CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 33. Is This My Engagement Party?


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


"Semuanya tentangmuㅡaku mengetahuinya."


Bulu kudukku seakan bergidik mendengar bisikan pelannya itu.


Sekali lagi, aku menyimpulkan bahwa anak gadis ini benar-benar menyeramkan.


...****************...


Setelah Festival Musim Gugur Joker telah usai, pesta pertunangan yang dinantikan pun akhirnya tiba...


Kali ini, aku diberikan andil dalam mengurus bagaimana pesta ini akan berjalan. Aku tidak mengurus banyak hal selain bagaimana membuat istana yang penuh lika-liku curam dan tempat-tempat yang dapat dimasuki diberi barikade.


Setiap kamar yang dapat diakses dengan mudah oleh para tamu, aku kunci dengan kemampuanku dan jika ada yang mencoba mendobrak atau merusaknya akan memberikan semacam alarm padaku.


Selain itu, aku melukis beberapa markah untuk menunjukkan dimana toilet, ruang tunggu, ruang ganti pakaian, balkon yang dapat terlihat dengan mudah oleh orang lain ataupun ruang dansa.


Pokoknya, selain toilet dan ruang tunggu...aku tidak akan membiarkan ada tamu yang memiliki situasi berduaan saja.


Aku mengantisipasi jika ada kejadian yang akan serupa terjadi pada Violeta, Sharence ataupun yang lebih parah yaitu kejadian yang terjadi pada Valeria, yang tentunya berhasil aku cegah karena tidak sengaja masuk ke dalam masa lalunya.


Pesta pertunangan ini akan diselenggarakan pada saat malam hari dengan makanan laut khas Kerajaan Joker dan makanan manisan yang kubuat khusus sebanyak mungkin khas dari Kerajaan Heart.


Lucu sekali ketika melihat wajah pucat Yuu dan Pak Walikota melihatku membuat banyak sekali camilan dalam waktu yang singkat.


Saat ini, aku sedang memperhatikan dekorasi yang di persiapkan oleh Pak Walikota dan beberapa warga yang baik padaku, memastikan bahwa dekorasi itu aman dan tidak akan melukai para tamu, aku ikut membantu mengangkat beberapa papan besar dan memasang lampu-lampu kecil yang dapat berkelap-kelip di seluruh istana.


Awalnya, mereka bertanya-tanya dan bingung dengan kegunaan dari lampu-lampu kecil itu, namun begitu aku menunjukkannya di malam sebelum hari pesta, mereka bersorak kegirangan dan bersemangat untuk membantuku memasangkannya di setiap sisi istana megah Joker ini.


Tentu saja, aku memastikan bahwa Valeria tidak mengetahui fungsi lampu-lampu ini. Aku ingin membuat dirinya terkejut nanti malam saat pesta berlangsung.


...「Benar-benar ya...」...


Tenang saja, Chae Rin. Nanti ada saatnya kamu juga mendapatkan perlakuan romantis dariku...tunggu saja.


...「Siapa juga yang mengharapkan sesuatu dari orang sepertimu, Host」...


Kamu.


...「Tsk」...


Tersenyum sendiri karena mengetahui Chae Rin kehabisan kata-kata untuk menjawab perkataanku, aku kembali memeriksa bahwa semua lampu itu dapat menyala dengan normal. Oke, seharusnya semua ini sudah aman terkendali, jos lah !


Yuu dan Pak Walikota menghampiriku dan wajah mereka terlihat sumringah, "Tuan Kyle, kami berdua sudah memastikan seluruh makanan yang akan disajikan sudah sesuai dengan banyak warga di seluruh pulau Joker ini. Sepertinya acara ini adalah yang termegah dari pesta pertunangan keluarga Kerajaan Joker sebelumnya," seru Pak Walikota.


Yuu menganggukkan kepala, mengamini Pak Walikota. "Waktu dulu, saya sama sekali tidak dapat undangan acara pesta pertunangan dan pernikahan Keluarga Kerajaan Joker. Dahulu mereka hanya mengundang para bangsawan atau saudagar kaya. Bukan warga biasa sepertiku. Sepertinya, Tuan akan membawa angin baru ke Kerajaan Joker ini."


