CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Interlude XX. Violeta's Heart 《 II 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️』...


Aku sangat beruntung memiliki kedua orang tua yang tidak ingin memaksaku untuk segera bertunangan sejak kecil. Meskipun aku hanyalah putri yang kesekian, tetap saja aku adalah keturunan keluarga Kerajaan.


Oleh karenanya, banyak sekali anak-anak bangsawan dari Kerajaan yang terus mencoba untuk menawarkan putra mereka agar dapat menjadi tunanganku. Tawaran itu terus berlanjut tanpa ada perkembangan yang jelas berkat ayahku yang tegas.


Meskipun secara kehidupan sehari-hari aku sangat tidak beruntung, untuk masalah iniㅡaku cukup beruntung.


Lagipula, aku sudah memiliki seseorang di dalam hatiku. Entah perasaan ini benar atau tidak. Jika aku bertemu dengannya lagi...


Aku ingin memastikannya.


...****************...


Aku tidak percaya ini !!!


Terjadi invasi besar-besaran oleh pasukan Ratu Iblis pada tiga Kerajaan terdekat Dark Forest, yakni; Kerajaan Heart, Kerajaan Spade dan Kerajaan Diamond.


Kerajaan Heart lah yang terkena dampak yang begitu besar hingga seluruh manusia yang tinggal di wilayah ituㅡmenghilang bak ditelan oleh air laut.


Ketika aku dan keluargaku mendatanginya, tempatㅡkota hingga kastil yang pernah kukunjungi hilang tak bersisa. Bahkan sudah tidak ada puing-puing lagi, melainkan hanya tanah dan air laut yang mulai surut.


Aku ingin menangis sejadi-jadinyaㅡapakah aku terlambat??? Padahal aku belum mengatakan apapun padanya.


Aku...


ㅡHah? Aku diam-diam mendengar percakapan ibuku dengan ayah bahwa hanya dialah yang tak diketahui keberadaannya, karena dia terjebak di dalam Dark Forest.


Banyak pihak yang mencurigainya sebagai dalang dari invasi Ratu Iblis yang tiba-tiba karena dia juga ikut menghilang ke dalam Dark Forest secara tiba-tiba.


Akan tetapi, aku sangat-sangat bersyukur untuk mengetahui, ada harapan bahwa dia masih hidup. Dia sebenarnya sangatlah kuat.


Aku tahu itu.


Menunggu hari demi hari sambil mendoakan keselamatannya, akhirnya hari aku bersekolah di Unity Academy tiba.


...****************...


Saat hari pertama aku bersekolah di dalam Unity Academy, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan seterkenal ini.


Banyak sekali murid-murid terutama laki-laki, yang terus memberikanku berbagai macam kue-kue, camilan hingga bunga yang sangat mahal. Bahkan hingga para senior pun mencoba untuk mendekatiku.


Walaupun aku sedikit takut dengan sikap senior-senior itu, dengan otak encerku, aku dengan mudah mengelak dari seluruh tawaran yang akan mengarah pada masalah pertunanganku.


Dua tahun berlalu saat aku bersekolah di dalam akademi dan aku masih belum mengetahui keberadaannya.


Aku menjadi sedikit putus asa dan berniat untuk mencari orang lain yang mungkin lebih tepat untukku.


Lagipula, dia terlalu muda untukku. Tunggu, bicara apa aku ini ?!


Belum tentu dia juga akan menyukai orang yang tidak beruntung sepertiku, walaupun kami sama-sama tidak beruntung.

__ADS_1


...****************...


Tahun ajaran baru pun telah tiba. Aku mendapat tugas untuk memberikan pidato pembukaan di upacara penerimaan murid baru serta pembukaan tahun ajaran baru di dalam Unity Academy. Sebagai salah satu murid kelas Elit A dan berada di absen nomor satu, itu sebenarnya merupakan sebuah kewajiban penting.


Hal ini dikarenakan, setiap murid yang mendapat nomor absen pertama dalam kelas Elit A merupakan perwakilan dan perwujudan dari murid satu angkatannya. Tentunya, aku harus tampil sempurna dan mempersiapkan semuanya dengan baik.


Hari pun tiba, dan aku memasuki ruang Aula megah dari gedung utama Unity Academy. Akhirnya, saat aku naik ke atas podium tiba. Aku berjalan setenang mungkin untuk menutupi kegugupanku.


DUK TEP


Sialnya, meskipun aku sudah berjalan sepelan apapun, kakiku masih saja tersandung ke salah satu anak tangga.


Namun, karena sudah terbiasa akan terjatuh dan terus berlatih untuk tidak terjatuh, aku langsung memutar ujung kakiku, setengah berdansa, sehingga aku menghindari rasa malu dengan cara yang begitu elegan.


Nyaris saja !


Benar-benar nyaris !!


Saat aku berdiri di balik podium dan mulai berpidato, mataku memutari seluruh baris demi baris para murid yang ada di dalam ruangan Aulaㅡhm ? Aku melihat sesuatu yang berwarna hitam, duduk di salah satu kursi paling sudut pada barisan murid baru.


...



...


Tidak, di tengah murid-murid yang memiliki warna rambut dan mata beragamㅡhanya warna itu saja yang mencolok di bola mataku.


Senyumanku semakin merekah, hatiku seakan melompat kesana-kemari. Hanya melihat dirinya yang masih hidup, membuat jantungku berdegup kencang hingga aku tidak dapat mendengar suaraku sendiri melainkan suara detak jantungku.


