CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 63. Rumor


__ADS_3

Previously :


Betapa senangnya diriku ini dapat menjadi sebuah topik obrolan ringan untuk kalian semua sehingga membuat kalian dapat berkomunikasi dengan mudah bersama teman kalian.


Dengan senang hati, aku akan terus menambah berbagai topik baru untuk gosip lainnya. Mohon tunggu saja ya, guys.


Beberapa lama kemudian, makanan yang kupesan sudah selesai. Membayar sebanyak dua keping perunggu untuk dua roti dan secangkir teh Earl Grey, aku duduk di sudut meja dan kursi yang ada di dalam kantin.


"Ternyata kamu ada disini."


Tanpa menoleh, aku sudah tahu suara siapa itu. Membawa nampan di tangannya, Haylee langsung mengambil tempat duduk di sebelahku dan memotong roti sebelum mencelupkannya ke dalam gelas susu.


Haylee memakan sarapannya dengan lahap, ia tidak menghiraukan kenyataan bahwa dia juga menjadi subjek baru dalam obrolan pagi semua murid lainnya.


"Pagi ini, kamu ada di kelas apa?" Dia bertanya disela kunyahannya. Remah-remah rotinya menyembur kesana-kemari, tapi karena dia adalah Hero yang imut, cantik dan sempurna, aku tidak mempermasalahkannya.


"Kelas sihir atau sesuatu semacam itu."


"Ohhh, aku juga masuk kelas itu pagi ini. Kalau tidak salah namanya adalah Teori Dasar Sihir dan Praktiknya I. Kelas itu bernama panjang dan ada angkanya seperti bagian pertama, kedua, dan seterusnya."


Aku menganggukkan kepalaku padanya sambil kembali mengunyah rotiku dan menyesap cangkir teh dengan perlahan.


Saat kepalaku akan sibuk memutar film anime terakhir yang kutonton, Haylee berteriak dengan lantang untuk memanggil seseorang. "Sharence!!! Clara!!! Ayo, kemari!!! Kita makan sarapan bersama!" pekiknya yang tentu menggema ke seluruh penjuru kantin.


Aku mulai menyesal untuk makan sarapan di kantin. Apa besok aku harus makan pagi hingga malam, sendirian di dalam kamar atau dalam toilet umum ?


Sambil menimbang-nimbang hal semacam itu di dalam kepalaku, mataku bertemu dengan mata rubin milik Sharence yang berdiri di depan kantin.


Sepertinya dia baru saja akan masuk ke dalam kantin, namun tiba-tiba dipanggil oleh Haylee dengan begitu semangat hingga dia menjadi tertegun.


Ia berdiri kaku seperti patung dengan mata terbuka lebar selama beberapa detik, sebelum kembali bernapas dan memasang ekspresi datar.


Clara, gadis berambut biru gelap yang berdiri di sampingnya membalas Haylee dengan senyuman tipis dan melambaikan tangannya ke arah meja untuk memesan makanan.


Mengisyaratkan bahwa dia ingin pergi ke sana terlebih dahulu. Haylee melemparkan jempol dari tangan kanannya ke arah mereka.

__ADS_1


Ketika Sharence akan berjalan keluar kantin secara diam-diam, lengannya langsung di tepuk oleh Clara. Gadis berambut biru gelap itu mengatakan sesuatu pada Sharence, sedangkan Sharence menjawabnya sambil sesekali melirik ke arahku diam-diam.


Tak ingin Sharence merasa lebih malu lagi dari seharusnya, aku mulai mempercepat mengunyah makananku. Sharence akhirnya terlihat mengangkat dagunya sedikit saat mengikuti Clara ke meja kasir. Mungkin, dia berpura-pura tangguh lagi agar tidak terlihat seperti dirinya yang dulu.


Akhirnya, roti dan teh yang kupesan sudah habis tidak bersisa. Aku segera berdiri dan membawa nampan berisi piring dan cangkir yang kosong, bekas makanan yang sudah kuhabiskan, di saat yang bersamaan ketika Sharence dan Clara akan berjalan ke meja tempatku berada.


Haylee yang melihatku sudah berdiri segera bertanya, "Lho, Kyle?! Cepatnya! Kamu sudah menyelesaikan makananmu?!"


Aku menganggukkan kepalaku padanya sebelum berjalan melewati Clara dan Sharence. Setelah memberi mereka berdua salam singkat yang sopan, kakiku kembali melangkah. Aku tidak ingin menambah mereka sebagai subjek baru di topik obrolan pagi murid-murid lainnya.


Namun, begitu aku berjalan melewati Claraㅡaku merasa ada sesuatu yang aneh dari auranya. Apa ini ? Kenapa tubuhku terasa bergidik saat berada didekatnya ??