Tidak, alih-alih membawa angin baru, sepertinya aku akan membawakan kalian semua angin kematian dan badai yang besar.


Aku mengangguk singkat pada mereka berdua sambil berpikir perkataan semacam itu sebagai balasan yang tepat untuk pernyataan Yuu. Kami terdiam sesaat sebelum Pak Walikota bertanya padaku, "Tuan Kyle? Apakah pakaian untuk pesta malam sudah Tuan siapkan?"


"Hah? Oh, soal itu...tentu saja sudah."


Aku menjawabnya sambil menganggukkan kepalaku. Yuu tersenyum geli kearahku. Itu pasti karena dia tidak dapat berhenti menertawakan aku ketika dia membantuku memilih pakaian yang sesuai dengan apa yang dikenakan Valeria nanti. Pak Walikota memperhatikan kami dengan wajah penasaran.


Maksudku, dia memintaku memakai setelan berwarna pink cerah. Yang benar saja...ini bukan berarti aku membenci warna pink pastel yang lucu dan imut itu...


Sepertinya aku benar-benar akan membuat Valeria terkejut setengah mati di pesta nanti...dia kan dapat melihatku seperti orang biasa...entah bagaimana matanya tiba-tiba akan berubah setelah melihatku.


"Ohh, bagaimana dengan hadiah personal yang Tuan telah siapkan? Apakah Tuan sudah memberikannya pada Tuan Putri Valeria?" tanya Yuu dengan bersemangat.


"Hah? Uhm..," aku terdiam karena baru saja teringat akan hal tersebut.


Gawat, aku belum memberikannya.


Wajah Yuu sedikit memucat ketika dia membaca air mukaku begitupun dengan Pak Walikota yang terlihat kelelahan.

__ADS_1


"Sebaiknya, Tuan memberikan hadiah personal itu pada Tuan Putri Valeria sebelum pesta pertunangan malam ini," sahut Yuu. Pak Walikota mengangguk setuju.


"Bahkan saya sendiri sudah selesai menyiapkan mas kawin yang akan diberikan oleh Tuan Putri Valeria untuk Tuan Kyle," Pak Walikota menyeletuk.


Ah, ini kan mirip dengan budaya di abad pertengahan Eropa. Sang gadis yang akan membayar untuk membeli pihak lelaki dalam permasalahan pernikahan antar Bangsawan ataupun keluarga Kerajaan.


Padahal aku sudah menyiapkan banyak koin emas sebagai mas kawinnya...tapi ternyata Valeria yang menyiapkannya dan aku hanya perlu memberikan hadiah secara personal untuknya. Cincin berlian itu dapat kujadikan sebagai hadiah personal karena sudah aku kemas menggunakan kotak kecil berwarna hitam yang akan terlihat elegan.


Kenapa hitam? Karena aku suka warna hitam.


...「Tidak ada yang bertanya」...


Sebenarnya, aku hanya ingin memastikan bahwa aku sendiri benar-benar menyukai warna hitam, bukan warna pink.


...「...kenapa tidak warna putih?」...


Kenapa harus spesifik warna putih ?


...「Tidak jadi」...


Putih? Ada apa dengan warna putih ?


Tidak mendengar jawaban apapun lagi dari Chae Rin, aku berpamitan dengan Yuu dan Pak Walikota untuk segera mencari dimana Valeria berada. Mereka mengatakan bahwa terakhir mereka melihat Valeria berada di sebuah balkon lantai dua istana. Yuu berbisik bahwa Valeria sedang bersama dengan Peter.


Dia bilang, masih ada beberapa warga yang juga masih berlalu lalang di dalam kastil untuk menyiapkan karpet jadi mereka tidak benar-benar berduaan.


Aku menganggukkan kepalaku, merasa sedikit ragu untuk pergi menghampiri mereka berdua yang mungkin sedang mengobrol tapi pada akhirnya kamu mencoba mencari Valeria. Aku berjalan menyusuri koridor istana yang sudah terasa seperti rumah bagiku.


Beberapa warga yang dipercaya oleh Pak Walikota berlalu lalang disekitar koridor dan ruangan tengah istana. Mereka yang melihatku langsung tersenyum sebelum kembali melanjutkan pekerjaan mereka seperti; menata meja dan kursi ataupun memasang karpet merah di sekitar lantai dalam istana.


