CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 62. Unknowingly 『Part - II』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️』...


Previously :


Charles hanya mengatupkan giginya sambil mengangkat kedua tangannya dengan pasrah, "Hmmm, mungkin aku ingin memberikan Kaoru kesempatan untuk balas dendam ??"


"CHARLES !!!"


Oops.


...****************...


Melewati perkebunan jeruk Sunkist dan banyak pepohonan di atas jalan setapak yang terbuat dari bebatuan, aku akhirnya melihat sebuah gedung yang mirip seperti rumah warga biasa. Dengan cat berwarna krem dan beberapa bagiannya ada warna merah, hidungku dapat mencium bebauan yang sering ditemui ketika aku mengunjungi peternakan ataupun kandang hewan.


Bangunan itu dikelilingi oleh deretan pagar kayu yang sudah termakan oleh usia dan udara disekitarnya. Melihat kondisi seperti itu, aku merasa bahwa keberadaan bangunan ini tidak mendapatkan perlakuan yang sama dari bangunan di sisi lain jembatan menuju area utama gedung-gedung Unity Academy.


Tepat di tengah deretan pagar kayu, terdapat sebuah papan bertuliskan 'Gedung Life House'. Oh, ya. Sekarang aku tahu nama bangunan ini, terima kasih banyak papan.


"Disini Kyle, ayo."


Suara tenang dari Pak Heinz membuatku terbangun dari lamunanku, sambil membetulkan kacamatanya menggunakan jari telunjuknya, beliau berjalan melewati daerah pagar kayu yang berbentuk seperti gerbang, mengikutinya dari belakang, tanah di di area bangunan ini menjadi semakin licin meskipun sudah terbuat dari bebatuan, ketika kuperhatikan, sudah banyak lumut yang tumbuh di antara bebatuan itu.


Jika hujan tiba, mungkin aku dapat bermain seluncuran di atas bebatuan ini. Benar-benar olahraga yang sangat berbahaya dan akan menantang nyawa sekali. Bayangkan saja, jika berseluncur kemudian terpeleset dan kepalanya terbentur dengan keras ke atas permukaan bebatuan tajam itu. Jika ini dunia tanpa sihir, pasti nyawa sudah melayang kalau tidak, lumpuh karena patah leher.


...「Host ini sedang berbicara dengan siapa?」...


Bukan siapa-siapa.


Akan tetapi, saat aku sudah mendekati pintu depan bangunan itu, aku tidak mendengarkan keributan seperti suara hewan sama sekali.


Bahkan, area hamparan rerumputan yang luas di sekitar bangunan ini kosong. Pak Heinz mendorong pintu kayu depan bangunan yang menghasilkan bunyi derit. Mengintip dari balik punggung Pak Heinz, aku dapat melihat beberapa hewan ada di sanaㅡtidak ada naga sejauh mata memandang. Hanya terlihat kuda dan sapiㅡtidak, sapi itu terlihat gila. Itu berarti sapi itu adalah Mad Moo.


Akhirnya, aku bertemu denganmu...Mad Moo.


Kakiku melangkah masuk ke dalam bangunan yang ternyata dalamnya merupakan kandang itu, mengikuti langkah Pak Heinz yang menunjukkan satu persatu hewan di dalam ruangan itu. Ada dua ekor kuda biasa dan Mad Moo sebanyak tiga ekor.

__ADS_1


"Kuda ini bernama Eve dan satunya lagi adalah Adam. Mereka adalah pasangan jadi sebisa mungkin, jangan melupakan salah satu dari mereka," terang Pak Heinz menunjuk ke arah dua ekor kuda yang dinamakan Eve, berwarna putih dan Adam, yang berwarna hitam. Kenapa tidak Yin dan Yang? Ah, siapa aku yang memutuskan nama kedua kuda indah ini. Mereka sepertinya diurus dengan begitu baik.


Kemudian Pak Heinz berjalan hingga sampai di tempat dimana tiga ekor Mad Moo berada. Mereka terlihat ganas dan memandangiku dengan pandangan membunuh. Ya ampun...


"Tiga Mad Moo spesial milik Kepala Akademi ini, setiap tahunnya akan ada tiga Mad Moo khusus untuk dijadikan persembahan pada Roh Kitsune agar akademi ini dapat terus terlindung dari pasukan Ratu Iblis."


"Mad Moo khusus untuk persembahan?" imbuhku mengulangi ucapan Pak Heinz.


"Benar, agar Mad Moo ini diterima sebagai persembahan, mereka harus diurus secara baik-baik. Jangan lupa memberi mereka makan dan membersihkan tubuh mereka. Jika tidakㅡkita tidak perlu tahu apa yang akan terjadi," suara Pak Heinz terdengar sedikit kelam dan bisa kulihat ada cahaya yang bersinar dari kacamatanya ketika ia membetulkannya seperti biasa.


"Jadi, saya harus mengurus kelima ekor hewan ini?" tanyaku sambil berdeham untuk menghilangkan suasana yang terkesan berat barusan. Pak Heinz tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Tepat sekali, Tuan Kyle. Sekarang, saya akan membantu dan mengajarkan bagaimana mengurus mereka semua," Pak Heinz terdiam sesaat sebelum melanjutkan kembali ucapannya.