Aku sontak menoleh ke arahnya yang duduk di kursi berhadapan dengan Haylee. Haylee melihatku yang masih berdiri memandang ke arah Clara langsung menyahut, "Ada apa Kyle? Apakah ada barangmu yang tertinggal atau kamu ingin menungguku untuk pergi ke kelas bersama dengan kami?"


Mendengar itu, Clara setengah membalikkan tubuhnya agar dapat melihatku dengan mata biru gelapnya, "Aku tidak ada masalah jika kamu ingin ikut ke kelas bersama kami. Bagaimana denganmu, Sharence?"


Tubuh Sharence seketika tersentak saat semua perhatian terarah padanya, dia mengalihkan pandangannya ke arah tangannya yang sedang memainkan sendok ke dalam cangkir tehnya sambil menjawab acuh tak acuh, "Aㅡaku tidak peduli."


Hilang.


Aku tidak dapat merasakan aura yang aneh lagi dari Clara, dia masih terus menatapku sambil tersenyum tipis. Mereka bertiga masih terdiam, menungguku untuk menjawab.


Tawaran yang begitu menarik, bayangkan saja aku memasuki kelas ditemani tiga gadis yang begitu cantik ini, dan mereka bertiga bukanlah gadis biasa melainkan; seorang Hero yang terpilih, putri bangsawan dan Tuan Putri mahkota Kerajaan terkaya seantero pulau.



Mengabaikan komentar Chae Rin seperti biasanya, "Terimakasih atas tawarannya, tapi aku dapat pergi ke kelas sendiri. Sampai jumpa nanti," balasku pada mereka sambil kembali mengangguk singkat dan akan membalikkan tubuhkuㅡnamun, dengan secepat kilat, aku langsung mengangkat tinggi-tinggi nampanku agar tidak saling bertubrukan dengan nampan milik gadis yang akan menabrakku, karena dia sedang asyik mengobrol dengan temannya.


BAM


Nampannya sedikit tergoyang saat mengenai rongga dadaku, begitupun dengan makanan yang ada di atas nampan itu. Menghentikan obrolannya karena merasa nampannya menabrak sesuatu, rambut gadis berkuncir dua itu bergoyang saat menoleh ke arahkuㅡ


Amyㅡyang menyadari bahwa dia baru saja menabrakku, langsung menatapku dengan tajam dan alis mata yang bertaut.


Dia mendecakkan lidahnya sebelum membentak, "Cih, Apa yang kamu lakukan?! Ini adalah tempat makan dan kenapa kamu malah berdiri disitu seperti orang bodoh?! Cepat pergi dari sini!! Kamu sekarang menghalangi jalanku!"

__ADS_1


"Tidak, sebenarnya kamu yang menghalangi jalan, Nona."


"Apa katamu?!" mendengarku yang membalas ucapannya tanpa ba-bi-bu. Aku mengulangi ucapanku, "Nonalah yang menghalangi jalan ini, biarkan aku lewat."


"Be-beraninya ka-kauuu bajingan?!!!!"


"Tentu saja, kenapa tidak?"


Wajahnya kini semakin merah padam oleh amarah. Karena semua murid-murid melihat perselisihan kami, dia langsung mengangkat cangkir tehnya dan melemparkan seluruh isinya ke wajahkuㅡ


SPLAAAT


CSSSSSSS


Ah, sayang sekali. Tehnya masih panas.


Beberapa murid yang menonton kamiㅡbahkan ketiga gadis yang duduk dibelakangku terkesiap kaget. Aku tetap menatap Amy tepat di manik mata dengan tenang, membiarkan air teh menetes satu-persatu dari rambut ke atas kemeja dan juga blazerku.


Terlihat di wajahnya, Amy sudah menyeringai penuh kemenangan melihat kondisiku yang menyedihkan. Aku tersenyum tipis padanya dan mengambil dua keping perunggu dari saku celanaku sebelum menaruhnya ke atas nampan makanannya.


TRAK


"Maafkan aku, karena Nona sepertinya sangat kelaparan sekali jadi sebagai ganti teh yang disia-siakan, aku akan membelikan Nona menu Morning's Sweet time hanya dua keping perunggu saja. Selamat makan, Nona Amy."


Setelah mengatakan itu sambil tersenyum tipis, aku berjalan melewatinya dan dengan sengaja membiarkan bahuku menyentuh bahunya begitu lembut. Tak lupa aku juga melemparkan kedipan sebelah mata yang begitu singkat hanya padanya.


Aku yakin tidak ada yang menyadarinya selain dirinya sendiri.


Matanya yang berwarna kuning kecoklatan itu, kini terus mengikuti punggungku bahkan setelah aku sudah berjalan keluar dari kantin.


AHAHAHAHA !!!


Ya ampun, Chae Rin !


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2