Jantungku sedikit berdebar-debar, telingaku memfokuskan ke semua suara yang ada di sekitarku. Langkah kakiku yang perlahan menaiki anak tangga satu persatu menggema di sekitar istana. Aku menarik napasku, ini bukan seperti yang waktu itu.


Tidak ada pakaian berserakan dan hari ini cuacanya cerah di siang bolong. Lagipula, mereka berdua masih tergolong anak-anak. Semuanya akan baik-baik saja...tidak akan ada hal buruk yang akan kamu lihat seperti di malam ituㅡ



Dasar pembohong, kamu juga meyakinkan dirimu sendiri seperti itu ketika menikahinya. Apa yang kamu dapatkan dari kepercayaan itu? Sebuah surat perceraian dan tawanya bersama pria lain yang menggema hingga mengisi kekosongan di hatimu ?


Tidak-tidak, meskipun begitu, situasi kali ini berbeda. Sekarang aku adalah Kyle Heart bukan Kaoru Ishikawa.


Menapaki ujung anak tangga, kepalaku langsung diarahkan pada pintu di ujung yang menuju balkon. Pintu itu terbuka lebar dan aku melihat Valeria dengan Peter.


Valeria berdiri cukup jauh dari Peter, terlihat jelas dia mencoba menghindari Peter yang berjalan sedikit demi sedikit mendekatinya, ditengah mulutnya yang terus berkomat-kamit seperti mengatakan sesuatu dengan serius dan menggebu-gebu.


Aku berjalan perlahan menuju tempat dimana mereka berada sambil memperhatikan mulut Peter yang sepertinya akan berbusa. Apa dia tidak bisa diam terlebih dahulu sebelum melanjutkan ucapannya? Bagaimana dengan kondisi hatimu, Valeria?


...「My Heart Status」...


...< Nama: Valeria Joker >...


...< Perasaan saat ini : Tidak Nyaman, Kesal, Hasrat Membunuh, Tidak Peduli >...


Hm, dia risih pada sahabat lamanya itu...


Saat aku sudah berada di dekat mereka, aku dapat mendengar apa yang diucapkan oleh Peter dengan menggebu-gebu itu.


"Ayolah, Valeria! Kita sudah lama bersama!"


"Maaf Peter, tapi aku menyukaimu sebagai seorang teman dan kakak. Tidak lebih."


"Memangnya kenapa kamu membiarkan bajingan yang sudah bukan pangeran itu menjadi tunanganmu?! Dia bahkan tidak memiliki apapun lagi, selain omongannya yang besar! Aku sangat yakin bahwa dia mencuri semua uang-uang yang ia berikan untuk acara festival kemarin!"


"Cukup, Peter!!!"


"Kamu tidak harus bertunangan dengannya jika kamu merasa kasihan padanya. Jadikan saja dia pelayanmu atau budak! Kumohon Valeria...aku tahu kamu benar-benar tidak menyukainya!!! Aku tahu sebenarnya kamu itu suka padaku, bukan?"


"Peter!!! Kamu tidak mendengarkanku dengan baik! Sudah kubilang bahwa aku benar-benar menyukai Kyle Heart dari lubuk hatiku!"


Oops, apa aku baru saja mendengar sesuatu yang seharusnya tidak kudengar?

__ADS_1


Kini aku sudah berdiri dekat daun pintu balkon namun sepertinya pembicaraan mereka terlalu dalam sehingga keberadaanku tidak mereka sadari.


"Tidak! Pasti bajingan itu menyihirmu bukan?! Kamu tidak seperti dahulu lagi, Valeriaku."


Peter mulai berjalan mendekati Valeria yang sudah terpojok, wajah Valeria memucat dan dia mengayunkan tangannya, "Jika kamu melangkah satu langkah lagiㅡ"


"Tenanglah Valeriaku...kamu akan aman bersamaku, jadilah milikku..."


Saat tangan Peter akan menyentuh lengan Valeria, akuㅡ


WUNGGG


BRRRRAAAAAAAKKKKKKKKㅡ


NGGGIIIINNGGGGGGGGㅡNGIIIUUUUUUNG


ㅡmenghancurkan pintu balkon yang masih terbuka dengan lebar dengan menendangnya. Akibat dari tindakanku itu, mulai terdengar suara alarm yang sangat memekakkan telinga di sekitar kami.


