CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 45. The Dramatic Opening Ceremony Day 『Part - I』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


'Tolong biarkan anak ini masuk atau nyawamu kuhabisi.'


^^^'Tertera N. '^^^


Pantas saja surat ini tidak diterima.


Alih-alih surat suap, bukannya ini surat ancaman ?? Aku bisa merasakan bahwa bapak resepsionis akan memberi rumor baru tentangku di dalam Akademi. Contohnya ;


'Kyle Heart, bukan hanya seseorang yang membawa malapetaka, tetapi juga seorang pengemis yang mengancam staff Akademi '


...****************...


Memasuki gedung asrama laki-laki yang berada tepat di sisi kiri gedung utama akademi. Aku menyusuri lorong yang begitu panjang dan luas dengan banyak pintu dimana-mana. Dari sekian banyak lantai asrama, kamarku terletak di sudut koridor lantai pertama. Sedikit waspada dengan ruanganku yang ternyata begitu mudah untuk dijangkau, aku membuat berbagai item sekolah seperti buku dan alat menulis menggunakan Custom Made blablabla.


...「Custom Made All Item, Host ಠ⁠◡⁠ಠ」...


Terserah.


Untung saja, sebelum memasuki asrama, aku sudah membeli seragam akademi beberapa pasang. Ada berbagai macam seragam, dari seragam musim semi, musim panas, musim rambutanㅡeh, musim gugur dan dingin yang sama, celana renang yang ada logo akademi yang begitu keren, jaket satu set dengan celana olahraga berlogo, sepatu, sandal mirip uwabaki, sandal gunung, sandal jepit pun ada logonya. Aku juga membeli jam tangan berlogo sekolah dan beberapa pasang dasi dan kaus kaki. Tak lupa kaus oblong dan kaus berkerah berlogo akademi.


Pokoknya, dengan uang Chae Rin, aku membeli semuanya, Hahahaha!


...「Tertawa senang kau sekarang」...


Iya iya, terimakasih banyak ya Chae Rin-ku yang begitu baik dan cantik sekali.


...「Sialan kau, Host」...


Aku pun berakhir berbincang panjang lebar dengan Chae Rin hingga malam tiba. Puas mengobrol, aku berakhir tertidur pulas di atas kasur yang empuk, milik akademi di dalam ruangan asramaku tepat di sudut koridor.


...****************...

__ADS_1


Pagi harinya, setelah membersihkan diri dan memakai seragam lengkap dengan dasi berwarna hitam. Aku berjalan keluar dari kamar, menyusuri lorong yang sepi menuju ruang aula akademi. Audio bergema dari sudut lorong, 'Kepada seluruh siswa Unity Academy, diharap berkumpul di Aula Akademi Gedung Utama Unity.'


Gedung Utama Unity, tempat dimana semua ruangan penting berada. Aku dan Yuu kemarin ke dalam gedung ini. Sekarang, aku berjalan menuju ruang aulanya, dimana semua siswa-siswi sudah berkumpul. Sesampainya di depan gerbang masuk, mataku sudah melihat banyak lautan manusia dengan seragam yang sama sepertiku.


Aku melihat papan penunjuk menandakan tahun ajaran setiap siswa, deretan kursi memanjang terbagi dari tahun pertama hingga tahun ketujuh.


Berjalan melewati banyak siswa lainnya yang berdesakan mencari kursi, aku merasa lega. Untung saja karena siswa-siswi begitu semangat di hari upacara ini, jadi keberadaan ku tidak begitu dipedulikan. Atau tidak juga, karena sebenarnya aku mengaktifkan sihir concealment tingkat menengah.


Selain menghindari pandangan orang lain, kubuat agar hanya orang yang benar-benar ingin mencariku baru dapat melihatku. Serta, aku membuat agar para staff, guru, professor maupun orang penting lainnya yang kini tengah duduk dibelakang podium, tepat di depan murid-murid dapat melihatku juga.


Jika aku bersikap sombong dan langsung menunjukkan bahwa aku bisa menggunakan sihir tingkat tinggi, itu merupakan kesalahan besar di tahun pertama.


Aku tidak suka menjadi pusat perhatian tapi aku tidak ingin tidak mendapatkan rekognisi. Benar-benar kondisi kejiwaan yang aneh.