"Namun, mulai besok di setiap pagi, anda harus melakukannya sendirian bersama dengan salah satu senior yang menawarkan diri untuk membantumu. Hal ini dikarenakan, hewan-hewan ini, terutama Mad Moo, selalu berada dalam fase negatif sehingga akan membahayakan pengurusnya."


Seketika bulu kudukku bergidik saat ada angin dingin berhembus entah dari mana.



Aku akhirnya membuka mulutku, bertanya dengan sedikit ragu, "Membahayakan pengurusnya? Ummm, apakah saya akan baik-baik saja, Pak?"


"Tentu saja...kita dapat lihat saja nanti. Tapi, saya sangat yakin bahwa Tuan Kyle akan baik-baik saja karena ini termasuk salah satu hukuman teringan di dalam Akademi," jawab Pak Heinz dengan sedikit ambigu dan mengalihkan topik dari pertanyaan utamaku.


Pak Heinz menerangkan bahwa Mad Moo berbeda dengan sapi biasa karena termasuk jenis monster, mereka juga memakan daging selain rerumputan. Sedangkan, mengenai dua pasang kuda misterius itu, Pak Heinz tidak banyak menjawab pertanyaan dariku.


Setelah mengajarkan semuanya dan sudah selesai mengurusi hewan-hewan itu, Pak Heinz mengajakku untuk berjalan kembali menuju area utama Akademi. Aku bertanya apakah selain hewan-hewan itu, ada makhluk legendaris seperti naga ataupun unicorn dan pertanyaanku itu sontak membuat Pak Heinz tertawa renyah.


"Tentu saja makhluk seperti itu tidak ada! Tuan Kyle, anda tahu bahwa bukannya keberadaan makhluk-makhluk seperti itu hanyalah khayalan dalam dongeng. Kalaupun ada, makhluk-makhluk seperti itu tidak akan mau berada di bawah manusia, melainkan menjadi bawahan Ratu Iblis."


Pernyataan dari Pak Heinz membuatku terdiam, apakah itu berarti Naga Air penjaga Pulau Joker adalah kaki tangannya Ratu Iblis?


Sesampainya di depan gedung utama Unity Academy, Pak Heinz pamit untuk kembali ke ruang guru sedangkan aku berjalan kembali ke dalam kamar asrama untuk mengganti seragam yang sedang kukenakan.


Aku tidak ingin memberi alasan baru untuk para kroni itu untuk menindas aku dengan mengatakan bahwa seragamku memiliki bau kuda ataupun hewan lainnya.


Selesai berganti ke seragam baru dan memakai wewangian yang langsung dikomentari oleh komentator Chae Rin, bahwa aku terlalu menunjukkan kesan 'player', aku berjalan ke kantin gedung Elites untuk menyantap sarapan sebelum kelas pagi dimulai. Berjalan memasuki gedung Elites, setiap murid yang melihatku, langsung berbisik-bisik dengan riuh ke murid lainnya.

__ADS_1


Aku menghiraukannya dan terus berjalan dengan tenang sambil menyanyikan lagu 'SOCIETY - Valley' dalam kepalaku.


Hang on, I thought I was winnin' (winnin') ♪


I made a fool of myself (society sucks) ♪


Mengulangi bagian itu yang terasa nyaman didengar, aku membuat mental note untuk menciptakan semacam earphone di dunia ini.


Eh, tapi kan tidak ada aplikasi untuk memutar lagunya...Uhhh...


Menggerutu dalam hati, langkahku sampai di depan kantin, begitu aku melangkah masukㅡseketika semua orang melirik ke arahku dan berbisik-bisik sambil menunjukkan berbagai ekspresi yang beragam, ada yang tersenyum menjengkelkan, ada yang terlihat marah dan ada yang terlihat penasaran.


Saat aku berjalan ke depan meja antrian untuk memesan dan membeli makanan, aku dapat mendengar seluruh bisikan-bisikan yang sedang mereka bicarakan setelah aku mengaktifkan kekuatanku.


...〈 Super Hearing : Aktif 〉...


"Lihat, pria itu yang merebut bagian pertama 'milik' Violeta-senpai."


"Hah?! Dia kanㅡ"


"Sialan! Bisa-bisanya aku keduluan oleh bajingan itu!"


"Kudengar dia juga seorang berandal yang memukuli teman sekelasnya di hari pertama kita bersekolah!"


"Bukannya itu kemarin?!"


"Kudengar dia dihukum dan dapat pengurangan poin tepat di hari pertama. Benar-benar sebuah rekor baru yang buruk di dalam Akademi elit ini."


"Kenapa dia masih bisa bersekolah disini? Kelas Elit A lagi..."


...〈 Super Hearing : Dinonaktifkan 〉...


Betapa senangnya diriku ini dapat menjadi sebuah topik obrolan ringan untuk kalian semua sehingga membuat kalian dapat berkomunikasi dengan mudah bersama teman kalian.


Dengan senang hati, aku akan terus menambah berbagai topik baru untuk gosip lainnya. Mohon tunggu saja ya, guys.

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2