Peter menutupi telinganya menggunakan kedua tangannya dan melihat ke arahku dengan wajah kesal sekaligus terkejut. Valeria juga terkejut, dengan air mata di pelupuk matanya.


Peter mendatangiku dengan kesal dan menunjuk jari telunjuknya ke arahku, "Apa yang sedang kau lakukan pada Istana Joker ini, huh?! Kerajaan ini adalah milik Valeria! Berani-beraninya kau menghancurkannya!!"


Aku menyeringai dan mengangkat kedua bahuku sambil memasukkan kedua tanganku ke dalam saku celana, "Tidak sengaja~" jawabku dengan ringan.


Dia terlihat semakin naik pitam dan mulai berteriak, "APA YANG KAU BARU SAJA KATAKAN PADAKU?! AWAS KAU, BAJINGAN SIALAN! HIDUPMU TIDAK AKAN LAMA LAGI!"


Melihat bibirku yang semakin terangkat, dia semakin marah namun Valeria langsung memotong, "Peter! Apa maksudmu mengatakan seperti itu pada Kyle?! Jawab aku Peter! Atau aku akanㅡ"


"Kamu akan apa Valeria?! Menjadikanku tumbal untuk ritualmu itu?! Kenapa kamu tidak menjadikan bajingan ini sebagai tumbal?! Dia pasti akan menjadi makanan kesukaan Ratu Iblis sehingga kita tidak akan diserang oleh pasukan iblis lagi, kan?!"


Ohh kamu sudah melewati batas, kawan.


Valeria terdiam dan matanya menjadi tajam dan dingin...auranya mulai berubah. Sebelum kemudian, dia mengeluarkan senyumannya yang waktu itu kulihat di dalam mimpiku.


Mata yang kosong dan seringai yang begitu lebar. Peter seketika bergidik ditempat.


"Apa yang baru saja kamu katakan...Peter? Kau sendiri tahu mengapa aku sama sekali tidak menyentuhmu dan para bangsawan lainnya karena kalian juga sedikit berjasa menolong warga lainnya. Terutama kamu Peter, kukira kamu adalah teman terbaikku."


"ㅡti-tidak! Bu-bu-bukan seperti itu, Valeria! A-a-aku bisa jelaskan semuanya!! Maksudku, kan a-a-akan lebㅡlebih baik ji-ji-ji-jikaㅡ"


"DIAM !!!"


BLAAARRRRRRRㅡ


BBRAAAKK


NGGGIIIINNGGGGGGGGㅡNGIIIUUUUUUNG


Tubuh Peter terhempas kebelakang oleh sihir ledakan Valeria hingga tubuhnya menabrak dan menghancurkan pintu kamar lainnya. Dampaknya itu membuat bunyi alarmku kembali terdengar berulang-ulang, hingga ke seluruh area istana. Banyak orang yang terdengar mulai ketakutan di bawah sana, jadi aku langsung mematikannya.


Melihat kondisi Peter...


Ouch.


Aku terkekeh sebelum menoleh ke arah Valeria. Kini Valeria terlihat sudah kembali ke dirinya yang semula sambil melihatku dengan ekspresi panik dan khawatir.


"Bagaimana ini?? Aku menghancurkan pintunya secara tidak sengaja, oke?"


Dia mengikuti nada bicaraku ketika berkata hal yang hampir serupa. Aku menggelengkan kepalaku seraya menaruh telapak tangan ke atas dahi. "Valeria? Apa yang akan terjadi jika anak itu, Peter pergi mengadu ke Pak Tua Jenkinsㅡmaksudku Pak Tua Jokyo dan keluarga bangsawan lainnya?" aku bertanya disela helaan napasku.


Valeria menunjukkan seringai lebarnya kembali sambil memiringkan kepalanya dengan mata yang juga ikut berbentuk seperti bulan sabit terbalik.


"Tentu saja, kita akan menghabisi mereka semua di acara pesta pertunangan kita nanti malam, sayangku."


Oh, yang benar saja, sayang.


......................


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2