Akan tetapi, ekspresi wajahnya...tidak setenang dahulu. Dia berubah. Seakanㅡbenar juga...kakak dan seluruh keluarganya sudah tiada bahkan aku yakin dia tidak memiliki satupun teman dekat. Aku akan meminta pelayanku untuk menyelidikinya.


Bagaimana bisa dia berada disini seperti tidak pernah terjadi apa-apa??


Setelah menyelesaikan pidato dan menolak salah satu pernyataan cinta dari juniorku, aku kembali berjalan menuju tempat dudukku tanpa mencoba membuat dirinya sadar bahwa aku terus memperhatikannya dari sudut mataku.


ㅡkarena jika aku memperhatikannya, tatapan mata kami akan segera bertemu. Dia terus menatapku sejak tadiㅡYa ampun!!!


Aku benar-benarㅡtidak perlu memastikan perasaanku lagi...bahwa akuㅡ


...****************...


Ya ampun !!!


Aku bertemu dengannya lagi di dalam kantin. Awalnya aku dengan iseng memilih untuk pergi makan siang di kantin utama ini, bukan di kantin gedung kelasku berada.


Mungkin, aku dapat bertemu dengannya lagi...namun, karena aku tahu aku ini orang yang sangat tidak beruntung...mungkin itu semua hanyalah harapan kosong belakaㅡtapi nyatanyaㅡdia juga ada disini !!!


Menahan bibirku yang ingin berteriak dan melompat kegirangan sebelum berlari ke arahnya, aku langsung dikerumuni oleh murid-murid lainnya yang menawarkan berbagai macam makan siang secara cuma-cuma.


Bagaimana ini ?? Aku sangat senang dengan kebaikan hati murid-murid iniㅡtapi biarkan aku melihatnya lebih lama lagi!!!

__ADS_1


ㅡuhh, kalian menutupi pandanganku !!!


Ayolah ! Lihat aku ! Jika kamu melihatkuㅡkita ditakdirkan untuk bersama !!!


Merapalkan harapan itu berulangkali seperti berdoa, akhirnya seseorang memanggil namaku menggunakan tanda hormat yang jarang sekali diucapkanㅡmendengar teriakan ituㅡdia mendongak dan mata kami langsung bertemu satu sama lain.


KㅡKYAAAAAAAAAAAA !!!!


Hatiku melompat kegirangan melihat dirinya yang akhirnya menatapkuㅡsebelum tiba-tiba kudengar ada suara gadis lain yang memanggil namanya.


Siapa itu ?! Oh, itu Hero of Spade...


ㅡUu...momenku dengannya jadi menghilang.


Kantin seketika menjadi hening, mungkin karena aku yang menatap Heroㅡmaksudku Haylee dengan tatapan tajam. Namun, sebelum aku sempat membuka mulutㅡdia malah beranjak dari kursinya dan mencoba untuk pergi. Tentu saja, aku dan Haylee langsung mencegahnya dengan mencoba untuk mengejarnyaㅡnamunㅡ


DUK


Aku tersandung oleh kakiku sendiri, lagi! Kenapa harus disaat seperti ini?!! Karena terkejut dan pasrah, aku menerima saja jika aku terjatuh dalam kondisi yang memalukan nantiㅡmungkin aku akan berhenti menjadi murid populer besok.


Terserahlah, yang penting dia masih hidup dan aku bisa terus menemuinya di Akademi ini.


Aku menutup kelopak mataku, menunggu saat-saat terakhirku tibaㅡnamun saat-saat itu tak kunjung datang karena tiba-tiba saja aku mendengar derap langkah yang sedang berlari ke arahku dan bisa kurasakan ada seseorang yang merangkul pinggangku.


Membuka mata karena terkejut, mataku bertemu kembali dengan bola mata berwarna hitam gelap yang bisa membuatku lupa bernapas.


Apa dia mencoba menolongku??


Sayangnya, dia tidak berhasil menolong ku karena dia juga ikut terjatuhㅡtetapi dia menarikku ke atas pelukannya agar tubuhku tidak terbentur lantai.


Hmm ??? Apa ini ?!!!


Ke-kenapa...biibiirku menyentuh sesuatu yang lembutㅡARGH !??!!!


Begitu aku membuka mataku, aku menyadari bahwa kiniㅡbiibiirku bertemu dengan miliknya.


Sontak aku langsung mendorongnya untuk segera berdiri dan berlari keluar dari kantin, sambil menutupi wajahku yang terasa begitu panas sekarang. Uuuuuㅡkenapa harus di depan semua orang?!! Aku ingin ciiumaan pertaamaaku ditempat yang romantis seperti di dalam puisi-puisi atau buku karangan!!!


Walaupun aku sedikit senang bahwa dia yang mengambilnyaㅡtapi tetap sajaㅡuuuu


ㅡlalu, kenapa dia malah mengejarku bersama dengan Haylee ???


Kejar aku sendirian saja, Kyleeee !!!


Siapapunㅡtolong bawa aku pergi dari tempat iniii, SEKARANG !!! Uhuhuhuhuㅡ


Aku iniㅡmemang tidak beruntung.


......................


...「 Interlude XX. Violeta's Heart 《 II 》〈 selesai 〉」...

__ADS_1


__ADS_2