Chances ini. Dia mengatakan bahwa semua bermula dari dia yang meng-upload foto pesta minum-minum perusahaan kita. Tentu saja disana ada fotoku dan Takeda beserta pegawai lainnya.
Datanglah Takeda ke sebuah gedung pencakar langit yang terletak di sudut kota. Gedung itu masih terbilang baru, Takeda memasuki gedung itu dan langsung disambut oleh seorang pria blasteran Jepang Korea, menyebutkan bahwa namanya adalah Charles. Ia menggunakan bahasa Jepang yang terdengar sedikit aneh dan kaku bagi Takeda yang merupakan asli berkebangsaan negara Jepang.
Melihat pria itu, awalnya Takeda menyangka bahwa itu adalah aku, Kaoru. Akan tetapi Takeda sadar bahwa aku sedang berada di kantor. Selain itu, firasat Takeda mengatakan bahwa pria itu berbohong soal namanya.
Takeda sangat yakin pria itu memakai nama palsu, namun karena sudah jauh-jauh datang, Takeda akhirnya menerima saja apa yang dikatakan pria itu. Saat memasuki sebuah ruang kantor yang begitu luas, Takeda melihat seorang wanita berambut sebahu berjalan menghampiri mereka berdua, wanita itu terlihat begitu dekat dengan Charles dan dia menamakan dirinya sebagai Cleo.
Setelah diberikan secangkir kopi oleh Cleo saat Takeda udah duduk di atas sofa, Charles langsung menunjukkan map yang baru saja kuterima dari Takeda. Charles mengatakan, bahwa perusahaan miliknya membutuhkan seorang desainer berbakat untuk membantu nya menciptakan lingkungan, yang ada di dalam game yang akan ia ciptakan.
Takeda bingung, ia bertanya dengan ragu pada Charles mengapa perusahaan Charles yang begitu besar itu, membutuhkan bantuan dari firma desainnya yang hanya sebuah perusahaan kecil-kecilan.
Charles dengan misterius menjawab bahwa dia membutuhkan seseorang yang bernama Kaoru. Secara spesifik, dia menyebut aku.
__ADS_1
Takeda sedikit ketakutan dan segera beranjak pergi dari tempat itu, namun Charles menambahkan bahwa cepat atau lambat mereka akan membutuhkan proyeknya jadi, Takeda terpaksa membawa map itu.
"Entah mengapa, tempat itu terasa sangat aneh sekali! Kaoru, menurutmu bagaimana? Sekarang aku merasa takut jika mereka akan melakukan sesuatu terhadapmu. Aku sangat yakin soal itu."
Aku mengusap-usap tengkuk leherku dan menghela napas, "Bagaimana ya? Sebenarnya aku juga jadi sedikit ragu...tapi perusahaan kita membutuhkan proyek ini, bukan? Bayarannya...sangat banyak," aku membalas sambil melihat hasil dari dalam map yang ditawarkan oleh Chances itu.
"Lebih baik, kita tolak saja dan buang ini. Aku benar-benar merasa bahwa kita akan terlibat dengan sesuatu yang berbahaya jika kita menerima tawaran ini..." Takeda menyimpulkan seperti itu sebelum mengambil kembali map itu dari tanganku.
Aku menganggukkan kepalaku dan merasa sedikit kecewa bercampur lega. Aku tidak ingin membuatnya terus khawatir jika pada akhirnya aku menerima proyek itu hanya karena uang yang mereka tawarkan.
Kami kembali bekerja seperti biasanya di keesokan harinya hingga seminggu berlalu, semenjak hari itu. Hari itu, Takeda memiliki janji temu dengan salah satu klien langganan kami yang selalu membeli jasa desain kami. Takeda mengajakku untuk ikut bersamanya dalam pertemuan itu, namun aku menolaknya karena harus menemani istriku mengunjungi makam orang tuanya.
Hari itu jugalah, aku merasa sangat menyesal karena menolak ajakannya. Takeda berakhir ditabrak oleh mobil seorang pemabuk hingga dia meninggal di tempat. Aku kehilangan pekerjaanku karena perusahaan miliknya otomatis ditutup.
Aku teringat oleh map itu.
Karena perusahaan itu secara spesifik mencarikuㅡakhirnya aku mencari dimana perusahaan itu berada.
Tak butuh waktu lama hingga aku berhasil menemukan gedung CHANCES yang terletak di sudut kota Shizuoka. Sebuah gedung yang terlihat baru dibangun dan memiliki model seperti Twin Tower. Sangat elegan dan megah, itulah apa yang kupikirkan saat berada di depan gedung itu.
Melewati pintu masuk otomatis, aku langsung disambut oleh seorang pria seumuran dengankuㅡyang bahkan wajahnya benar-benar mirip denganku, karena aku merasa sedang bercermin. Dia juga terlihat sama kagetnya denganku. Kami berdua bahkan berpelukan seperti sahabat yang sudah lama tidak berjumpa.
"Kaouruu! Finally, saya bertemu denganmu sekara rangsung!" bahasa Jepangnya yang terdengar aneh dan kikuk membuatku menahan tawa. Dia ikut terkekeh karena dia sendiri juga menyadarinya, "Eo, I'm sorry. Zudah lama pasanganku, Cleo mengajariku bahaza ini, tapi zepertinya aku memang buruk dalam berakar bahaza!"
"Ya ampun, apa maksudmu itu belajar bahasa? Bukan berakar," timpal aku akhirnya tertawa geli mendengarnya. Kami baru saja bertemu, namun kami sudah seperti saudara.
Aku tidak tahu bahwa pertemuanku dengannya, mengubah takdir hidupku.
......................
BERSAMBUNG..
__ADS_1