Mencari tempat duduk yang sepertinya sulit untuk disadari keberadaannya, akhirnya aku duduk di kursi paling sudut dalam deretan murid tahun pertama. Karena pembagian kelas baru akan diberitahukan setelah upacara pembukaan ini, aku dapat berharap dan memohon untuk mendapatkan kelas berisi anak-anak petani dan rakyat biasa.


Kumohon, penguasa alam...


Berikan aku kelas Reguler Z saja !


Suasana berisik aula berubah menjadi hening, saat Pak Wakil Kepala Akademi berdiri di balik podium dan memulai upacara penerimaan siswa baru. Mataku mencari ke jajaran para guru, professor, dan staff akademi.


"Baiklah, kita mulai acara ini dengan pidato pembukaan penerimaan siswa-siswi baru oleh perwakilan siswi terbaik pada tahun ketiga, Kelas Elit A. Violeta Club, saya persilahkan naik ke atas podium," ucap Pak Wakil sambil tersenyum bangga dan bertepuk tangan diikuti semua siswa lainnya.


Beberapa siswa-siswi langsung berbisik-bisik riuh ketika seorang gadis berambut violet menaiki panggung dan berdiri di balik podium. Langkah kakinya yang tenang menggema hingga aku yang berada di sudut Aula dapat mendengarkannyaㅡ


DUK


Dia tersandung oleh salah satu anak tangga, namun berhasil menyelamatkan dirinya dengan begitu elegan. Keberuntungannya masih seburuk itu ya ?



Mata biru langitnya masih bersinar sama seperti waktu itu. Dia tersenyum ke seluruh siswa-siswi dihadapannya dan memulai pidato pembukaannya. Suaranya terdengar merdu seperti lonceng yang berdentang begitu pelan dan menenangkan.


Tak selang beberapa belas menit, dia mengakhiri pidatonya dengan kata-kata kiasan yang indah. Begitu dia akan turun dari podiumㅡseorang pria dari barisan tahun kedua berdiri tegap dan berteriakㅡ

__ADS_1


"Kak Violeta! Mohon jadilah pacarku!!!"


"OHHHHHHㅡ"


Semua murid langsung bersorak dengan riuh, beberapa staff maupun guru juga terlihat tenang dan tidak menghentikan ini. Pak Wakil juga. Sepertinya kejadian macam ini selalu terjadi saat upacara penerimaan.


Violeta, yang masih berdiri di balik podium, tersenyum manis sambil menyisir rambut yang berada di pipinya ke balik daun telinganya. Terdengar tarikan napas semua siswa-siswi terutama pria yang baru saja berteriak dengan wajah merah merona.


"Terimakasih banyak atas rasa kasih yang ingin anda berikan. Saya harap Adik Zed kelas Elit B tahun kedua berhasil menemukan gadis yang tepat dan itu bukanlah saya."


Semua orang langsung bertepuk tangan dengan meriah, begitupun si pria yang merasa tersanjung. Mungkin karena itu adalah namanya yang disebutkan.


Begitu Zed kembali duduk dengan wajah sumringah, Violeta turun dari podium dengan tepuk tangan yang masih meriah bahkan setelah ia kembali duduk ke dalam barisan tempat duduknya.


Pak Wakil Kepala Akademi melanjutkan rangkaian acara dengan tenang hingga sampailah ke penghujung acara dimana pembagian kelas untuk siswa-siswi tahun pertama akan segera diumumkan.


Pembagian kelas dimulai dari kelas Reguler barulah ke kelas Elit. Kelas Reguler terbagi dari kelas N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, dan Z. Sedangkan untuk kelas Elit terbagi dari kelas A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, dan M. Tentu saja kelas Elit A adalah yang terbaik. Untuk kelas reguler, kelas Reguler N adalah yang terbaik.


Kumohon, Kelas Reguler Z! Kumohon!!!


...「Kamu sadar, kan kalau kamu sebenarnya bisa menggunakan kekuatanmu itu untuk mengubah segalanya?」...


Aku tidak ingin mengubah hukum alam dan takdir. Begitu saja perlu aku jelaskan...


Aku tidak ingin mengemban akibat dari perbuatanku yang hanya ingin masuk ke kelas Reguler Z, hingga merubah semuanya.


...「Bilang saja sebenarnya kamu itu malas dan tidak bertanggungjawab, Host」...


Sembarangan kalau ngomong, nih.


Waktu berlalu begitu panjang, dan pembagian Kelas Reguler berakhir begitu saja tanpa ada namaku yang disebutkan...


Matilah kau, Kyle.


Aku akhirnya mengutuk diriku sendiri.

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2